1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

True Story Kisah Seorang Traveler

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by denadena, Feb 25, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    kisah ini diambil dari kisah nyata temen sd gw :D
    dan sudah mendapat izin dari empunya melalui perdebatan panjang ( lebay mode : on :hammer: )
    so enjoyed it :fufufu:

    Mungkin di cerita ini gua mau nyeritain asal muasal hobi backpacker. Yaitu pada saat gua dikhianati seorang perempuan.

    Untuk yang belum tahu apa itu backpacker. Sebenernya sama aja seperti traveling ke suatu tempat, tapi kegiatan ini biasanya dilakukan oleh orang yang "sangat kekurangan dana", arti lainnya orang kere tapi pengen jalan-jalan :p. Dia ga memperhatikan di mana dia akan tinggal, bahkan di taman-pun bisa saja. Tapi, biasanya orang yang backpacker mereka lebih memilih untuk meminta bantuan akomodasi kepada komunitas backpacker lain. Bisa di dalam negri atau luar negri.

    Hidup itu selalu menyenangkan jika kita mengeluarkan sedikit, dengan hasil melimpah, kan? Nah, dari pengalaman kurang menyenangkan dikhianati seseorang inilah akhirnya gua suka berpergian seperti ini.
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Mantan gua seorang psikopat!

    Gua punya mantan di Jogja. Dia berparas cantik, juga handal mengemudikan mobil. Kemahiran mengemudinya suatu hari ditunjukkan dengan mengantarkan gua dari Jogja - Bandung dalam waktu 8 jam!. Tanpa henti, dan dengan kecepatan yang ... (lo akan terheran-heran dengan wujudnya sebagai perempuan, tapi mengendarai kendaraan bak supir bus yang tidak takut mati!).

    Waktu itu karena gua ga dapet tiket kereta pulang ke Bandung. Akhirnya dia menawarkan diri mengantar ke Bandung dengan mobil. Beberapa kali dia memaksa, gua selalu menolak. Sampai akhirnya gua pun luluh dan memperbolehkannya mengantar gua ke Bandung.

    (Bandung)

    Dia sempat tinggal di kosan selama beberapa hari. Karena merasa nggak enak dengan penjaga kosan. Akhirnya gua mutusin menyewa sebuah hotel di daerah Dago untuk tempat dia menginap beberapa hari di sini. Tanpa disangka, gua dapat kamar nomor 208. Angka 208 mungkin adalah angka kramat untuk kita berdua. 208 adalah nomor kosan dia di Jogja, 208 adalah nomor belakang HP gua, 208 adalah nomor plat mobil dia, dan kali ini kita dapat kamar hotel nomor 208.

    ---

    Setelah seminggu lamanya dia di Bandung. Dia meminta izin kembali ke Jogja dengan mengendarai mobil sendirian. Jujur, gua gak bisa tinggalin dia seperti itu, apalagi saat itu sudah malam. Dalam keadaan gua yang sedang demam tinggi saat itu, gua pun memaksakan menemaninya sepanjang perjalanan Bandung - Jogja. Perjalanan selama 10 jam itu adalah sebuah perjalanan yang diwarnai dengan kegembiraan, yang gak akan pernah gua lupain sampai kapan pun.

    ---

    Gua adalah seseorang yang keras, dan selalu ingin "mendominansi" setiap hubungan yang gua jalani. Walaw begitu, jauh dalam watak yang keras ini. Gua adalah seseorang yang akan terus ada dan selalu melindungi orang yang gua sayang kapan pun itu.

    ---
    Suatu ketika kita terlibat pertengkaran di telepon. Di akhir pembicaraan, dia berkata "Aku ga mau ketemu kamu lagi, ini terakhir kalinya kamu bicara sama aku!!". Telepon pun diputus. Gua coba berkali-kali telepon kembali, tapi ga diangkat. Karena cemas terjadi apa-apa, akhirnya gua pun bergegas ke Jogja saat itu juga.

    Waktu itu jam 12 malam. Dengan perasaan gelisah, gua berusaha mencari kendaraan ke Jogja saat itu juga. Kendaraan umum di Bandung tidak beroperasi 24 jam, dan tujuan pertama gua adalah Stasiun KA Hall Bandung. Gua pun terpaksa berjalan kaki menuju stasiun selama satu jam. Gua masuk ke dalam Stasiun yang sepertinya sudah tutup itu. Tak selang beberapa lama gua baru menapakkan kaki di dalam, seorang satpam menegur, dan membentak gua agar segera keluar. Karena jam operasional KA baru dibuka kembali pukul 5 pagi, dan tidak ada pemberangkatan kereta lagi sekarang.

    Melalui pengusiran itu, gua pun keluar stasiun, dan mencari alternatif lain ke Jogja, bus. Saat itu gua tetap mencoba meneleponnya kembali, tetapi tetap, dia tidak pernah mengangkat lagi. Saat itu pun gua segera ke terminal Cicaheum Bandung. Karena tidak ada kendaraan umum lagi di daerah itu. Dan dengan berbekal uang seadanya gua memaksakan diri memberhentikan sebuah taxi menuju terminal.

    Hari semakin pagi, sesampainya gua di teminal. Gua pun segera masuk dan mencari sebuah bus yang bisa mengantar gua menuju Jogja. Bus ekonomi jurusan Solo lah yang masih tersisa. jika saja bus itu berangkat, berarti gua harus menunggu sampai jam 8 pagi, untuk pemberangkatan bus berikutnya.

