1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Yuk cek keseruan dan bantu vote chain terbaik EPYC Season 17! Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
    Dismiss Notice
  3. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  4. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  5. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

OriFic GIANDE's Stories Collection ~ [Cerpen][OneShot]

Discussion in 'Fiction' started by Giande, Mar 28, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Berhbung gw memutuskan membuat trit khusus untuk chocolate ( dikarenakan cukup panjang juga ternyata hasile ,sayang kaau ga dijadiin trit sendiri )
    jadi didalam index disini chocolate e gw apus tapi post cerita e tetep ada

    Akhirnya gw buat trit disini

    pertama - tama masukin kumpulan cerpen2 dulu

    Genre : campur aduk, nasi campur, tahu campur, gado - gado :haha:
    Author : me the only one me Giande :cerutu:

    INDEX

    1. oneshot : Animon
    Genre : fantasy, comedy, action

    2. Oneshot : Rival
    Genre : martial arts. comedy, romance

    3. Sang Peniup
    genre : dongeng

    4. Bodoh, Culas, dan Cerdik
    genre : dongeng

    5. I'm Evil

    genre : gila

    6. Aedi
    genre : Fantasy

    7. Big Guy and Apple
    c1
    c2
    c3
    c4
    c5
    c6
    last chapter aka c7

    8. Malin Kundang - Untold Story
    Genre : Reimagine

    9. Memori - Valentine Challenge
    Genre : drama

    10. Little Galena
    Genre : slice of life, children?!

    11. Dear Diari
    Genre : Comedy

    12. Sebuah Pesan Untukmu
    Genre : Slice of life

    13. Arti Diri
    Genre : -


    tinggalkanlah jejak yang sangat berarti buat penulis


    bisa kritik
    saran
    masukan
    juga bingkisan
    atau
    kuaci juga kacang

    :haha:

    Last Update : Arti Diri

    note : sebenarnya ide untuk fikbul tema pohon sih tapi kebiasaan tarsok ya udahlah buat untuk biasa aja :lalala:

    go go adventure, Snowdrop, Big Guy and Apple semua berada dalam 1 dunia yang sama dengan sistem utama "crystal"
    dunia ini terbagi menjadi 2 benua besar(sementara) dengan nama Aruna dan Vesna(nama sementara juga), awalnya dunia ini untuk concept fic gw yang lagi dikonsep tapi lagi stuck :madesu: yaitu Teppo's Gift Shop :hehe:

    SnowdropSnowdrop berkisah sebagai pengantar negara TwinDom
    @Go go Adventure adalah spinoff untuk yang namanya "adventurer"
    BigBig Guy and apple
    nantinya ini salah satu anggota guild yang bakal berperan dalam dunia Teppo's Gift Shop...masih belum ditentukan seberapa besar perannya
    dan juga sedikit menyinggung negara terbesar (sementara juga) dalam dunianya yaitu Holy Grand Feuer Empire

    in concept
    sandrosandro and Wolf > spin off awal mula negara xxxxxxxx (lom nemu nama yang pas) > cikal bakal yang namanya
    Sandro Knight
    > yang direncanakan sebagai negara kedua asat Teppo memulai perjalanannya

    @xxxxxxxxxx(lom nemu judul tepat e) >menceritakan salah satu daerah wisata(penginapan dengan air terjun didalamnya) yang juga nantinya menjadi tempat kunjungan Teppo entah kapan atau mungkin cuman numpang lewat :haha:
     
    Last edited: Oct 12, 2015
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Animon

    “ Hoshhh… hosh.. “

    Suara napas memburu berasal dari sosok bayangan sedang terbang di malam bulan purnama. Sosok itu berpakaian baju pelindung berwarna perak yang kusam dan beberapa bagian sudah tampak rusak. Kepalanya dilindungi sebuah helm baja yang menutupi dengan sempurna, hanya menyisakan sedikit celah untuk mata dan hidung. Pemakai baju pelindung perak itu mempunyai sayap lebar seperti burung rajawali. Sayap itu sudah rusak sebagian sehingga terbangnya menjadi lambat dan tidak seimbang. Pemakai baju pelindung perak itu tidak terbang sendirian sendirian, dia diikuti beberapa sosok bayangan yang lain sambil mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan. Pengejarnya mempunyai sosok yang mengerikan, mempunyai sayap seperti kelelawar, tubuh berwarna hijau gelap, tangan dan kakinya keriput seperti ranting pohon yang layu tapi penuh dengan otot. Wajah mereka mengerikan berhidung mancung dengan mata tajam berwarna merah.

