1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Jutaan Anak Remaja Yang Hilang

Discussion in 'Lifestyle' started by senesca, Jul 11, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. senesca Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 1, 2010
    Messages:
    25
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +7 / -0
    Anak - anak remaja di kota - kota Jepang berubah menjadi pertapa modern. Mereka tidak pernah meninggalkan kamar mereka. Tekanan dari sekolah dan ketidakmampuan untuk berbicara dengan keluarga mereka diduga sebagai penyebabnya. Phil Rees mengunjungi negara tersebut untuk melihat apa yang dimaksud dengan kondisi "hikikomori".

    Aku mengenal dia hanya sebagai seorang anak yang berada di dalam dapur.
    Ibunya, Yoshiko, tidak mau memberitahukan namanya, ia takut bahwa tetangga - tetangganya di pinggiran Tokyo ini mungkin menemukan rahasianya.
    Anaknya berusia 17 tahun.
    Tiga tahun lalu dia tidak bahagia di sekolah dan mulai membolos.
    Kemudian pada suatu hari, ia berjalan ke dapur keluarga, menutup pintu dan menolak untuk keluar dari situ.

    Sejak itu, ia tidak pernah meninggalkan ruangan tersebut dan tidak pernah mengijinkan siapapun masuk.
    Semenjak kejadian itu, keluarganya pun membangun sebuah dapur baru, setelah sebelumnya mereka harus memasak di kompor darurat atau makan makanan jadi.
    Ibunya membawakan makanan ke pintu tiga kali sehari.
    Toilet mereka berbatasan dengan dapur, tetapi ia hanya mandi sekali setiap enam bulan. Yoshiko menunjukkan foto anaknya sebelum ia mengasingkan diri, ia adalah seorang anak yang gemuk, remaja muda ceria, tanpa gejala penyakit mental.

    Kemudian ada teman sekelasnya yang mengejek dia dengan surat - surat tanpa nama berisi kebencian terhadap dia dan membuat coretan kasar tentang dia di halaman sekolah.
    Anak laki - laki ini lalu menderita gangguan sosial yang dikenal di Jepang sebagai hikikomori, yang berarti menarik diri dari masyarakat.
    Seorang psikolog menggambarkan kondisi ini sebagai "epidemi", yang kini telah diderita oleh lebih dari satu juta penderita berusia remaja.
    Pemicu biasanya adalah kejadian - kejadian yang terjadi di sekolah, seperti karena disiksa secara terus menerus, gagal lulus ujian atau putus cinta.

    Dr Henry Grubb, seorang psikolog dari Universitas Maryland di Amerika Serikat, sedang mempersiapkan studi akademis pertama yang diterbitkan di luar Jepang.
    Dia mengatakan bahwa kaum muda di seluruh dunia menderita agoraphobia, tapi hikikomori adalah kondisi khusus yang tidak ada di tempat lain.
    "sangat sulit untuk menangani hal semacam ini" katanya, "tidak ada yang seperti ini di barat."
    Dr Grubb juga terkejut dengan pendekatan pasif yang dilakukan oleh orang tua dan konselor di Jepang dalam menghadapi hal ini.
    "Jika anak saya berada di dalam pintu itu dan aku tidak melihatnya, aku akan mengetuk pintu itu dan melangkah masuk. Tapi di Jepang, semua orang mengatakan berilah mereka waktu, ini adalah fase dimana mereka dapat tumbuh"
    Kebanyakan menganggap masalah hikikomori terletak di dalam keluarga, dan bukan penyakit psikologis

    Psikiater hikikomori terkemuka Jepang, Dr Tamaki Saito, percaya bahwa penyebab masalah ini terletak dalam sejarah Jepang dan masyarakat.
    Puisi tradisional dan musik sering merayakan mulia nya kesendirian.
    Sampai pertengahan abad kesembilan belas, Jepang telah memisahkan diri dari dunia luar selama 200 tahun.
    Baru-baru ini, Dr Saito menunjuk ke hubungan antara ibu dan anak-anak mereka.
    Kebanyakan penderita hikikomori adalah laki-laki, sering kali putra sulung.
    Dr Saito sangat kritis terhadap hubungan ibu dan anak
    "Di Jepang, ibu dan anak seringkali memiliki hubungan, simbiosis co-dependent.
    Ibu akan merawat anak mereka sampai mereka menjadi 30 atau 40 tahun. "