    ---

    Perjalanan selama 12 jam itu dipenuhi dengan rasa lelah, dan penat yang amat sangat. Lelah, karena semakin siang keadaan bus semakin penuh sesak oleh penjual dan penumpang yang memadati bus. Penat, karena ga ada yang bisa gua lakuin, selain duduk tenang.

    ---

    Gua punya suatu alasan kuat, kenapa gua harus khawatir dengan cewek gua ini. Setiap kali kami bertengkar hebat. Dia selalu mengancam akan bunuh diri. Oleh karena itu, pada saat dia bilang "Aku ga mau ketemu kamu lagi, ini terakhir kalinya kamu ketemu aku!". Gua rela melakukan apa pun untuk memastikan semua baik-baik saja. Gua sayang dia..

    Gua tau keluh kesahnya selama ini. Gua tau.. Di luar dari asal keluarganya yg amat sangat berkecukupan, gua tau dia gak bahagia. Naluri seorang laki-laki adalah melindungi seseorang yang paling disayanginya. Itu pula pasti bakal gua lakuin ketika gua punya keluarga kelak.

    ---

    Dalam hubungan tidak sehat tersebut gua banyak melakukan pengorbanan, bahkan kuliah gua pun terkatung-katung. Mengingat kuliah gua di jurusan geologi dipenuhi field trip dan eskursi setiap mata kuliahnya. Maka gua harus bisa me-maintain antara kuliah dengan waktu bersama pacar. Yang pada akhirnya pacar lah yang selalu gua dahulukan.

    ---

    Jam 4 sore gua sampai di Jogja. Gua coba hubungi dia. Gua coba SMS bahkan telepon, tetapi tetap tidak pernah ada balasan lagi..Dalam situasi ini gua ga mau berfikir buruk, gua tetap berusaha berfikir positif.

    Gua ambil bus dari ring road menuju Gejayan tempat dia tinggal. Pada saat itu gua terpaksa ga makan, dan minum untuk menghemat ongkos. Gua putuskan segera ke kosan dia di sekitar kampus UGM, Karang Gayam.

    ---

    Sesampainya di sana. Gua mengetuk pintu. Alangkah terkejut gua, ketika dia membuka pintu!. Tangan dan kaki nya penuh dengan goresan benda tumpul dan kulit putih halusnya sekarang terlapisi sisa-sisa tanah basah yang mulai mengeras menutup luka di tangannya.

    Dia menggores-goreskan tangannya dengan garpu, dan menutupi lukanya dengan tanah basah sehingga infeksi. Gua shock?! gua merasa bersalah sama dia.

    ---

    Gua segera mengelap tangan dia yang mulai membengkak dengan air bersih, dan pergi ke warung terdekat untuk membeli antiseptik. Bergegas gua obati luka dia dengan seksama. Gua suruh dia tidur, sambil gua basuh lukanya, sambil gua bersihkan sisa-sisa tanah yang ada di tangannya dan gua berikan antisepti ke lukanya. Melihat kondisinya yang seperti ini gua semakin iba. Tapi, gua yakini, gua semakin sayang dia dan berjanji melindunginya dari apa pun. Termasuk dari watak keras gua selama ini.

    ---

    Tidak seperti biasa, ketika gua di Jogja, gua selalu menginap di kontrakan sepupu di sekitar situ. Tapi khusus kali ini. Setelah mendapat izin dari penjaga kosan. Gua rela tidur, di sebuah kursi rotan di depan kamarnya yang bernomor 208 itu... Untuk menjaga supaya tidak ada hal buruk lagi terjadi.

    ---

    Seminggu penuh gua merawat dia. Melihat dia lebih baikan, gua memutuskan untuk kembali lagi ke Bandung, karena gua punya tanggung jawab lain kepada kedua orangtua.Untuk menyelesaikan studi gua.

    ---Beberapa bulan kemudian

    Seiring dengan intense-nya kegiatan di kampus. Gua mengurangi kepergian ke Jogja untuk sementara waktu. Tidak ada maksud untuk tidak perhatian, tetapi di sisi lain gua juga harus fokus di kuliah gua. Mendadak, suasana inilah yang gua rasakan mulai terasa aneh.

    Dia mulai bersikap over. Sesuai dengan janji gua, gua mulai mengendalikan diri dari sikap keras kepala gua. Gua selalu memberikan saran terbaik, berusaha untuk sering ke Jogja, dan bersikap tenang apabila ada pertengkaran.

    Tapi, gua ga tau kenapa. Tiba-tiba dia amat sangat protektif, bahkan dia memulai dengan larangan yang tidak masuk akal. Yang pada suatu titik menyebabkan pertengkaran hebat terjadi.

    Gua bilang ke dia. Gua minta izin bertemu orang tua di Depok, karena sudah 6 bulan ini gua ga pulang ke rumah.

    Gua coba beri penjelasan ke dia dengan kepala dingin. Gua ke sana untuk bertemu orang tua, karena mereka kangen.

    Kemudian dia memberi suatu pilihan : "PILIH ORANG TUA, ATAU DIA MATI..."
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  4. Lords08 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 17, 2010
    Messages:
    542
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +3,903 / -0
    betulan gan bisa sampai melukai diri sendiri begitu? jadi ceritanya, pacar ente itu terlalu protective yah? aduh terus lanjutannya gimana gan? :matabelo: bikin penasaran euy...
     
