1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Legend/Myth legenda kera sakti ( Sun Go Kong )

Discussion in 'History and Culture' started by hayasegawa, Jan 11, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. hayasegawa M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 31, 2009
    Messages:
    932
    Trophy Points:
    156
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,222 / -0
    [​IMG]

    Nama Sun Go Kong bagi masyarakat kita sudah tidak asing lagi. Sebuah stasiun televisi swasta pernah menayangkan film serial “Kera Sakti” ini sampai berulang-ulang. Sun Go Kong dikenal karena kesaktiannya melawan segala jenis siluman. Selain dia, tokoh sentral lainnya dalam film ini adalah biksu Tong yang selalu mengendalikannya selama perjalanannya ke Barat mencari kitab suci.

    Pertanyaannya, apakah tokoh Hsuan-tsang yang dalam cerita serial “Kera Sakti” terkenal sebagai biksu Tong itu benar-benar pernah hidup di Tiongkok? Dari beberapa literatur yang ada menunjukkan bahwa tokoh Hsuan-tsang ini adalah seorang biksu yang ditasbihkan pada umur 13 tahun dan hidup di Tiongkok sekitar tahun 602-664, dikenal juga dengan nama aslinya Chen-I, mendapatkan gelar San-Tsang atau Mu-Ch’a-T’i-P’o (Moksadeva) atau Yuan-tsang (di Jepang dikenal dengan nama Genjo). Beliau tercatat sebagai biksu dan penziarah dari Tiongkok yang terbesar sepanjang sejarah dan hidup pada masa Dinasti Tang (618-907), yang menunggang kuda melakukan perjalanan ke India melewati Himalaya selama 4 tahun perjalanan (dalam usia 23 tahun).

    Beliau sempat tinggal selama 10 tahun di India untuk mempelajari dan menerjemahkan berbagai kitab Sansekerta Tripitaka ke dalam bahasa China, dan kembali ke Tiongkok pada tahun 645 dengan membawa pulang 658 teks agama Buddha dan berbagai sutra Mahayana. Karya terjemahannya dan juga tulisan perjalanannya ke Asia Tengah dan India yang penuh dengan data yang akurat merupakan suatu fakta sejarah tak ternilai bagi para sejarawan dan arkeologis saat ini. Nama beliau dapat disejajarkan dengan para sesepuh Mahayana (Tripitaka Master) seperti Mahadeva, Asvaghosa, Nagarjuna, Atisa, Vasubandhu, Bodhidharma, Shanti-Deva, Asanga, Arya-Deva, Tao-An, Kumarajiva, Kobo-Daishi termasuk Buddhaghosa (Theravada).

    Mengembara ke India Terlahir dalam keluarga cendekiawan turun-temurun yang menganut paham Confucianis di mana atas pengaruh kakaknya yang menyenangi agama Buddha, akhirnya mereka berdua melakukan perjalanan ke Ch’ang-an dan kemudian ke Ssu-ch’uan (sekarang Szechwan) guna menghindari konflik politik yang terjadi. Semasa berada di Ssu-ch’uan, Hsuan-tsang mulai mempelajari filosofi Buddhis tetapi menemukan banyak sekali perbedaan dan kontradiksi dari berbagai kitab yang dibacanya. Karena tidak menemukan jawaban yang memuaskan dari gurunya, akhirnya beliau memutuskan untuk pergi ke India.

    Hsuan-tsang muda melakukan perjalanan ke utara di Padang Pasir Takla Mak’an melewati sumber mata air Turfan, Karashar, Kucha, Tashkent dan Samarkand untuk kemudian memasuki Gerbang Besi Bactria, melewati pegunungan Hindu Kush sampai ke Kapisha, Gandhara, dan Kashmir di sebelah Tenggara India. Dari sana beliau menaiki perahu menjelajahi sepanjang Sungai Gangga sampai ke Mathura, dan mencapai tanah suci agama Buddha di bagian timur Sungai Gangga pada 633. Hsuan-tsang mulai mengunjungi berbagai tempat keramat yang berkaitan dengan kehidupan sang Buddha di sepanjang sungai Timur sampai Barat.