    “ Kejar Animon itu jangan sampai lepas “ Teriak salah satu pengejar dengan suara kasar

    Pemakai baju pelindung perak itu atau Animon itu menyadari pengejarnya semakin agresif itu berusaha mempercepat terbangnya tapi kondisinya sedang terluka.

    “ Aku tidak bisa begini terus. Cepat atau lambat para demon itu akan menangkapku kalau keadaan terus seperti ini “ gumam Animon itu dalam hati sambil memikirkan sebuah ide untuk melarikan diri dari para pengejarnya atau Demon. Sebuah ide terlintas di benaknya dan ia langsung segera melakukannya. Ia dengan cepat membalik tubuhnya dari membelakangi para Demon kini berhadapan. Para Demon yang tidak menduganya berusaha mengerem laju terbangnya tapi akibatnya mereka sedikit kehilangan keseimbangan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Animon itu untuk mengepak kedua sayapnya yang sudah rusak parah dengan kencang sehingga menimbulkan angin cukup kencang yang mampu mendorong mundur para Demon. Tapi tindakan Animon itu juga mengakibatkan sayapnya semakin rusak dan akibatnya Animon itu kehilangan kemampuannya untuk terbang dan perlahan tubuhnya jatuh tanpa bisa di kontrol olehnya.


    ***

    Jauh di bawah tempat pengejaran Animon dan Demon itu sedang berlangsung ada sebuah kota kecil bernama Farren. Animon dan Demon itu tepat berada di atas sebuah taman kota yang berbatasan langsung dengan sebuah SMA. Saat malam sekolah sudah tidak ada kegiatan dan taman itu juga sepi. Saat itu seorang pemuda berpakaian SMA sedang berdiri di depan sebuah stan peramal sambil menjulurkan tangannya untuk di ramal. Stan peramal itu berada tepat di gerbang pintu masuk taman di seberang sekolahnya. Stan peramal ini baru saja dibuka hari ini.

    “Hmm….” Gumam peramal itu sambil melihat telapak tangan pemuda itu dengan kaca pembesar miliknya

    “ Bagaimana? Apakah aku akan beruntung? “ Tanya pemuda itu tidak sabar

    “ Nama? “

    “ Rander… Rander Garp “

    Peramal itu berpikir sejenak sambil memejamkan matanya, tapi tangannya terus bergerak – gerak seperti menghitung sesuatu. Dan tiba – tiba ia membuka matanya langsung menatap tajam Rander

    “ Ya tampaknya kamu dalam dekat ini bakal kejatuhan sesuatu dari langit. Tapi aku ga tahu itu berkah atau musibah, semua akan bergantung dirimu yang memanfaatkannya. “ Kata Peramal itu menjelaskan

    “ Kejatuhan sesuatu dari langit? Artinya itu baik bukan? Pastilah itu berkah seperti istilah kejatuhan bintang atau durian runtuh. “ Tanya Rander menduga – duga

    “ Bukan - bukan, ini bukan perumpamaan tapi secara harafiah kamu bakal kejatuhan sesuatu dari langit. “ Kata Peramal itu sambil menggeleng – gelengkan kepalanya

    “ Hei peramal jangan main – main, mana mungkin ada benda jatuh dari langit kecuali hujan. “ Protes Rander

    “ Aku tidak tahu, tapi menurut ramalanku memang itu yang bakal terjadi…. Dalam waktu dekat mungkin malam ini juga. Memang aneh tapi itu hasil ramalanku barusan. Terserah kamu mau percaya atau tidak. Dan biayanya adalah 10 koin perunggu. “ Kata peramal itu lagi sambil menjulurkan tangannya meminta uang pada Rander

    Mata uang yang di pakai di dunia Rander adalah koin. Koin sendiri di bagi menjadi 3 lagi yaitu koin perunggu, koin perak, dan koin emas. 10 koin perunggu sama dengan 1 koin perak, dan 100 koin perak sama dengan 1 koin emas.