  5. mercenaries M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 16, 2010
    Messages:
    939
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +50,347 / -0
    :die:

    Over sekali nih pacarnya............
    ayo gan lanjutin lagi...
    episod 2
    :hahai:
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Jinpa_chan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 13, 2010
    Messages:
    594
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +71 / -0
    Ya ampun g baca ini tangan g langsung ngilu, g paling ga tahan ama yg gores2 gitu..hiii..
    Ampun deh tu cewe serem amat, klo uda gitu bahaya jg tuh =_=
    Ditunggu kelanjutannya, klo berkenan spesifikasi luka dihide dong, g takut 8DD
     
  7. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Mantan gua seorang psikopat! - 2

    Gua mencoba saran teman meyakinkan dia untuk bertemu dengan orangtua di Depok, tapi ternyata dia marah dan kita mulai bertengkar lagi. Melihat kondisi yang semakin tidak sehat itu gua akhirnya memutuskan untuk rehat dulu. Mencoba memikirkan apa yang terbaik untuk hubungan kita ke depan, dan saling introspeksi dahulu satu dengan lain.

    ---

    Masa-masa rehat adalah masa-masa sulit antara hubungan gua dengan dia. Sehari ga mendapat kabar dari dia. Untuk gua adalah sebuah siksaan berat. Tapi karena keputusan itu dibuat oleh gua, maka gua harus menelan pahitnya juga.

    --- Seminggu kemudian

    Rasa pusing, penat, bercampur aduk dalam pikiran gua. Sesaat setelah gua pulang berenang di Sabuga suatu sabtu sore. Perasaan kangen yang amat sangat tiba-tiba muncul, sampai akhirnya gua pun tak tahan untuk meng-SMS dia.

    Gua : "Gimana kabar kamu? Kamu sehat kan?"
    A : "Aku sehat"
    Gua : "Syukurlah kalau begitu, aku seneng nggak ada apa-apa sama kamu. Aku minta maaf kejadian kemarin ya"
    A : "Ok"
    Gua : "Kamu kenapa?, kok balasnya singkat?"
    A : "Aku lagi di Bukit Tinggi, sama temen cowokku. Sori, tapi kamu SMS di saat nggak tepat. Aku lagi di rumah keluarganya. Dia lebih baik daripada kamu, dan kita sudah temenan lama."

    Bukan mainnya gua shock membaca SMS itu!. Di saat gua kangen, dan terus memikirkan, dia, malah jalan dengan cowok lain selama ini.

    ---

    Gua murka. Ga bisa terbayang bagaimana bingungnya gua waktu itu. Tanpa pikir panjang gua langsung cari penerbangan ke Padang, jam 7pm gua keliling Bandung mencari travel agent yang masih buka, yang bisa menyediakan tiket untuk penerbangan hari minggu ke Padang.

    Nihil..

    Semuanya sudah tutup jam 5 tadi. Putus Asa, baliklah gua ke kosan.

    ---

    Di kosan, gua berusaha menelepon berbagai maskapai murah. Sayangnya karena besok hari minggu dan penerbangan murah telah full-booked. Maka hanya tersisa penerbangan mahal.

    Setelah gua cek tabungan, uang yang tersisa hanya untuk membeli tiket dan gua ga tau, "Apakah sisanya bisa untuk tinggal di sana?" Karena gua ga punya kerabat, sodara, bahkan gua ga tau akan tinggal di mana nanti.

    Nekatlah gua booking tiket via ATM, setelah mendapat struk pemberangkatan. Gua pun siap-siap tidur untuk penerbangan langsung jam 11 siang dari Jakarta. Gua beli return ticket untuk penerbangan hari minggu dan balik hari rabu.
     
    Last edited: Feb 26, 2011
  8. zun Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 22, 2009
    Messages:
    43
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    wah buka tenda dulu ahh asik kayaknya
     
  9. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    sabar gan..
    pasti di updet kok..:genit:

    sip.. :cool4:
    emang aneh sih..
    tp klo orangnya kek gt mau diapain lg.. :grin4:
     
  10. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Bandara Minangkabau

    1,5 jam penerbangan dari Jakarta, cukup membuat gua bosan. Ga ada yang bisa gua lihat selain hamparan awan, dan bentangan laut luas. Tapi, semuanya tergantikan, setelah bertemu dengan dia di Padang..

    ---

    Sesampainya di bandara. Gua pun meng-SMS dia.

    Gua : "Aku ada di Bandara Minangkabau sekarang. Aku pergi ke Bukit Tinggi sekarang. Aku mau ketemu kamu"
    (15 menit gua menunggu balasan dia.)
    A : "Ngapain kamu di sana? Aku lagi sama temen cowokku di "Jogja" lagi jalan-jalan sama keluarganya. Ok, selamat jalan-jalan aja di sana.."

    ---

    Gua hancur dapet balasan SMS seperti itu dari dia. Perlu diketahui, gua sama sekali nggak punya kerabat di Padang, bahkan teman sekali pun. Gua belum tau akan tinggal di mana, makan-minum gimana?. Sebersik pikiran menjadikan bandara ini tempat tinggal gua sampai rabu.

    Perasaan yang tadinya senang, sekarang hancur. Rasanya ingin memukul seseorang. Gua sungguh murka, dikhianati seperti ini. Pada saat gua ingin menyampaikan maaf ke dia. Dia berlaku seperti itu.. Dia sekarang dengan seorang laki-laki lain di Jogja, dan meninggalkan gua di Padang sendirian.