    Kemudian sebagian besar waktunya dihabiskan di Nalanda (pimpinan universitas saat itu adalah Silabhadra yang bergelar ‘Mustika Kebenaran’) yang merupakan satu-satunya pusat pengkajian Buddha yang terbesar saat itu (Nagarjuna juga mulai mempelajari Buddha dari sana). Hsuan-tsang muda mempelajari bahasa Sansekerta, filsafat Buddhis dan filsafat India. Sewaktu berada di India, Hsuan-tsang terkenal akan kecendekiawanannya, sehingga raja yang berkuasa di India bagian utara, Raja Harsa menemui secara pribadi untuk memberikan penghargaan kepadanya. Akhirnya dengan bantuan dari Raja Harsa, beliau dapat menyelesaikan tugasnya dan kembali ke Tiongkok (tahun 643) dengan fasilitas yang disediakan oleh Raja berupa 20 ekor kuda yang membawa 527 peti naskah.

    Kembali ke Tiongkok Hsuan-tsang kembali ke Ch’ang-an (ibu kota negara T’ang) pada 645 setelah meninggalkan negaranya selama 16 tahun. Beliau disambut dengan meriah di ibu kota dan beberapa hari kemudian di depan khalayak ramai, Raja menawarkan posisi menteri di pemerintahan dengan pertimbangan bahwa Hsuan-tsang mempunyai pengalaman luas di berbagai negara asing. Namun terdorong oleh niatnya yang besar untuk mengabdi dalam Buddha, beliau menolak secara halus penawaran Raja tsb. Hsuan-tsang menghabiskan sisa waktunya dengan menerjemahkan sekitar 657 naskah yang dikemas dalam 520 peti (literatur lain menuturkan 527 peti) yang dibawanya kembali dari India.

    Beliau menyelesaikan 73 naskah (literatur lain menyebutkan 75 naskah) yang terbagi atas 1,330 bagian, di mana sebagian besar merupakan rujukan utama dalam Tripitaka Mahayana seperti Prajnaparamita Hrdaya Sutra, naskah Yogacara, Madhyamaka dan naskah Vasubandhu yakni Trimsika atau dikenal juga dengan nama Vijnaptimatrasiddhi. Selain itu terdapat juga naskah dari sejumlah sekte lainnya seperti dari Hinayana, Theravada, Vinaya, Mahasanghika dan Risalah, termasuk naskah pengetahuan umum dan naskah tata bahasa.

    Pokok-pokok Pikirannya Karya Hsuan-tsang lebih berdasarkan filsafat ajaran Yogacara (Vijnanavada/Wei-shih cung) yang dikembangkan oleh Asanga dan Vasabhandhu, di mana bersama dengan muridnya K’uei-chi (632-682) mendirikan sekte Wei-shih (Hanya Kesadaran/Vijnana) yang tertuang dalam karya Hsuan-tsang , Ch’eng-wei-shih-lun (Treatise on the Establishment of the Doctrine of Consciousness Only) yang menjelaskan bagaimana bisa terdapat suatu dunia emperikal yang umum untuk setiap individu yang memiliki badan dan penyerapan yang berbeda dapat merupakan pembentuk pikiran bersama terhadap suatu tujuan tertentu. Menurut Hsuan-tsang, benih karma universal yang tersimpan dalam gudang kesadaran (alayavijnana) merupakan pembentuk umum dan benih karma tertentu sebagai pembentuk pembeda masing-masing individu.

    [​IMG]

    Pokok utama ajaran ini mengatakan bahwa seluruh dunia ini terbentuk karena pikiran. Bentuk-bentuk tampak luar adalah tidak nyata (maya), tidak ada yang nyata diluar pikiran. Pendapat umum tentang adanya bentuk luar hanyalah disebabkan konsepsi yang salah dimana dapat dihilangkan dengan proses meditasi yang menarik kembali semua bentuk luar yang bersifat maya tersebut (semacam vipassana bhavana). Benih karma merupakan pembentuk pancaskandha yang terkumpul dalam gudang kesadaran dimana membentuk pikiran atas keberadaan dunia luar berdasarkan persepsi dan cita. Gudang kesadaran inilah yang harus disucikan dari dualitas subyek-obyek dan keberadaan yang maya dengan menempatkannya pada alam kemurnian yang dapat disamakan dengan kenyataan atau kesamaan yang menunjukkan sifat dasar dari semua benda sesuai apa yang telah ditentukan (tathata). Alam kesadaran inilah yang dicapai oleh para Bodhisattva sebagaimana tercermin dari konsep Trikaya.

