1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Lounge IDWS Health Center 25th : Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

Discussion in 'Intensive Health Unit' started by axelemine, Dec 7, 2014.

Thread Status:
Not open for further replies.
Added to Calendar: 13-05-15
  1. axelemine MODERATOR

    Offline

    Senpai

    Joined:
    May 5, 2011
    Messages:
    6,172
    Trophy Points:
    247
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +41,619 / -0


    [TH="background-color: #1E90FF, colspan: 2, align: center"]
    Welcome To IDWS Keep Up Your Health Lounge
    [/TH]


    [​IMG]


    [TH="background-color: #1E90FF, align: center"]RULES[/TH]
    [TH="background-color: #1E90FF, align: center"]Link Penting[/TH]




    [TH="background-color: #1E90FF, colspan: 2, align: center"]Daftar Klinik Sebelumnya[/TH]



    1. Mengacu pada IDWS Forum Rules dan Details
    2. Lounge = Ruang santai . So kalau mau ada yang OOT, ato mau diskusi santai It's Ok ~ It's Lounge
    3. Dilarang Dobel post, tri Post, dst dengan sengaja, Biasakan pake Multiquote
    4. Di harapkan tidak membawa/Menyinggung SARA dalam diskusi (Suku, Agama, Ras Dan Antar Golongan)
    5. Di harapkan Berbicara yang sopan dan santun
    6. No spam, no troll, no bot dan saling menghormati sesama member
    7. Reset setiap 100 page & TS berikutnya adalah member yang ngepost pada postingan yang ke #999
    8. Setiap TS diharapkan menyiapkan materi yang berhubungan dengan kesehatan untuk lounge selanjutnya, jadi ketika ada lounge baru, TS baru hanya perlu mengcopy dan begitu seterusnya Format penulisan loungenya = IDWS Health Center ( Part ) : Judul Materi
    9. NB : Rules bisa diubah kapan saja sesuai dengan kebutuhan thread dan perkembangan SF Intensive Health Unit






    Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah salah satu jenis penyakit yang tergolong dalam penyakit saraf motor atau Motor Neuron Disease (MND). Ada juga yang menyebutnya sebagai penyakit Charcot, untuk menghormati Jean-Martin Charcot, dokter ahli patologi Perancis yang kemudian merintis neurologi, yang memperhatikan dan melaporkan dengan cermat gejala pada pasien dan mengusulkan suatu diagnose pada tahun 1874. Turner et al (2010) mengeksplorasi pekerjaan-pekerjaan pioneer dalam ALS/MND ini. Di Amerika Serikat penyakit ini juga dikenal dengan nama Lou Gehrig Disease, karena Lou Gehrig, seorang pemain baseball superstar klub Yankees New York, wafat karena penyakit ALS.

    Jika diuraikan kata demi kata, Amyotrophic Lateral Sclerosis berarti: A: tanpa, myo: otot, troph: makanan (substansi untuk hidup dan tumbuh), lateral: sisi (kiri/kanan tulang belakang), sclerosis: pengerasan . Artinya ALS adalah pengerasan (menjadi tak berfungsi) otot yang disebabkan karena otot tak menerima asupan substansi untuk hidup dan tumbuh.


    Yang terjadi sebenarnya bukanlah otot-otot itu tidak menerima asupan makanan, tetapi tidak menerima perintah dari “pusat” alias otak. ALS adalah penyakit yang disebabkan oleh degenerasi sel saraf motor. Padahal sel saraf motor inilah yang berfungsi sebagai pemicu dan pengendali gerak otot pada hampir seluruh tubuh kita. Belum jelas dan pasti apa yang menyebabkan sel saraf motor mengalami degenerasi. Yang jelas, karena jumlah sel saraf motor yang sehat semakin berkurang karena berangsur rusak atau bahkan mati, maka semakin sedikit pula perintah dari pengatur saraf pusat yang sampai ke otot. Akibatnya penderita ALS tidak selalu bisa menggerakkan ototnya sekehendaknya. Bayangkan saja saat Anda ingin berjalan. Keinginan Anda ini dengan seketika akan mewujud dalam bentuk perintah yang dibawa oleh sel saraf motor dari sistem saraf pusat menuju ke semua otot-otot yang relevan, lalu otot-otot itu bergerak: Anda melangkah. Dalam situasi normal rangkaian proses ini akan berlangsung luar biasa cepat sehingga Anda tidak menyadari adanya tahapan-tahapan proses sejak keputusan untuk berjalan hingga akhirnya Anda mulai berjalan dan seterusnya. Karena proses degenerasi sel saraf motor berkelanjutan, maka semakin sedikit perintah yang tiba pada otot, dan semakin meluas otot-otot yang dipengaruhi. Perkaranya lagi, semakin sedikit otot bergerak, maka ukurannya akan mengerut. Akibatnya suatu gerakan yang biasa kita lakukan seperti mengangkat gelas, melangkah, berbicara, bahkan bernafas, dan lain-lain, akan dilaksanakan oleh otot yang terus-menerus mengecil. Oleh karenanya, pasien ALS merasa lemah dan amat lekas lelah.