    --- 2 jam kemudian

    Gua ga bisa seperti ini terus. Dengan perasaan kesal. Gua dengan besar hati menerima "Semoga dia bahagia dengan orang itu.. Mungkin.. Mungkin bukan dengan gua...". Ini saat yang paling menyakitkan dari hubungan gua dengan dia. Dan gua akan terus mengingat kejadian di kota Padang ini. Di sini gua telah meninggalkan hati dan semua perasaan terhadap dia. Terhadap seorang perempuan yang kapan pun gua bakal terus merawat dia, bagaimanapun kondisi dia. Walaupun lewat doa..

    ---

    Kejadian 2 tahun lalu masih tetap terngiang-ngiang di pikiran gua. Sekarang gua di Bandung. Biarlah hari-hari gua di Padang sebagai bagian dari lembaran hidup gua. Lembaran hidup, bahwa gua pernah mempunyai orang yang sangat berarti buat gua.

    ---

    Akhirnya gua menyerah, ini jalan yang paling baik. Dan untuk membuat dia menyesal telah meninggalkan, gua, mengirim email ke dia berisi perjuangan gua selama di Padang.
     
  11. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    monggo gan..
    jgn kapok2 dimari yak.. :malu1:
     
  12. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Kamu ingat kata-kata terakhir ketika di Jogja sebelum kamu antar aku ke stasiun Tugu, "Sayang, aku mimpi beberapa ini, kita ga bakal bertemu lagi?". Kemudian kita berpelukan, dan kamu bilang "jangan bilang itu, Yang?".

    Tapi sadarlah jika sekarang semuanya benar terjadi.

    Semuanya sedikit berubah, aku banyak menyadari kesalahan-kesalahanku. Semua prilaku burukku. Dan semua yang telah aku lakukan ke padamu.

    Aku tunjukin bahwa aku benar-benar sayang dengan kamu dengan pergi ke Padang. Tanpa tahu apa-apa tentang daerah yang akan aku tuju.

    Jam Gadang, itu yang selalu ada di dalam pikiranku, setelah tau kamu di Bukittinggi.

    Aku tidak punya siapa-siapa di sana?. Hanya bermodalkan sedikit uang, dan kenekatanku untuk bertemu kamu, hanya kamu.

    Aku ingin tunjukin ke kamu, aku sayang kamu. Aku mau berubah, ya, aku ingin berubah.

    Aku bohong ke kamu, aku ga tinggal di rumah temenku, aku ga punya siapa-siapa di sana.

    Dengan uang seadanya aku pun cari penginapan. Dekat dengan tempatmu. Ololadang.

    Hotel Hangtuah, jalan Pemuda No.1 Padang. Aku menginap selama 2 hari.

    Hari senin, tanggal 1. Dengan modal kenekatanku, aku pergi ke Bukittinggi.

    Aku benar-benar ingin lihat Jam Gadang, aku kangen banget sama kamu. Ga ada yang bisa ngobatin kangenku selain pergi ke tempatmu, dan melihat jam tersebut. Walaw aku berharap bukan jam tesebut yang aku lihat, kamu.

    Bukittinggi : Di bawah hujan deras saat itu, aku tetap pergi tanpa tahu di mana jam Gadang itu.

    Angkot merah nomor 13, itulah yang membawa aku ke jam tersebut.

    01:13pm aku sampai di jam tersebut. Orang-orang di sekitar jam berteduh karena hujan semakin lebat.

    Tapi, Yang. Cuma aku satu-satunya orang yang rela melihat jam tersebut tanpa berteduh di manapun.

    Walaw tahu kamu tidak akan datang, aku tetap menunggu di sana sampai jam 3:18pm. Aku basah kuyub. Lapar, dan lelah.

    Aku ga cukup uang untuk makan di sana, aku ga makan dari hari minggu. Setiap kali makan aku hanya mengandalkan makanan yang disajikan gratis sebagai sarapan di hotel.

    Jam 3:47pm aku pun kembali ke Padang.

    Sesampainya di Hotel Hang Tuah, aku menahan sakit, pusing, dan mualku dan laparku selama perjalanan.

    Aku jatuh sakit, seharian berusaha menunggu kamu di jam Gadang, tanpa ada hasil (walaw aku tahu aku tidak akan bertemu kamu di sana). Pulang dengan rasa lelah dan penat. Tapi aku sangat bersyukur, aku masih bisa bertahan hidup walaw tidak dengan bantuan siapa-siapa.

    Akhirnya, aku berusaha senang dengan sahabatmu di sana yang kamu pilih.

    Dan temanku Nova dan Rani.BCA, dia saksi perjuanganku mencari kamu di sana.

    Ada SMS aku ke Nova dan Mbak.Rani BCA, yang masih aku simpan sampai sekarang :

    ---
    Rani BCA
    +6285622511xx

    Ga apa-apa mbak. Mungkin dia udah dapet yang lebih baik dari saya. Namanya juga berkorban. Ga ap-apa saya aja yang mundur. Tadi saya SMS dia saya udah di Padang, dianya ga peduli.
    ---
    Nova
    +6281296306xx

    Gua, ga apa-apa IPK gua buruk semester ini dan kemarin. Yang penting buat gua, dia sehat, dan semoga orang yang dekat dengan dia sekarang bisa terus ngerawat dan ngejaga dia. Yang tidak pernah bisa gua berikan.
    ---

    Setelah aku kirim SMS tersebut, semuanya berubah. Aku berusaha melupakanmu. Walaw sulit. Aku rela mundur, dengan segala angan-anganku kepadamu.

