1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Other Kebebasan dan Indonesia. Penuh tanda tanya.

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by blacksheep, Oct 19, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. blacksheep M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,595
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +25,043 / -0
    Kebebasan dan Indonesia. Penuh tanda tanya.

    Seorang teman pernah bercerita tentang seorang kenalannya yang berkewarganegaraan Singapura. Kabarnya ia lebih memilih tinggal di Indonesia ketimbang di negaranya. Kenapa? Bukankah di sana segala sesuatu serba tersedia. Masyarakatnya jauh lebih terpelajar. Kemudahan hidup dengan berbagai penunjang teknologi tingkat tinggi bisa ditemui dimana-mana. Pelayanan terhadap masyarakat pun jauh lebih berkualitas.

    Ia hanya menjawab, karena di Indonesia saya bisa bebas melakukan apa saja. Tanpa adanya berbagai macam larangan yang berkaitan dengan disiplin hidup, dan tentunya tanpa semua denda berlipat yang mengikutinya.

    Mendengar cerita ini muncul sebuah kegelian sekaligus keprihatinan. Bagaimanapun juga menjadi sebuah hal yang ironis, ada seseorang yang lebih “cinta” negara lain dengan alasan yang justru membuat negaranya memiliki kelebihan dibanding negara lain. Berbeda dengan alasan pemungutan pajak yang lebih rendah misalnya, yang mungkin relatif bisa diterima.

    Keprihatinan yang muncul tentunya apabila kita mencoba merefleksikan alasan kebebasan hidup yang ia kemukakan dengan kondisi faktual di negara kita. Tanpa berusaha mengaitkannya dengan era reformasi, memang harus gue akui di negara ini kita benar-benar bisa hidup dengan “bebas” dalam arti yang sebebas-bebasnya.

    Bukan pemandangan yang luar biasa apabila ada sebuah mobil mewah melintas di depan kita lalu menerbangkan “sesuatu” dari jendelanya yang sedikit terbuka ke jalan raya. Sesuatu itu bisa bermacam-macam. Bisa kulit rambutan, kulit duku, kertas tissue, puntung rokok, sampai gelas air mineral. Sebuah hal yang luar biasa apabila pemilik mobil mewah itu ternyata tidak terpelajar. Terlepas dari masalah kualitas otak, tampaknya bangsa Indonesia memang sudah sepakat menjadikan berpuluh ribu pulau wilayah kedaulatan bangsa sebagai tempat sampah terbesar di dunia. Silakan buang sampah di tempat yang anda suka.

    Gue juga jadi ingat pemandangan beberapa minggu yang lalu. Ada seorang tukang ojek yang dengan santainya (maaf) pipis di peruntukan lahan hijau sekeliling rumah kost-an tempat gue tinggal. Tempat pipisnya pun tidak jauh dari pertigaan yang padat oleh lalu lintas. Padahal ia bisa memacu motornya sebentar ke pom bensinl atau masjid terdekat untuk mencari WC umum.

    Sambil agak geli, sempat tergambar raut wajah bokap jaman gue SMP dulu saat di suatu pagi sambil bersungut-sungut ia mencoba membersihkan dan menghilangkan bau pesing pipis manusia yang menyengat di pagar depan rumah. Kebetulan rumah gue saat itu terletak berdekatan dengan tempat mangkal angkot yang selalu dipenuhi penumpang setiap malam.

    Tampaknya ada lagi sebuah kesepakatan di antara warga bangsa. Indonesia juga adalah WC umum terbesar di dunia. Kebelet pipis? Take your spot anywhere. Sebuah pelayanan masyarakat tingkat tinggi yang sangat menjunjung tinggi kebebasan asasi manusia untuk pipis. Gue yakin BAB sudah tercakup di dalamnya.

    Selama kurang lebih setahun tinggal di dekat perempatan padat lalu lintas gue juga cukup mengamati bagaimana kecenderungan perilaku para pengendara. Yang paling gue ambil pelajaran adalah kapan waktu terbaik anda menyeberang jalan di perempatan. Secara normatif, ada korelasi yang cukup erat antara lampu merah dengan laju kendaraan. Lampu merah menyala, kendaraan berhenti, anda bisa menyeberang dengan tenang. Bahkan tanpa harus toleh kiri-kanan.

    Faktanya tidak. Lampu merah menyala ternyata tidak lantas membuat orang menghentikan atau memperlambat laju kendaraan. Hampir di setiap saat lampu merah menyala banyak kendaraan justru berebut menggunakan kesempatan dalam kesempitan untuk secepatnya mencapai ruas jalan berikutnya. Alih-alih memperlambat dan kemudian menghentikan laju kendaraan, lampu merah menyala ternyata justru menjadi kode bagi mereka untuk menginjak gas kencang-kencang.