    “ APA? 10 KOIN PERUNGGU UNTUK RAMALAN OMONG KOSONG INI ? “ Teriak Rander kaget

    “ Baca sendiri di papan itu, kan sudah saya tulis sekali meramal 10 koin perunggu. Jangan bilang kamu ga punya uang? Ayo cepat bayar aku mau pulang. “ Jawab peramal itu

    Memang di papan peramal itu tertulis biaya meramal 10 koin perunggu, tapi Rander tidak memperhatikannya. Kini ia menyesal dan baru sadar kenapa tidak ada orang yang mau diramal. Ia punya uang 10 koin perunggu tapii uang itu sebenarnya mau ia pakai untuk biaya pulang sebesar 5 koin perunggu. Akhirnya dengan perasaan ogah Rander terpaksa memberikan sisa uangnya kepada peramal itu. Peramal itu menyambutnya dengan tersenyum

    “ Kamu tidak akan menyesal anak muda, ramalanku belum pernah meleset. “ Kata peramal itu sambil berlalu dari hadapan Rander

    “ Ya memang belum kecuali kali ini pasti meleset. “ keluh Rander

    Karena uangnya habis, Rander terpaksa berjalan untuk pulang. Ia harus melewati taman dan berjalan melewati beberapa blok untuk sampai di rumahnya. Dengan langkah gontai Rander melangkahkan kakinya masuk ke dalam taman.

    Suasana Taman sepi pada saat malam. Hanya suara serangga yang mengerubuti lampu taman yang terdengar. Rander berjalan dengan malas sambil melihat ke atas.

    “ Mananya kejatuhan sesuatu dari langit dalam waktu dekat? Langit kosong begini hanya ada awan, bintang dan bulan. Dasar peramal… “ Maki Rander dalam hati, ia terus berjalan sambil menatap langit. Pandangan Rander tertuju pada sebuah titik bintang di langit, ia merasa titik bintang itu semakin besar. Langkahnya terhenti untuk memastikannya. Semakin lama ia lihat titik itu semakin besar. Rander memincingkan matanya supaya lebih yakin kalau titik itu membesar dan ternyata ia tidak salah lihat, Titik bintang itu memang membesar seperti sedang menuju ke arahnya

    “ Eh.. Ini mustahilkan?Mana mungkin bintang itu bakal jatuh tiba – tiba hari ini. Kalaupun benar ada benda angkasa jatuh pasti sudah ada beritanya di koran. Pasti ini hanya khayalanku saja. “ Rander berkata pada dirinya sendiri, ia mengucek –ngucek matanya kemudian setelah yakin, ia kembali melihat ke atas. Titik bintang itu kini sudah berubah menjadi jauh lebih besar dan bentuknya semakin terlihat jelas sosok manusia dengan sayap, itu adalah Animon. Animon itu sedang berusaha meminimalisir benturan dengan tanah, ia berusaha mengepakan sayapnya sebisa mungkin agar mempermulus pendaratannya. Rander menatap tidak percaya kalau ada sosok manusia dengan baju pelindung perak dan sayap yang sudah rusak sedang jatuh dari langit tepat di atasnya. Ia hanya bisa memandang tanpa bergerak. Saat Animon itu semakin dekat dengan Rander, tekanan yang ditumbulkan menyadarkan Rander dan ia memutuskan untuk menangkap sosok yang tidak ia ketahui sama sekali.

    BUMM!!!