    Di dalam tubuh kita ada begitu banyak jaringan sel saraf motor (selanjutnya kita gunakan istilah internasional motor neuron) dan otot yang menopang postur tubuh dan menggerakkan berbagai bagian tubuh kita. Karena ALS menyebabkan degenerasi motor neuron secara berangsur, pada awalnya penderita ALS umumnya tidak segera menyadari ada masalah dalam tubuhnya. Dapat kita bayangkan jika satu motor neuron mati, maka motor neuron tetangganya akan membantu menyampaikan pesan yang seharusnya menjadi tugas motor neuron yang mati tadi (lihat Gambar 1). Motor neurons yang tersisa akan makin sedikit dan masing-masing dari mereka akan terpaksa menanggung tugas yang makin berat. Ini juga menjadi penyebab kelelahan pada penderita ALS. Situasi yang serupa terjadi juga pada sisi otot. Dalam situasi normal (volume otot penuh) maka amat mudah bagi kita untuk mengangkat gelas berisi penuh. Tetapi ketika karena pesan motor neuron makin sedikit yang sampai pada otot, volume otot lengan dan tangan mengecil (disebut atrophy), misalnya menjadi 7/8 volume normal, maka bobot gelas berisi penuh tadi harus ditanggung oleh 7/8 otot lengan dan tangan. Tentu terasa lebih berat dan melelahkan.
    [​IMG]
    Gambar 1. Inervasi dan denervasi pada serat otot. Disalin dari Fig. 2.2 buku Mitsumoto (2009)

    ALS adalah penyakit yang progresif, artinya proses degenerasi motor neuron akan terus berlanjut dan meluas ke semua bagian, dan ini berakibat pada meluasnya otot yang dipengaruhi. Pada awalnya, motor neuron yang terdegenerasi terfokus pada lokasi amat terbatas, misalnya yang berurusan dengan gerak telapak kaki kiri saja, atau telapak tangan kanan saja, atau pada daerah leher saja. Namun lambat atau cepat progres akan dirasakan pada bagian-bagian lain pada tubuh. Fokus lokasi awal, dan laju progres (cepat atau lambat) amat bervariasi dari pasien ke pasien. Yang jelas, semakin meluasnya dampak ALS pada tubuh dan semakin melemahnya tubuh mengakibatkan lumpuh. Ini bisa berakibat fatal karena otot-otot yang melaksanakan aktivitas bernafas dapat diserang pula oleh ALS. Kebanyakan pasien ALS wafat karena masalah pernafasan.


    Gejala, tanda-tanda, dan progres ALS

    Di bagian ini diberikan keterangan yang lebih terinci tentang ALS, termasuk statistik penderita. Perlu diingatkan di sini bahwa gejala, tanda, dan progres yang dialami amat bervariasi dari pasien ke pasien, sehingga angka-angka yang muncul dalam statistik harus diinterpretasi dengan bijaksana. Namun sebelum itu, kita perlu mengenali dulu dasar-dasar sistem saraf manusia. Sistem saraf manusia terbagi atas (lihat Gambar 2):

    1. Sistem saraf pusat: otak, batang otak, sumsum tulang belakang
    2. Sistem saraf tepi: semua jaringan saraf yang berawal dari sumsum tulang belakang
    2a. Saraf somatic: yang berurusan dengan gerak yang disadari. Input berasal dari alat pengindera; Output menuju otot-otot penggerak rangka tubuh 2b Saraf autonom: yang berurusan dengan gerak yang tidak disadari: Input berasal dari reseptor internal tubuh; output menuju otot organ yang halus dan berbagai kelenjar (lihat Gambar 3): 2bi saraf simpatetik: respons ekstrim: “melawan atau kabur/lari”
    2bii saraf parasimpatetik: respons rileks untuk meng-counter respons ekstrim saraf simpatetik

