1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

News Kakek 50 Tahun Ini Tempuh 276 Km Naik Sepeda Onthel Demi Kembalikan Dompet Orang yang Ia Tak Kenal

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by IDWS.News, Sep 19, 2019.

  1. IDWS.News adalah Partner/ Kontributor TerverifikasiIDWS.News Gatotkaca

    Offline

    ▁ ▂ ▄ ρεηүεвαя ιηғσ ▄ ▂ ▁

    Joined:
    Feb 18, 2010
    Messages:
    2,261
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +74 / -0
    Di zaman sekarang ini, berbuat baik seringkali membuat orang serba salah. Antara dicurigai mencari imbalan, cari sensasi, dicela sok baik, hingga malah digiring ke kantor polisi. Maka dari itu menolong tanpa pamrih kepada orang lain yang benar-benar asing dan tidak ada hubungan sama sekali sudah sangat langka. Namun bukan berarti tidak ada.

    Seorang kakek berusia 50 tahun rela mengayuh sepeda onthel dari Solo, Jawa Tengah, hingga ke Pasuruan di Jawa Timur, menempuh jarak 276 kilometer hanya untuk mengembalikan dompet seorang warga Pasuruan yang terjatuh di jalan.

    Diky Putra Setiawan, seorang pengguna Instagram dengan akun @dickyedickoent membagikan kisah si kakek yang diketahui bernama Tan Ie Hok Fuk atau kerap dipanggil Afuk itu. Afuk menemukan dompet milik teman Diky, yakni Ahmad Milhanudin, yang terjatuh di daerah Solo.


    [​IMG]

    Mengenakan kaos, jaket, topi dan celana pendek serba hitam, Afuk berbekal sepeda onthel warna ungunya untuk berangkat ke Pasuruan.

    "Hari Senin itu saya pulang touring dari Wonosobo. Kita terakhir nge-rest di daerah Solo itu pukul 01.30 WIB, pas nyampek Ngawi di pom, teman saya (Ahmad Milhanudin) baru sadar kalau dompet sudah enggak ada," cerita Diky kepada wartabromo.

    Karena sudah terlalu jauh, Diky dan kawan-kawannya memutuskan melanjutkan perjalanan. Akan tetapi beberapa hari kemudian, salah satu teman Diky dari komunitas motor menanyakan apakah ada anggota komunitas di Pasuruan yang kehilangan dompet.

    “Otomatis saya langsung jawab 'iya', ngiranya ketinggalan di lokasi acara tersebut, ternyata Bapak Afuk yang nemuin lalu saya minta nomornya Bapak Afuk,” ujar Diky. Namun saat dihubungi, nomor handphone Kakek Afuk tidak aktif. Sampai pada sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (12/9/2019), Diky masih berusaha menghubungi kakek 50 tahun itu.

    “Ternyata Bapak Afuk sudah ada di daerah Mojosari naik sepeda ontelnya dari Solo. Kaget saya, saya langsung telepon temen saya (Ahmad Milhanudin) kalau dompetnya itu dianterin,” lanjutnya.

    Akhirnya keduanya bertemu di salah satu warung di Ngoro, Watu Kosek. Dompet milik Ahmad pun dikembalikan utuh, tanpa ada kurang sama sekali. Setelah berbincang singkat dengan mereka, Kakek Afuk kemudian pamit pulang. Ia menolak diminta beristirahat di Pasuruan dulu. Padahal, Diky dan kawannya sudah berencana akan mengantar Afuk kembali ke Solo.

    “Baru tadi pagi beliau sampai Solo ngabarin ke saya,” kata Diky. “Kalau maunya saya sama teman saya sih begitu (dikirim dompetnya--red) biar enak. Kalau saja pas saya dapat nomornya langsung aktif enggak mungkin Bapak Afuk saya bolehin ngantar,” tutupnya.


    Jual HP demi berangkat ke Pasuruan

    Rupanya ada alasan kenapa nomor Afuk tidak aktif saat hendak dihubungi oleh Diky dan temannya. Sebelum menjalani perjalanan panjang kurang lebih 276 kilometer itu, Afuk ternyata menjual handphone miliknya, untuk bekal perjalanan. Diketahui, handphone tersebut laku Rp650 ribu dan digunakan untuk memperbaiki sepeda sebelum berangkat serta membeli makanan.

