1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News NTT DIhebohkan Pencurian Jenazah Korban COVID-19 di Kuburan, Polisi Periksa 4 Saksi

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by IDWS.News, Feb 8, 2021.

  1. IDWS.News adalah Partner/ Kontributor TerverifikasiIDWS.News Gatotkaca

    Offline

    ▁ ▂ ▄ ρεηүεвαя ιηғσ ▄ ▂ ▁

    Joined:
    Feb 18, 2010
    Messages:
    2,426
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +85 / -0
    Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah dihebohkan akan kasus pencurian jenazah korban meninggal akibat COVID-19, yang digali dari kuburnya pekan lalu.

    Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (Polres TTS), Nusa Tenggara Timur, sedang menyelidiki dengan memeriksa empat saksi berkaitan dengan hilangnya jenasah salah seorang korban Covid-19 dari dalam kuburnya pada pekan lalu.

    "Sampai saat ini kami sedang lakukan penyelidikan terhadap dugaan hilangnya jasad dari korban COVID-19 yang diduga telah dicuri orang, dan sudah ada empat orang saksi yang sudah kami periksa," kata Kapolres TTS AKBP Andre Libran di Kota Kupang, Senin (8/2), seperti dikutip dari republika.co.id.


    [​IMG]
    Petugas pemakaman mengangkat peti jenazah untuk dimakamkan dengan protokol COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/2/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.)

    Jenazah pasien COVID-19 yang meninggal di RSUD Soe, Kabupaten TTS itu diduga dicuri pihak tidak bertanggung jawab dari tempat pemakaman umum (TPU) Oebaki, Kabupaten TTS, yang dikhususkan untuk menerima jenazah pasien COVID-19.

    Dari penjelasan Andre, dari empat saksi yang diperiksa tersebut terdapat juga keluarga dari almarhum yang juga sudah dipanggil oleh kepolisian untuk menjalani pemeriksaan. "Keluarga almarhum juga sudah kami panggil untuk diperiksa nanti," ujar Andre.

    Menurutnya, proses penyelidikan bakal menjerat tersangka dengan Pasal 180 Kitab Undang-Undang Hukum Pindana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak Rp 300 juta.

    Ketua Gugus Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTS yang juga Bupati TTS, Epy Tahun mengaku, sudah meminta polisi untuk menyelidiki keberadaan jasad Covid-19 yang hilang dari kuburan. "Ya ini melanggar UU Protokol kesehatan, dan bisa masuk pidana," kata Epy.

    Meski begitu, pihaknya siap menyerahkan ke pihak kepolisian untuk menangani kasus pencurian jenazah. Epy pun memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS serta pihak rumah sakit tidak pernah mempunyai niat untuk meng-Covid-kan orang lain, karena itu sudah pasti melanggar hukum juga.



    Sumber: Portal IDWS
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.