1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Ungkapin kenangan film Asia paling berkesan buatmu. Berhadiah GK, Pulsa, dan Line Gift Sticker loh! .Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Jati Diri Guru Saat Ini

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Nawainruk, Dec 20, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Nawainruk M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 3, 2007
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +98,362 / -0
    Saat ini kesulitan pilihan hidup menjadi pendidik lebih berat dari masa sebelumnya. Di luar tantangan masalah ekonomi dan gaya hidup materialistis, hanya seorang guru yang mempertahankan idealisme memfasilitasi anak didiknya menumbuhkembangkan jati diri yang berkarakter yang bisa mempertahankan kehormatan sebagai pendidik. Artinya idealnya seorang guru harus memberikan dirinya secara total bagi dunia pendidikan, sebuah keadaan yang berat di tengah semua persoalan hidup yang harus dihadapi seorang guru. Maka perlu ada strategi untuk menyiasati beban-beban struktural-administratif kependidikan agar tidak menjerat guru ke dalam perangkap yang melelahkan sehingga mereka melepaskan idealisme dan semangat yang dibutuhkan. Strategi ini antara lain adalah menciptakan kondisi yang memacu untuk terus-menerus belajar.

    Guru yang berkualitas selalu mengembangkan profesionalismenya secara penuh. Dia tak akan merengek-rengek meminta diangkat sebagai pegawai negeri atau guru tetap sebab pekerjaannya telah membuktikan, kinerjanya layak dihargai. Mungkin ini salah satu alternatif yang bisa dilakukan guru untuk mengembangkan dan mempertahankan idealismenya pada masa sulit. Namun, idealisme ini akan kian tumbuh jika ada kebijakan politik pendidikan yang mengayomi, melindungi, dan menghargai profesi guru. Pemerintah sudah seharusnya menggagas peraturan perundang-undangan yang melindungi profesi guru, tidak peduli apakah itu guru negeri atau swasta, dengan memberi jaminan minimal yang diperlukan agar kesejahteraan dan martabat guru terjaga.

    Visi guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter. Menjadi pelaku perubahan, perubahan itu harus tampil pertama-tama dalam diri guru. Hal inilah yang menjadi pemikiran dan strategi utama bagi para guru agar mampu menjadi pelaku perubahan dan pendidik karakter yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita dewasa ini.

    Di zaman persaingan ketat seperti sekarang, kinerja menjadi satu-satunya cara untuk mengukur mutu seorang guru. Karena itu, status pegawai negeri, swasta, tetap, atau honorer tidak terlalu relevan dikaitkan gagasan tentang profesionalisme kinerja seorang guru. Di banyak tempat lembaga swasta yang besar dan maju, status pegawai tetap malah membuat lembaga pendidikan swasta tidak mampu mengembangkan gurunya secara profesional sebab mereka telah merasa mapan. Demikian juga yang menjadi pegawai negeri, banyak yang telah merasa nyaman sehingga lalai mengembangkan dirinya. Oleh karena itu guru harus kembali pada jati dirinya yaitu memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu ramah, terbuka, akrab, mau mengerti, dan mau belajar terus-menerus agar semakin menunjukkan jati diri keguruannya.

    Situasi ini tidak dapat diatasi dengan mengangkat seluruh guru honorer menjadi pegawai negeri, seperti tuntutan beberapa kelompok guru honorer maupun mengangkat guru tidak tetap menjadi guru tetap yayasan.

    Masalah ini hanya bisa diatasi jika pemerintah dan masyarakat memberi prioritas untuk menjaga, melindungi, dan menghormati profesi guru. Secara khusus, pemerintah harus memberi jaminan finansial secara minimal kepada tiap guru agar mereka dapat hidup layak dan bermartabat sebagai guru. Jaminan seperti ini hanya bisa muncul jika ada perlindungan hukum berupa peraturan perundang-undangan yang benar-benar memihak dan berpihak kepada guru.

    Sejauh ini, pemerintah hanya mampu menuntut guru untuk ikut sertifikasi, tetapi ia gagal memberi penghargaan dan perlindungan atas profesi guru (ada ketidakseimbangan kuota guru negeri dan swasta, sedangkan swasta dibatasi kesejahterannya dengan aturan alokasi jam mengajar dan status kepegawaian). Pemerintah memiliki tugas mulia dalam menyejahterakan nasib guru. Negara mampu melakukan itu jika ada keinginan politik yang kuat. Ongkos sosial dan politik pada masa depan akan lebih ringan jika pemerintah mampu memberi perlindungan dan kemartabatan profesi guru, terutama memberi jaminan ekonomi minimal agar para guru dapat hidup bermartabat, sehingga mereka dapat memberi pelayanan bermutu bagi masyarakat dan negara.

