1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Forces Ini dia Gan, ilmuwan Indonesia yang mungkin bikin dunia barat kalang kabut!

Discussion in 'Military Interest' started by agd3sign, Nov 25, 2016.

  1. agd3sign Members

    Offline

    Joined:
    Jul 12, 2014
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +0 / -0
    [​IMG]

    Ini tentang temuan teknologi kemiliteran gan… suatu teknologi yang oleh banyak orang dikatakan “sakral”, apapun teknologi yang dikembangkannya.. Kenapa sakral? Karena hampir di semua negara teknologi kemiliteran itu bersifat rahasia, terbatas dan hanya kalangan tertentu saja yang boleh mengetahuinya. Bocor sedikit saja rahasia teknologi kemiliteran ke tangan musuh maka Negara adalah taruhannya!

    Pasti Agan tau yang namanya tank amphibi bukan, yang begini kira2 bentuknya :

    [​IMG]

    atau tank perang seperti ini :

    [​IMG]

    Nah, Itu merupakan contoh alat yang cukup efektif dipakai sebagai kendaraan sekaligus senjata dalam medan perang.. permasalahannya adalah meskipun alat perang tersebut efektif akan tetapi memiliki keterbatasan terutama dalam hal manuver, mengingat alat2 tersebut kebanyakan mempunyai bobot yang berat.

    Adalah Agus Pramono, seorang peneliti Indonesia yang telah lama bergelut dalam riset pembuatan material logam yang ringan tapi kuat. Nah, material logam yang ringan seringan alumunium namun kuat sekuat baja dan liat layaknya tanah liat dewasa ini sedang diburu oleh perusahaan pengembang senjata. Setelah melakukan serangkaian eksperimen yang cukup mendalam akhirnya beliau menemukan sebuah metode yang dinamakan Repetitive Press Roll Forming disingkat RPRF.

    [​IMG]

    Apa yang menjadi istimewa dari teknologi RPRF ini? Eksperimen RPRF ini pada intinya mampu menghasilkan logam dan komposit yang memiliki tingkat kekuatan serta kelenturan yang tinggi gan..

    Bayangkan saja gan..! kalo misalnya sebuah tank dirakit dengan material logam tersebut, maka akan menghasilkan sebuah tank yang tidak hanya efektif dalam medan perang akan tetapi juga mumpuni dalam bermanuver serta kuat dan liat dalam bertahan seperti layaknya tank pada umumnya bahkan lebih kuat.. dalam bayangan saya, bagaimana seandainya bahan tersebut dipakai untuk membuat “Baju” nya Iron-Man ya?

    Dan inilah yang mungkin menjadi kekhawatiran dunia barat gan… kenapa? Agus Pramono ini mengembangkan risetnya di Negara Estonia gan… perlu kita ketahui Estonia adalah Negara pecahan Uni Soviet yang sekarang menjadi Negara Rusia, dan tidak perlu disangkal pula bahwa Rusia ini adalah Negara rival terberat dari barat dalam pengembangan teknologi kemiliteran.

    Artikel terkait dari tulisan ini disini
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. gravh10z M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jun 28, 2009
    Messages:
    5,890
    Trophy Points:
    232
    Ratings:
    +5,378 / -521
    kenapa harus estonia, knp bukan di indonesia

    karena yaa gitu deeh.. pejabat indonesia gitu loooo, lebih suka make asing ama aseng
    anak bangsa sendiri di telantarin dengan alasan ga ada bla bla bla ... :lalala:
     
  4. mesinsex Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 8, 2013
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +1 / -1
    estonia kan lebih deket sama negara2 NATO
     
  5. baok_fulfil Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 13, 2009
    Messages:
    29
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    Wuih mantab salah satu putra bangsa terbaik ini bisa bikin logam untuk Tank secanggih itu,
    namun sayang bekerjanya untuk negara Estonia bukan negara kita tercinta Indonesia :(
     
  6. cybercantshot Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    51
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +11 / -0
    Jadi udah hijrah ke negeri seberang? Indonesia cuma numpang nama doang dong, sayang seribu sayang :ogmatabelo:
     
  7. rango Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 24, 2011
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +2 / -0
    Hahaha :XD:, biasa gan kita kayaknya memang kurang menghargai ilmuan-ilmuan asli indonesia.

    :fufufu: Pejabat kita gan dalam contoh nyata memang mempersulit karya, inovasi dari temuan ilmuan anak bangsa. Contoh kasus mobil listrik riki elson yang digagalkan karena masalah gas emisi. "korelasi emisi gas emisi dan mobil listrik"? :iii:

    :fufufu: kita biaasanya cuma dapat cipratan nama daerah asalnya doang gan.
     
  8. h47r14n Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 6, 2011
    Messages:
    79
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +7 / -0
    Mudah-mudahan Mas Agus Pramono dan pihak Estonia mau berbagi teknologi dan menjalin kerjasama yang nantinya dapat menguntungkan kedua belah pihak
     
  9. mini_teh Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 3, 2009
    Messages:
    97
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +819 / -0
    indonesia banyak melahirkan orang2 pintar ya
    semoga ke depannya, bisa banyak menyediakan lingkungan yang kondusif untuk orang2 pintar ini
     
  10. andarezta Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 29, 2009
    Messages:
    14
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +865 / -0
    mau riset di indonesia broo,mimpi kali,pengadaan alatnya mungkindah dikorup ujung2nya cuma dapat las doank
     
  11. astadarryl M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 21, 2012
    Messages:
    1,386
    Trophy Points:
    101
    Ratings:
    +154 / -2
    Indonesia kan negara kepulauan. Ngapain bikin tank. Goblok ya?
     