    Benturan yang timbul tidak sebesar dugaan Rander, ini dikarenakan Sayap dari Animon berhasil menahan laju jatuh dirinya, sehingga meminimalisir benturan yang lebih keras. Animon itu menindih Rander. Perlahan Rander membuka matanya. Ia memperhatikan dirinya, dan sosok yang baru saja jatuh dari langit menimpahnya. Rander yang masih kebingungan tiba – tiba Sosok itu bangkit dan berdiri. Dia memperhatikan sekitarnya

    “ Dunia ini juga ada manusia ?“ Pikir Animon itu memperhatikan Rander

    “ Ha..halo , apa kamu bisa mengerti ucapan aku? “ Tanya Rander ragu - ragu

    “ Para demon itu sedang menuju kesini. Sial usahaku tadi tidak berhasil mengecoh mereka“ Pikir Animon dalam hatinya. Ia kemudian melihat Rander yang masih kebingungan dan langsung membopong Rander ke balik pepohonan

    “ Hei lepaskan aku. “ Teriak Rander

    Animon segera melepaskan Rander setelah bersembunyi di balik pepohonan. Ia memberi aba – aba untuk diam. Rander ingin protes tapi segera Animon itu menutup mulut Rander. Baru saja Rander ingin berontak , kembali Animon itu lebih sigap duluan untuk mengunci tubuh Rander sehingga tidak bisa bergerak.

    “ Tenanglah. Aku tidak berniat jahat. Para demon sedang menuju kemari. “ Bisik Animon, kemudia ia melepas Rander perlahan.


    Saat yang bersamaan para demon yang sedang mengejar Animon itu sudah berdiri di tempat tadi Rander ditimpah Animon. Tadinya Rander menganggap demon itu lelucon tapi begitu melihat 5 sosok yang berada tepat di depannya ia sadar kalau ucapan dari sosok yang baru menimpahnya itu bukan omong kosong.

    “ Aku kira kita terlempar ke dunia asing tanpa peradaban, tapi ternyata aku keliru. Melihat tempat ini aku rasa peradaban di dunia ini pasti cukup tinggi. Kalau saja dunia in juga dihuni oleh manusia pasti raja kita akan senang kalau kita membawa kembali berita ini. “ Kata Demon yang paling tinggi besar.

    “ Fokuskan pencarian kita. Prioritas kita adalah membawa Eamon Osfreed sang Animon. Raja sangat menginginkan dirinya dalam keadaan hidup …. atau mati “ Ujar Demon yang mempunyai tanduk kecil di kepalanya. Demon ini satu – satunya yang mempunyai tanduk.

    Rander langsung mengerti kalau sosok – sosok mengerikan di depannya itu sedang mencari orang yang sedang bersama dengannya.

    Krek

    Rander tidak sengaja mematahkan sebuah ranting. Demon yang bertanduk kecil itu langsung mencari asal suara itu. Perlahan berjalan menuju persembunyian mereka. Rander tampak kuatir sekali keringatnya bercucuran. Sedangkan Eamon yang bersama dengannya masih tetap tenang, tapi dia dalam posisi siap tempur walaupun dia tahu tubuhnya sudah terluka parah. Keempat demon lain masih tetap berjaga di belakang demon bertanduk. Langkah – demi langkah Demon bertanduk itu menuju ke pohon tempat Rander dan Eamon bersembunyi.



    “ KAPTEN !! “ Terdengar teriakan dari belakang demon bertanduk itu. Suara itu berasal dari salah satu demon yang berjaga

    “ Ada apa? “ Kata Demon bertanduk itu berjalan menjauhi pohon persembunyian Rander dan Eamon. Ia kembali mendekati demon lainnya

    “ Kapten lihat itu ada manusia berjalan di sana. Ternyata di dunia ini ada manusia yang hidup “ Cerita demon yang memanggil itu dengan raut muka penuh nafsu

    “ Ayo kita makan jiwanya, pasti rasanya lezat Kapten, dia masih sangat muda. Aku ingin merasakan jiwa manusia dunia lain. Slurpp !” tambah demon itu meneteskan liur berwarna hijau seperti warna tubuhnya.