    Motor neurons: terdapat di otak dan batang otak (disebut motor neuron atas) dan juga di sumsum tulang belakang (disebut motor neuron bawah). Pertanda penting adanya masalah ALS adalah melemahnya otot yang menunjukkan bahwa motor neuron bawah tidak berfungsi dengan normal. ALS juga dapat menyerang motor neuron atas. Kombinasi penyerangan ALS pada motor neuron atas dan bawah memberikan ciri khas ALS. Motor neuron atas: berada di otak dan batang otak, dan bekerja mengatur motor neuron bawah yang berada di sumsum tulang belakang. Sebagian motor neuron atas dapat mengkontraksi langsung beberapa otot, sedangkan sebagian besar instruksi dialirkan melalui batang otak dan motor neuron bawah di sumsum tulang belakang. Kemampuan gerak yang trampil/halus adalah hasil kerjasama yang rumit dan dengan presisi tinggi antara motor neuron bawah dan sirkuit interneuron pada sumsum tulang belakang. Namun, dengan menyampaikan instruksi kendali lewat alur corticospinal, motor neuron atas dapat langsung mengaktivasi otot. Oleh karena itu, salah satu pertanda kegagalan fungsi motor neuron atas adalah berkurangnya ketrampilan/kehalusan motorik. Batang otak: Pada batang otak terdapat neuron-neuron khusus yang mengendalikan motor neurons di sumsum tulang belakang. Neuron-neuron khusus ini mengatur sensitivitas refleks otot, kekencangan otot, dan keseimbangan antara kelompok otot fleksor dan ekstensor pada ekstremitas atas (lengan) dan ekstremitas bawah (kaki), batang tubuh, dan leher. Setiap kali Anda berdiam pada posisi/postur tubuh tertentu, maka neuron-neuron ini terus menerus mengendalikan kekencangan otot yang relevan dengan bagian tubuh yang akan mempertahankan postur tubuh. Proses ini terjadi secara otomatis, artinya tanpa Anda sadari. Sistem limbic: tersusun atas beberapa bagian otak yang bersama-sama mewujudkan perasaan dan ekspresi emosional. Sistem limbic ini juga berurusan dengan berbagai fungsi autonom seperti pencernaan dan kelenjar-kelenjar. Studi terkini menunjukkan bahwa sistem limbic berpengaruh besar pada motor neurons bawah yang berada di batang otak dan sumsum tulang belakang. Oleh karena itu kondisi dan pengalaman emosional seseorang dapat memicu aktivitas motor neuron di sumsum tulang belakang. Motor neuron bawah: berada di batang otak dan sumsum tulang belakang dan menjulurkan serat-serat saraf untuk langsung meng-innervasi (men-saraf-i) serat-serat otot rangka. Motor neuron bawah ini posisinya terendah dalam hirarki pengendalian gerak. Interneuron: merupakan neuron-neuron kecil pada materi kelabu anterior atau pada grup motor neuron di batang otak. Interneuron ini amat penting dalam menentukan bagaimana motor neuron bawah harus mengendalikan kontraksi suatu otot, sehingga penting dalam gerakan-gerakan halus dan juga gerak refleks. Interneuron menerima “instruksi” dari batang otak dan sistem limbic, dan juga menerima umpan balik dari otot-otot rangka.

    Gejala

    Gejala adalah apa yang dialami atau dirasakan. Contoh gejala awal ALS adalah menjadi sering tersandung, terlepas dan jatuhnya barang yang sedang dipegang, kesulitan mengancingkan baju, suara bicara menjadi parau yang aneh. Gejala lain adalah rasa lelah, kram pada ekstremitas, kedutan yang muncul dan berulang pada lokasi-lokasi otot tertentu, dan juga rasa melemahnya otot-otot tertentu. Gejala yang umumnya muncul pada tahap berikutnya adalah kesulitan pada daerah seputar leher seperti menelan, mengunyah, dan berbicara, sulit membuka/menutup mulut dengan sempurna, tergigitnya dinding pipi, bibir, lidah, ketika merapatkan rahang, menutup kelopak mata dengan rapat, dan kesulitan pada ekstremitas seperti berjalan, mengangkat, menulis, dll.

