1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

People mengintip manajemen organisasi mahasiswa

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by ichreza, Mar 11, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. ichreza M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,779 / -0
    MANAJEMEN ORGANISASI GERAKAN
    Oleh : Team Gambreng Pelatihan Jogja1


    “Kesalahan terbesar Mahasiswa adalah ketidakmampuannya mengorganisir diri”

    A. Aktivis dan Organisasi Gerakan

    Perlunya sebuah organisasi gerakan mahasiswa Dalam MOG bagaimana suatu organ gerakan memanajemen organisasinya. Orang-orang yang mengisi suatu organ gerakan atau dikenal dengan AKTIVIST, menstruktur dan memanajemen seperti apa yang dinamakan ORGAN GERAKAN. Bagaimana seorang aktivis bisa memandang bahwa organisasi hanya benda mati (alat) dan hanya untuk mempermudah kerja-kerja gerakan yang akan dilakukan. Disini bisa dibedakan antara organisasi gerakan mahasiswa dengan elemen yang ada dalam mahasiswa lainnya. Hal ini dapat dilihat dari tujuan, garis politik, struktur dan pola pengorganisiran, serta bagaimana dengan teman ekstra kampus sehingga beda dengan “kita”, bisa dilihat dari garis politik yang sama sekali beda.
    Adapun ciri-ciri Organ Gerakan Mahasiswa adalah :
    1. Punya tujuan
    2. Ada Garis Politik
    3. Ada Garis Massa
    4. Mandiri artinya tidak punya afiliasi dengan partai politik
    Seorang kader dalam OG adalah bagaimana dia bisa membawa roh gerakan kemana-mana dan bagaimana seseorang disebut Kader.
    bagaimana kader-kader adalah organisasi itu sendiri. Kalau lebih dibumikan bagaimana pola gerak sampai ke garis massa adalah kader sendiri yang melakoninya sehingga kader sendirilah yang bisa membedakan antara :
    Terkait dengan Massa
    1. Kader, Anggota, Simpatisan dan Massa
    Seorang kader memegang roda organisasi, disini dapat diartikan kumpulan kader adalah organisasi, dan pemegang keputusan dan sanggup membumikan sampai ketingkatan paling bawah adalah seorang kader, biasanya tempat seorang kader adalah di Kontrol Organizator (KO), Sekjend, Penerbit atau ac/dc. Pembedaan Kader, Anggota, Simpatisan adalah mekanisme organisasi dan penempatan peran dalam skup luas. Anggota sendiri adalah yang mengerjakan teknis organisasi secara legal, disini peran anggota memegang kunci dalam mekanisme yang akan diberlakukan dalam organ gerakan secara legal. Disini biasanya anggota ditempatkan di departemen-departemen yang ada dalam pengawasan sekjend. Departemen-departemen sendiri membentuk biro-biro sejalan dengan kerja-kerja yang akan dilakukan. Sedangkan biro-biro sendiri terkait dengan KO dalam teknis bangunan lingkar dan buffer. Biro-biro juga punya hubungan terkait dengan kantung-kantung massa untuk lebih mengetahui permasalahan yang ada di Massa, disini biro-biro mensheeringkan mulai dari pola gerak, teknik pengorganisiran serta dalam rangka mobilisasi. Sedangkan simpatisan sendiri adalah orang-orang yang ada sekeliling kita yang mulai melakukan kerja-kerja gerakan dan kecenderungannya “senggol-senggolan”. Simpatisan biasanya digunakan pada kerja-kerja taktis dan mobilisir. Simpatisan sendiri bisa secara langsung nempel ke Buffer, ini diperlukan pola pengorganisiran yang jelas (akan disebutkan nanti)
    2. Buffer, Lingkar, Kantung dan garis Massa
