1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

People lulus SD jadi orang terkaya no 3 di Indonesia

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by blacksheep, Mar 29, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. blacksheep M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,594
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +25,064 / -0
    Inilah Orang Terkaya No 3 di Indonesia Walau Hanya Lulusan SD



    – Sarjana atau lulusan universitas? Jangan keburu bangga. Sebab, ijasah tinggi bukan jaminan kesuksesan seseorang. Sebaliknya, meski ijasah rendah belum tentu pula jadi kere.
    Mau bukti? Eka Tjipta Widjaya, pendiri Sinar Mas Grup, masuk 3 besar orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia. Kabarnya, total kekayaannya ± USD 3,8 milyar. Tapi

    [​IMG]
    siapa sangka, dia hanya lulusan SD.
    Inilah kisahnya.
    Nama asli Eka Tjipta Widjaya adalah Oei Ek Tjhong. Dia lahir 3 Oktober 1923. Saat kecil, keluarganya hidup dalam kemiskinan. Bersama ibunya, ia pindah ke Makassar pada tahun 1932, ketika usianya 9 tahun.
    Tiba di Makassar, Eka kecil – masih dengan nama Oei Ek Tjhong – segera membantu ayahnya yang sudah lebih dulu tiba dan mempunyai toko kecil. Tujuannya jelas, segera mendapatkan 150 dollar, guna dibayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, utang terbayar, toko ayahnya maju. Eka pun minta Sekolah. Tapi Eka menolak duduk di kelas satu.
    Tamat SD, ia tak bisa melanjutkan sekolahnya karena masalah ekonomi. Ia pun mulai jualan. Ia keliling kota Makassar, menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang besar masa itu. Harga beras ketika itu masih 3-4 sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk memuat barangnya.
    Namun ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya hancur total. Ia menganggur total, tak ada barang impor/ekspor yang bisa dijual. Total laba Rp. 2000 yang ia kumpulkan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.
    Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Sampailah ia ke Paotere (pinggiran Makassar, kini salah satu pangkalan perahu terbesar di luar Jawa). Di situ ia melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda.
    Tapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik Eka, melainkan tumpukan terigu, semen, gula, yang masih dalam keadaan baik. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan mengadakan persiapan untuk membuka tenda di dekat lokasi itu. Ia merencanakan menjual makanan dan minuman kepada tentara Jepang yang ada di lapangan kerja itu.
    Keesokan harinya, masih pukul empat subuh, Eka sudah di Paotere. Ia membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang diisi air, oven kecil berisi arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok dan sebagainya. Semula alat itu ia pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayahnya ikut ia pinjam. Ayam itu dipotong dan dibikin ayam putih gosok garam. Dia juga pinjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan satu botol anggur dari teman-temannya.
    Jam tujuh pagi ia sudah siap jualan. Benar saja, pukul tujuh, 30 orang Jepang dan tawanan Belanda mulai datang bekerja. Tapi sampai pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Eka memutuskan mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang makan minum di tenda.
    Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang bilang joto. Setelah itu, semua anak buahnya dan tawanan diperbolehkan makan minum di tenda Eka. Tentu saja ia minta izin mengangkat semua barang yang sudah dibuang.
    Segera Eka mengerahkan anak-anak sekampung mengangkat barang-barang itu dan membayar mereka 5 – 10 sen. Semua barang diangkat ke rumah dengan becak. Rumah berikut halaman Eka, dan setengah halaman tetangga penuh terisi segala macam barang.
    Ia pun bekerja keras memilih apa yang dapat dipakai dan dijual. Terigu misalnya, yang masih baik dipisahkan. Yang sudah keras ditumbuk kembali dan dirawat sampai dapat dipakai lagi. Ia pun belajar bagaimana menjahit karung.