    Perkembangan Ajaran Pokok pikiran ajaran tersebut sempat populer pada masa kehidupan Hsuan-tsang dan K’uei-chi , tetapi karena filsafat dan terminologi ajaran tersebut yang kurang dimengerti dan sulit dicerna secara umum, demikian juga bentuk pemahaman yang berkaitan dengan analisa pikiran dan perasaan merupakan suatu hal yang asing bagi tradisi di Tiongkok saat itu, maka dengan meninggalnya Hsuan-tsang dan K’uei-chi, sekte ini pun akhirnya mengalami kemerosotan. Pada saat meninggalnya Hsuan-tsang, Raja T’ang mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari guna menghormati segala pengorbanan yang telah dilakukan oleh Hsuan-tsang yang ditunjukkan oleh pengabdiannya yang tanpa pamrih dalam mengembangkan Buddhisme di Tiongkok.

    Tercatat dalam beberapa literatur bahwa pada masa kehidupan Hsuan-tsang, terdapat seorang biksu Jepang yang bernama Dosho sempat singgah ke Tiongkok pada tahun 653 dan belajar di bawah bimbingan Hsuan-tsang, di mana sesudah menyelesaikan pelajarannya, biksu Dosho kembali ke Jepang untuk mengenalkan doktrin tersebut, dan kemudian menjadi terkenal akan Vihara Gongo. Selama abad ke-7 dan ke-8, sekte ini dikenal dengan nama Hosso (Fa-hsiang) dan merupakan sekte yang paling mempengaruhi semua sekte Buddhis yang ada di Jepang sampai saat ini. Biksu Dosho merupakan biksu pertama di Jepang yang jasadnya dikremasikan secara Buddhis. Selain di Jepang, ajaran Hsuan-tsang juga menyebar ke Korea.

    Selain melakukan penerjemahan naskah-naskah, Hsuan-tsang juga menulis cerita perjalanannya ke Barat (India) yang diberi judul Ta-T’ang Hsi-yu-chi (Catatan Perjalanan ke Barat semasa Dinasti T’ang Agung), merupakan suatu catatan dari berbagai negara yang dilewatinya sewaktu melakukan perjalanan ke Barat mengambil kitab suci.
    jadi baca .... n ini bukan hanya sekedar fiksi belaka.... :hahai: :hahai:
    sumber

    :piss:
    :piss:
    :piss:
    semoga ga salah kamar... kalo salah kamar ... ane ikhlas di lock...

    :thx::thx:
    :piss::piss:
     
    • Thanks Thanks x 10
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Cerberus M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 13, 2008
    Messages:
    781
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +237 / -0
    mo nambahin dkit
    =================
    Kisah ini, lebih sering disebut Journey To The West, adalah salah satu dari empat novel klasik termahsyur dari literatur cina (Romance of The Three Kingdom, Water Margin, Journey To The West, Dream of The Red Chamber).
    Kisah ini bercerita tentang perjalanan 4 orang:
    - Xuánzàng, si biksu suci
    - Sūn Wùkōng, monkey king :D murid pertama
    - Zhū Bājiè, si babi centil :D klo di indo lebih dikenal sebagai Ti Pat Kai :D murid kedua
    - Shā Wùjìng, satu2nya murid yg rada bener :D murid ketiga
    sebenernya ada murid lagi, dy juga muncul kok di film kera sakti :D
    - Yùlóng Sāntàizǐ, pangeran ketiga dari raja naga, dy inilah murid keempat. ga pernah liat? ah masa sih? emang ga liat kuda warna putih? :lol:
    Mereka ber-lima pergi kebarat untuk mencari teks/kitab suci yang disebut Sutra.

    Pengarang novel ini adalah Wu Cheng'en, dan dibuat pada abad ke 16. Cerita ini terinspirasi dari seorang biksu yang juga bernama Xuánzàng. sama seperti novel ini, beliau juga pergi ke barat (india) untuk mencari Sutra.
    pertanyaan yg sering diajukan: apakah Xuánzàng yg asli benar2 pergi bersama keempat muridnya yg dijelaskan diatas? jawabnya TIDAK. karena itu cuma di novel :D
    Sisanya, penjabaran biksu Xuánzàng yg asli silahkan liat artikel TS

    ket: knp di indonesia Zhū Bājiè disebut Ti Pat Kai? yah, kata prof. wiki begini:

    source: mbah gugel dan prof. wiki
     
    • Thanks Thanks x 1
    Last edited: Jan 11, 2010
  4. Raestloz M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 5, 2009
    Messages:
    4,991
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +4,534 / -0
    ha? judulnya salah ini :swt: ini kan soal sejarahnya si guru, Sun Go Kong sama sekali ga disebutkan, lah namanya cuma fiksi :swt:

    tapi tetap, baru tau si Tong Sam Cong itu rupanya memang ada, tinggal si muridnya fiksi :ngacir:
     
