1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Pengen ganti nama ID? Plat tambahan? Promo GK? Cek Promo Spesial Hari Kemerdekaan, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!
  3. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  4. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  5. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!

Kenali Penyebab Anak Muntah dan Cara Menanganinya Sebelum Terlambat

Discussion in 'Parenting and Pregnancy' started by SabarMenanti, Nov 5, 2018.

  1. SabarMenanti Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 19, 2018
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    11
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +0 / -0
    [​IMG]

    Muntah pada anak pasti menimbulkan kekhawatiran bagi orang tuanya, apalagi jika tidak diketahui apa penyebab anak muntah secara tiba-tiba. Meskipun muntah pada anak sudah dianggap hal yang biasa, tetapi seringkali orang tua masih merasa panik dan kebingungan melihat anaknya yang kesakitan. Kemungkinan akan terjadi suatu hal yang serius pada anaknya tentu membuat setiap orang tua menjadi cemas. Karena itu, para orang tua harus sigap mengatasi anaknya ketika sedang muntah.

    Faktor Yang Menyebabkan Muntah Pada Anak

    Muntah akan terjadi ketika otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat tapi perut tetap rileks, keadaan ini yang menyebabkan isi perut dikeluarkan melalui mulut secara paksa. Lalu apa yang menyebabkan keadaan ini terjadi? Berikut ini beberapa kondisi penyebab muntah pada anak yang sering terjadi :

    Keracunan Makanan atau Minuman
    Muntah bisa saja terjadi jika anak mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih, sudah terkontaminasi zat kimia. Hal ini menyebabkan terjadinya penolakan pada pencernaan, sehingga anak muntah. Kondisi tersebut biasanya diawali dengan rasa mual yang muncul selang 1-8 jam sejak mengonsumsi makanan. Keracunan makanan juga bisa terjadi ketika anak mengonsumsi makanan yang membuatnya alergi. Jika disebabkan karena hal ini, muntah juga biasanya disertai dengan kulit memerah, gatal atau bengkak.

    Menelan Zat Beracun


    Anak-anak memang seringkali menelan semua hal yang ada di depannya. Tidak terkecuali juga seperti obat-obatan, bahan kimia, atau benda lain yang mengandung racun. Para orang tua harus selalu berhati-hati mengawasi setiap kegiatan yang anak lakukan.

    Infeksi Pada Sistem Pencernaan


    Penyebab anak muntah yang paling umum adalah adanya infeksii pencernaan seperti flu perut atau penyakit usus. Kebanyakan dari infeksi ini disebabkan oleh virus, tapi ada juga yang disebabkan bakteri dan parasit. Akibat dari infeksi ini biasanya adalah muntah yang disertai mual, tidak nafsu makan, demam, diare, dan nyeri pada perut.

    Infeksi atau Gangguan Pernapasan


    Muntah juga sering terjadi ketika anak dalam kondisi flu, hal ini terjadi karena terhalangnya saluran pernapasan dan juga adanya infeksi pada pernapasan. Muntah yang disebabkan flu ini normalnya akan berhenti dalam waktu 6-24 jam. Dan tidak hanya pada pernapasan, infeksi pada telinga dan saluran kemih terkadang juga dapat menyebabkan mual dan muntah.

    Mabuk Perjalanan


    Anak atau balita seringkali mabuk perjalanan saat diajak bepergian jauh. Hal ini terjadi karena anak masih merasa asing dengan lingkungan sekitarnya yang bergerak sehingga menyebabkan anak merasa pusing, mual bahkan muntah.

    Aktifitas Berlebihan


    Aktifitas yang dilakukan anak secara berlebihan juga bisa menjadi salah satu yang menyebabkan muntah pada anak. Aktifitas ini antar lain seperti berlari-larian, melompat, berayun atau bahkan menangis. Semua aktifitas yang berlebihan ini akan membuat anak lelah atau bahkan cemas sehingga dapat memicu refleks muntah pada anak.

    Cara Menangani Anak Yang Sedang Muntah

    Muntah pada anak atau balita umumnya memang tidak berbahaya, tapi meskipun begitu setiap orang tua perlu tahu penyebabnya agar dapat segera membantu menyembuhkannya. Penyebab yang membuat anak muntah tidak berbeda dengan penyebab balita muntah, oleh karena itu penanganannya juga sama.

    Yang perlu diperhatikan hanyalah memastikan agar tubuh anak dan balita tidak kekurangan cairan yang akan membuatnya dehidrasi. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, anak bisa diberikan cairan elektrolit. Cairan ini mampu mengembalikan cairan dalam tubuh anak sehingga anak tidak akan dehidarasi. Namun meskipun begitu, jangan memaksa anak untuk minum cairan ini jika masih sering muntah.

    Selain cairan elektrolit, minuman jahe juga baik diberikan pada anak yang muntah. Ini karena kandungan dalam jahe bermanfaat untuk perut, usus, serta area otak dan saraf yang mengontrol rasa mual. Jika setelah minum, muntah anak berkurang maka lebih baik biarkan dia istirahat agar tubuhnya pulih dan terasa lebih baik.

    Sebaiknya hindari juga memberikan anak makanan padat pada 6 jam pertama sejak ia terakhir kali muntah, lebih disarankan jika memberikan makanan cair berupa bubur, sup, jus buah yang tidak asam atau makanan lain yang mudah dicerna. Setelah 6 jam, barulah anak dapat diberikan makanan yang lebih padat seperti nasi, roti, kentang, sereal atau buah segar. Dan yang terpenting, jangan lupa untuk tetap memberinya air minum yang cukup.

    Kondisi Muntah Anak Yang Perlu Di Waspadai

    Meskipun sudah dianggap wajar jika seorang anak muntah, dan dapat dikatakan akan sembuh sendirinya. Namun tentu ada beberapa kondisi muntah pada anak yang perlu diwaspadai. Diantaranya adalah sebagai berikut :

    Muntah Secara Terus Menerus


    Jika sudah lebih dari 24 jam dan kondisi anak masih belum pulih, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab anak muntah dan agar anak segera mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

    Muntahan Disertai Dengan Darah


    Jika darah yang keluar bersama muntahan sangat sedikit maka sebenarnya tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan. Tetapi jika muntah yang disertai banyak darah atau mulai berwarna kehitaman, segera bawa anak ke rumah sakit agar dapat di perikasa lebih lanjut.

    Nyeri Perut Yang Luar Biasa


    Jika anak mengeluh sakit di bagian perut yang luar biasa, Anda perlu waspada karena ini bisa saja gejala penyakit serius. Terutama jika anak merasakan nyeri di perut bagian kanan, kemungkinan ini adalah gejala usus buntu. Atau muncul tanda penyakit kuning disertai tubuh anak yang lemas, karena nyeri perut sebelah kanan atas yang dibarengi dengan sakit kuning bisa jadi tanda-tanda penyakit hepatitis.

    Dengan mengenali faktor penyebab anak muntah lebih dulu, tentu diharapkan orang tua dapat lebih tepat dalam menangani anaknya. Walaupun muntah pada anak bisa dibilang tidak berbahaya namun kondisi anak perlu diperhatikan dan harus segera ditangani agar tidak berdampak lebih buruk pada kesehatannya.
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.