    Tanda-tanda


    Tanda-tanda adalah apa yang dapat dilihat dan diukur.
    Degenerasi pada motor neuron atas mengakibatkan tanda-tanda:

    • Otot-otot kehilangan ketrampilan gerak, sehingga gerakan kaku/patah-patah
    • Sulit mempertahankan gerakan berulang dengan frekuensi tinggi, seperti mengetuk jari ke meja dengan cepat, menggulung lidah dengan cepat, dll.
    • Spastisitas: otot menjadi tegang ketika diregangkan dan gangguan pada motor neuron menyebabkan jeda pada relaksasi yang harusnya melawan ketegangan otot.
    • Spastic bulbar palsy: spastisitas pada otot-otot bulbar menyebabkan gerakan kaku dan lambat untuk mengunyah, menelan, berbicara, dan terkadang menyebabkan juga labilitas emosi (kesulitan dalam mengendalikan dorongan untuk menangis dan tertawa yang berlebihan)
    • refleks menjadi hiperaktif
    • refleks patologis seperti efek Babinsky: ketika telapak kaki disentuh dengan benda tumpul dari arah tumit ke jari kaki, ibu jari kaki akan mencuat dan jari-jari kaki yang lain berurai. Pada kondisi normal, perlakuan yang sama akan membuat ibu jari kaki menekuk.
    Degenerasi pada motor neuron bawah akan memunculkan tanda-tanda:

    • Otot terasa lemah dan mengalami atrophy
    • Kedutan pada serat-serat otot
    • Kram otot
    • Refleks melemah
    • Berkurangnya kekencangan (tone) otot (flaccidity), termasuk flaccid bulbar palsy. Berlawanan dari spastic (kekakuan) bulbar palsy akibat degenerasi motor neuron atas, pada kondisi flaccid otot menjadi tidak kencang (lemas/pasif).
    • Dysarthria: sulit mengartikulasikan ucapan
    • Dysphagia: sulit mengunyah dan/atau menelan; sulit koordinasi antara menelan dan bernafas, sehingga terkadang pasien tersedak atau terjadi aspirasi, yakni masuknya makanan/minuman ke tenggorokan
    • Sialorrhea: keluarnya air liur karena berkurangnya efektivitas proses penelanan air liur yang otomatis dan kesulitan mengatupkan bibir dengan rapat.
    • Melemahnya otot-otot pengendali pernafasan yang mengakibatkan menurunnya kapasitas nafas sehingga nafas tersengal bahkan pada saat diam
    Karena mayoritas penderita ALS berusia lebih dari 60 tahun, kebanyakan pasien mengira tanda-tanda di atas adalah tanda-tanda penuaan normal.

    Onset

    Onset adalah lokasi fokus gejala dan tanda-tanda pada awal penyerangan ALS. Sebagian besar (sekitar 75%) pasien ALS mengalami onset pada daerah kaki atau tangan (limb onset), sedangkan sekitar 25% mengalami onset pada daerah seputar leher (disebut bulbar onset). Disfungsi laryngeal merupakan fitur paling menonjol pada simtomatologi klinis bulbar onset, seperti ketidaknormalan yang tipikal pada suara dan artikulasi saat bicara, juga kesulitan menelan (Watts & Vanryckeghem, 2001). Ada juga laporan tentang onset pada daerah pernafasan (respiratory onset). Untungnya onset yang terakhir ini amat jarang; pasien seperti ini mengalami kemunduran yang drastis karena penyerangan ALS berawal pada motor neuron untuk otot pernafasan, padahal pernafasan begitu sentral dalam kehidupan tubuh kita.