  5. hayasegawa M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 31, 2009
    Messages:
    932
    Trophy Points:
    156
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,222 / -0
    gitu ya???? :panik::panik: maap :piss:
     
  6. madhacil M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 20, 2009
    Messages:
    723
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +12,902 / -0
    hahaha... salah judul gan:hahai:
     
  7. om3gakais3r M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Feb 25, 2009
    Messages:
    3,045
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +5,622 / -0

    nn.. :???: kk... itu cara bacanya gimana? :???:"
     
    • Thanks Thanks x 1
  8. Raestloz M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 5, 2009
    Messages:
    4,991
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +4,534 / -0
    Setahu ane bacanya:
    1) Sancang (ujung2nya mirip sama Sam Cong)
    2) Sun (w)U Kong
    3) Cu Pak Ci (sama sekali ga mirip kay)
    4) Sha (w)U Cing
    5) Yulong San Tai Chi (seharusnya, tapi ane lupa)
     
  9. Dfree M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 14, 2009
    Messages:
    950
    Trophy Points:
    82
    Ratings:
    +167 / -0
    haahahaha,,, bener,, salah judul.... tp gpp,, tetep nice info,, g paling demen cerita legenda gene, top bgt dah
     
  10. Cerberus M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 13, 2008
    Messages:
    781
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +237 / -0
    yah mungkin begitu cara bacanya (lepas dr tanggung jawab) :lol:

    oke, gw ralat, pat kay, ga pake 'y' tapi 'i' jadinya pat kai, lengkapnya ti pat kai.
    knp begitu? well inilah penjelasan dari prof. wiki

     
  11. kucinglistrik M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    May 1, 2009
    Messages:
    5,194
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +38,600 / -0
    wah ternyata ini cerita tentang legenda perjalanan ke barat....
    lah trus si sungokongnya mana? :???:
    termasuk fiksi kah?

    ato sengaja dijadiin fiksi biar pada seneng dengerin ceritanya.....
     
    • Like Like x 1
  12. Raestloz M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 5, 2009
    Messages:
    4,991
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +4,534 / -0
    Mau 'y' mau 'i' begitu lo sebutin pake mulut hasilnya sama kan? :haha:
     
  13. suuchan Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 7, 2010
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    di tv sekarang ada yang versi thailand nya loh
    emangnya di thailand juga ada catatan perjalanan ke barat ya:kaget:
     
  14. Cerberus M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 13, 2008
    Messages:
    781
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +237 / -0
    kayanya wajar2 aja, kan agama mayoritas di thailand adalah buddha:piss:
     
  15. tompilover M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 3, 2009
    Messages:
    695
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +13,600 / -0
    jangan lupa buat nonton versi lanjutannya gan,.,,,thx nice inpo.....hehe...sya dari kecil/ esde dah ngepans ma kera sakti ampe dulu ga pernah kelewat satu episode pun ...eh sekarang diputer lagi di tipi.....sayangnya ga bisa ngikutin ceritanya kaya dulu lagi gan.........:sebel::sebel:
     
  16. diti M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 12, 2009
    Messages:
    1,068
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +63 / -0
    sudah pernah denger sih kalo biksu nya beneran ada...

    btw gambar kera sakti nya keren abis tuh! :top:
     
  17. allucalt M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 11, 2008
    Messages:
    1,074
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +13,662 / -0
    eh, bukannya Nalanda itu di Indonesia ya, jamannya belajar sejarah Sriwijaya Majapahit suka disebut2 :piss:

    cerita ini emang uda terkenal banget di seluruh Asia ya...filmnya berbagai versi ada, dari China, Hongkong, Taiwan, Jepang sampe Thailand.
     
    Last edited: Jan 17, 2010
  18. dibu M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 8, 2009
    Messages:
    553
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +101 / -0
    biksu sam cong emang beneran ada ya ternyata....gw kirain cuma cerita novel doank...
    muridnya yang fiksi ternyata...kekeke
    tapi gila bok nerjemahin 500-600 naskah...ga eneg tuh...hehehehe

    tapi emang cerita journey to the west...uda terkenal
     
  19. __todosengel Veteran

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Jul 25, 2011
    Messages:
    11,013
    Trophy Points:
    262
    Ratings:
    +18,337 / -0
    Saya buka ya threadnya :malu
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.