    “ Hmm baiklah memakan satu jiwa manusia tidak akan menghambat tugas kita, malah akan memberi kita tenaga baru untuk mengejar Eamon, SERGAP DIA. “ Perintah Demon bertanduk


    Segera keempat demon lain bergerak menyergap manusia yang sedang berjalan di dekat mereka. Perempuan itu berambut sebahu dan berpakain seragam SMA seperti Rander. Keempat demon itu langsung mengepung perempuan di 4 penjuru. Perempuan yang melihat 4 mahluk aneh tiba – tiba mengepunng dirinya tidak sempat berbuat apa – apa. Perasaannya bercampur aduk antara kaget, dan takut. Keempat demon itu memasang tampang kelaparan, sementara perempuan itu tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa berdiri gemetar, ia hendak berteriak tapi kondisi ini membuat mulutnya tidak bisa bergerak seperti keinginannya. Kemudian Demon bertanduk itu terbang memasuki kepungan 4 demon lain dan berdiri tepat di hadapan perempuan yang sedang ketakutan itu dan akhirnya jatuh pingsan.


    “ Ariana !! Aku harus menolongnya “ Rander berusaha keluar dari persembunyian untuk menolong perempuan yang bernama Ariana, tapi Eamon menahannya

    “ Jangan bodoh, kamu tidak akan sanggup melawan demon itu. “

    “ Mereka mengejarmu kan? Kalau begitu kamu saja keluar untuk mengalihkan perhatian mereka agar aku bisa menolong Ariana. Aku tidak mungkin diam melihat temanku dimakan oleh para demon itu. “ Protes Rander dengan suara keras. Suara itu ternyata terdengar oleh para demon, mereka langsung menyadari posisi Rander dan tampak demon bertanduk menyuruh 2 demon lainnya untuk memeriksa posisi Rander dan Eamon.

    “ Sial mereka sudah menyadari posisi kita, kalau saja tubuhku tidak terluka parah. Baiklah aku akan mengalihkan perhatian mereka, sehingga kamu bisa lari kemudian menyelamatkan temanmu itu. Lagipula tujuan mereka adalah aku “ Kata Eamon

    “ Aku tidak tahu siapa kamu juga mereka, tapi melihat kondisimu dan tindakanmu aku rasa kamu tidak akan mampu lari lagi dari kejaran mereka. Apa tidak ada cara lain untuk menghadapi demon? Apa mereka tidak punya kelemahan? “ Geram Rander sambil memandang ke arah Ariana penuh dengan tekad

    “ Sebenarnya ada satu cara lagi untuk menolong perempuan itu, kamu juga aku, tapi cara ini aku tidak yakin berhasil 100%. Kami para Animon bisa menyatukan tubuh kami dengan manusia yang mempunyai roh dan jiwa kuat. Dan jika menyatu maka manusia itu bisa menggunakan kemampuan kami walaupun kami dalam keadaan terluka parah seperti kondisiku saat ini. Tapi tingkat sinkronasi setiap manusia terhadap Animon berbeda – beda bahkan kemungkinan terburuk setelah penyatuan manusia itu akan lumpuh selamanya, ditambah lagi kamu bukan manusia dari dunia kami, aku… aku ragu untuk melakukannya. “

    “ Peduli amat resiko setelahnya yang penting sekarang kita bisa mengatasi mereka. “ Jawab Rander. Rander menatap Eamon dengan penuh keyakinan. Tatapan mata itu membuat Eamon percaya.

    “ Baiklah, bersiaplah. “ Kata Eamon itu kemudian ia meletakan telapak tangannya di kepala Rander

    “ VERINIGEN !! “

    Cahaya menyilaukan keluar dari tubuh Eamon, kemudian perlahan – lahan timbul hembusan angin di sekitarnya. Perlahan – lahan tubuh Eamon tersedot kedalam tubuh Rander seperti terhisap kedalam pusaran angin.

    BLAsss!