    Aku tidak pernah bisa menjadi yang terbaik. Aku berusaha tapi tidak pernah bisa.

    Dalam jelang waktu 2 minggu ke depan akan banyak yang berubah. A, aku tidak bisa memanggilmu, sayang lagi.

    Ketika, kita bertemu nanti, kita tidak bisa seperti dulu lagi.

    Semua mimpiku menjadi kenyataan "Sayang, aku mimpi berhari-hari ini, kalau kita ga bakal ketemu lagi?". Kemudian kita berpelukan, dan kamu bilang "jangan bilang itu, Yang?".

    [​IMG]
    Ini adalah gambar yang sempat gua ambil lewat kamera HP di bawah derasnya hujan

    Dari awal cerita dikhianati seorang perempuan inilah gua menjadi suka berkunjung ke suatu tempat mencari sesuatu yang menarik, walaw hanya sendiri. Karena hanya orang baiklah yang buat gua bisa bertahan selama di Padang. Berinteraksi dengan masyarakat dengan adat baru, adalah suatu keunikan tersendiri yang belum pernah gua dapetin ketika gua seorang "silent boy" dulu.

    Quoted dika : hatiku bukanlah hati perempuan yang seluas samudera, tapi hatiku hanyalah hati seorang laki-laki yang keras seperti kerikil, tapi ketika hancur, maka tak mungkin untuk mengembalikannya lagi..
     
  13. Lords08 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 17, 2010
    Messages:
    542
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +3,903 / -0
    wah ini beneran cerita nyata yah? Kok seperti di sinetron ya gan,,, malah menurut saya lebih dramastis ini dibandingkan drama... :terharu:
    berarti ente sayang banget sama cewek ente yah gan? :top: sampe berjuang gitu, dikhianati, ditipu kalo dia lagi ada di padang padahal di jogja... :lempar: Sama cowok lain lagi... :voodoo:
    Pasti berat bisa melupakan dia, melihat perjuangan ente yang sebegitu kerasnya.. Berapa uang yang habis sia-sia di padang mas, aduh saya udah gak bisa komentar lagi betapa sedih dan pilunya ente... :ngacir: Jadi sekarang gimana gan? Masih ingin ngejar lagi atau berhenti sampai disini? :bingung:
     
  14. iz_first Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 25, 2011
    Messages:
    20
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    Gile... ente gila bgt gan...
    tapi tenang aja, biasanya kalo ente dpt kejadian kyk gitu, nanti dapet yang lebih baek lagi gan..
     
  15. Jinpa_chan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 13, 2010
    Messages:
    594
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +71 / -0
    Buset dah tu cewe, dasyat bener kata2nya..
    Buang2 duit aja di padang ampe kelaperan gitu.
    Tp syukur dia bs ambil hikmahnya n jadiin pengalaman ini jd bekalnya di masa depan sbg traveler.
     
  16. Cassxandra Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 26, 2011
    Messages:
    229
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +32 / -0
    gan mantan lo kenapa deh?bukan gmn ya gan,tp sampe ngelukain diri sendiri demi cinta,sounds too naive jaman skrg
     
  17. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    ini mantan temen ane gan..
    kan udah di jelasin di awal.. :)

    ya sekarang temen ane jd traveler master.. :top:
    yup ni nyata dari temen ane..
    minta ijin juga nih share nih cerita :hehe:
    skrg temen ane dah lupain ttg cintanya..
    dan menemukan kebahagiaan dalam traveler.. :elegan:

    btw maap yak updetnya agak lama..
    coz lagi ada gangguan..:iii:
    thx buat yg masih suka baca ni kisah.. :xiexie::xiexie:
     
  18. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Pengalaman Membuat Passport di Imigrasi Suci Bandung

    Ini pengelaman pertama kalinya gua berhubungan dengan birokrat. Awalnya biasa aja, tetapi setelah sampai di tahap akhir pengurusan passport di Imigrasi Bandung. Baru gua sadar, bahwa gua adalah seseorang yang ga sabar, pemarah, dan pendendam.

    So, kalau lo pengen melatih kesabaran? Silahkan datang ke birokrasi terdekat!

    -----

    Tanggal 14 Januari 2009. Gua mengurus passport di kantor Imigrasi Bandung Jl.Surapati. Awalnya gua ragu untuk urus sendiri, selain gua belum pernah berurusan dengan birokrat, gua juga tipe orang yang malas dipersulit. Jadi kalau ada orang yang menyediakan jasa cepat (calo) lebih baik gua pake itu aja. Selain mudah gua juga ga perlu tunggu lama. Tetapi jelas, kekurangannya adalah lebih mahal.

    Karena bulan ini gua banyak pengeluaran penting ; seperti kolokium, dan smester baru. Oleh karen itu gua pun mengurungkan niat menggunakan jasa calo.

    -----

    Ini kira-kira perbandingan antara lo pakai jalur cepat dengan jalur normal :

    - Jalur normal : Rp.270rb, selesai kira-kira 12 hari.
    - Jalur cepat (calo) : Rp. 750rb, selesai 2 hari
    - Jalur super cepat (calo) : Rp.1jt, selesai selama 1 hari saja!!

    Dilihat dari perbandingannya. Terlihat jelas, menggunakan jasa calo lebih mudah, cepat, tapi 300-400% lebih mahal. Sedangkan jalur normal menyediakan harga lebih murah, tetapi lama, dan yang pastinya perlu kesabaran.

