1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Other Kecerobohan Manusia: Bahaya Gedung-Gedung Tinggi Bagi Ekosistem

Discussion in 'Science and Technology' started by Joenavarro, Feb 8, 2015.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Joenavarro M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    202
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +33 / -0
    MESKIPUN waktu itu siang hari, si burung pelatuk terbang menabrak sebuah gedung pencakar langit, lalu jatuh ke tanah. Burung tersebut tidak melihat kaca gedung itu. Seorang pejalan kaki yang baik hati menemukan burung yang terkapar itu dan mengamatinya sambil berharap si burung masih hidup. Ia merasa lega ketika burung itu mulai mencicit, berdiri, meluruskan bulu-bulunya, dan terbang lagi.

    Menangani burung yang terluka bisa jadi berbahaya, karena ia tidak tahu bahwa Anda sedang berusaha menolongnya. Selain itu, beberapa burung membawa penyakit yang dapat menjangkiti manusia. Jadi, jika Anda ingin menolong burung yang terluka, gunakanlah sarung tangan dan cucilah tangan Anda setelahnya. Jika khawatir akan bahayanya terhadap kesehatan atau keselamatan Anda, jangan dekati burung itu. Kalau ada peringatan dari lingkungan setempat, mintalah bantuan tenaga ahli.

    Sayangnya, tidak semua burung dapat tetap hidup setelah mengalami benturan demikian. Kenyataannya, dari semua burung yang menabrak rumah, kira-kira setengahnya mati. Penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat saja, lebih dari 100*juta burung mati setiap tahunnya setelah menabrak berbagai jenis bangunan, kata Lembaga Audubon. Dan menurut beberapa peneliti, jumlahnya mungkin mendekati satu miliar! Namun, mengapa burung-burung menabrak gedung? Selain itu, adakah yang dapat dilakukan untuk membuat kehidupan hewan bersayap tersebut lebih aman?

    Pembunuhnya—Kaca dan Lampu
    Kaca dapat membahayakan burung. Sewaktu jendelanya bersih dan tembus pandang, burung sering kali hanya melihat apa yang ada di sisi luar gedung seperti tanaman dan langit. Akibatnya, burung yang tidak waspada kadang-kadang terbang menabrak kaca dengan kecepatan tinggi. Selain itu, mereka bisa jadi melihat tanaman hias di dalam lobi sebuah gedung atau rumah berkaca dan ingin hinggap di atasnya.

    Kaca pemantul yang dilapisi juga bisa menjadi problem. Dalam situasi tertentu, burung bisa jadi melihat, bukan kacanya, melainkan pantulan dari benda-benda di daerah sekelilingnya atau langit dan, lagi-lagi, korban bertambah. Bahkan, ada burung-burung yang mati karena menabrak kaca gedung pusat informasi untuk tamu dan menara pengamatan di tempat suaka burung serta perlindungan satwa liar! Dr.*Daniel Klem,*Jr., ornitolog dan profesor biologi, berpendapat bahwa lebih banyak burung yang terbunuh karena menabrak jendela daripada penyebab lain apa pun yang berkaitan dengan aktivitas manusia, kecuali perusakan lingkungan.

    Burung-burung tertentu khususnya rawan terhadap benturan. Misalnya, sebagian besar burung penyanyi yang bermigrasi terbang ke arah tujuan mereka pada malam hari dan kadang-kadang mengandalkan bintang sebagai penuntun arah. Akibatnya, mereka menjadi bingung karena adanya lampu-lampu terang pada gedung-gedung yang tinggi. Kenyataannya, beberapa burung bisa kehilangan arah dan mereka terbang berputar-putar tanpa tujuan sampai akhirnya jatuh kelelahan. Bahaya lain muncul sewaktu hujan pada malam hari atau langit yang tertutup awan tebal. Dalam kondisi seperti itu, burung cenderung terbang lebih rendah sehingga besar kemungkinannya menabrak bangunan yang tinggi.