    Sekarang kembali kepada guru itu sendiri bagaimana cara menyikapi diri sebagai pendidik yang profesional, untuk itu guru wajib terus mengembangkan diri di era globalisasi ini, kalau tidak terus mengembangkan diri, guru bisa tertinggal dari siswanya, meskipun belum terima sertifikat profesional apalagi sudah terima sertifikat profesional dan TPP sudah diterima. Tidak ada alasan untuk tidak sempat tapi harus melakukan sesuatu yang sudah menjadi tuntutan bahwa pengetahuan guru harus selalu terasah dan up to date.

    Mudah-mudahan pemerintah terus meningkatkan perhatian dan pemikirannya kepada profesi guru dari tahun ke tahun agar guru-guru di negri tercinta ini kembali pada jati dirinya, tidak saja kemudahan dalam mengikuti sertifikasi namun mungkin ada hal-hal lain misalnya menambah kuota bagi guru-guru swasta atau yang lainnya yang dapat membuat guru-guru kembali bersemangat dalam bekerja dan berkreatifitas untuk menambah pengetahuan dalam pembelajarannya.
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,093
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,257 / -0
    bener banget yg tebal itu :top:
    guru itu profesi dengan tanggung jawab moral. bisa dibayangkan betapa tercemarnya citra guru jika rengekan itu sampe terdengar oleh murid/masyarakat awam.

    yup :top:
    gw pernah tuh, ketemu guru yg maunya benar sendiri.
    kita sebagai murid maksudnya ngasih tau kesalahan dia di mana, eh, malah nilai kita yg kena pangkas.
    kejadiannya sich sudah 10 tahun yg lalu.
    gw yakin guru yang seperti dia tidak hanya dia, pasti ada di mana2, hanya jumlahnya yang tidak tau banyak atau tidak.
    bayangin kalo guru terus2an dibiarkan merasa dirinya benar, nggak mau dikritik, murid pun lama2 akan meniru. ingat kembali bahwa guru adalah pendidik karakter. guru punya tanggung jawab sikap, etika, dan moral terhadap murid. kalo gurunya saja seperti itu, mau seperti apa murid didikannya?

    NB:
    maaf buat semua, ini cm komentar berdasarkan pengalaman pribadi.
    gw sendiri bukan guru dan tidak pernah jadi guru; gw tau gw sendiri tidak layak karena gw tidak bisa menjadi seorang pendidik karakter.
     
  4. Wyfrost M V U

    Offline

    Joined:
    Oct 27, 2009
    Messages:
    0
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +106 / -0
    Memang harus dimulai dari guru tersebut, namun ada juga yang muidnya memang dari dasarnya mentalnya sudah bobrok.... Lalu kalau murid tersebut gagal, yang disalahkan adalah gurunya... Kasihan para guru....
     
  5. mqiiu Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 11, 2009
    Messages:
    130
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +13 / -0
    skrank gaji guru minimal 5 jta..............
    kita dahh niru negara jep*ng
    mngutamakan guru
    h0h0h0,,
     
  6. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,093
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,257 / -0
    padahal tidak selalu begitu.
    karakter seseorang (termasuk murid) ditentukan dari dirinya + lingkungan sosial (teman2 gaul) + guru + ortu.
    guru hanyalah salah satu faktor, namun mengingat sekarang ini jam sekolah cukup panjang dibanding jaman dulu (CMIIW), faktor guru sama pentingnya dengan orangtua dalam memberi pengaruh positif buat murid, agar nggak mudah terpengaruh lingkungan sosial yang bisa saja kurang baik.
     
  7. dejivrur M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,109 / -2
    jadi guru profesi mulia
    bikin orang jadi pintar, dari sekian banyak guru yg gw temuin, cuma satu yg paling berkesan

    guru fisika gw dulu di SMU, gw suka disalah salahin tuh sama dia, tapi gw ngerti maksudnya dia, supaya mendidik muridnya jadi gak cepat patah arang dan gak gampang nyerah, meski dengan keadaan saat itu... terima kasih pak, sampai saat ini saya masih ingat momen saya disalah salahin

    dan gel di rambut bapak di pagi hari, rambut sama gel, banyakan gel nya...
    :hahai: :hahai: :hahai:
     
  8. Wyfrost M V U

    Offline

    Joined:
    Oct 27, 2009
    Messages:
    0
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +106 / -0
    Yah, iya juga sih.... namun, ada juga yang biarpun sudah dididik oleh
    orangtua + guru, namun tetap saja dia lebih memilih belajar dari lingkungannya daripada dari orangtua+guru.... (contohnya saudara saya... karena lingkungannya, dia menjadi orang yang buruk, padahal waktu SD, dia baik namun sekarang.....:kecewa:)
     
  9. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,093
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,257 / -0
    wah sayang... kalo begitu memang guru tak bisa disalahkan...
    penasaran juga ya, ada tuh orang yg lebih suka belajar dari lingkungan.
    apa karena penyampaian ortu yang salah, sehingga seseorang jadi kurang tertarik belajar tentang kehidupan dari orangtua sendiri?
    kalo soal ini gw kurang paham...
    namun bener2 disayangkan... :nangis:
     
  10. Nebunedzar M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    947
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +6,283 / -0
    Guru-guru yang terus berjuang dengan prinsip yang mereka pegang memang pahlawan tanpa tanda jasa..