    ----

    Dengan berbekal keteguhan gua waktu itu. Akhirnya gua memberanikan diri pergi ke kantor Imigrasi Bandung, Jl.Surapati. Kebetulan jarak kantor itu dari rumah gua cuma butuh sekitar 5 menit aja pakai motor.

    Kesan pertama terhadap kantor ini antara lain: sumpek, karena banyak mobil diparkir di halaman parkir yang amat sempit, juga orang banyak berlalulalang. Saking banyaknya, kita bahkan sulit membedakan antara pelamar, atau calo, karena semuanya sama-sama menggunakan baju bagus.

    Ada suatu ketentuan yang gua baru tahu pertama kali ketika gua ke Imigrasi. Kita harus mengenakan baju formal, maksudnya pria menggenakan kemeja, sedangkan wanita bebas asal sopan, dan tidak berpenampilan seperti Dewi Persik, karena khawatir anda hanya akan menjadi objek penghibur mata pria yang kelelahan menunggu di sana.

    -----

    Ada beberapa tahapan (jalur normal) sampai lo dapat passport lo.

    Tahap I : Penyerahan Dokumen dan Formulir
    Tahap II : Pembayaran
    Tahap III : Wawancara, ambil sidik jari, juga pemotretan.
    Tahap IV : Pengambilan Passport.
     
  19. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Pengalaman Membuat Passport di Imigrasi Suci Bandung - 2

    Dari Tahap I s/d Tahap II biasanya butuh waktu kira-kira 5 harian, sampai lo diminta untuk balik lagi ke kantor imigrasi untuk melakukan pembayaran. Tahap III yaitu wawancara, kira-kira selang sehari setelah tahap II. Nah, yang terakhir tahap IV kurang lebih 7 hari setelah tahap III. Jadi total semua ada 13 hari (versi gua).

    Kalau lo lewat calo lebih baik nggak usah bingung-bingung ngitung berapa hari passport lo bakalan selesai. Cukup datang, dipotret ambil sidik jari, pulang, tidur, besok jadi.

    Tapi, kalau lo pakai jalur normal. Silahkan simak paragraf tentang jumlah hari dalam setiap tahapan yang ada dengan seksama. Ingat belajar itu lebih enak dari pengalaman orang lain. Ini pengalaman buruk gua dan gua akan bagi ceritanya ke lo-lo semua.

    ----

    Tahap I

    Setelah gua mengisi formulir dan melengkapinya dengan data penunjang, seperti :
    - Foto Copy KTP
    - Foto Copy Kartu Keluarga (KK)
    - Foto Copy Akte Kelahiran

    Akhirnya gua submit dokumen-dokumen tersebut dalam sebuah map khusus dari Imigrasi berwarna kuning yang terdapat kolom : Nama, Kewarganegaraan, Tanggal Lahir, No.KTP. Yang harus kita isi dengan benar.

    Ada uniknya, untuk membeli map itu, jangan repot-repot ceulang-cileung (Sunda : mondar-mandir) di dalam kantor Imigrasi. Karena ketika lo tanya petugas informasi Imigrasi di sana. “Di mana saya bisa dapat map-nya?”. Petugas bagian informasi akan dengan senang menjawab, “Di kantin”. ?? ??

    Akhirnya gua mencari kantin yang ternyata tempatnya bukan di dalam kantor imigrasi, tapi di luar dekat parkiran motor kantor Imigrasi. Harga map-nya sungguh mahal Rp.6000, dengan harga segitu lo bisa dapetin 1 buah map beserta 1 buah sampul passport (inget ini cuma sampulnya doang). ~Tolol, juga dalam hati gua~. Akhirnya gua bilang ke orang yang di kantin.

    Dika : Bu, maaf sampulnya ga usah, map-nya aja
    Ibu-ibu di kantin : Dek, ini wajib lho
    Dika : Wajib kenapa?
    Ibu-ibu : Udah ketentuannya begitu.
    Dika : Ibu ini aneh, percuma dong saya punya sampulnya tapi passportnya belum ada?
    Dika : Seumur-umur baru kali ini saya beli buah jeruk, tapi cuma dapet kulitnya.
    Ibu-ibu : ... ...

    Akhirnya gua pun meninggalkan kantin dan kembali lagi ke dalam kantor. Gua duduk di depan loket I tempat penyerahan berkas pendaftaran. Kurang lebih sekitar 45 menit setelah berkas dikumpulkan, gua dipanggil namanya “Dika Pratama” melalui pengeras suara atau terdengar “Disdfhikasdf Psadfansdfatasama” akibat kualitas mic yang kurang bagus.

    Gua bergegas ke loket dan segera ambil kuitansi. Isi dari kuitansi itu adalah tanggal gua harus kembali ke imigrasi untuk pembayaran dan wawancara.

    Di situ kuitansi itu ditulis : Kalau gua harus kembali lagi ke Imigrasi untuk melakukan pembayaran pada tanggal 19 Januari 2009 dan juga wawancara tanggal 20 januari 2009. Pertanyaan gua yang paling mendasar. “Kenapa harinya tidak di satukan aja yah dengan saat gua mau wawancara?”. Konyol dah?!

    ---

    Tahap II

    Setelah pulang dari Jatinangor tanggal 19 Januari, tepatnya jam 14:00. Gua ke Imigrasi lagi sesuai dengan tanggal pembayaran. Setelah gua memarkirkan motor bebek jadul tahun 70 gua. Gua langsung ambil nomor dan melakukan pembayaran di Loket Pembayaran.

