1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Mengapa bangsa Indonesia kalah kreatif dari negara-negara maju

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by teuku_robby, Feb 19, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. teuku_robby M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 22, 2010
    Messages:
    1,582
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +31,814 / -0
    [​IMG]

    Sebenarnya ini adalah ringkasan dari buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul "Why Asians Are Less Creative Than Westerners"(Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari negara-negara barat), tapi berhubung saya tinggal di Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, maka saya mengganti judulnya, karena saya merasa bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri yang paling mirip seperti yang tertulis dalam buku itu.

    1. Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.

    2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

    3. Bagi orang Indonesia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban", bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT, dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

    4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none" (tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

    5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Indonesia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Indonesia yang memenangkan Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

    6. Orang Indonesia takut salah dan takut kalah. Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

    7. Bagi kebanyakan bangsa Indonesia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

    8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir, peserta akan mengerumuni guru/narasumber untuk meminta penjelasan tambahan.


    Dalam bukunya, Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut:
    1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya, bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren, tapi duitnya dari hasil korupsi

    2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

    3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.

    4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan passion (rasa cinta)-nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

    5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. Ayo bertanya!

    6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau kita tidak tahu!

    7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua, kita bertanggungjawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.

    Code:
    http://hermawayne.blogspot.com/2011/02/mengapa-bangsa-indonesia-kalah-kreatif.html
     
    • Like Like x 4
    • Thanks Thanks x 4
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. mr_ark SUPERMOD

    Offline

    ★★★/人 ◕ ‿‿ ◕ 人\★★★

    Joined:
    Jan 14, 2009
    Messages:
    23,256
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +76,780 / -17
    Betul sekali :top:
    Kurikulum sekolah Indonesia memang teramat sangat padat. :stress: Saia pernah membandingkan buku pelajaran matematika SD Indonesia dengan buku pelajaran matematika SD dari Turki. Ternyata kurikulum kita jauh lebih padat berisi. :lol: Salah satu materi pelajaran yang saia rasa kurang berguna bagi anak SD misalnya tentang bilangan bulat negatif. Aplikasi bilangan bulat negatif sangat sedikit dan konsepnya agak rumit untuk anak SD. Di sekolah Turki saja materi tersebut belum diajarkan di tingkat SD. Kasian juga anak-anak SD di negeri kita dikasih materi yang belum tentu berguna untuk keseharian mereka.


    *sigh* :sigh:
     
  4. YamiRi M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Apr 2, 2010
    Messages:
    2,406
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +689 / -0
    gak terlalu setuju....

    yang saya tahu, Orang Indonesia (entah ras apa aja) yang ditaruh di luar negeri justru bisa berkarya dan tidak kalah kreatif dengan orang Eropa dan Amerika
    justru orang Barat takut sama kebangkitan orang Timur....

    hanya saja, di Indonesia itu ada lingkungan yang sangat buruk dan negatif sehingga menghambat seseorang untuk maju
    Indo juga gak memberi kesempatan bagi rakyatnya yang ingin meraih masa depan
    di Indo cuman ngurusin uang mulu... no money no life
     
  5. arcqelflv M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jul 27, 2009
    Messages:
    4,523
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +1,938 / -0
    hmmm kalo saya boleh menambahkan, di Indonesia, masih jarang diberlakukan sistem dua jalur dalam pekerjaan
    maksudnya, dibedakan antara para expert dan ahli di bidang teknis/sains dengan mereka2 yang menjabat dalam konteks struktural
    seorang expert (yang ngurusin teknologi ini ceritanya) yang telah bekerja bertahun2 di suatu perusahaan, bisa jadi kalah dari segi nominal dibandingkan seorang manajer yang baru saja diangkat
    hal ini yang membuat mereka yang berilmu pengetahuan tinggi lebih memilih hengkang ke luar negeri, dimana disana keilmuan sangat dijunjung tinggi (dan tentunya dari segi kesejahteraan lebih terjamin)
    teman saya pernah bilang, katanya jadi ilmuwan di indonesia itu berat dan susah, kalah pamor sama manajer..
    untuk riset dsb bisa pontang panting cari dananya (padahal ujung2nya sebagian besar riset itu kan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama juga kan?)

    sekian saja, maaf kalo ada salah kata :lalala:
     
  6. presiden2025 Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 17, 2011
    Messages:
    240
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    ini buku keluaran tahun berapa yah?
    di judulnya kan "Asian" kenapa reviewnya cuma Indonesia doang?

    emang di point point yang disebutin ada benernya, tapi gak bisa dijadiin untuk menyimpulkan begitu dong
    misalnya di artikel lain yang ditulis sama TS, di link
    http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=144577
    kurang kreatif apa coba anak bangsa ini?
     