    “ Cahaya itu….AWAS itu adalah cahaya yang timbul kalau Animon bersatu dengan manusia “ Teriak demon bertanduk. 2 Demon di depan yang berjalan ke arah Rander kaget mendengar peringatan dari kapten mereka

    Krosak

    Sebuah tubuh meluncur cepat keluar dari pepohonan dan melewati kedua demon itu dengan mudah. Bayangan itu tidak berhenti tapi langsung menuju demon bertanduk dan 2 demon lainnya. Demon bertanduk dan 2 demon lainnya mengambil posisi berjaga. Sosok itu tidak menyerang para demon tapi ia langsung mengangkat Ariana itu dan pergi meninggalkan para demon. Sosok itu melompat dengan cepat menghilang dari pandangan para demon. Para demon tidak menduga akan dihampiri seperti itu, sehingga mereka lengah. Sosok yang barusan menerobos para demon itu adalah Rander. Ia menggunakan salah satu kemampuan dari Animon milik Eamon.

    “ Ini adalah kemampuan kami para Animon. Kami mampu menggunakan kemampuan dari binatang. Ini adalah kemampuan dari kelinci, Kegesitan dan kemampuan melompat kelinci sangat hebat. “ Kata Eamon menjelaskan dari dalam diri Rander

    “ Wuah..Ini keren, Aku merasa sangat lincah. Ternyata ini kemampuan Animon, aku bahkan tidak merasa ada yang berbeda dari diriku setelah kamu tiba – tiba masuk dalam diriku. Ini hebat, kenapa tidak dari tadi kamu melakukannya. Apa hanya kemampuan kelinci yang kamu punya? Tidak mungkinkan dengan kemampuan kelinci ini kita menghabisi para demon itu. “

    Rander kemudian berhenti di salah satu sudut taman, setelah yakin kalau dia mampu mengecoh para demon yang mengejarnya. Ia kemudian menurunkan, dan mendudukan Ariana di salah satu kursi taman.

    “ Bukan aku tidak mau menyatukan diri denganmu. Tapi proses penyatuan ini tidak selalu berhasil. Walaupun berhasil, tidak semua kemampuan dari Animon dapat kamu gunakan. Kalau kamu memaksa itu akan berakibat fatal pada tubuhmu. Menurutku kekuatan jiwamu hanya mampu menahan 2 kemampuan Animon level bawah. Kemampuan dari kelinci ini termasuk kemampuan level bawah. “ Eamon menjelaskan

    “ Hei kita tidak akan tahu kalau tidak mencoba, apa kamu tidak punya kemampuan yang lebih hebat untuk menghajar para demon itu, mungkin kemampuan dari harimau atau singat? “ Tanya Rander

    “ Sebenar…. Tunggu aku merasakan gerakan demon, mereka sedang menuju kesini. Sebaiknya kita sembunyikan temanmu di balik pepohonan dan membuat diri kita sebagai target. “

    Rander segera melakukannya, kemudian Rander menunggu demon melihat dirinya agar ia dapat menjauhkan para demon dari Ariana. Demon – demon terbang rendah mendekati Rander, 4 demon dan demon paling besar berada di paling depan.

    “ RANDER MENGHINDAR !! “ Teriak Eamon

    Walaupun Rander melihat demon itu masih jauh ia percaya pada Eamon dan ia segera menggerakan tubuhnya melompat ke belakang

    BUMM!!

    Tanah tempat Rander berdiri hancur oleh serangan dari demon bertanduk. Walaupun Rander lebih dulu melompat ke belakang sebelum serangan itu sampai tapi Rander tidak bisa menghindari serangan itu dengan sempurna, kaki Rander mengeluarkan darah.