    Diagnosa


    Seperti telah disebutkan, proses degenerasi motor neuron berlangsung bertahap, sehingga pada awalnya gejalanya samar dan jika pun dirasakan, sering tidak dihiraukan. Gejala yang nampak juga bisa mirip dengan gejala penyakit lain. Oleh sebab itu amat sulit mendiagnose ALS. Tidak jarang diagnose ALS diterima pasien ketika ALS sudah dalam tahap yang relatif lanjut. Pada umumnya, saat berkunjung ke dokter, Anda akan diminta menceritakan sejarah keluhan Anda, tidak hanya apa yang Anda keluhkan saat itu. Dokter lalu dapat bertanya tentang hal yang lebih luas atau hal yang lebih spesifik sambil memeriksa Anda. Jika dokter dapat menduga beberapa kemungkinan masalah, dokter akan meminta pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan darah, urine, dll. Beberapa di antaranya:
    • Pemeriksaan darah dan urine: terkadang ada kenaikan kreatinin kinase pada darah penderita MND, walaupun ini bukan spesifik MND. Prosedur pemeriksaan darah dan urine terutama dilaksanakan untuk mengeliminasi penyebab lain selain ALS yang memberikan gejala dan tanda yang serupa
    • Scan otak dan tulang belakang menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI): teknik scanning menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat ini menghasilkan citra otak dan/atau tulang belakang yang kemudian dibandingkan dengan kondisi normal/sehat. Cara ini lebih untuk mendeteksi stroke, Alzheimer, Parkinson, atau tumor.
    • Electromyography (EMG): ini adalah teknik mengukur aktivitas kelistrikan dalam otot pada saat otot berkontraksi dan saat rileks. Jarum akan ditusukkan pada berbagai otot secara bergantian. Otot-otot yang kurang di-saraf-i menunjukkan aktivitas kelistrikan yang berbeda dari otot sehat, bahkan sebelum pasien merasakan kelemahan pada otot yang bersangkutan.
    • Nerve Conduction Test: ini untuk menguji seberapa cepat dan baik saraf meneruskan impuls listrik: apakah ada penurunan laju rambat dan kekuatan impuls.

    Banyak dokter ahli saraf menggunakan kriteria El Escorial untuk menentukan diagnose ALS. Pada umumnya hasil yang positif pemeriksaan tahap awal akan memasukkan pasien pada kategori “kemungkinan ALS”. Konfirmasi diagnose akan diberikan beberapa bulan kemudian apabila terlihat adanya progres ALS seperti pelemahan otot, pengecilan otot, kedutan, otot kaku, dll, pada lebih dari 3 bagian tubuh (misal: kaki kiri, lengan kiri, leher).

    Progress ALS


    Elemen-elemen utama dalam ALS

    Walaupun diamati keanekaragaman dampak ALS pada pasien cukup lebar, dengan variansi yang tidak kecil pula, tetap ada beberapa elemen utama dalam dampak ALS pada pasien yang nampaknya cukup generic. Artinya elemen-elemen ini ada pada hampir semua pasien ALS, paling tidak sejak tahap menengah dan berikutnya. Mengikuti progres ALS pada elemen-elemen utama ini memberikan petunjuk tentang progress ALS secara umum pada seorang pasien. Ini dapat menjadi dasar untuk mengusulkan suatu prognosis. Antisipasi kondisi lanjutan ini penting untuk diketahui untuk mempersiapkan perawatan yang optimal pada pasien.
    • Progres pelemahan pada otot-otot ekstremitas (lengan, tangan, kaki, telapak kaki)
    • Progres pelemahan pada otot-otot seputar leher dan bahu
    • Progres pelemahan pada otot-otot bulbar
    • Progres pelemahan pada otot diafragma, otot antar tulang rusuk, dan otot abdomen: progres pada kelompok otot ini berdampak pada kemampuan bernafas
    • Gangguan pada aliran pencernaan
    • Nyeri: pada tahap awal dan menengah, nyeri terasa pada saat otot kram. Yang menarik adalah pada tahap lanjut, ketika otot sudah sedemikian lemah, otot tak sanggup lagi ber-kram. Nyeri pada tahap lanjut banyak disebabkan oleh pengerutan otot di daerah persendian, juga tulang dan saraf tertekan karena “bantalan” otot sudah menipis, serta distribusi beban tubuh yang tidak lagi optimal (akan ada bagian-bagian tubuh yang secara “tidak adil” harus menopang berat tubuh atau mengendalikan gerak).
    Langkah penting setelah diagnosa

