1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Kisah seorang ayah yang mengharukan!

Discussion in 'Lifestyle' started by juventinimaniac, Sep 8, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. juventinimaniac Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 3, 2009
    Messages:
    51
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +12 / -0
    Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah - Will Roger S

    Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

    Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu." Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.".

    Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi."
    Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau pasti bisa kuliah.. ayah jamin."
    Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.

    Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.


    Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. "Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."

    Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menagis lirih. Kemudian susan mengambilnya dari pelukan Ayah. "Mungkin popoknya basah," kata Susan, lalu dibawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.
    Susan kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar..



    "Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin. Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.

    -----> : Sebuah cerita yang luar biasa bukan ? Inilah sebuah cerita yang menunjukkan besarnya cinta seorang ayah ke anaknya agar anaknya memperoleh nasib yang jauh lebih baik dari dirinya. Tetapi dalam prosesnya, Ayah ini tidak saja menunjukkan cintanya pada anaknya tetapi juga menunjukkan sesuatu yang sangat berharga yaitu pelajaran tentang impian, tekad, teladan seorang ayah, disiplin dan pantang menyerah. Saya percaya anaknya belajar semua itu walaupun ayahnya mungkin tidak pernah menjelaskan semua itu karena anak belajar jauh lebih banyak dari melihat tingkah laku orangtuanya dibanding apa yang dikatakan orangtuanya. Semoga cerita ini menginspirasi kita semua. :onion-15:
    Never hope anything before you do something!:smiley_beer::smiley_beer:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. konoharyu Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 27, 2008
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    Realllly nice story:onion-13:

    Emang, that what we, as a men should be!!
    Be a real men, A shoulder for family:top:
     
  4. ashura42 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Nov 9, 2007
    Messages:
    405
    Trophy Points:
    91
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +273 / -0
    duh... jadi kangen sama orangtua ... :(( :(( :((
     
  5. frantase Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 1, 2009
    Messages:
    47
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +6 / -0
    :em4600: cerita yang meharukan,,,
     
  6. perdana_182 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    107
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +15 / -0
    besar sekali pengorbanan seorang ayah...cerita yang sangat menyetuh..:onion-72::onion-72:
     
  7. annaputri Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 29, 2009
    Messages:
    45
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +47 / -0
    Oh...mengharukan sekali...bahagianya yang mempunyai seorang ayah yang hebat...karna aku akan selalu bertanya di dalam sisa hidupku ini seperti apakah rasanya kasih sayang seorang ayah...??????:onion-32:
     
  8. Doong Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 30, 2009
    Messages:
    36
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +8 / -0
    paaaaaapaaH :onion-05:
     
  9. irwan4all Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 30, 2009
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    Gak tahan... mengharukan sekali... :onion-38:
     
  10. Modjoh Regional Leader

    Offline

    Senpai

    Joined:
    May 20, 2009
    Messages:
    8,267
    Trophy Points:
    233
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5,792 / -1
    :onion-38::onion-38::onion-38:

    oh papa....

    aku akan menjadi ayah yang hebat!!!!





    .
     
  11. NuRaider M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    3,864
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +54,568 / -0
    gw juga ah , mulai nabung sendiri sekarang..

    supaya klo anak dah besar bisa membantu biaya sekolahnya..

    :top:
     
  12. shiluman M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 4, 2009
    Messages:
    566
    Trophy Points:
    157
    Ratings:
    +3,585 / -0
    :onion-14: maafkan anakmu ini papppah....
    jadi inget gimana w suka boongin ortu nih...
    jadi nyesel:onion-44:
     
  13. devilsayang M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 11, 2009
    Messages:
    973
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,615 / -0
    papi minta duitnya... buat ini...
    papi minta duitnya buat itu...
    ...tyt selama ini....
    :onion-38: :onion-38: :onion-38:
     
  14. arnold1407 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 13, 2009
    Messages:
    512
    Trophy Points:
    77
    Ratings:
    +954 / -0
    Cerita yg sangat bagus..
    Emg orang tua ngarepin yg trbaik buat anak2nya..
    Gk ada orang yg hebat selain orang tua kita sendiri..
     
  15. kutaradja Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 2, 2009
    Messages:
    121
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +15 / -1
    aaaaaaa..... amper jatuh air mata ku.. hiks.. hikss..
     
  16. cipluk Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 17, 2009
    Messages:
    44
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    hiks.. terharu..
    trnyata ortu saya nggak skedar 'kerja' bwt saya. tpi 'sangat sangat kerja keras bgt'..
    buat mbesarin saya..
     
  17. mr_ark SUPERMOD

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Jan 14, 2009
    Messages:
    20,953
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +71,885 / -15
    what a anice story, bro. :onion-72:
    sang ayah mengajarkan anaknya untuk pantang menyerah dan bertekad baja dalam
    menggapai impian... hanya lewat sebotol acar...

    terasa sekali sang ayah bekerja keras banting tulang demi masa depan anaknya. :onion-72:
     
  18. okky124 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 12, 2009
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    walau sedikit pasti nanti jadi bukit.
    tinggal kitanya sabar apa enggak dalam menjalankan prosesnya
     
  19. bibibi M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Aug 13, 2008
    Messages:
    2,404
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,129 / -0
    ayah emank sosok yg jarang memperlihatkan kasih sayang nya dengan omongan tapi lebih ke tindakan :smiley_beer:
     
  20. Rincar M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 14, 2008
    Messages:
    582
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +918 / -0
    salut... :top:
    sebuah cerita yg inspiratif bagi saya..
    walaupun hanya dengan sebotol acar tapi mengandung byk makna yg berarti..
    tekad yg kuat dan semangat pantang menyerah... :terharu:

    setiap orgtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya..
    krn itu orgtua tanpa mengeluh berusaha memberikan yg terbaik buat masa depan kita.. :terharu:
     
  21. suk4ni4n M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 3, 2009
    Messages:
    251
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +52 / -0
    ceritanya bgs, jd ingetin gw ma bokap yg uda ga ada. :sedih::sedih:
    miss u dad..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.