    Karena waktu itu keadaan perang, maka suplai bahan bangunan dan barang keperluan sangat kurang. Itu sebabnya semen, terigu, arak Cina dan barang lainnya yang ia peroleh dari puing-puing itu menjadi sangat berharga. Ia mulai menjual terigu.
    Semula hanya Rp. 50 per karung, lalu ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan akhirnya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.
    Kala itu ada kontraktor hendak membeli semennya, untuk membuat kuburan orang kaya. Tentu Eka menolak, sebab menurut dia ngapain jual semen ke kontraktor? Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya.
    Ia bayar tukang Rp. 15 per hari ditambah 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan mewah. Ia mulai dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir membayar Rp. 6.000. Setelah semen dan besi beton habis, ia berhenti sebagai kontraktor kuburan.
    Demikianlah Eka, berhenti sebagai kontraktor kuburan, ia berdagang kopra, dan berlayar berhari-hari ke Selayar (Selatan Sulsel) dan ke sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah.
    Eka mereguk laba besar, tetapi mendadak ia nyaris bangkrut karena Jepang mengeluarkan peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal di pasaran harga per kaleng Rp. 6. Eka rugi besar.
    Ia mencari peluang lain. Berdagang gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual mobil jip, dua sedan serta menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kawin untuk menutup utang dagang.
    Tapi Eka berusaha lagi. Dari usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Usahanya juga masih jatuh bangun. Misalnya, ketika sudah berkibar tahun 1950-an, ada Permesta, dan barang dagangannya, terutama kopra habis dijarah oknum-oknum Permesta. Modal dia habis lagi. Namun Eka bangkit lagi, dan berdagang lagi.
    Usahanya baru benar-benar melesat dan tak jatuh-jatuh setelah Orde Baru, era yang menurut Eka, “memberi kesejukkan era usaha”. Pria bertangan dingin ini mampu membenahi aneka usaha yang tadinya “tak ada apa-apanya” menjadi “ada apa-apanya”. Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976, dan berproduksi 10.000 ton kertas (1978) dipacu menjadi 600.000 ton sekarang ini.
    Tahun 1980-1981 ia membeli perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula.
    Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. Awalnya BII hanya dua cabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII kini memiliki 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun. PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun.
    Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun. Tak sampai di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan. Di Roxy ia bangun apartemen Green View, di Kuningan ada Ambassador.
    “Saya Sungguh menyadari, saya bisa seperti sekarang karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hamba Nya yang baik,” katanya mengomentari semua suksesnya kini. “Kecuali itu, hematlah,” tambahnya.
    Ia menyarankan, kalau hendak menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan laba hanya Rp. 100, belanjanya Rp. 90. Dan kalau untung Cuma Rp. 200, jangan coba-coba belanja Rp. 210,” Waahhh, itu cilaka betul,” katanya.
    Setelah 58 tahun berbisnis dan bergelar konglomerat, Eka mengatakan, dia pribadi sebenarnya sangat miskin. “Tiap memikirkan utang berikut bunganya yang demikian besar, saya tak berani menggunakan uang sembarangan. Ingin rehat susah, sebab waktu terkuras untuk bisnis. Terasa benar tak ada waktu menggunakan uang pribadi,” Eka mengeluh. Hendak makan makanan enak, lanjutya, sulit benar karena makanan enak rata-rata berkolesterol tinggi.
    Inilah ironi, kata Eka. Dulu ia susah makan makanan enak karena miskin. Kini ketika sudah “konglomerat” (dengan 70 ribu karyawan dan hampir 200 perusahaan), Eka tetap susah makan enak, karena takut kolestrol. Usia ayah delapan anak kelahiran 3 Oktober 1923 ini sudah hampir 73 tahun. Usia yang menuntutnya menjaga kesehatan secara ketat dan prima.
    Code:
    http://databerita.com/lulus-sd-jadi-orang-terkaya-no-3-di-indonesia/
     
