1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Other Ini Loh Asal Mula Blangkon!

Discussion in 'History and Culture' started by finoeci, Mar 26, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. finoeci M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    2,362
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,549 / -0
    Blangkon pun punya cerita... Silahkan disimak Gan... :piss:

    Blangkon adalah tutup kepala yang digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa. Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik. Tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan asal mula pria jawa memakai ikat kepala atau penutup kepala ini.

    Pada masyarakat jawa jaman dahulu, memang ada satu cerita Legenda tentang Aji Soko. Dalam cerita ini, keberadaan iket kepala pun telah disebut, yaitu saat Aji Soko berhasil mengalahkan Dewata Cengkar, seorang raksasa penguasa tanah Jawa, hanya dengan menggelar sejenis sorban yang dapat menutup seluruh tanah Jawa. Padahal seperti kita ketahui , Aji Soko kemudian dikenal sebagai pencipta dan perumus permulaan tahun Jawa yang dimulai pada 1941 tahun yang lalu.

    Ada sejumlah teori yang menyatakan bahwa pemakaian blangkon merupakan pengaruh dari, budaya Hindu dan Islam yang diserap oleh orang Jawa. Menurut para ahli, orang Islam yang masuk ke Jawa terdiri dari dua etnis yaitu keturuan cina dari Daratan Tiongkok dan para pedagang Gujarat. Para pedagang Gujarat ini adalah orang keturunan Arab, mereka selalu mengenakan sorban, yaitu kain panjang dan lebar yang diikatkan di kepala mereka. Sorban inilah yang meng-inspirasi orang jawa untuk memakai iket kepala seperti halnya orang keturunan arab tersebut.

    Ada teori lain yang berasal dari para sesepuh yang mengatakan bahwa pada jaman dahulu, iket kepala tidaklah permanen seperti sorban yang senantiasa diikatkan pada kepala. Tetapi dengan adanya masa krisis ekonomi akibat perang, kain menjadi satu barang yang sulit didapat. Oleh sebab itu , para petinggi keraton meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang menggunakan separoh dari biasanya untuk efisiensi Maka terciptalah bentuk penutup kepala yang permanen dengan kain yang lebih hemat yang disebut blangkon.

    Pada jaman dahulu, blangkon memang hanya dapat dibuat oleh para seniman ahli dengan pakem (aturan) yang baku. Semakin memenuhi pakem yang ditetapkan, maka blangkon tersebut akan semakin tinggi nilainya. Seorang ahli kebudayaan bernama Becker pernah meneliti tata cara pembuatan Blangkon ini, ternyata pembuatan blangkon memerlukan satu keahlian yang disebut “virtuso skill”. Menurut nya : “That an object is useful, that it required virtuso skill to make –neither of these precludes it from also thought beatiful. Some craft generete from within their own tradition a feeling for beauty and with it appropriete aesthetic standards and common of taste”.

    Penilaian mengenai keindahan blangkon, selain dari pemenuhan terhadap pakem juga tergantung sejauh mana seseorang mengerti akan standard cita rasa serta ketentuan- ketentuan yang sudah menjadi standar sosial. Pakem yang berlaku untuk blangkon, ternyata bukan hanya harus dipatuhi oleh pembuatnya, tetapi juga oleh para penggunanya. Seperti yang diungkapkan oleh Becker sebagai berikut: “By accepting beauty as a criterion, participants in craft activities on a concern characteristic of the folk definition of art. That definition includes an emphasis on beauty as typified in the tradition of some particular art, on the traditions and conserns of the art world itself as the source of value, on expression of someone’s thoughts and feelings, and on the relative freedom of artist from outside interference with the work”.

    Blangkon pada prinsipnya terbuat dari kain iket atau udeng berbentuk persegi empat bujur sangkar. Ukurannya kira-kira selebar 105 cm x 105 cm. Yang dipergunakan sebenarnya hanya separoh kain tersebut. Ukuran blangkon diambil dari jarak antara garis lintang dari telinga kanan dan kiri melalui dahi dan melaui atas. Pada umumnya bernomor 48 paling kecil dan 59 paling besar. Blangkon terdiri dari beberapa tipe yaitu : Menggunakan mondholan, yaitu tonjolan pada bagian belakang blangkon yang berbentuk seperti Onde-onde. Blangkon ini disebut sebagai blangkon gaya Yogyakarta. Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.
    Model trepes, yang disebut dengan gaya Surakarta. Gaya ini merupakan modifikasi dari gaya Yogyakarta yang muncul karena kebanyakan pria sekarang berambut pendek. Model trepes ini dibuat dengan cara menjahit langsung mondholan pada bagian belakang blangkon. Selain dari suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), ada beberapa suku laindi Indonesia yang memakai iket kepala yang mirip dengan blangkon jawa yaitu : suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain. Hanya saja dengan pakem dan bentuk ikat yang berbeda-beda.