    Dampaknya terhadap Populasi Burung
    Menurut sebuah laporan, di Chicago, Illinois, AS, satu gedung yang tinggi saja menyebabkan kematian rata-rata 1.480 burung selama musim migrasi. Oleh karena itu, lebih dari 14 tahun berturut-turut, sebuah gedung dapat mengakibatkan kematian sekitar 20.700 burung. Tentu saja, jumlah total burung yang menabrak bangunan pasti jauh lebih tinggi. Lagipula, burung-burung ini ”bukanlah burung dara, camar, atau angsa melainkan burung-burung yang terancam punah”, kata Michael Mesure, direktur Program Waspada Lampu Fatal di Toronto, Kanada.

    Sebagai contoh, di Australia satu tahun belakangan ini, kaca telah menewaskan sekitar 30 burung nuri Tasmania, sehingga yang tersisa hanya 2.000 ekor saja. Di Amerika Serikat, banyak spesimen museum burung Bachman’s waber, yang kini mungkin punah, diambil dari antara korban benturan dengan mercu suar di Florida.
    Akibat menabrak bangunan, ada burung-burung yang tetap hidup tetapi terluka atau lemah. Ini khususnya berbahaya bagi burung-burung yang bermigrasi. Jika burung tersebut terluka dan jatuh di tengah-tengah gedung, burung itu bisa mati kelaparan atau dimangsa oleh binatang lain, yang beberapa di antaranya pandai memanfaatkan sumber makanan yang langka ini.

    Dapatkah Bangunan Dibuat Aman bagi Burung?
    Agar tidak menabrak kaca, burung perlu melihat dan mengenalinya sebagai benda keras. Untuk itu, beberapa pemilik bangunan telah rela mengorbankan pemandangan dengan memasang gambar tempel, stiker, atau barang-barang lain yang mudah dikenali oleh burung yang berada di luar jendela. Menurut Klem, yang penting bukan gambar atau stiker itu sendiri, melainkan jaraknya. Hasil risetnya menunjukkan bahwa gambar atau rancangan tersebut hendaknya tidak lebih dari lima sentimeter lebarnya dan sepuluh sentimeter panjangnya.

    Apa yang dapat dilakukan untuk membantu burung yang bermigrasi pada malam hari? ”Benturan yang terjadi pada malam hari .*.*. sebagian besar dapat dicegah dengan mematikan lampu,” kata konsultan penelitian ekologi Lesley J.*Evans Ogden. Di beberapa kota, lampu-lampu hias di gedung pencakar langit diredupkan atau dimatikan pada jam-jam tertentu di malam hari, terutama pada musim burung-burung bermigrasi. Dalam kasus lain, jaring-jaring dipasang pada kaca bangunan tinggi sehingga burung akan dapat membedakan antara langit dan pantulan langit.

    Langkah ini bisa jadi akan mengurangi angka kematian sebanyak 80 persen, menyelamatkan jutaan burung setiap tahunnya. Akan tetapi, problem utamanya kemungkinan besar tidak akan hilang karena orang-orang menyukai lampu dan kaca. Oleh karena itu, organisasi-organisasi pemerhati kesejahteraan burung, seperti Lembaga Audubon, sedang berupaya mengimbau para arsitek dan pengembang kawasan untuk lebih peka terhadap kebutuhan di alam ini.

    Sumber: Awake! Magazine
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. nggakingat Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 26, 2012
    Messages:
    28
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +1 / -0
    Membuat bangunan apa saja pasti mempengaruhi alam, apalagi gedung-gedung. Contohnya ya Jakarta sekarang, setiap jengkal sudah jadi bangunan, akibatnya tiap tahun banjir.
     