  7. Zagita Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 6, 2011
    Messages:
    223
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +7 / -0
    banyak benernya,, salutt..

    emang kalo di Indonesia jarang banget nemu yang murni kreatipp..
     
  8. teuku_robby M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 22, 2010
    Messages:
    1,582
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +31,814 / -0
    Kan udah ditulis oleh penulisnya

    gak munkin kan dia nulis review mengenai negara orang yang dia sendiri pun tidak memahami betul ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya negara tersebut.
     
  9. rdatop777 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 19, 2011
    Messages:
    204
    Trophy Points:
    32
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6 / -0
    setuju deh sma penulisnya....
    fakta dan realita,,,,
    kita mmng kurang kreatif d bnding bngsa lain...
     
  10. Thira M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Oct 25, 2010
    Messages:
    6,233
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +26,058 / -0
    iyaa intinya system pendidikan di negeri kita yang masih kurang bagus :rokok:

    sebenarnya banyak yang kreatif.....tapi tidak berkembang......:keringat:
     
  11. dewa_bibir Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 25, 2010
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +5 / -0
    sebenar kreatif tapi hampir 99% banyak plagiat dan ada yang murni kreatif tapi banyak yang tidak di hargai dengan pantas makanya banyak yang cabut dari Indonesia
     
  12. pauper M V U

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 16, 2009
    Messages:
    93
    Trophy Points:
    46
    Ratings:
    +55 / -0
    siapa bilang Indonesia kurang kreatif :rokok:

    liat aja dorama jepang, rata2 cuma nyampe 11 episode. tapi kalo sinetro sampe ratusan episode :haha:

    jadi orang Indonesia lbh kreatif dari orang jepang :haha:

    ini gw paling setuju :top:
    tanpa ada keberanian untuk berbuat sesuatu, kita gak bakal pernah berpikiran maju :hehe:
     
  13. hendrolist M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 13, 2011
    Messages:
    355
    Trophy Points:
    32
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5 / -0
    Kalo mnrut aq, sbenarnya byk orang Indo yang kreatif. Cuman kadang kreativitas mereka kurang dihargai ama pemerintah, jadinya hasilnya gak menyebar.
    Banyak yg dicolong idenya, ato orangnya sendiri pergi ke negara lain yang lebih menghargai hasil kreativitas mereka...
     
  14. Jars27 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 16, 2010
    Messages:
    437
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +21 / -0
    dorama jepang 11 episode, tapi ceritanya gak plagiat....

    Indonesia ratusan episode... tapi ceritanya kebanyakan sama...

    Kapan negara mau maju kalo banyak yang plagiat.. :rokok:
     
  15. keemchee M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,563
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,043 / -7
    dilemma yah, serba salah jadinya...:keringat:

    :dead:
     
  16. teuku_robby M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 22, 2010
    Messages:
    1,582
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +31,814 / -0
    banyaknya jumlah episode gag bisa menjadi patokan sebuah film itu berkualitas bro, dorama jepang emang 11 episode tapi kualitasnya oke :top: sedangkan sinetron indo bisa sampe ratusan episode tapi kualitasnya jelek :hehe: udah gitu banyak yang plagiat film korea dan jepang pula :swt: dimana letak kreatifitas anak bangsa kalo begini :yareyare:
     
    Last edited: Feb 20, 2011
  17. lucaviend M V U

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Jul 23, 2009
    Messages:
    20,376
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +7,850 / -0
    jdul sama pic bukuny beda....:lol:

    indo ap asia nee:???:
     
  18. vonz_aqss M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 14, 2010
    Messages:
    351
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +4 / -0
    wah, bagus banget nih infonya
    poin2nya mdah dipahami dan dimengerti
    moga2 ane abis baca bisa langsung dipraktekin dah
    biar bisa lebi kreatif dari tuh orng western
     
  19. X252 Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jul 19, 2009
    Messages:
    7,166
    Trophy Points:
    261
    Ratings:
    +42,226 / -0
    Sebenarnya udah banyak yang lebih kreatif, cuma kadang-kadang kurang berani:panda:
     
  20. illude M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 10, 2009
    Messages:
    607
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +142 / -0
    Gw pernah baca kolom yang membahaskan masalah ini. Konon kabarnya pengagas kurikulum di Indonesia itu orang-orang yang otak kirinya TOP, tapi otak kanan-nya NOL besar. Hafalan dari awal ampe mati. Makanya kreatifitas gak pernah mendapat tempat di dunia pendidikan Indonesia.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.