    [​IMG]

    Saat ini semakin banyak klinik yang dibuka, menawarkan tempat rehabilitasi untuk memulihkan penderita.
    Penderita lain, Tadashi, menghabiskan empat tahun tanpa meninggalkan rumahnya.
    Dua tahun lalu, ia meminta bantuan dan sekarang memiliki pekerjaan paruh waktu di tempat pembuatan donat.
    Tadashi perlahan-lahan kembali memasuki masyarakat.
    Dia masih takut bertemu orang asing dan ketakutan bahwa tetangga akan mengetahui bahwa ia pernah menderita gangguan ini.
    Tapi apa yang paling mengganggunya adalah kenapa ia tidak dapat memahami mengapa ia kehilangan empat tahun hidupnya.
    "Aku ingin tahu alasannya," katanya. "Anda bisa mengatakan itu terkait dengan tradisi Jepang.
    "Aku sendiri tidak tahu. Aku rasa orang masih berusaha mencari tahu apa sebenernya yang dimaksud dengan hikikomori."

    sumber: http://news.bbc.co.uk/2/hi/programmes/correspondent/2334893.stm
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. lehudea M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 11, 2010
    Messages:
    806
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +356 / -0
    aku juga kayak gitu bro
    tapi gara2 lagi SP sendirian
    gak da temen
    jadi di kamar terus...
    jepang mang gawat remaja2nya...
     
  4. anarchyz M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 28, 2010
    Messages:
    2,759
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5,899 / -0
    turut prihatin juga
    tapi itu sebenarnya wajar juga sih
    apalagi di jepang
    kan pride nya itu lho yang bikin ga nahan
     
  5. satsuki Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 2, 2009
    Messages:
    93
    Trophy Points:
    156
    Ratings:
    +5,134 / -0
    bullying efeknya bisa sampe segitu. budaya punya andil besar yah. kalo di indo ada ga yah?
     
  6. shinminho Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    5,166
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,813 / -0
    mentalnya hancur gara2 bullying di skul tuh ,emang ank2 nakal di jepang rada2 ngeselin :awas:
     
  7. Alexander_86 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 9, 2010
    Messages:
    311
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +1 / -0
    wew..
    parah..
    smoga aja g ada yg ky gtu d Indonesia...
     
  8. Will M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 14, 2010
    Messages:
    1,934
    Trophy Points:
    162
    Ratings:
    +3,280 / -0
    menurut kalau di indo ga akan sampe segitunya bro, soalnya di indo rasa kepedulian kepada sesama masih bisa dibilang besar (walaupun ga semua sih).

    ini salah satu kelebihan negara yang penduduknya multi etnis :top:
     
  9. reazon M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 20, 2009
    Messages:
    1,563
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +20,031 / -0
    yup,, gw setuju....
    tapi kita juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan,,
    mw d jepang ato Indonesia,, sama aja....
    yg penting bisa beradabtasi dengan baik,, itulah kuncinya.....:hehe:
    :piss:
     
  10. deckyananda Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 26, 2009
    Messages:
    208
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +20 / -0
    ga bagus juga buat perkembangan mereka , apalagi di usia segitu adalah masa pencarian jati diri dan bisa dibilang sebagai dasar pembentukan karakter utama kepribadian
     
  11. reyhans_13 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 23, 2009
    Messages:
    645
    Trophy Points:
    72
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +62 / -0
    ini bacaan bagus niiiih bwt org yg dah nyakitin perasaan org laeeenn... makanya klo di berkahi jgn ngejek org yg kurang di berkahi.....
    :piss: gan
    g bermaksud sesuatu :maaf: klo curhat hehehehe
     
  12. asnaeb M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 4, 2009
    Messages:
    206
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +2 / -0
    Setau gua di jepang emang banyak yang aneh2....

    dan kita nga tau separah apa tuh anak2 sekolah disana kl ganguin murid2 laennya
     
  13. danz_rule M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 29, 2009
    Messages:
    283
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +182 / -1
    ngeri juga pas baca ya ...seakan akan dia dipinggirkan dari masyarakat dan sekolah bahkan mengasingkan diri dari keluarganya ...
    depresi karena dihina dan diejek terus menerus memang membawa dampak buruk terhdap anak , semoga kejadian kyk gn ga kejadian di indonesia
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.