    Hanya ada satu pilihan bagi para penyeberang. Benar-benar melihat sendiri dan memastikan bahwa semua kendaraan sudah berhenti di depan mata sebelum menyeberang. Itupun belum menjamin keamanan. Karena acapkali sebagian kendaraan yang ”belok kiri boleh langsung” melakukannya tanpa menyalakan lampu sen.

    Terkadang gue membayangkan diri menjadi seorang Clark Kent dan bisa bebas menyeberang tanpa harus melakukan itu semua. Kalau kendaraan mereka ringsek menabrak gue toh bukan gue yang salah. Gue tinggal terbang ke perempatan lain buat iseng-iseng melakukan hal yang sama. Sayang gue bukan Clark Kent. Hmmm.

    Sebelum berlarut-larut dengan berbagai contoh yang lain, satu hal yang harus digarisbawahi. Mereka melakukannya dengan bebas tanpa konsekuensi apapun. Keliatannya konsekuensi baru muncul apabila ada nyawa yang melayang di perempatan. Atau ada pejabat pemerintah yang terganggu karena rumahnya bau pesing. Atau anggota DPR yang merasa pusing dengan bau sampah yang menyengat di lingkungannya.

    Jadi apa kesimpulannya. Kalau anda adalah seorang opportunis, silakan nikmati “kebebasan” yang anda peroleh di negara ini. Tetapi kalau anda seorang idealis, tampaknya anda harus sering-sering melakukan terapi anger management.
    Code:
    http://bungaistyani.blogspot.com/2009/10/kebebasan-dan-indonesia-penuh-tanda.html
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Exultate M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Sep 30, 2009
    Messages:
    409
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +228 / -0
    bisa jadi indonesia bakal masuk guiness book of record untuk kategori wc terbesar di dunia dan terpanjang di dunia (kali ciliwung)

    hahaha...
    emang di indo, perilaku moral masih kurang terbina
    jadi inget dulu ada pelajaran PMP Pendidikan Moral Pancasila
     
  4. josher M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 16, 2009
    Messages:
    1,498
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,354 / -0
    lah.. di singapura kan enak gajinya gede
    klo di indonesia kapan kaya-nya :hot:

    lagian, dengan alasan "bebas melakukan apa saja di indonesia", dah keliatan kalau tu orang termasuk tidak disiplin :swt:

    aku sih malah seneng liat orang2 disiplin
    di indonesia sih kacaw..
    lampu masih merah, eh diterobos aja
    lampu belum hijau, udah main klakson suruh jalan :oii:
    naik bmw trus buang tas kresek sembarangan sampai nyangkut di sepeda motorku :bogem:
    dsb...

    :hot:
     
  5. prufessuer M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 10, 2009
    Messages:
    2,163
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,655 / -0
    d indo hukumny kurang ketat :swt:

    banyak koruptor pula :voodoo:

    sampe polisi jg suka banget korupsi :voodoo:
     
  6. chicken_little M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Apr 21, 2009
    Messages:
    5,222
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +13,581 / -0
    klo di Indo hukum omdo lebih berlaku..:hahai:
     
  7. sea_food M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 29, 2009
    Messages:
    372
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +197 / -0
    di Indonesia hukum terkuat kekuasaan dan uang:hot:
     
  8. n_iz_are M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    1,373
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +1,978 / -0
    hukumny sich dah ketat kk....
    dn jga sudah tersusun dg baeg...

    tp pelaksanaanny jauh dari memuaskan ..... :dead:
     
  9. DeanowinG M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 5, 2009
    Messages:
    302
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +20 / -0
    Beneran tuh, di Indonesia yang banyak uang n punya banyak koneksi aja yang enak, kalo rakyat jelata selalu ditindas dengan ketidakadilan ini itu:hulk:
     
  10. Lyco Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Nov 3, 2008
    Messages:
    8,650
    Trophy Points:
    221
    Ratings:
    +9,720 / -0
    makanya kebebasan itu memang harus dibatasin dengan peraturan yang keras, selama masih banyak orang yang berpikir kebebasan itu bebas berbuat apa saja.

    kebebasan yang berlebihan malah bikin terkesan welcome to the jungle
     
  11. UncleD Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 15, 2009
    Messages:
    38
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    singapura mo dibandingin..
    negara kecil gitu...
    dikencingin orang satu pulau jawa aja udah tenggelem...:boong:
    indonesia negaranya luas amat.
    penduduknya aja bejibun dan braneka adat
    ya ngaturnya sulit juga...:awas:
    kebayang ga klo singapura ga banyak peraturan..
    pasti udah ancur tuh negara dari dulu..:hero:
     
