1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Dismiss Notice
  7. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  8. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Information kesalahan dalam membesarkan anak

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by fallofthe3rdreich, Apr 19, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    KOMPAS.com - Jadual kerja yang padat, dan problema sehari-hari, seringkali membuat orangtua sulit bertemu anaknya. Tak jarang, anak-anak ditinggal bersama pengasuh atau dititipkan ke kakek-neneknya. Ketika hal ini terjadi, tak ada yang bisa memastikan anak akan mendapatkan pelajaran mengenai moral, atau nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam hidup bermasyarakat. Anda mungkin tak menyadari, namun ada hal-hal yang seringkali lalai kita ajarkan pada anak:

    1. Memanjakan anak
    Bukan rahasia lagi, para orangtua mencintai anak-anaknya dan ingin mereka mendapatkan segala yang tak mereka miliki di masa kecilnya. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk perlakuan seperti ini. Tak sedikit orangtua yang bermaksud baik untuk anak-anaknya malah berujung memanjakan anak-anaknya ke tingkat sampai si kecil tidak bahagia dengan apa yang ia miliki. Ini akan menghasilkan anak yang tak pernah puas, dan selalu meminta lebih. Padahal, umumnya, si kecil bukannya ingin punya selemari mainan, tetapi waktu untuk bersama orangtuanya. Jika orangtua terus memanjakan anaknya, bagaimana mereka akan belajar menerima kekecewaan dalam hidup di masa depan? Atau bagaimana mereka akan belajar bersyukur atas apa pun?

    2. Kekurangan disiplin
    Ketika Anda terlalu malas untuk mendisiplinkan anak, Anda menciptakan “monster cilik” untuk mengganggu kerabat, guru, orangtua teman-temannya, dan siapa pun yang kenal dengannya. Adalah hal yang tak benar jika membiarkan si kecil menggunakan perabot rumah sebagai tempatnya bereksperimen. Berlompatan, berlarian, merusak barang, membuat keadaan rumah seperti kapal pecah, atau membongkar barang seenaknya. Mereka seharusnya bisa bertingkah sopan dan tenang, baik di dalam maupun di luar rumah. Anda tak mau, kan, anak Anda menciptakan kekacauan di rumah temannya? Jika bukan Anda yang mendisiplinkan si kecil, orang lain mungkin akan melakukannya, dan Anda tak akan suka hal ini.

    3. Tidak mengajarkan tanggung jawab yang cukup kepada si kecil
    Anak-anak seharusnya tidak menunggu imbalan ketika mereka harus melakukan pekerjaan di rumah. Tempat tinggal mereka adalah rumah, bukan hotel. Mereka seharusnya menyadari bahwa itu adalah tempat tinggal bersama, dan ada tanggung jawab untuk menjaganya tetap bersih dan nyaman. Jika mereka tumbuh tanpa tanggung jawab yang cukup, bagaimana mereka bisa bertanggung jawab ketika mereka bekerja nanti? Atau bagaimana mereka bisa menyelesaikan kuliah yang butuh kemandirian, dan mempertanggungjawabkan uang orangtuanya?

    4. Bukan pasangan terbaik
    Seperti kita ketahui, anak mencontoh orang dewasa di dekatnya dengan sangat baik. Bagaimana Anda dan pasangan bertingkah di depan si kecil adalah hal yang penting. Tanpa kita sadari, perilaku dan tingkah kita terhadap pasangan akan dicontoh anak dalam memperlakukan pasangannya di masa mendatang. Bagaimana Anda memanggil, berteriak ketika bertengkar, atau membelai lembut, akan menjadi pembelajaran mereka. Anak belajar lebih banyak lewat pandangan mereka ketimbang lewat pendengaran. Jika Anda memperlakukan pasangan Anda dengan cinta dan hormat, ini juga akan menunjukkan kepada anak-anak Anda nilai sebuah keluarga. Hal ini akan membantu mereka merasa bahwa keluarga merupakan tempat bernaung dan nyaman, di luar dunia yang terlihat gelap dan menyeramkan.