    Terkena penyakit ALS memberikan konsekuensi yang besar dan dalam tidak hanya untuk pasien, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan terdekatnya (termasuk lingkungan kerjanya). Bahwasanya fakta sementara ALS adalah penyakit fatal dan belum ada obatnya, membuat diagnose ALS bukanlah hal yang mudah diterima. Di banyak klinik ALS di negara maju, ada prosedur standard untuk menyampaikan diagnose ALS pada pasien: harus private, dalam keadaan tenang dan tidak terburu-buru, pasien harus ditemani dengan orang terdekat, dokter ahli saraf menyampaikan diagnose dengan hati-hati dan memperhatikan respons dari pasien. Pertanyaan dan kekhawatiran harus ditanggapi dengan baik. Dokter ahli saraf sebaiknya ditemani oleh tim dokter dan pendukung rawat yang akan memonitor dan memberikan perawatan selama ALS ber-progres pada pasien. Tim ini dapat tersusun atas dokter-dokter ahli penyakit dalam, ahli pernafasan, ahli jantung, fisioterapis, ahli nutrisi, dll. Dalam kondisi lanjut, tim bisa diperluas hingga mencakup pendukung aspek non-medis seperti bantuan hukum dan sosial. Tim ini seyogyanya segera melaksanakan berbagai pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh pada saat diagnose, seperti kemampuan pernafasan, kondisi jantung dan tekanan darah, berat badan, bagian tubuh yang sudah melemah, dll. Secara berkala pemeriksaan ini diulangi untuk memonitor laju progres ALS pada pasien. Selain itu tim juga memperhatikan munculnya kebutuhan-kebutuhan baru dan menangani berbagai masalah yang muncul (lihat daftar tanda-tanda penyerangan saraf motor atas dan saraf motor bawah) secara spesifik maupun integratif. Untuk memperoleh gambaran kondisi pasien pada suatu saat, dapat gunakan sejenis kuesioner yang disebut ALS Functional Rating Scale (ALS-FRS), atau ALS Severity Scale yang disusun oleh Hillel dkk (1989). Berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan ini, dan tingkat keberhasilan treatment yang diberikan, diharapkan dapat diperkirakan prognosis pasien. Gordon et al (2010) menunjukkan bahwa progres ALS tidaklah linier tetapi kurvilinier, dengan progres tercepat pada tahap awal dan tahap akhir. Prognosis cenderung buruk untuk pasien yang sudah berusia lanjut saat onset dan juga pasien yang onsetnya pada daerah bulbar. Untuk mengantisipasi kondisi akhir, ada Determining Terminal Status checklist untuk memperkirakan pasien dapat atau tidak bertahan dalam enam bulan berikutnya. Dengan terus menurunnya kondisi pasien, yang harus selalu diupayakan adalah kebaikan kualitas hidupnya. Kualitas hidup tentu bukan hal yang mudah diukur, dan bisa bersifat subjektif, sehingga mewujudkannya pun memerlukan banyak pertimbangan, untuk orang sehat sekalipun. Yang jelas, agar berhasil, selalu diperlukan komunikasi yang baik. Ini bisa menjadi tantangan tersendiri tatkala kondisi pasien sudah menyulitkannya untuk berbicara.

    Statistik ALS


    Angka-angka yang Anda ingin tahu, tetapi tidak akan senang mendengarnya, ada di sini. Penyakit motor neuron (MND) ternyata bukan penyakit yang langka-langka amat, dan di antara semua jenis MND, ALS adalah yang paling sering dijumpai. Menurut ALS Association Amerika Serikat dan juga ALS Association Canada, insiden ALS (artinya jumlah pasien ALS baru) adalah 2 orang tiap 100 ribu orang per tiap tahun. Namun karena angka kematiannya juga antara 1-2 orang per 100 ribu orang per tahun, prevalensi ALS (jumlah pasien ALS pada suatu saat) adalah 5-6 orang per 100 ribu orang. Hanya 50% pasien ALS dapat hidup lebih dari 3 tahun setelah diagnose; sekitar 20% hidup lebih dari 5 tahun setelah diagnose, dan 10% lebih dari 10 tahun. ALS lebih banyak menyerang orang berusia menengah sampai lanjut (40-70 tahun), dan jumlah pasien pria 20% lebih banyak daripada pasien perempuan. Sekitar 10% penderita terserang ALS karena faktor keturunan, sementara yang 90% pasien dinyatakan terserang ALS secara sporadis, artinya penyebabnya beranekaragam.