    “ Fiuh hampir saja. “

    Rander tanpa menunggu lebih lama lagi langsung berusaha kabur tapi demon bertanduk itu bergerak lebih cepat dan mendahului gerakan Rander dan memukul Rander kembali sebelum melompat

    Gedebummm

    Rander terjatuh, dan dia langsung dalam posisi terkepung 4 demon lain. Rander terdiam tidak berani mengambil tindakan sembarang. Ia tahu satu gerakan salah ia bisa mati, tapi ia tidak bisa diam saja. Akhirnya ia bertindak nekat untuk menyerang demon yang berdiri tepat di samping kanannya. Dengan daya lompat kelinci Rander menambah daya serangnya untuk menghantam demon itu di kepalanya. Demon itu tidak menduga serangan terkena telak pukulan Rander, Rander tidak berhenti disana ia langsung memutar tubuhnya dan kemudian menggunakan tubuh demon itu sebagai tolakan untuk kabur, tapi saat hendak melompat lebih jauh kakinya tertangkap oleh demon yang barusan ia pukul. Demon itu dengan marah memutar tubuh Rander dan melemparnya ke pohon

    Krosak crek crek BAMMM!!!


    “ Ugh uohh” Darah muncrat dari mulut Rander. Luka ditubuhnya tidak ringan

    “ sialan mereka kuat sekali. “

    “ Sekarang kamu mau lari kemana Eamon Osfreed?? Aku tahu dirimu bergabung sama pemuda jelek itu“ Ejek demon bertanduk

    “ Haha tidak kusangka aku mampu mengalahkan Eamon Osfreed dengan mudah, Animon yang mampu menghancurkan satu batalion pasukan demon. “ Tambah demon yang barusan melempar Rander

    “ Jangan menganggap remeh Eamon, dia saat ini sedang terluka, dan hostnya masih amatir dalam menggunakan kemampuan Animon, lebih baik segera kita bunuh mereka sebelum Eamon mengeluarkan kemampuannya lagi. “ Kata demon lain

    “ Kalian berdua yang paling depan segera bunuh host barunya kemudian sisanya bersiap untuk menangkap Eamon yang akan keluar dari tubuh host itu. “ Perintah demon bertanduk


    Rander masih terduduk lemas setelah mengalami benturan keras akibat lemparan dan luka sebelumnya.

    “ Sial.. kalau begini terus aku akan mati, Hei Eamon apa kemampuanmu hanya kelinci ini saja? Tidak adakah kemampuan hewan lain yang bisa kugunakan untuk mengalahkan mereka? Sial “

    “ Ehm … aku tidak yakin kalau kamu bisa bertahan menggunakannya, karena semakin tinggi level kemampuan yang kamu pakai, maka kamu perlu jiwa yang lebih kuat. Kalau tidak maka tubuhmu yang akan menanggung resikonya bisa jadi kamu akan lumpuh seumur hidup bahkan … tewas“

    “ Kalau begini terus aku juga akan mati, ayo pinjamkan kekuatanmu lagi Eamon, kali ini kekuatan untuk bertempur. Aku mempercayaimu untuk masuk dalam diriku, sekarang giliranmu untuk percaya padaku “ Balas Rander tersenyum kecil


    Setelah mengucapkan kalilmat itu, Eamon langsung mengerahkan tenaganya untuk Rander. Tangan Rander bersinar terang berwarna merah. Perlahan tangan Rander diselimuti gumpalan cahaya merah dan berubah menjadi cakar berukuran besar sekitar 3 kali besar tangannya. Cakar merah, tajam seperti berlian.

    “ Eh… perubahan itu.. AWAS ITU CAKAR SERIGALA MERAH !! “ Teriak demon bertanduk

    CRAKK,…. CRoTTT

    Dalam sekejab Rander bergerak menusuk kedua demon dihadapannya. Dada kedua demon itu tembus oleh cakar serigala merah. Rander langsung melepas cakarnya dari tubuh kedua demon itu dan langsung melompat ke 2 demon lain di belakang. Demon di belakang tidak pasrah menerima serangan dari Rander ia berusaha memukul dengan cakar miliknya,

    JLEBBB

    Cakar serigala merah bertabrakan dengan cakar demon, dan seperti pisau mengiris roti cakar serigala merah menembus tangan Demon dan membelahnya

    “AARghhhh!!” Demon itu melolong kesakitan

    DUAK !!