    5. Ekspektasi berlebihan
    Ketika berjanji kepada anak-anak, Anda harus menge-set ekspektasi yang masuk akal, terutama ketika berhadapan dengan yang masih amat kecil. Jangan berharap berlebihan kepada si kecil. Misalnya, agar si kecil bisa duduk diam ketika Anda pergi ke restoran. Jangan juga mengharap anak laki-laki Anda ikut tim basket, padahal ia lebih senang ikut marching band. Akan lebih baik jika Anda mampu mengenali kelebihan anak, dan membimbing mereka untuk mengekspresikan dirinya dalam bidang tersebut.

    6. Terbiasa dilayani
    Jangan biarkan anak tumbuh menjadi anak yang cengeng. Anak-anak jaman sekarang terbiasa dibantu dan dilayani dalam segala hal. Dari membersihkan kamar hingga memasang plester. Karena terlalu sering dilayani, anak-anak sekarang menjadi kurang ajar. Mengajarkan mereka untuk bertahan melewati masa susah, atau sakit, akan membuat mereka lebih kuat. Ajarkan mereka untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan si Mbak. Hal ini bukan berarti Anda tidak mencintainya. Justru karena mencintainya, Anda ingin mereka bisa mandiri.

    7. Memaksakan tren kepada anak-anak
    Biarkan anak-anak menjadi anak-anak. Orangtua seharusnya tidak mendorong tren kepada anak-anak. Karena Anda tidak berhasil menjadi juara lomba kecantikan di masa kecil, bukan berarti Anda bisa membuat si kecil mengikuti dan memenangi kontes-kontes seperti itu. Mengajarkan anak soal gairah dan tujuan memang baik, tetapi biarkan mereka tumbuh menjadi apa yang mereka mau. Si kecil sudah cukup merasakan kesulitan untuk tumbuh besar di lingkungan yang penuh tekanan, jadi jangan paksa mereka menjadi seseorang yang Anda impikan terjadi pada Anda dulu.

    8. Pembangkang
    Ini termasuk hal yang sulit dilakukan. Jika Anda mengultimatum si kecil dengan hukuman jika melakukan kenakalan, lakukan jika ia melakukan kenakalan tersebut. Meski berat, namun hal ini penting untuk menunjukkan kepada si kecil bahwa Anda serius dengan perkataan Anda. Jika tidak, omongan Anda hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Ujung-ujungnya, anak-anak tak akan menaruh kepercayaan lagi pada orangtuanya.
    __________________
     
    • Thanks Thanks x 5
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    jangan ngejunk deh bro, kalo bisa kasih komen yang sedikit bermutu dong
     
  4. vj_gtg Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    128
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    bagus banget gan metodenya
    tapi setau gua untuk anak2 kita harus tahu kapan untuk lembut dan kapan untuk keras
    untuk hal2 yang ingin benar2 kita tanamkan kita harus keras
     
  5. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    tidak selalu kekerassan menyelesaikan masalah,
    keras hanya akan dibalas oleh keras.

    apa yg anak alami pada usia 5-10 tahun (golden period --> dr.He*u Sp.A yg bilang, terima kasih dok atas bimbingannya)
    akan selalu tertanam di hati dan pikirannya selamanya...
    jadi pada umur segitulah saat yg tepat untuk menanamkan prinsip pada anak
     
  6. FanHarrD Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 31, 2010
    Messages:
    381
    Trophy Points:
    151
    Ratings:
    +10,292 / -0
    wah anak2 sekarang kebanyakan terlalu nurutin ego orang tua nya.... ortunya pengen anak jadi x tapi anaknya lebih suka sama hal y :sigh:
    yang ada pasti anak tsb ga' bakal berkembang baik....
     
  7. dicky1b M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 4, 2009
    Messages:
    516
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +24 / -0
    wkkwkwkw yg no.8 biasa sering tuch dilakukan anak2 jaman skarang
     
  8. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    cirinya anak muda pan begitu bro...
     