    Sumber

     
    • Thanks Thanks x 5
    • Like Like x 1
    Last edited by a moderator: Dec 7, 2014
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. HartantoShine M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Aug 18, 2012
    Messages:
    8,162
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,003 / -0
    Klinik baru :yahoo:

    :angel:
     
  4. ernimulyandari M V U

    Offline

    ~ 에르니~

    Joined:
    Jul 6, 2012
    Messages:
    9,406
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +12,057 / -0
    Koq sepii.....:ogbloon:
    Eksis pejwan duluuu kalo gituuu... :malu1:

    [​IMG]
     
  5. Wang_Fuksin M V U

    Offline

    王福星 •.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸¸.•. ✫_✫

    Joined:
    May 12, 2014
    Messages:
    1,834
    Trophy Points:
    202
    Ratings:
    +3,555 / -4
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Baru... ^^


    Mau tanya aku kan sakit typhus...

    Demam sudah reda. Tapi lidah masih putih...

    Rekan-rekan yang tahu yolong jawab saya....

    Apakah penyakit thypus saya sudah sembuh ?
     
    Last edited: Dec 7, 2014
  6. gufee M V U

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Oct 11, 2009
    Messages:
    11,036
    Trophy Points:
    226
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +27,043 / -0
    wah di giring ke sini

    lumayan juga buat nambah wawasan
     
  7. omi M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Dec 20, 2010
    Messages:
    5,986
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +6,305 / -1
    mampir di klinik baru
    nanya.. di Indonesia, udah berapa kasus ALS yg tercatat?
     
  8. ernimulyandari M V U

    Offline

    ~ 에르니~

    Joined:
    Jul 6, 2012
    Messages:
    9,406
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +12,057 / -0
    Jadiiii ALS ituuuu penyakit yg bisa dihindari atau g ya....:???:
    Ada pencegahan dininya g ya.... :???:


    [​IMG]
     
  9. nggaada M V U

    Offline

    Unspecified

    Joined:
    Jun 15, 2014
    Messages:
    50,939
    Trophy Points:
    247
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,155,573 / -131
    numpang nongol dipejwan deh :nongol:
     
  10. Spizaetus M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    288
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +45 / -3
    Klinik baru hahahaha...ni sodaraan sama atherosklerosis sama arteriosklerosis ga?soalnya itu dpembuluh darah keknya...klo ALS otak ya
     
  11. Agen017 M V U

    Offline

    *****

    Joined:
    Feb 2, 2012
    Messages:
    893
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +2,623 / -0
    disumoon kesini..
    mampir dulu dah
     
  12. nugrozipho MODERATOR

    Offline

    表裏一体

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    13,713
    Trophy Points:
    258
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +38,313 / -5
    gagal empat menit :kecewa:
     
  13. nugrozipho MODERATOR

    Offline

    表裏一体

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    13,713
    Trophy Points:
    258
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +38,313 / -5




    IDWS Health Center 24th : Orthodontics
    Total Posts 1,006 - Who Posted?


