1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Harga Diri dan Status

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Nawainruk, Jan 20, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Nawainruk M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 3, 2007
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +98,424 / -0
    "Huuu..uuura!" Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah ber-tahun2 menghilang. Apalagi ia adalah anak satu2nya. Maklumlah anak tsb pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 th yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tsb. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur di medan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tsb.

    Dalam telegram tsb tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan2 bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.

    Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.
    Si Anak: "Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?"
    Ibu: "Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan2 bawalah!"
    Si Anak: "Tetapi kawan saya adalah seorang cacad, karena korban perang di
    Vietnam?"
    Ibu: "..oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacad? " - nada suaranya sudah agak menurun
    Si Anak: "Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!"
    Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: "Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah?"
    Si Anak: ".tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!"

    Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: "Nak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya!"
    Si Anak: "Tetapi ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!"
    Si Ibu: "Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang2 penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan2 nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti."

    Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.

    Orang tua dari kedua anak tsb maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tsb tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka.

    Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidentifikasikan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya,tetapi kenyataannya pemuda tsb adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!

    ~~~

    Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tsb kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?

    Apakah Anda masih tetap mau berkawan
    ... anak2 jalanan
    ... dengan orang cacad?
    ... yang bukan karena cacad tubuh saja?
    ... tetapi cacad mental atau
    ... cacad status atau cacad nama atau
    ... cacad latar belakang kehidupannya?

    Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang
    .. yang jatuh miskin?
    .. yang kena penyakit AIDS?
    .. yang bekas pelacur?
    .. yang tidak punya rumah lagi?
    .. yang pemabuk?
    .. yang pencandu?
    .. yang berlainan agama?

    Renungkanlah jawabannya hanya Anda pribadi dan Sang Pencipta saja yang mengetahunya?!
     
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. zolonoa1 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 25, 2009
    Messages:
    326
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +23 / -0
    ga terbayang, pi kalo seandai nya harus seperti itu......
    :ehem:
     
  4. Keikokukien M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 19, 2009
    Messages:
    208
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +8 / -0
    kalo saya sih. berkawan sama semuana. walopun aids.. asal ada jarak.. ntar kalo nepak kan gk lucu. tpi yg pasti gwe ttp tmenan tnpa liad status.. wahahaha..
     
  5. abdeeworld M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 10, 2009
    Messages:
    1,382
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +6,325 / -0
    gak bisa komen banyak nih....
    klo kita merenung atas dasar penyesalan dari sudut pandang orang tua tadi, berarti kita akan melakukan sesuatu yang benar klo udah ada kejadian....bukankah malah lebih baik klo kita berpikir, posisi kita sebagai yang sakit aja, sehingga kejadian yang menyakitkan dan membuat kita menyesal gak bakal terjadi...

    sorry klo kata²nya bikin bingung...
     
  6. garrensan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 21, 2009
    Messages:
    537
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +191 / -0
    Karena saya memang bisa dibilang 'cacad' juga jadi saya iyakan semua pertanyaan dibawah....





    .
     
  7. Terrania M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Apr 25, 2008
    Messages:
    298
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +45 / -0
    Ya, harga diri itu memang kadang erat hubungannya dg status 'keluarga'...

    Kalau dia itu 'keluarga' kita, kita lebih cenderung bisa menerima kekurangannya, tapi kalo dia itu orang asing, kita lebih cenderung sulit mempercayai sisi baiknya, kadang malah serasa tersaingi...

    Bagaimanapun juga, saya rasa kita harus bisa membedakan dg jelas antara "harga diri" dan "arogansi".

    Bagi saya pribadi, batas obyektif antara harga diri dan arogansi adl 'kepentingan orang lain'.... jadi kalau harga diri kita sudah merugikan orang lain atau membuat orang lain tak nyaman (seperti dlm cerita TS), itu artinya harga diri kita sudah berubah jadi arogansi
     
  8. aryaarya7x M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 13, 2009
    Messages:
    534
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +289 / -0
    sedih banget tuh jadi anaknya..di 'buang' sama ortu nya sendiri
    tapi jadi pelajaran untuk jangan malu untuk bergaul dengan siapa saja :ehem:
     
  9. deJeer Administrator
    Head Admin

    Offline

    Watching You

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    16,557
    Trophy Points:
    292
    Ratings:
    +31,294 / -1
    ada kalanya hal semacam itu juga diperhitungkan, menurut w sih
    yah lihat sikon juga sih
    mungkin lain ceritanya jika si anak jujur bahwa itulah kondisiny skrg, bukan temanya
    pasti berbeda keadaannya...ibaratnya, sebagaimanapun orang tua (waras-sorry kasar), g akan membiarkan anaknya mati digigit anjing piaraannya sendiri.
    dalam kasus ini, sangat mungkin untuk orang tua membatalkan semua tamu undangan untuk pesta dan mengubahnya menjadi acara yg lebih khidmat.
    itu sih menurut w...tapi bagus kok.
    :top:
     
  10. LiverpoolRedz Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 27, 2009
    Messages:
    86
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +53 / -0
    kacau nih nyokapnya, mau belain status aja sampe segitunya
     
  11. rastaflea Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 4, 2009
    Messages:
    128
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +1 / -0
    jiwa tuh anak besar...demi kehormatan dan status keluarga, dia lebih milih mati

    sapa yang salah?? siapa yang salah 2 2nya salah...sapa yang benar 2 2 nya benar....tapi klo di tanya siapa yang baik....yaa dokter/suster yang nelpon ke keluarganya itu :hahai:

    canda deennkk....yang baik yaa anakny itu tapi caranya aja salah yang menurut dia adalah cara yang benar...nah lhooo :aaaa:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.