  4. Abdul_Choir M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 2, 2012
    Messages:
    540
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +668 / -0
    intinya sih populasi manusia harus dikurangi agar selaras dengan alam, kl terlalu banyak manusia menyebabkan pembangunan yg membabi buta
     
  5. mlxjakarta Banned User

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 13, 2012
    Messages:
    644
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +12 / -1
    Wah gan cara mengurangi populasi manusia dengan apa gan ? buktinya program KB pun dianggap kurang berjalan lancar
     
  6. Abdul_Choir M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 2, 2012
    Messages:
    540
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +668 / -0
    kalo semua negara PBB bisa bersatu mengurangi angka kelahiran dengan suatu program mungkin bisa. tapi, kayanya yang akan terjadi nanti ya, WW3. perang nuklir. amit2. populasi manusia pasti akan berkurang banyak. abis itu baru manusia pada sadar kayanya. CMIIW :ogcute:
     
  7. mlxjakarta Banned User

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 13, 2012
    Messages:
    644
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +12 / -1
    Wah masa mesti ada pembantain masal sih atau penyebaran virus bio gitu buat ngontrol pertumbuhan penduduk bumi
     
  8. Joenavarro M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    202
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +33 / -0
    Sebenarnya, Terlepas dari kesulitan ekonomi, alasan utama untuk mempertimbangkan keluarga berencana adalah kesehatan sang ibu dan anak-anaknya. ”Kehamilan adalah suatu perjudian dan melahirkan adalah perjuangan antara hidup dan mati,” kata sebuah pepatah Afrika Barat. Setiap tahun, di dunia berkembang, setengah juta wanita meninggal ketika mengandung atau melahirkan, sejuta anak menjadi piatu, dan lima juta hingga tujuh juta wanita lagi menjadi lumpuh atau cacat karena gangguan kesehatan akibat melahirkan anak.

    Tidak semua wanita di negara-negara berkembang berada di bawah risiko yang sama. Yang terutama berada di bawah risiko adalah wanita yang melahirkan terlalu banyak anak, terlalu dini, terlalu sering, atau terlalu lambat. Sumber-sumber PBB memperkirakan bahwa keluarga berencana dapat mencegah sekitar seperempat sampai sepertiga malapetaka ini dan dapat mencegah jutaan kelumpuhan.

    Tapi, banyak yg bilang, "bukankah menyelamatkan jutaan jiwa hanya menghasilkan pertumbuhan penduduk yang meningkat?" Yang mengejutkan, banyak pakar mengatakan tidak. ”Mungkin tadinya dipikirkan seperti itu,” kata Human Development Report, ”bahwa, jika lebih banyak anak selamat, masalah-masalah kependudukan akan semakin memburuk. Justru sebaliknya. Fertilitas cenderung menurun bila orang-tua merasa lebih yakin bahwa anak-anak mereka akan selamat.”

    Meskipun demikian, jutaan wanita, khususnya di masyarakat miskin, terus sering melahirkan. Mengapa? Karena masyarakat menuntut hal itu dari mereka, karena dengan memiliki banyak anak memperbesar kemungkinan bahwa beberapa akan selamat, dan karena mereka boleh jadi tidak mengetahui atau tidak memiliki sarana pelayanan keluarga berencana.
     
  9. mlxjakarta Banned User

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 13, 2012
    Messages:
    644
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +12 / -1
    nah ini sebnernya ane blum ngerti statement agan tentang hal ini, tapi pertanyaan sama dari ane juga knapa masyarakatk yg kurang mampu, sebagian besar memiliki banyak anak??
    padahal yang mampu dan selalu berusaha memiliki anak, dapetnya kadang kadang susah
     
  10. Joenavarro M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    202
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +33 / -0
    Sebenarnya, kemampuan seseorang untuk memiliki anak tidak ditentukan oleh faktor mampu atau tidaknya satu pasangan secara ekonomi. Ini lebih banyak ditentukan oleh faktor2 yg berdampak dengan kesehatan seseorang, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung.

