1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  7. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

hati panas, kepala tetap dingin

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by fallofthe3rdreich, Apr 19, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. fallofthe3rdreich M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,981 / -0
    Dalam bukunya Beyond Greed and Fear (2002), Shefrin menuliskan bahwa praktisi keuangan kerap melakukan kesalahan yang tidak perlu. Beberapa kesalahan itu berharga mahal. Itulah sebabnya dia sangat menganjurkan praktisi keuangan meluangkan waktu untuk mempelajari behavioral finance, cabang ilmu keuangan yang akan sangat membantu para pelaku pasar mengenali kesalahan yang dilakukan dirinya dan orang lain. Dengan memahami bias-bias ini, investor akan menjadi rasional. Tidak hanya untung, tetapi juga untung besar, tidak kecil. Kalaupun rugi, hanya kecil dan jarang besar. Benarkah investor banyak yang irasional dan apa buktinya? Behavioral finance mengatakan ya dan ada sederet bukti yang mampu dikumpulkannya. Di kolom ini sejatinya saya sudah menceritakan beberapa kesalahan itu. Namun, masih lebih banyak yang belum dituliskan.


    Di antara kesalahan itu adalah efek disposisi yang dikemukakan Shefrin dan Statman (1985) yang pernah saya utarakan tahun lalu dalam artikel Pepesan kosong dalam portofolio. Karena tidak menyadari bias ini, banyak investor melakukan kesalahan menjual saham untung (winners) terlalu cepat dan memegang saham rugi (losers) terlalu lama.

    Akibat kesalahan ini, investor mengalami banyak keuntungan kecil, sedikit untung besar dan banyak rugi besar tetapi sedikit rugi kecil. Investor seperti ini dapat dipastikan akan penuh penyesalan karena telah salah menerapkan strategi. Bukannya membiarkan laba mengalir, dia malah membatasi keuntungan dan membiarkan kerugian mengimpit dirinya.

    Untuk mengatasi kelemahan ini, Goldberg dan Nitzsch (1995) menasihatkan para investor untuk menentukan target harga dan strategi stop loss untuk setiap saham. Pastikan target profit minimal tiga kali dari maksimal kerugian yang masih dapat Anda terima. Jika Anda hanya bersedia menanggung kerugian maksimal 20%, target profit sebaiknya 60% atau lebih.

    Pilih angka
    Contoh lain tentang irasionalitas manusia adalah permainan memilih angka yang diperkenalkan Martin Shubik (1971). Pada awal 1997, Financial Times mengadakan kontes ini dengan hadiah dua tiket British Airways rute New York atau Chicago-London pulang pergi untuk pemenangnya. Para pembaca diminta untuk memilih bilangan bulat antara 0 dan 100. Pemenangnya adalah yang memilih dua pertiga (atau yang paling mendekati) dari rata-rata angka yang dipilih seluruh peserta.

    Untuk membantu pembaca memahami kontes ini, harian itu memberikan contoh singkat. Jika ada lima orang yang ikut dan masing-masing memilih angka 10, 20, 30, 40, dan 50, rata-rata adalah 30 dan yang menjadi pemenang adalah yang memilih dua pertiganya yaitu 20. Apa pesan dari permainan ini?

    Bahwa untuk menang, Anda perlu memahami bagaimana keputusan peserta lain. Jika menurut Anda, orang lain rata-rata akan memasukkan angka 20, Anda harus memilih dua pertiganya yaitu 14. Namun, jika Anda yakin orang lain juga mempunyai pemikiran yang sama seperti Anda, rata-rata akan menjadi 14 dan pemenangnya adalah yang memilih angka 10. Jika Anda meneruskan logika berhitung ini, Anda akan sampai pada angka 1. Yang rasional mestinya memilih angka 1.

    Kenyataannya, dalam kelompok yang terdiri atas orang-orang berpendidikan tinggi sekalipun, angka kemenangan bukan 1. Dalam kontes yang diselenggarakan Financial Times di atas, angka kemenangan ternyata 13. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tidak rasional sehingga membuat kesalahan dalam pilihannya. Jika semua orang rasional, angka kemenangan adalah 1.

    Lelang uang
    Permainan rasionalitas yang hampir sama adalah lelang dolar yang dilakukan Max Bazerman dalam bukunya Smart Money Decisions (1999). Kepada para mahasiswanya, dia melelang uang kertas US$100 yang ada di dompetnya. Siapa yang menawar tertinggi akan memperoleh uang itu. Bazerman hanya mensyaratkan lelang diikuti minimal dua orang dengan harga awal US$5 dan kelipatan US$5 di atasnya.

    Berbeda dengan lelang lainnya, dia mengharuskan peserta yang menawar tertinggi kedua juga membayar harga tawarannya tanpa mendapatkan uang itu. Jika Andi menawar US$15 dan Beni menawar US$20, dan Andi serta yang lainnya tidak ada yang berani menawar lebih besar lagi, maka Beni akan menang. Dia akan memperoleh uang US$100 itu dengan harga US$20 dan Andi sebagai penawar tertinggi kedua harus membayar Bazerman US$15.

    Dalam banyak kesempatan, penawaran berlangsung sangat cepat untuk mencapai kisaran US$70. Di sekitar tawaran ini biasanya peserta yang lain, kecuali dua penawar tertinggi, akan mundur. Pilihan yang tersedia untuk kedua orang yang terjebak ini hanya menaikkan tawaran agar tidak kalah atau menerima kerugian sebagai penawar tertinggi kedua.

    Dua orang terakhir ini akan terus bersaing hingga melampaui US$100. Di luar dugaan kita semua, tidak ada yang mau mengalah sehingga sangat sering uang US$100 itu ditawar di atas US$100 dengan rekor tertinggi US$505 dalam 10 tahun eksperimen Bazerman.

    Kelas pun riuh dengan sorakan setiap kali tawaran menembus US$100 karena menyadari para penawar telah bertindak irasional. Selama satu dekade, Bazerman menang lebih dari US$20.000 yang tidak digunakan untuk dirinya tetapi untuk konsumsi makanan dan minuman para mahasiswanya di kelas dan kegiatan amal. Inilah salah satu contoh jebakan uang yang mendorong orang menjadi irasional.

    Dua kesalahan sekaligus dilakukan dua peserta terakhir. Pertama, mereka gagal mempertimbangkan keputusan pihak lain. Kedua, mereka melupakan tujuan utama dan berubah menjadi ingin mengalahkan lawan tanpa memperhitungkan untung rugi.
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.