    • Thanks Thanks x 5
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. white_brain13 Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Apr 1, 2009
    Messages:
    258
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +31 / -0
    ada yang memutuskan jadi enterpreneur ada yang memutuskan jadi teknopreneur. Ane memilih yang kedua. Gak papa ane gak sekaya dia, seenggaknya makan tenang hidup tenang, berkontribusi nyata terhadap kemajuan ilmu yang ditelorkan bangsa sendiri.
     
  4. setosez Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 15, 2009
    Messages:
    124
    Trophy Points:
    37
    Ratings:
    +769 / -0
    inspiratif pisan..
    nice share gan :top:
     
  5. easyvalen M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 28, 2010
    Messages:
    1,829
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +2,082 / -0
    coba klo harga sekarang kaya jaman dulu asik kali ya:hihi:
    yang penting dimana ada kemauan disitu ada jalan.
     
  6. Hktoyshop M V U

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Sep 19, 2008
    Messages:
    14,785
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +3,915 / -0
    keren..
    thanks..
    nice info..:top:
    coba ah..:lalala:
     
  7. riandevil Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 2, 2009
    Messages:
    141
    Trophy Points:
    166
    Ratings:
    +11,236 / -0
    lulus sd tapi otaknya s3! hehehe... nice info gan ;)
     
  8. uizeeboy Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 28, 2009
    Messages:
    165
    Trophy Points:
    166
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +17,213 / -0
    Pak Eka Tjipta ini pernah membuat program Prestasi Junior Indonesia bersama Eka Tjipta Foundation di Indonesia..

    salah satu yang diaplikasikan ke kabupaten (termasuk sekolahku) ikut ambil bagian..

    intinya program ini mendidik kita jadi entrepeneur dari muda...

    keren programnya..
     
  9. joe_cfu M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Feb 10, 2010
    Messages:
    2,083
    Trophy Points:
    132
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,573 / -0
    :terharu: keren bgt perjuangannya dari miskin ampe kaya...
    saya salut akan perjuangannya.. :nangis:
    semoga aja aku bisa sukses seperti beliau.. :peace:
     
  10. rdatop777 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 19, 2011
    Messages:
    204
    Trophy Points:
    32
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6 / -0
    asik gan.....
    tapi ane idup biasa2 aja jg gak pa2...
     
  11. bugs5 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 8, 2010
    Messages:
    754
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +102 / -0
    wah seru juga bacanya
    yah wajarlah jd pedangan bisa kaya asal niat dan ngak takut rugi
    namanya pedagang ad adia awas ada di bwh
     
  12. fierzyad M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 30, 2009
    Messages:
    1,341
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +2,898 / -0
    tertipu judul wa...tak kirain bocah lulusan SD trus jadi milyarder...nice gan...penentu kesuksesan memang keuletan dan kesabaran...
    dan yang gag kalah penting memang dia dipermudah untuk menjadi sukses...
     
  13. KID_VX Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 1, 2010
    Messages:
    178
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    Wah sangat menginspirasi gan :hmm:
    tapi jaman sekarang berubah
    keadaan sangat ber pengaruh

    Enjoy :elegan:
     
  14. riobastian M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 1, 2009
    Messages:
    1,009
    Trophy Points:
    111
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +863 / -0
    Kirain bocah baru lulus SD langsung jadi orang terkaya... :swt:

    Mestinya judul threadnya "lulusAN SD" bukan "lulus SD"... :peace:
     
  15. Nurus M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 24, 2010
    Messages:
    3,370
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +81,141 / -1
    Klo dahulu waktu jaman penjajahan masih bisa sekolah (walaupun hanya SD atau SR?) itu udah bersyukur banget.

    Tapi memang orangnya ulet... tapi sayang tidak bisa menikmati kekayaannya.
     
  16. resky17 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 11, 2009
    Messages:
    685
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +735 / -0
    hebat banget,padahal cuman lulusan SD :terharu: kayanya kalo jaman sekarang jarang ato malah ga ada yg kaya gitu ya :swt:
     
  17. Andre_75 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 20, 2009
    Messages:
    531
    Trophy Points:
    77
    Ratings:
    +1,136 / -0
    semangat, usaha dan kerja keras memang dekat dengan KESUKSESAN :top:
     
  18. neoroby M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 23, 2010
    Messages:
    1,140
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +18,038 / -0
    emang kalo mau mulai usaha ga usah nunggu lulus sekolah/kuliah..
    tapi ga ada salahnya mencoba, sejeki setiap orang kan beda-beda.. udah ada yang ngatur..
     
  19. don_giro M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 23, 2010
    Messages:
    3,326
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +4,517 / -0
    bener-bener :terharu:
    kesuksesan itu selalu diraih dengan cara yang tidak gampang...perlu membanting tulang...:top:
     
  20. adi_bayumi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 21, 2011
    Messages:
    1,756
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,555 / -0
    ini membuktikan bahwa praktek lah yang membawa ke suksesan.... walaupun semua praktek harus di dasari teori.....
    terbalik dengan sekarang, perbanyak teori.... prakteknya ga dilakuin :swt:
     
  21. JReeFstaR Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    135
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    Mantab gan :top:

    Pada intinya kaLo orang punya niat dan mau berusaha pantang menyerah pasti dia akan sukses..

    :niceinfo:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.