    Posisi Buffer sebagai bangunan induk dari suatu organisasi membuat orang-orang dalam Buffer benar-benar adalah seorang kader. Buffer sendirilah yang menangani masalah jaringan, kerja-kerja gerakan yang bersifat umum dari berbagai lingkar dan kantung yang ada. Buffer juga berperan sebagai organ payung yang merupakan sentra informasi untuk mempertemukan lingkar-lingkar yang ada. KO yang ada di Buffer bertugas untuk memonitoring dan mensheeringkan dengan KO satu lingkar tentang upaya-upaya pembangunan basis baru, masalah-masalah yang terjadi di kantung. Lingkar sebagai tempat pertemuan antara KO di Buffer dan anggota yang ada di kantung-kantung massa. Mekanisme yang dijalankan adalah sangat sederhana, karena KO juga adalah anggota di Kantung-kantung dan juga kerja-kerja lingkar disesuaikan dengan apa yang telah disepakati Ko-per lingkar plus beberapa kader yang ada, sehingga dalam praksisnya anggota Buffer yang tidak ada dalam dinamika hanya sebatas sebagai pendengar dan teman sheering. Anggota yang bertugas di kantung mempersiapkan penggantinya untuk selebihnya naik tingkat ke lingkar dan mempersiapkan pola pengkaderan di basis masing-masing. Disini ditekankan eksistensi kantung, lingkar bisa lebih tinggi dari Buffer tapi, pola pengorganisiran tetap mengacu pada grand yang ada pada Buffer.
    3. Lapis-lapis yang ada dalam Organisasi gerakan itu sendiri
    Bicara tentang lapisan adalah menghitung kekuatan, entah itu kader, anggota dan simpatisan. Disini perlunya membikin lapisan agar mulai saat masih di kantung sampai ke Buffer telah membentuk mekanisme team atau mulai dari Anggota sampai simpatisan dan seterusnya.
    Disini ada pembedaan dalam lapis :
    A. Model Buffer, Lingkar dan Kantung
    1. Lapis I (PIONER) : Adalah kader yang menjaga tujuan organisasi tetap pada garisnya dan bertugas untuk merancang kerja-kerja Buffer ke arah depan. Kader lapis I ini adalah orang-orang yang merumuskan platform, pola pengkaderan dan pelatihan. Sehingga hubungannya dengan KO hanya sebatas teman sheering. Kader lapis ini adalah kader-kader yang siap untuk mendirikan oragan-organ baru bila, organ yang ada sekarang pecah dengan tujuan dan garis politik yang sama sekali sama dengan organ pendahulunya. Dan posisinya untuk turun ke lingkar dan kantung adalah sebagai Pembicara atau malah bisa sebagai Deploy ke organ lainnya.
    2. Lapis II(BARISAN PELOPOR) :Adalah Calon kader yang menjadi KO, Dimana Lapis II harus mampu menunjukkan etos kerjanya (mengingat kerjaannya dilingkar dan kantung), Lapis II ini memegang Posisi penting dalam garis massa, karena dari merekalah pola pengorganisiran dan mobilisir bisa berjalan, Lapis II bertugas di lingkar dengan kerja-kerja lingkar dan harus paham benar medan yang akan di tempuh, dan fungsi untuk menambah potensi kantung dengan manajemen lingkar. Lapis II juga adalah penjaga keseimbangan antara Buffer dan lingkar dan turunannya ke kantung. Lapis II juga merupakan pelopor dalam kerja-kerja organisasional dan mempraktekkan apa aja yang telah dirumuskan Lapis I dengan melihat dulu kondisi obyektif yang ada pada masing-masing lingkar.
    3. Lapis III ( Barisan Penunjang ) : Adalah anggota dari OG, disini penekanan lapis III adalah lapisan yang menjaga kerja-kerja legal (sama dengan Anggota, seperti diatas)
    4. Lapis IV ( Pelopor Lingkar) : Adalah anggota yang ada dalam lingkar yang kemudian mengerjakan kerja teknis di lingkar, Kapasitas Lapis IV bisa sebagai anggota dan simpatisan. Lapis IV inilah yang akan mengurusi pelatihan-pelatihan tingkat lingkar, pertemuan-pertemuan sampai kearah produk yang akan di keluarkan. Lapis IV juga masih aktif di kantung dan memegang posisi penting sebagai penentu kebijakan
    5. Lapis V ( Pelopor Kantung ) : Adalah lapis yang mengerjakan teknis di Kantung dan mulai untuk dikentali menuju lingkar-lingkar yang ada.
    5. Lapis VI ( Simpatisan ) : Adalah barisan yang cukup rentan dipengaruhi oleh organ lain, biasanya masih dalam taraf proses pencarian dan mulai di tajamkan pengetahuan di kantung-kantung dan mulai diajakin untuk lebih mengenal 3 pilar kekuatan mahasiswa.
    B. Pola Pengorganisiran