    "Sebelum berangkat saya jual handphone seperti miliknya kamu, Mbak (smartphone Android), buat bekal perjalanan. Uangnya buat benerin sepeda," ungkap Afuk saat ditemui di rumahnya, Purwopuran, Minggu (15/9).


    [​IMG]
    Afuk saat ditemui Bengawan News di rumahnya. (Tara Wahyu)

    Setelah selesai menjualnya, Afuk sempat berbicara kepada temannya bahwa ia ingin mengembalikan dompet beserta isinya itu sesuai dengan alamat yang tertera pada STNK di dalamnya. Temannya bilang, jangan ke sana karena jauh, tetapi Afuk akhirnya nekat juga.

    Afuk mengaku telah juga beberapa kali mengunggah foto dompet temuannya itu, beserta isinya, ke media sosial, tetapi tak kunjung dapat respons. Dia juga sempat menghubungi polisi setempat, tetapi juga tidak ada respons.

    "Saya lacak dari alamat yang ditelusuri, saya lapor lewat Facebook enggak ada tanggapan, ke Polsek Ngoro (wilayah Mojokerto, Jawa Timur) enggak ada tanggapan, katanya lebih baik datang langsung. Akhirnya diputuskan untuk bersepeda ke sana," ujarnya.

    Beberapa kali Afuk, juga sempat dibuat bingung oleh warga yang ditanyainya saat tiba di Mojokerto. Untungnya, kata Afuk, ada kerabat dari orang yang kehilangan dompet yang meneleponnya. Singkat cerita, Afuk bisa bertemu dengan pemiliknya, meskipun harus menunggu selama 3 jam.

    "Awalnya saya hubungi 'Bangbeng', nama komunitasnya (si pemilik dompet) itu, tapi enggak ada respons. Setelah tiba di beberapa daerah baru bisa dihubungi, akhirnya yang nelepon saudara pemilik HP bilang janjian di Jambisari, Mojokerto," aku Afuk.


    Rantai sepeda putus tiga kali

    Pastinya tidak mudah menempuh perjalanan dari Solo ke Pasuruan hanya menaiki sepeda onthel. Tiga kali, rantai sepeda Afuk putus dalam perjalanan pulang ke Solo.

    "Saat perjalanan pulang, banyak truk dan bus yang kencang. sempat terserempet jatuh, rantai sepeda putus dua kali, itu masih di alas, perjalanan saat di sana agak cepat karena menghindari alas," ungkapnya saat ditemui Bengawan News, Minggu (15/9).


    [​IMG]
    Afuk dan sepeda onthel yang ia naiki ke Pasuruan untuk mengembalikan dompet. (Tara Wahyu)

    Setibanya di Sragen arah Palur, rantai sepedanya putus untuk kali ketiga. Awalnya, Afuk berinisiatif untuk menyambung sendiri rantai tersebut karena ingin cepat sampai rumah. Akan tetapi, karena tidak bisa dibetulkan, akhirnya ia membawa sepedanya ke bengkel.

    Afuk tiba di Solo pada Sabtu subuh hari (14/9), setelah melaju dari Pasuruan sejak Jumat siang (13/9), dengan kondisi tidak tidur. Bahkan dirinya sempat menolak diberikan uang dan bantuan untuk kembali ke Solo.

    "Saya nolong itu ikhlas enggak mau diberi apa-apa, tapi dari pihak sana kaget tahu saya dari Solo naik sepeda. Akhirnya kita makan dulu, baru saya lanjutkan perjalanan ke Solo," ungkapnya.

    Ya, dalam perjalanan Solo-Pasuruan itu, Afuk membawa bekal seadanya dan tidak bawa baju ganti. Saat perjalanan menuju Mojokerto, Afuk bercerita sering menyembunyikan identitas dirinya jika ditanya orang di jalan.

    "Di jalan sempat beli minum atau rokok, ada yang tanya kenapa mau ke sana dengan bawa sepeda. Saya cuma jawab mau ketemu teman, takutnya kalau bilang mau balikin STNK (beserta dompetnya) nanti diminta dan enggak kembali lagi," ujar Afuk.



    Sumber: Portal IDWS
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.