  12. ichdeine Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 16, 2010
    Messages:
    45
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    INDONESIA....sayang terlalu banyak menelantarkan anak bangsa yang berpotensi gini
     
    • Like Like x 1
  13. Ichain2 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 15, 2019
    Messages:
    37
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    Saya termasuk orang yg bener2 yakin kalau harus ada keseimbangan atau pembatasan peperangan. Kita udah liat kan kalo kemanusiaan selalu menderita kalo ada kemajuan dalam hal peperangan. Dunia ngga sanggup hadapi perang lagi karena itu bisa bikin kekacauan dan kehancuran.
     
  14. chaldish Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 30, 2010
    Messages:
    44
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +28 / -0
    kenapa estonia,gak di pindad aja
     
  15. macipers Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 26, 2012
    Messages:
    15
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Sayang tidak di kembangin di dalam negeri,
     
  16. bonz_zzz Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -3
    hrusnya di kembangkan dalam negeri saja
     
  17. rakun M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 3, 2009
    Messages:
    3,112
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +889 / -0
    mau ikut menambahkan


    Perkembangan teknologi di berbagai bidang memunculkan banyak peluang untuk terciptanya inovasi dan peningkatan kualitas perangkat militer. Sebuah sistem pengembangan teknologi dalam bisang militer yang disebut sebagai Advanced Manufacture Forming Technology (AMFT) telah dikembangkan sejak jaman revolusi industri yang bermula di Inggris sekitar 1750.

    Perkembangan teknologi ini mulai berubah sejak diciptakannya teknologi tekanan tinggi oleh ilmuwan Rusia, Vladimir Segal, pada 1980an yang dikenal sebagai Equal Channel Angular Extrusion (ECAE). Kemudian, pada era 90an, seorang ilmuwan Rusia lainnya, Ruslan Z. Valiev menyempurnakan teknologi ini yang disebut Equal Channel Angular Pressing (ECAP) dan kemudian menerapkannya dalam proses industrialisasi hingga menjadi produk perangkat militer, dari senjata hingga kendaraan militer.

    Teknologi ini bisa disebut sebagai sebuah revolusi teknologi yang telah menyempurnakan teknologi konvensional, seperti proses tempa, rolling, ekstrusi dan drawing. Sedangkan untuk melengkapi aplikasi pada senjata dan mesiu, telah dikembangkan teknologi Self-propagating High-temperature Synthesis (SHS) yang diinisiasi oleh ilmuwan Alexander Merzhanov.

    Di Eropa, Metallicum mengembangkan kekhususan di dalam teknologi nano untuk memproduksi perangkat pertahanan. Saat ini terdapat lebih dari 100 pasar khusus untuk logam nano dalam bidang penerbangan dan antariksa, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia, serta material perangkat elektronik.

    Menjelang awal abad ke 21 ilmuwan Jepang, Nobuhiro Tsuji mengembangkan metode yang serupa dengan AMFT, yaitu Accumulative Roll Bonding (ARB) yang lebih efisien karena tidak membutuhkan perangkat dan cetakan yang mahal. Metode ini lebih dikhususkan untuk pembuatan omponen badan tank, pesawat tempur atau kendaraan lapis baja berkekuatan tinggi lainnya

    Tsuji menggunakan bahan aluminium dan baja. Namun, utnuk menghasilkan kekuatan tinggi, harus dilakukan proses yang berulang hingga puluhan kali. Bahkan belasan kali untuk bahan baja.

    Kelemahan ini kemudian diperbaiki oleh ilmuwan Indonesia, Agus Pramono, kandidat Doktor bidang teknik mesin di Tallin Institute of Technology, Estonia, pada 2015. Dengan metode Repetitive Press-Roll Forming (RPRF), staf pengajar di Fakultas Teknik Universitas Tirtayasa ini, prosesnya tidak perlu pengulangan hingga berkali-kali.


    sumber:
    https://pii.or.id/rancangan-teknologi-perangkat-militer
     
  18. firebullet Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 28, 2011
    Messages:
    82
    Trophy Points:
    21
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +21 / -0
    mungkin tolong dibaca baik baik artikelnya sampe habis dulu gan baru komen...
    beliau itu mencoba menuntut ilmu.. mengejar gelar doktor-nya disana dan di lab tempat dia menuntut ilmu itulah dia menemukan hal ini
    jadi beliau bukan bekerja untuk negara lain tp hanya kebetulan risetnya disana.
    beliau akan kembali ke Indonesia apabila selesai menuntut ilmu disana
    beliau loh dosen Untirta
     
  19. banaken Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 29, 2009
    Messages:
    78
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    salut sama pak agus pramono ,, amaze ketika tau beliau R&D di estonia ,,, jika maetrial penemuan ini jadi mass product utk militer kemungkinan bukan cuma indo yg monopoli,, tp ah sudahlah krn blom tau ada goodwill dari pemerintah & political will dari parlemen,, nuggu aja lah,, sambil berharap material ini teraplikasi pada medium tank & apc 8x8 nya pindad dulu ,, krn proyeksi nya kl bisa lagsug bsinis bukan hnya utk dalam negri tp juga pasar asiapasifik timur tengah & afrika aja dulu
     
  20. crumclimax2 MODERATOR

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Dec 24, 2008
    Messages:
    4,821
    Trophy Points:
    236
    Ratings:
    +61,971 / -0
    Kecuali nanti ada yang nemuin cara korupsi tak terdeteksi atau yang semacam2 itu, pasti dihargai banget sama petinggi2 kita :oggaring:
     
  21. romisuganda Members

    Offline

    Joined:
    Sep 30, 2019
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    Secara kualitas otak Indonesia mungkin bisa bersaing, namun terkadang pemanfaatan oleh negeri sendiri yang masih kurang maksimal
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.