    Kalau mau bicara statisitk, mungkin benar kalau dikatakan kebanyakan orang yg tidak mampu secara ekonomi sebagian besar bisa memiliki anak, bahkan bisa lebih dari satu. Tapi, faktor geografis dimana mereka tinggal juga perlu diperhatikan.

    Menurut statisitk, Kebanyakan dari mereka yg hidup dibawah garis kemiskinan tinggal di daerah2 pedesaan, yg lingkungannya masih bersih dan sedikit polusi ketimbang mereka-mereka yg hidup di kota-kota besar. Faktor2 seperti paparan dari zat-zat kimia yg terhirup dari polusi udara, atau kebiasaan makan makanan fast food dan minuman ringan dalam kemasan yg sering dilakukan oleh orang2 yg mapan secara ekonomi yg hidup di kota, banyak memberi dampak secara fisik kepada kemampuan dalam memiliki anak. Belum lagi tingkat stress yg tinggi yg dialami, karena mrk hidup di kota2 besar, yg mana itu juga turut menunjang kepada tingkat fertilitas.

    Tapi, bukan berarti ini suatu hal yg mutlak, bahwa krn orang2 yg mapan secara ekonomi kebanyakan tinggal di kota2 besar, sudah pasti mereka susah utk bisa punya anak. Kalau mrk bisa memiliki gaya hidup yg sehat, mengurangi resiko2 yg bisa menghambat mrk utk punya anak, niscaya mrk bisa memperbesar kemungkinan utk punya anak.
     
  11. xplode7 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 5, 2010
    Messages:
    71
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +2 / -0
    IMO banyaknya populasi manusia memang merupakan penyebab maraknya pembangunan gedung di kota2 besar spt jakarta
    tpi mengurangi populasi manusia mungkin bukan solusi yg tepat utk masalah diatas

    pada dasarnya masyarakat harus punya rasa peka thdp lingkungan sekitarnya,
    tpi masih banyak org yg belum peduli, orang2 spt itu mesti dipaksa, yakni lewat hukum
    perlu dibuat suatu standar agar gedung2 menjadi lebih aman thd burung
    dgn teknologi yg maju spt sekarang rasanya tidak mustahil problem diatas bisa dicegah
     
  12. ECCO_YSC Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 7, 2009
    Messages:
    57
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    bumi itu memang di ciptakan untuk manusia dan di suruh merawat.... kalau terjadi bencana di bumi memang di karenakan ulah dari manusia.......
     
  13. poetragi Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 5, 2013
    Messages:
    21
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +0 / -0
    mnurut ane sih bukan cuma buat burung, pasti ngefek buat si pemangsa dan mangsa urung itu sendiri. contohnya beberapa taun lalu diberitakan banyak ulat di pohon pekarangan rumah warga, itu bisa jadi efek burung pemangsa yg mulai sedikit karena tergerus pembangunan. imho
     
  14. hillbee M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 8, 2011
    Messages:
    598
    Trophy Points:
    167
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +3,802 / -0
    Ternyata burung2 pas terbang bisa mengalami hal2 macem di atas, :bloon:
    Bener2 baru tau, selama ni belum pernah kepikiran, :XD:
    Kasian juga kalau dibiarin, bahkan bisa bahaya kalau dibiarin punah, gimana kalau rantai makanannya putus?! :apa:
    Semoga bener2 ada tindakan nyata buat nyelametin burung ini, juga fauna 'n flora lain,:doa:
     
  15. rookieboy Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 15, 2014
    Messages:
    11
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Waaah baru kepikran gue niih gan bisa kaya gini
     
  16. susilojoko Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 18, 2011
    Messages:
    157
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +4 / -0
    Manusia nya telat, udah ribuan burung yg mati baru sadar...
     
  17. h6c7boys M V U

    Offline

    Maestro

    Joined:
    Oct 18, 2011
    Messages:
    733
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,992 / -0
    bangunan macam apapun pasti mempengaruhi alam
    apalagi yang pake beton2 dsb
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.