  9. cahyo_pwkm M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 20, 2008
    Messages:
    1,536
    Trophy Points:
    112
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +265 / -0
    setuju sama no.5 dan no.8
    anak2 harus dibiarin tumbuh dan berkembang dengan melakukan hal yang dia bisa dan sukai
    jangan sampe bakat dan kemampuan mereka tertahan oleh pendidikan formal
    kasian udah gede jadinya kaku banget
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  10. hruddye Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    162
    Trophy Points:
    121
    Ratings:
    +5,844 / -0
    ternyata gw masih harus banyak belajar buat mendidik anak gw

    thanks sob...... ijin simpen di FB
     
  11. winter_winds M V U

    Offline

    Mainlander

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    18,728
    Trophy Points:
    247
    Ratings:
    +47,553 / -300
    yang paling penting adalah ketegasan kita sebagai orang tua ...
    bersikap tegas itu kadang-kadang yang tidak mudah bagi sebagian orang...
     
  12. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    stuju,harus diinget juga tegas dan keras itu dua ha yang berbeda...
     
  13. kuronyx Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 3, 2009
    Messages:
    95
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +13 / -0
    jika membesarkan anak hanya berdasarkan materi semata. tanpa didasari cinta kasih sepertinya sulit ya...
    apalagi di zaman sekarang ini, sudah ada baby sitter yang dapat menuntun anak2 dari masih bayi hingga masuk sekolah...
     
  14. lanka Members

    Offline

    Joined:
    Feb 21, 2010
    Messages:
    5
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    belum punya anak sih, tapi gw kenal seseorang yang mengalami hal salah didik terhadapa anak. beberapa poin yang TS bilang terjadi sama dia. kesian juga ngeliatnya.
    semoga pas gw punya anak nanti, gw bisa jadi orang tua yang baik yang bisa mendidik anak dengan bijak,,
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  15. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    semoga saja dari trit ni bro lanka jadi punya acuan hal2 yg harus dihindari
     
  16. Kashinski Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 24, 2010
    Messages:
    285
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +33 / -0
    tapi zaman sekarang banyak juga orang tua yang sibuk ama pekerjaan nya jadi ngga ada waktu untuk nemenin anaknya

    itu pun menjadi salah satu alasan di mana seorang anak akan mulai menutup dirinya kepada orang tuanya karena kurang komunikasi,,

    sehingga si anak akan menjadi pembangkang dan menyimpan banyak rahasia di belakang orang tuanya... (sorry kalo dinilai sok tau.. soalnya temen gw ya begini keadaan nya.. hoho)
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  17. Gestalt Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 18, 2009
    Messages:
    108
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +1 / -0
    intinya mah bikin anak berkembang sendiri tapi ada bimbingan dari orang tua juga...
     
  18. karin Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 2, 2009
    Messages:
    201
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +136 / -0
    kebanyakan org tua skrg ud ga ad wktu se buat ngedidik anaknya, pdhal untuk mendisiplinkan dan mendidik anak kan ada harga yg harus dibayar..
    hope i can be the great parent for my children in the future..
     
  19. alyakhanza Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 7, 2010
    Messages:
    40
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    idealna memang bgtu sich...implementasina tuch kk yg susah, maklum aku kan psangan muda jd cara mendidikna pun kaya anak muda gt dech
    but nis trit kk, tq
     
  20. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    buat bro & sis semua, tujuan pembuatan trit ni tidak lain adalah sekedar 'reminder' dan motivasional
    buat kita semua, dan percaya atau tidak hal ini (yg tercantum dalam trit) benar2 terjadi,
    terutama pada mereka yg tergolong 'working class' (kasta pekerja, seperti saya yg sering banget kerja diatas 8 jam)
    tidak selalu terjadi pada kalangan atas,....

    so, i'm hoping that we all can be a better parent for our children
     
  21. Caezar M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 28, 2010
    Messages:
    256
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +98 / -0
    Kalo Ortu Gw Kayaknya Besarin Gw Seperti Ini Dech...
    Yg Paling Penting Tuch Tanggung Jawab Sebagai Anak Yg Harus Diutamakan...
    Biar Tetap Dapat Uang Jajan Meski Sudah Dewasa :haha:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.