1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Dismiss Notice
  7. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  8. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Kisah Inspiratif - Tetaplah menari di tengah hujan...

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by lauzart, Nov 12, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. lauzart Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    85
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +104 / -0
    Pagi itu klinik sangat sibuk.
    Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang
    untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.

    Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu,
    sebab semua dokter masih sibuk,
    mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

    Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah,
    sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.
    Aku merasa kasihan.
    Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya,
    dan nampaknya cukup baik, kering,
    tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru.
    Pekerjaan yang tidak terlalu sulit,
    sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

    Sambil menangani lukanya,
    aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.
    Lelaki tua itu menjawab tidak,
    dia hanya hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya,
    seperti yang dilakukannya sehari-hari.

    Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu
    dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
    Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.
    Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya
    sejak 5 tahun terakhir.

    Aku sangat terkejut dan berkata,
    dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?
    Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata,
    "Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?".

    Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi,
    Tanganku masih tetap merinding,

    Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
    Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini,
    yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
    Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting :
    Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik,
    mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
    Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai,
    tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.