    Dika : Mas, saya ingin bayar. Ini kuitansinya.
    Mas : ....
    Mas : ....
    Mas : .... (tetap diam)
    Dika : Mas, ini saya ingin bayar.
    Mas : Iya, tunggu dulu, saya selesein berkas ini dulu.
    Dika : Bilang Dong!! (kesal)

    Setelah gua bilang nada lebih tegas, akhirnya dia langsung mengambil berkas gua dan menerima pembayaran gua sebesar Rp.270rb. Langsung setelah gua dapet bukti pembayaran gua, langsung cabut. Gerah gua di sana lama-lama.

    ----

    Tahap III : Wawancara, Ambil Sidik Jari, Pemotretan

    Besokannya setelah melakukan pembayaran, gua kembali lagi. Sekarang lebih pagi jam 8:30 gua datengnya. Karena semakin siang, kondisi imigrasi semakin nggak karuan dengan banyaknya orang yang ngantri dan juga calo yang berkeliaran mengejar mangsa, jadi gua dateng lebih pagi.

    Setelah ambil nomor antrian, gua langsung di suruh ke dalam ruangan, katakanlah loket II. Di loket ini gua kasihin nomor antrian gua dengan sebelumnya dibubuhkan nama lengkap gua dulu “Dika Pratama" Keren Sekali”. Hehe.. Sampai akhirnya ada suara dari pengeras suara. “Nomor 4019 Bapak. Dika Pratama Ruk... .. ?? maaf.. Silahkan masuk ke dalam ruangan Wawancara”. Dalam hati gua “Gotcha?!”. Note : ini cuma lelucon aja dan ga bener terjadi.

    Di dalam ruangan itu, ada sekitar lima meja dengan kamera di atasnya. Gua-pun menuju salah satu meja untuk melakukan sesi pemotretan. Akhirnya gua disuruh menghadap kamera dan.. 1.. 2... 3. “Iya, sekarang samping kanan”. Otomatis karena mendengar kata samping, dan masih dalam konteks pemotretan, akhirnya gua merubah arah duduk gua menghadap ke samping kanan seperti narapidana yang diambil potretnya dari segala arah di depan kamera. Dalam hati “Kok aneh yah disuruh menyamping?”. Akhirnya si bapak dari imigrasi tersenyum. “Maaf, maksud saya, sekarang tangan samping kanan, kita sekarang ambil sidik jari”. Dalam hati ini gua malu banget, gua berharap cepet-cepet keluar dah dari ruangan ini. Akhirnya sidik jari guapun diambil.

    Selesai pengambilan gambar, dan sidik jari. Sekarang waktunya sesi wawancara. Kalau versi gua sih cuma ditanya nama lengkap, juga ditanya udah punya passport sebelumnya?. Tapi nggak tau deh kalau yang lain kayak gimana?.

    Setelah selesai, kita dapet secarik kertas yang harus diberikan ketika pengambilan passport tahap IV.
     
  20. denadena Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 20, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    Pengalaman Membuat Passport di Imigrasi Suci Bandung - 3

    Tahap IV : Pengambilan Passport.

    Tepatnya tanggal 28 Januari 2009, (hari pada saat gua tulis note ini), gua dapet passport gua. Ini adalah tahap yang paling menyebalkan dari semua tahap yang ada. Di sini lah pengujian kesabaran lo diukur sudah sampe di mana.

    Kira-kira hari ini jam 9:30, gua nyempetin ke Imigrasi sepulangnya dari temen gua. Seharusnya gua ambil tanggal 27 kemarin, hanya saja karena tanggal itu gua lagi ada kolokium, makanya gua baru sempet ambil hari ini.

    Seperti biasa, langkah pertama yang gua lakukan di kantor imigrasi adalah ambil nomor antrian. Setelah memberikan nomor antrian dan kertas yang gua dapet dari Tahap III kemaren. Gua pun mencari tempat duduk di barisan terdepan. Supaya lebih terdengar kalau nama gua dipanggil. Gua duduk di sebelah mantan pensiunan ABRI. Karena ga ada kerjaan, gua pun mengajak si bapak itu bicara ngalor ngidul seputar ; politik, sejarah, pendidikan.

    Karena menarik bahasan yang kita perbincangkan, akhirnya gua terbawa dalam percakapan tersebut. Gua pun tersadar sudah 1 jam gua di sini. Waduh!, udah jam setengah 11 aja nih. Gua ada keperluan lain di Cimahi jam 12, sedangkan gua mau ke Depok hari ini jam setengah 6.

    Akhirnya gua tanya ke petugas Imigrasi, tentang keberadaan passport gua. Dia bilang lagi diurus oleh kepala kantor jadi gua dipersilahkan menunggu. Gua masih biasa menolerir ini, akhirnya gua duduk manis lagi di bangku ruang tunggu. Karena ga ada kerjaan di sana, dan juga pembicaraan dengan bapak itu tiba-tiba menjadi hambar. Maka gua putusin untuk browsing GPRS aja sambil isi waktu. Mungkin ada miliaran situs di google kali, gua browse tadi pas lagi nunggu. sampai akhirnya gua liat waktu udah nunjukin jam 11:30. Waduh! Gua ada janji nih jam 12.

    Karena merasa kelaman nunggu sampai 2 jam di kantor imigrasi. Juga sedikit merasa dipermainkan karena ada seorang ibu-ibu yang baru menyerahkan surat hasil wawancara tapi 15 menit kemudian dia dapet passportnya. Akhirnya gua kembali bertanya ke petugas di loket penyerahan passport RI.