    Mereka sangat berjasa karena tak akan meminta imbalan untuk dijadikan menjadi pegawai negeri atau menjadi guru tetap..

    Itulah guru2 yang berkualitas.. :terharu:
     
  11. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,093
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,257 / -0
    betul tul tul... :top:
    nambahin lagi ciri guru yang pahlawan sejati: tidak suka pamer....
    apapun.
    mulai dari kepintaran: dia sportif kalo ada ilmu baru/masukan dari anak2 muridnya atau guru lain.
    gaya hidup: nggak berlomba2 ngumpulin harta benda demi pamer atau ingin tampak sederajat dengan guru lain.
    sampe ke filosofi: dia selalu ngajarin anak muridnya prinsip dan cara memandang hidup dengan bijaksana.
    selama gw sekolah 12 tahun dan kul sekian tahun (ah jangan dibocorin berapa tahun, malu gw); tidak banyak pendidik (baca: guru/dosen) yang punya kualitas pahlawan seperti itu :terharu:
     
  12. Wyfrost M V U

    Offline

    Joined:
    Oct 27, 2009
    Messages:
    0
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +106 / -0
    Coba kalo semua guru kayak gitu.... pasti murid - muridnya akan lebih bermoral dari sekarang.
     
  13. Arthuria M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 5, 2009
    Messages:
    1,234
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +259 / -0
    mengajar manusia itu sulit, jauh lebih sulit dari pada membuat sebuah program paling canggih sekalipun. Terlalu banyak faktor yang tidak bisa diukur dalam diri manusia. Dan guru harus bisa pandai2 dalam memahami faktor2 tersebut,
    memang profesi guru adalah profesi yg mulia, sangat miris rasanya saat gue ngeliat para guru bantu demo menuntut diangkat jadi PN, tapi yaa saat idealisme berbentur dengan faktor ekonomi mo gimana lagi.
     
  14. allenwalkerint M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 5, 2009
    Messages:
    1,254
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +3,237 / -1
    yang bener???
    guru apa dulu?
    PTN/PTS?
     
  15. deJeer Administrator
    Head Admin

    Offline

    Watching You

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    16,423
    Trophy Points:
    292
    Ratings:
    +30,994 / -2
    padahal jadi guru itu enak.,....
    masi minta gaji naik terus...
    :swt:
     
  16. Wyfrost M V U

    Offline

    Joined:
    Oct 27, 2009
    Messages:
    0
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +106 / -0
    mungkin karena :
    1. Karena dia anak luar nikah maka dia dititipkan ke Kakek dan Nenek saya.
    2. Terlalu dimanja oleh Kakek saya (kebutuhannya selalu dipenuhi)
    3. Terlalu diberi kebebasan oleh Kakek saya
    (no2 dan 3 mungkin karena melihat nasibnya)
    4. Mungkin karena pada saat SMP-SMA, dikelilingi oleh siswa-siswa yang kaya.

    Yah... informasinya masih kurang jelas sih... Namun kalo sudah begini sudah bukan gurunya yang salah....
     
  17. phiLia761 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    1,125
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +29,814 / -0
    denger"
    masih ada guru yg pkrjaan tmbhnny jd pmulung lho buat cr nafkah tmbhn
    kykny se yg di daerah bnr" miskin gt
    :hiks:
     
  18. megapro04 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 6, 2009
    Messages:
    385
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +2,036 / -0
    Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa... dan berjasa telah membuat kita pintar... tetapi dewasa ini banyak guru yang tidak benar... seakan ilmu untuk dijual...
     
  19. Wyfrost M V U

    Offline

    Joined:
    Oct 27, 2009
    Messages:
    0
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +106 / -0
    Yah... apa mau dikata... skarang uang adalah segalanya, jadi mereka cuma beranggapan yang penting sudah diajarin, mau jadi apa murid tersebut bukan urusan mereka....
     
  20. thekotaksampah Members

    Offline

    Joined:
    Dec 21, 2009
    Messages:
    7
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Mungkin itu hanya beberapa kok.
    Masih banyak guru-guru yang mengajar dengan kasih sayang dan dengan penuh keihklasan..
    Masih banyak guru-guru dengan semangat juang tinggi mendidik untuk mengubah diri kita, jadi lebih baik.
    Yang menjadi permasalahan di Indonesia, Banyak orang-orang berhasil tidak menyadari keberhasilan mereka di pengaruhi oleh guru
    Banyak orang di negara kita merasa bisa, karena diri mereka sendiri.
    Mungkin seorang dokter bisa menyelamatkan manusia, Tapi yang menyelamatkan seorang dokter itu agar bisa menyelamatkan manusia itu adalah GURU..
    hehehheh (maaf kalo ngaco... )
     
  21. ixs110 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 1, 2009
    Messages:
    122
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +28 / -0
    Setuju kk..... namanya manusia yah relatif.... ada yang baik juga ada yang kurang baik.... semua di balikin lagi kepada kepribadian masing2
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.