    Sumber:
    http://www.roabaca.com/serba-serbi/ini-loh-asal-mula-blangkon.html

    Smoga Bermanfaat.... :piss::piss:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. serevant Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 16, 2009
    Messages:
    60
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    Gak nyangka blangkon pun ada sejarahnya... hmm mungkin layak dipatenkan sebagai produk asli indonesia
     
  4. playmate M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 8, 2009
    Messages:
    501
    Trophy Points:
    57
    Ratings:
    +132 / -0
    mo tanya gan, iket kepala kok disebut blangkon asal usulnya apa? terus blangkon sendiri itu artinya apa? dari mana asal kata blangkon? :???:
    :maaf: kalau banyak tanya, cuman pengen tahu banyak soal kebudayaan jawa :piss:
     
  5. ayamkampung Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 27, 2010
    Messages:
    23
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +22 / -0
    sayangnya walau blangkon merupakan kebudayaan daerah yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional indonesia (walau "meniru" model pedagang gujarat). tetapi sangat jarang blangkon dipergunakan lagi, khususnya dikalangan muda-mudi. :hihi: kecuali di restoran khas jawa.
     
  6. mulia24 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    yah namanya juga perkembangan jaman brother. banyak yang disesuaikan dengan kepentingan di era sekarang. tapi untungnya blangkon masih eksis bersama dengan batik dalam menghadapi perkembangan zaman. bahkan untuk batik sudah dapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya indonesia.

    baru tahu bahwa blangkon pembuatannya membutuhkan skill. :keringat: walaupun skill yang dibutuhkan lebih kepada sense.
     
  7. xyrsh M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 29, 2010
    Messages:
    590
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +1,254 / -0
    ooohhh.. nice info.
    banyak ya benda2 yang punya sejarah kebudayaan kita ini yang pembuatannya kudu turun temurun, dari guru ke murid.. Nilainya jadi lebih karena usahanya juga lebih..
    dan yang pasti, ga ada yang 100% identik. Keren ga tuh?
    Tapi sayang memang, bangsa kita sendiri agak susah kalo masalah melestarikan budaya...
     
  8. finoeci M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    2,362
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,549 / -0
    Hehehe,ga tau ane Gan :malu: Ane cuma tau sebates artikel yg ane share aja :hehe:
    Mungkin bisa tanya ma Mbah Google x ya :???:
     
  9. lunalice Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 4, 2010
    Messages:
    52
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    makasih infonya bro.. ane orang jawa, tp selama ini ga pernah tahu sejarah blangkon..
    apalagi bedanya knp blangkon jogja ada mondolannya beda ama blangkon solo yg trepes.. :D
     
  10. toim_ M V U

    Offline

    x x x

    Joined:
    Jan 6, 2010
    Messages:
    4,192
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +67,835 / -0
    Ngga mungkin lah dipatenin ma malingsia, mereka kan orang melayu bukan wong jowo
    klo ampe kejadian wah :bogem: ...
    Jadi kangen maen di warnet Blankon.net, jogja miss u :sedih:
     
  11. akanetachibana M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 29, 2010
    Messages:
    514
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +57 / -0
    Banyak orang yang jualan blankon, tapi gak banyak orang yang tau sejarahnya ...:niceinfo:
     
  12. 9a0809 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 29, 2009
    Messages:
    710
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +578 / -0
    kebudayaan indonesia emang kaya
     
  13. quro_one M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 13, 2011
    Messages:
    577
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +124 / -0
    ruwet juga ternyata, taunya tinggal pakai aja sih.. :panda:
     
  14. shadowpit M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 28, 2010
    Messages:
    561
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +57 / -0
    Dengan kata ;lain blankon terinspirasi dari surban... nice info bos :peace:
     
  15. akuntidak Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 30, 2010
    Messages:
    52
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    artikelnya lumayan :hmm:
     
  16. aqua00 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 17, 2010
    Messages:
    765
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +1,071 / -0
    vote blangkon for indonesia aseli product!!!
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.