1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Parenting Hati-Hati Dampak Negatif Handphone Pada Anak, Menjadi Ansos hingga Picu Depresi

Discussion in 'Parenting and Pregnancy' started by Kukuh_03, Nov 25, 2021.

  1. Kukuh_03 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 28, 2019
    Messages:
    61
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2 / -0
    [​IMG]

    Teknologi memang banyak membantu dan memberikan kemudahan dalam dalam segi apapun. Namun di sisi lain, ini memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan mental serta perilaku manusia, terutama di masa pandemi Covid-19. Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinik (IPK) Indonesia Indria Laksmi Gamayanti mengatakan selama pandemi, pertemuan tatap muka menjadi semakin terbatas yang membuat orang lebih nyaman dengan berselancar di dunia digital.

    Kondisi ini membuat keterampilan bersosialisasi anak-anak dan remaja khususnya, menjadi berkurang. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, selain memang perlu untuk belajar. Namun bisa dikatakan waktu bermain aplikasi di gadget lebih besar porsinya daripada untuk belajar.

    Tentu para orang tua menurut Gamayanti harus khawatir karena aplikasi dan informasi yang melimpah di perangkat lunak ini tidak sedikit yang berisi nilai atau konten negatif. “Kalau anak dan remaja terpapar masalah agresi, kekerasan, hal berbau seksualitas, akan berdampak pada perkembangannya,” katanya dalam konferensi pers menjelang Kongres Nasional Ke-lV IPK lndonesia 2021, Kamis (25/11/2021).

    Baca : Hati-Hati, Perhatikan Tanda Bahaya pada Tahapan Bicara Anak

    Mengutip pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia Elizabeth Kristi Poerwandari, Gamayanti menyebut ternyata stres dan depresi meningkat akibat penggunaan gadget, khususnya media sosial. Ada kecenderungan orang melakukan pembandingan sosial sehingga hal yang bersifat empati dan ketulusan mereka berkurang karena mengukur nilai ini lebih dangkal.

    “Penampilan, status sosial, kemakmuran kok kayaknya lebih penting dari spiritualitas, kedamaian diri, atau pengetahuan,” singgung Gamayanti.

    Kendati demikian, menurutnya bukan teknologinya yang salah, melainkan sikap dari orang tua yang perlu mengedukasi anak untuk berkembang dalam lingkup sosialnya secara nyata dan terus melakukan edukasi.

    Adapun dalam pidato pengukuhannya, Elizabeth Kristi Poerwandari, menuturkan saat ini terjadi suatu kondisi dimana kita tidak bisa lagi membedakan antara mana yang real (nyata) dan mana yang merupakan pencitraan semata.

    Kondisi ini menyebabkan banyak orang terjebak pada fiksi yang dibangun dirinya sendiri melalui pencitraan diri yang ditampilkan dalam gambar, berita-berita yang tampil di beranda media sosial (yang terfilter karena algoritma), maupun komentar yang muncul dari unggahan. Semua ini menjadikan manusia berpikir sempit, terjebak dalam pemikiran, dan realita dirinya sendiri.

    Kehidupan yang terisolasi dan egosentris ini menurut Kristi terbukti menyebabkan fenomena bunuh diri, dan keinginan menyakiti diri sendiri, yang meningkat dalam 10 tahun terakhir ini.

    Sumber : https://hypeabis.id/read/7385/dampak...a-picu-depresi
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.