  12. pandakadabra M V U

    Offline

    The Mechanix

    Joined:
    Jul 31, 2009
    Messages:
    1,654
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +9,791 / -1
    Nah, kita2 yg semua komen di sini termasuk ku...sudahkah kita menaati hukum yg berlaku itu?
    Moga2 ku termasuk WNI yg taat peraturan...:haha:
    Kebanyakan orang2 yg berbakat dari tanah air kita malah memilih tinggal dan bekerja bekerja di luar negeri.:swt:

    Adalah seorang teman ku berkata "Sakit hati ini melihat sekumpulan orang berbahasa Indonesia memakai jaket team Singapore dalam Aviva Singapore Open 2007. Sakit hati ini melihat betapa semangatnya Rexy Mainaky menasehati pemain Malaysia. Sedih hati ini melihat jadwal pertandingan dimana ada 4 pemain keturunan Indonesia membela 3 negara berbeda di sebuah pertandingan ( Chandra Wijaya (INA) bersama Tony Gunawan (USA) melawan Hendri Saputra dan Hendra Wijaya (SIN)).

    "Begitu banyak orang Indonesia yang lebih memilih untuk tinggal di luar negeri dengan alasan keamanan, kemapanan, dan kenyamanan. Mereka menolak untuk tinggal di negara yang kumuh dan kotor, yang tingkat kriminalitasnya begitu tinggi, yang gajinya jauh lebih rendah, yang tidak memiliki jaminan akan masa depan yang cerah. Ketika kita bicara tentang masa depan cerah, sebenarnya masa depan siapa yang cerah? Masa depan diri sendiri? Keluarga sendiri? Anak-anak'y sendiri? Bagaimana dengan masa depan berpuluh-puluh juta rakyat Indonesia yang ditinggalkan oleh tenaga kerja yang berbakat, yang ditinggalkan oleh bibit-bibit muda intelektual dan potensial?"

    Mereka, yang ditinggalkan oleh orang-orang yang bermasa depan cerah? Apakah mereka juga memiliki jaminan akan masa depan yang cerah? Jika semua orang berpikiran seperti itu, siapa yang akan tinggal di negara ini? Mereka yang miskin, yang putus sekolah, yang buta huruf, yang tidak ada cukup modal untuk memulai usaha, yang tidak pernah punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan berkualitas; mereka inilah yang nantinya tersisa di negara ini; mereka jugalah yang akan selalu dibodohi dan dirugikan oleh mereka yang lebih pandai, lebih kaya, dan lebih berkuasa. Di manakah kaum intelektual yang bersedia untuk membela kaum tertindas? Kaum intelegensia ialah kaum yang dipanggil oleh kemanusiaan dan menuntut terhadap dirinya tugas itu.

    Mav kalo ku agak berlebihan. Ku bukanlah orang yang Xenophobia dan ku juga bukanlah orang yang ingin menjadikan nasionalisme sebagai agama baru. Ku hanya orang yang mencintai negeri tempat ku dilahirkan. yang merindukan suatu saat Indonesia akan bangkit dari keterpurukan dan segenap rakyat Indonesia mendapat penghidupan yang layak dan bebas dari ketidakadilan; yang berharap banyak orang-orang yang juga memiliki kerinduan yang sama seperti ku.

    Ku merasa sedih mendengar betapa buruknya reputasi negara kita di luar sana. Tetangga kita Singapore menyebut negara kita "bigger but much less wealthy neighbor" di surat kabar mereka. Ketika negara kita menutup keran export pasir ke negara tersebut, beberapa dari mereka mengejek agar kita menutup juga keran export cheap noodle "Indomie" dan house maid "Tenaga Kerja Indonesia", seakan-akan apa yang kita punya dan bisa kita banggakan cuma cheap noodle dan cheap labor. Ya, menyakitkan memang mendengar penghinaan-penghinaan yang dilontarkan. Namun lebih menyakitkan lagi melihat kondisi di dalam negeri sendiri, begitu banyak bencana alam yang terjadi, kecelakaan transportasi di mana-mana, kegagalan panen, kebodohan, kelaparan, kemiskinan, peperangan antar suku, korupsi, manuver-manuver politik yang menjijikan, egoisme kaum borjuis, rasisme, ketidakrukunan antar agama, disintegrasi bangsa, dan keterpurukan ekonomi yang akan membawa kita pada kondisi failed state.

    Terlepas dari semuanya itu, Do you still love your country?

    Yes I Do.
    I'm a Proud Indonesian.

    Mav kalo agak berlebihan...:idwspiss:
     
    Last edited: Oct 19, 2009
  13. jakefirst89 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 6, 2009
    Messages:
    88
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    kebebasan itu emang bukan bebas sebebas2nya..
    jangan sampai kebebasan kita malah ngerugiin orang lain..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.