1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Memecahkan Rekor

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Nawainruk, Apr 15, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Nawainruk M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 3, 2007
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +98,390 / -0
    Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut
    ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”

    Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.

    LOMPATAN SI BELALANG…. .

    Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah
    dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana.

    Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing, “Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan di sini?”

    “Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini,” jawab anjing dengan
    sombongnya.

    Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi, “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita.”

    “Baik,” jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut.”

    Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun, ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.

    Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata, “Nah, belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang? Kamu sudah kalah.”

    “Belum,” jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan
    tantangan kedua?”

    “Apa pun tantangan itu, aku siap,” tukas si anjing.

    Belalang lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, tapi diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya.”

    Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi
    tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian
    lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum.

    “Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga,” kata si anjing.

    “Tidak perlu,” jawab si belalang. “Karena, pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standar perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standar perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang.” “Intinya adalah, kamu dan saya mempunyai potensi dan standar yang berbeda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan
    yang lain. Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kamu miliki, kamu bisa melampaui standar dirimu sendiri. Iya nggak sih?”

    Cerita sederhana di atas pernah membuat saya malu pada diri sendiri. Ketika masih berumur awal 30-an tahun, betapa sering saya membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain. Membandingkan antara profesi saya dengan profesi si Anu, antara pendapatan saya dan pendapatan si Banu, antara mobil saya dengan mobil si Canu, antara kesuksesan saya dengan kesuksesan si Danu, dan seterusnya. Hasilnya? Ada kalanya muncul perasaan-perasaan negatif, seperti iri hati atau kecewa pada diri sendiri, yang menganiaya rasa syukur atas kehidupan. Namun kala yang lain muncul juga semacam motivasi untuk bisa lebih maju dan
    berusaha lebih tekun agar bisa melampaui orang lain (pesaing?).

    Belakangan, saya menemukan cara bersaing yang lebih cocok untuk diri sendiri. Saya mulai mengukur kemajuan saya tahun ini berdasarkan prestasi saya tahun kemarin. Saya tetapkan bahwa tahun ini saya harus lebih sehat dari tahun kemarin; pendapatan dan sumbangan tahun ini diupayakan lebih tinggi dari tahun lalu; pengetahuan yang disebarkan tahun ini ditingkatkan dari tahun silam; relasi dan tali silahturahmi juga direntangkan lebih lebar; kualitas ibadah diperdalam; perbuatan baik dipersering; dan seterusnya. Dengan cara ini, saya ternyata lebih mampu mengatasi penyakit-penyakit seperti iri hati, dengki, dan rasa kecewa pada diri. Berlomba untuk memecahkan rekor pribadi yang baru, melampaui rekor yang tercapai di masa lalu, ternyata
    menimbulkan keasyikan dan rasa syukur yang membahagiakan.

    Mungkin benar kata orang bijak dulu: kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan atas hawa nafsu diri sendiri. Setujukah?
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Feischmaker M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 28, 2008
    Messages:
    1,489
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,023 / -0
    wohohoho... luar biasa... ini adalah cerita yang wajib dibaca bagi orangtua yang hobi membanding-bandingkan anaknya dengan anak tetangga :haha:

    GOOD JOB...
     
  4. logitech M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 4, 2008
    Messages:
    1,373
    Trophy Points:
    241
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,681 / -0
    mantap2... keren ceritany... thx bgt.. gw dapat nasehat yg :top: dari cerita ini...
     
  5. parkerpeter Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 1, 2008
    Messages:
    159
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +1,178 / -0
    wow.. out of the box
     
  6. Airilovesferdi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 15, 2009
    Messages:
    1,220
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +572 / -0
    hmmm....bener jg yah
    nice story bro:top:
     
  7. mr_ark SUPERMOD

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Jan 14, 2009
    Messages:
    21,305
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +72,524 / -15
    Setuju .... yang paling berat emang menahan/mengalahkan hawa nafsu.
    Kata LIT, "I am my own worst enemy"


    Akhirnya, post ke-370. Offline dulu ah, lanjutin nonton anime :D
     
  8. mb4ng M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 9, 2008
    Messages:
    1,141
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +38,967 / -0
    Yah, ceritanya pendek tapi sangat berharga.
    Pemenang adalah..........
    orang yang mampu mengalah, ingat mengalah bukan kalah lho
     
  9. CY_T_Anezaki M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 3, 2009
    Messages:
    2,154
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,698 / -0
    Wew cerita binatang yg bijaksana, perlu diperhatikan buat orang2 yg merasa dirinya lebih hebat (sombong) drpd orang lain huh..
     
  10. Airilovesferdi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 15, 2009
    Messages:
    1,220
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +572 / -0
    bener bro:top:
     
  11. sinaga86 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 17, 2009
    Messages:
    308
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +44 / -0
    setuju2....orang yg sombong mati juga.....
    jd untuk apa sombong n angkuh.....

    kita harus sepeti padi, makin berisi makin merunduk

    nise post bro..
     
  12. ongky888 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 20, 2009
    Messages:
    459
    Trophy Points:
    87
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +128 / -0
    :top: mantapz critanya, bnr2 membuka pkiran :top:
     
  13. echo1 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    526
    Trophy Points:
    67
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +87 / -0
    wuih very wise story bro
    buat tambah pengetahuaan lagi
     
  14. valr1st M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    770
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +191 / -0
    rumput tetangga emang lebi hijau gan wkakakakakaak...... makannya cntailah rumput halaman sendiri
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.