    Dalam pengorganisiran tiap organ gerakan memerlukan sebuah metode yang pas sesuai keadaan dan siruasi di basis masing-masing. Pola gerakan yang selalu memecah diri demi tercapainya tujuan membuat gerakan terlihat sangat rapi padahal, kalau kita introsepsi diri masih banyak celah-celah yang dapat digunakan orang untuk ngintip kekuatan serta kelemahan kita. Dalam teknik pengorganisiran terkait dengan cara apa yang kita pakai, seperti bagan dibawah ini :

    Untuk Basis Kampus dan Massa Mahasiswa




    : Garis Koordinasi
    : Hubungan Organisasional
    : Koordinasi Organisasional



    C. Manajemen Konflik

    Manajemen konflik adalah bagaimana dalam suatu organisasi bisa memanaje konfliknya sekecil mungkin. Didalam organ gerakan kemungkinan konflik dalam tubuh gerakan sangat rentan sekali. Banyak sekali persoalan-persoalan yang ada lewat dalam keseharian organ gerakan. Dalam manajemen konflik, dikenal istilah-istilah :
    1. Win-win Solution
    2. Win-Lose Solution
    3. Lose-lose Solution
    Dalam manajemen konflik dibutuhkan bangunan team yang solid untuk mengarahkan jalannya konflik. Team ini yang akan mementahkan semua intrik atau kemungkinan konflik yang terjadi. Kecenderungan destroyer dari dalam, memang sangat sering terjadi dikarenakan masalah eksistensi pribadi. Dalam pemahaman Buffer, lingkar dan kantung pola mamanaje konflik adalah membangun team tiap organ. Istilah-istilah kayak “jaga pantat kawan”, adalah bagaimanapun konflik itu terjadi parah tapi, tetap pada koridor tujuan kita berorganisasi. Kalo mau ngga’ berkonflik dan mau jalan sendiri, mending kesana bawa AK-47 sambil teriak “revolusi”. Sumber konflik yang biasanya terjadi didalam organisasi adalah penempatan orang-orang, dan saling intrik antar anggota. Titik kunci dari MK ini tetap pada tujuan kita berorganisasi.

    D. Self Defend Unit (SDU)

    Anti bodi diri merupakan sebuah upaya untuk menjaga jalannya organisasi dari Invasi dan inviltrasi dari organ lain dan juga dari pihak luar yang ngga’ nerima organ kita menjadi besar. Hal ini juga berkaitan dengan pola pengkaderan, pola pengorganisiran dan tips jitu dalam menjaga kantung-kantung atau anggota organ kita sendiri. SDU biasanya digunakan pada lingkar atau basis yang masih rawan untuk dimasuki organ lain. Hal ini bias terjadi karena “roh gerakan” masih belum bisa menjangkau organ tersebut. Kemungkinan anggota yang membelot juga adalah hal yang sangat membahayakan organisasi. Disini juga diperlukan jalinan Team yang solid antar kader, anggota dalam suatu organisasi. Hingga syah aja kalau, mengadakan deal sesama kader untuk mengamankan organisasi, tapi asal bisa dipertanggung jawabkan pada rapat-rapat yang ada.

    E.PSIKOLOGI MASSA

    Bicara tentang psikologi massa adalah berbicara tentang kebutuhan, tujuan sampai taraf pembelajaran. Banyak sekali diperlukan kejernihan dan ketenangan. Prinsip yang harus dipegang dalam psikologi massa adalah “Salah atau Benar saya telah berpikir”, sehingga ada penyiapan langkah-langkah terburuk untuk menghadapi gejala-gejala yang terjadi. Mainan adalah hal yang disukai massa, bagaimana kader bisa memberikan ruang kepada massa dimana ia bisa mengekspresikan diri, mau kemana?, Disini juga seorang kader mampu membaca lingkungan yang ada disekililing massa dan membuat langkah –langkah untuk memanaje-nya. Ex: bagaimana di kantung banyak yang Bete, seorang kader harus mengetahui betul 5 W + 1 H dan memanaje dengan SWOT atau metode yang lainnya.

    @@@@@@@@@
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.