    Posts 130
    muchtarluthfimuchtarluthfi
    Posts 108
    nugroziphonugrozipho
    Posts 80
    ilmawihastikailmawihastika
    Posts 66
    blu3phant0mblu3phant0m
    Posts 64
    azzeazze
    Posts 63
    diureladiurela
    Posts 48
    Wang_FuksinWang_Fuksin
    Posts 46
    hidayat246hidayat246
    Posts 34
    ilmilm
    Posts 31
    purelunacypurelunacy
    Posts 30
    asoy_cemplonasoy_cemplon
    Posts 25
    HartantoShineHartantoShine
    Posts 20
    sim1sim1
    Posts 20
    plumpplump
    Posts 18
    eRiffeRiff
    Posts 13
    bigdocbigdoc
    Posts 11
    Iya_anIya_an
    Posts 9
    TezukayumuTezukayumu
    Posts 8
    nengNidanengNida
    Posts 8
    cholicholi
    Posts 8
    daedaevidaedaevi
    Posts 8
    axelemineaxelemine
    Posts 8
    wewe201002wewe201002
    Posts 7
    AndreOctavianeeAndreOctavianee
    Posts 7
    cataphractcataphract
    Posts 6
    naga_sarinaga_sari
    Posts 6
    noprirfnoprirf
    Posts 6
    coengcoeng
    Posts 6
    IndoAnchovyIndoAnchovy
    Posts 6
    udhienbongudhienbong
    Posts 6
    nggaadanggaada
    Posts 5
    shindecadeshindecade
    Posts 5
    esmond1989esmond1989
    Posts 5
    gdftydfgkgdftydfgk
    Posts 5
    azheazhe
    Posts 5
    ernimulyandariernimulyandari
    Posts 4
    KiteKite
    Posts 3
    falCiefalCie
    Posts 3
    JukaJuka
    Posts 3
    kyuvbreekyuvbree
    Posts 3
    HarunaholicHarunaholic
    Posts 3
    harunaliciousharunalicious
    Posts 3
    LodissLodiss
    Posts 3
    banuharsabanuharsa
    Posts 3
    555555
    Posts 3
    salimboysalimboy
    Posts 3
    DyaennoDyaenno
    Posts 3
    phantomshadow63phantomshadow63
    Posts 3
    roxxxasroxxxas
    Posts 2
    kyokugokyokugo
    Posts 2
    traltral
    Posts 2
    animannyanimanny
    Posts 2
    de_arielsde_ariels
    Posts 2
    dediompdediomp
    Posts 2
    fallofthe3rdreichfallofthe3rdreich
    Posts 2
    orkayorkay
    Posts 2
    aokawaaokawa
    Posts 2
    bayuparwatabayuparwata
    Posts 1
    Aichan4EverAichan4Ever
    Posts 1
    Rifaz_89Rifaz_89
    Posts 1
    zpamunzaszpamunzas
    Posts 1
    renation89renation89
    Posts 1
    jirayia86jirayia86
    Posts 1
    dinaratnajuwitadinaratnajuwita
    Posts 1
    aizyaizy
    Posts 1
    andresuharmanandresuharman
    Posts 1
    joineleevenjoineleeven
    Posts 1
    draphoenzdraphoenz
    Posts 1
    HateLoveHateLove
    Posts 1
    Louis444Louis444
    Posts 1
    shinryoshinryo
    Posts 1
    Kings_DIkazKings_DIkaz
    Posts 1
    J_pierrotJ_pierrot
    Posts 1
    daryuladaryula
    Posts 1
    yadieinyadiein


    Show Thread & Close Window
    Page generated in 0.4266 seconds with 12 queries.​

     
    Last edited by a moderator: Apr 25, 2015
  14. orkay M V U

    Offline

    Gold Carpet

    Joined:
    Jan 14, 2011
    Messages:
    67,473
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +96,879 / -3
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
     
  15. cataphract M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 9, 2013
    Messages:
    1,158
    Trophy Points:
    152
    Ratings:
    +2,937 / -0
    subskrip dulu
    subskrip
     
  16. nggaada M V U

    Offline

    Unspecified

    Joined:
    Jun 15, 2014
    Messages:
    50,939
    Trophy Points:
    247
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,155,573 / -131
    gagal mau pejwan ya om?
    kacian......................................... :hehe:
     
  17. bedjomagic M V U

    Offline

    jedi kasta paria

    Joined:
    Apr 2, 2010
    Messages:
    2,861
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +3,579 / -0
    :nongol:

    diculik momod
    tapi, diculik nya ke klinik lama
    :madesu:
     
  18. nugrozipho MODERATOR

    Offline

    表裏一体

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    13,713
    Trophy Points:
    258
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +38,313 / -5
    kacian :ogohno:
     
  19. roxxxas M V U

    Offline

    Sexy Hair Best Girl(*^3^)/~♡

    Joined:
    Feb 17, 2010
    Messages:
    1,907
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +4,589 / -23
    sel saraf mati -> otot jadi ga gerak? :???:
     
  20. nggaada M V U

    Offline

    Unspecified

    Joined:
    Jun 15, 2014
    Messages:
    50,939
    Trophy Points:
    247
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,155,573 / -131
    Last edited by a moderator: Apr 25, 2015
  21. nggaada M V U

    Offline

    Unspecified

    Joined:
    Jun 15, 2014
    Messages:
    50,939
    Trophy Points:
    247
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,155,573 / -131
    pukpukpuk............ yang sabar ya nak :garing:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.