    Dika : “Kapan passport saya selesai?”
    Petugas : “Sebentar lagi, sabar”
    Dika : “Ya, elah, gimana saya bisa sabar. Ibu-ibu yang tadi dateng belakangan cuma 15 menit aja bisa dapet passprt masa saya yang udah 2 jam gini nunggu, ga juga ada!”
    Petugas : “Lagi diproses, lagi ditanda tangani kepala kantor”
    Dika : “Ok, di mana ruangan kepala kantornya, saya menghadap dia sekarang!”
    Petugas : “Oh, maaf nggak bisa”
    Dika : “Gini aja lah pak! Kapan pastinya tuh passport selesai, ntar saya balik lagi!
    Petugas : “Setelah istirahat”
    Dika : “Ok, saya dateng lagi jam 13:30, tapi pastikan passportnya udah siap?”
    Petugas : “Iya”

    Untuk sementara karena gua ada keperluan lain lagi di Cimahi. Gua ke sana dulu.

    Kira-kira jam 13:30 gua udah di kantor Imigrasi Jl.Surapati lagi. Tanpa banyak basa-basi gua langsung ke loket penyerahan passport.

    Pandu : “Pak, saya mau ambil passport saya”
    Petugas : “Atas nama siapa pak?”
    Dika : “Dika Pratama”
    (Petugas sibuk mencari-cari.)
    Petugas : “Belum masuk pak”
    Dika : Gimana sih, kan katanya selesai setelah istirahat. Yang bener kalau ngomong?!.

    Sebenernya gua ga enak ngomong dengan intonasi tegas ke bapak-bapak yang umurnya beda 30 tahun sama gua. Tapi, mau gimana lagi? Kalau gua ga proaktif, pastinya gua bakal jadi pihak yang lemah diantara calo-calo yang minta duluan di sana.

    Gua cuma ngarepin hak gua terpenuhi, setelah gua melakukan kewajiban dengan membayar sejumlah uang untuk pembuatan passport ini. Tapi, konyolnya dia lebih ngedahuluin calo-calo. Akhirnya gua ga bisa cuma diem, gua harus lebih tegas lagi.

    Dika : Jadi sekarang saya harus nunggu berapa jam lagi??!!

    Sii petugas bertanya sama orang yang ada di sampingnya tentang kesiapan berkas atas nama gua. Dengan nada bisik-bisik tapi masih terdengar itu. Gua baru tahu, kalau berkas atas nama gua belum diambil dan dikirim ke kepala kantor untuk ditandatangani. (Dalam hati gua , sialan banget nih orang. Ngasih janji palsu ke gua?!)

    Petugas : “Tunggu sebentar , lagi ditandatangani”
    Dika : “Apaan lagi ditandatanganin, saya denger bapak tadi bicara apa?! Berkas saya belum dikerjakan kan?!”
    Dika : “Gini aja pak, saya mau bapak prioritasin saya, sebagai orang yang udah nunggu 4 jam disini! Bapak pikir kerjaan saya cuma diem aja di sini? Saya juga ada keperluan yang lain lagi pak!

    Pelamar yang lain, kayaknya ngeliatin gua, betapa marahnya gua waktu itu. Akhirnya gua pun memilih untuk duduk, ketimbang berkoar-koar ga jelas di sana. Ketika duduk, ada ibu-ibu yang juga curhat sama gua, kalau dia juga dari jam 12 belum keluar juga passportnya.

    Ngobrollah gua dengan ibu-ibu tersebut. Sampai akhirnya, waktu jam setengah 4. Dan gua mulai kesal. Gua kembali lagi ke loket penyerahan passport.

    Dika : Pak, mana passport saya!
    Petugas : Iya, pak sedang ditandatangani.
    Dika : PAK! YANG BENER KALAU KERJA!! JANGAN KAYA TAI GINI LAH PAK!! LO PIKIR KAGA CAPE GUA NUNGGU DI SINI!! ANJING LO!!

    (Reflek gua nendang meja kasir dengan keras)

    Keadaan imigrasi yang sudah mulai sepi sejak ditutup jam 3 tadi, tiba-tiba bertambah hening, sejak suara dominan gua mengisi ruangan itu. Semua mata tertuju ke gua yang saat itu merah mukanya, menahan luapan emosi.

    Dika : LIMA MENIT LAGI GA SELESAI GUA OBRAK-ABRIK NI TEMPAT!!

    Konyolnya, setelah gua ancem kayak gitu. Ga ada semenit, passport gua dikasih juga. Kampret!

    Akhirnya si petugas suruh gua foto kopi dulu, dan di kasihin ke dia. Cepet-cepet deh gua selesein urusan di sana. Gerah, makin sore keadaan Bandung bukannya semakin dingin, malah semakin panas..

    ---

    Kesan gua tentang ini. Untung buat passport cuma 5 tahun sekali. Kalau sebulan sekali bisa cepet jantungan gua.

    Jadi gua saranin ke lo-lo yang mau urus passport jalur normal. Jangan sungkan untuk cerewet, atau paling nggak galak, kalau lo ngerasa lo dibuat menunggu lama, sebenernya si birokrat lagi memohon, agar lo kasih uang ke dia supaya urusan diperlancar. Tai ah?!
     
  21. Cassxandra Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 26, 2011
    Messages:
    229
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +32 / -0
    oh iya gan maksudnya mantan temen lo hehehe agak aneh ya dia.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.