    Rander menambahkan tendangan di tubuh demon yang sudah melemah sehingga demon itu terlempar dan terjatuh. Melihat temannya terkapar demon sebelahnya menjadi kalap dan langsung menyerang Rander dan sekuat tenaga..

    “ Jangan!! Cakar itu dapat merobekmu dengan mudah “ Teriak demon bertanduk dari belakang, tapi peringatan itu tidak terdengar oleh demon yang sedang kalap. Ia tetap menyerang Rander yang baru saja mendarat setelah menendang demon lainnya. Serangan demon kalap itu mengenai angin, Rander selangkah lebih cepat karena kegesitan tubuhnya bertambah seiring Eamon memberikan kemampuan cakar serigala merah. Rander sekarang segesit serigala merah, ia dengan mudah melihat serangan demon itu dan menghindar ke belakang …

    JLEB!

    Punggung demon itu ditembus cakar serigala merah, dan perlahan tubuh itu terjatuh setelah Rander menarik cakarnya. Kini tinggal demon bertanduk. Rander menatap demon bertanduk itu dengan pandangan menusuk sehingga membuat demon itu berkeringat. Demon bertanduk itu tidak berani bergerak sejengkalpun menunggu reaksi dari Rander. Rander masih diam menatap demon bertanduk itu

    “ Rander cepat habisi dia, semakin lama kamu menggunakan kemampuan ini semakin terkuras energi jiwamu. “ Kata Eamon memperingati

    Tapi Rander masih diam, perlahan napasnya memburu.

    “ Egh jangan – jangan dia sudah mencapai batas maksimal untuk menggunakan kemampuan cakar serigala merah. Aku salah perhitungan... Rander lepaskan kemampuan cakar serigala merah, kalau kamu memaksa dirimu lagi dalam 10-15 detik bisa – bisa tubuhmu rusak parah “ Eamon memperingati

    “ Kalau aku melepas kemampuan ini sekarang demon bertanduk itu akan menyerang dan membunuh kita. “ Jawab Rander sambil menatap tajam demon bertanduk

    “ Tampaknya tubuhmu tidak mampu menahan kemampuan dari cakar serigala merah. Hahaha itu wajar cakar serigala merah adalam kemampuan level tinggi, hanya manusia terpilih yang mampu menggunakannya. Sekarang aku tinggal bersabar menunggu tubuhmu kehabisan tenaga dan membunuhmu “ Demon bertanduk itu tertawa

    “ Sial, aku harus bertindak duluan. Hiahh “

    Rander langsung bergerak menyerang Demon bertanduk itu. Kecepatan Rander sudah berkurang dibanding pertama kali ia menyerang. Demon bertanduk itu mampu menghindari serangan Rander dengan terbang ke udara. Setelah serangan pertamanya gagal Rander molmpat untuk mengejar demon bertanduk itu.

    Dep

    Kaki Rander tertahan oleh demon. Demon yang tadi tangannya di belah masih belum mati , ia menggunakan sisa tenaganya menahan Rander dengan satu tangan yang masih bisa ia gerakan. Rander langsung mengalihkan serangannya ke demon . Sebuah tusukan ke punggung demon itu membuat demon itu tewas seketika dan Rander langsung menghentak kakinya untuk melepaskan genggaman demon itu.

    DUAK !!

    Rander terjatuh. Demon bertanduk itu menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Rander. Rander terjatuhh dan tubuhnya terluka parah akibat tendangan dari demon bertanduk juga karena memaksa dirinya menggunakan cakar serigala merah melebihi kemampuannya.

    “ Bangun Rander . Bangun !! “ Teriak Eamon dari dalam diri Rander

    Tapi luka Rander terlalu parah perlahan ia menutup matanya, napasnya melemah. Eamon ingin melepaskan diri dari tubuh Rander untuk menghadang serangan demon bertanduk tapi saat ini ia tidak bisa melakukannya karena untuk melepaskan diri perlu dorongan dari host itu sendiri atau jika host itu telah mati. Demon bertanduk itu tertawa penuh kemenangan, ia berjalan perlahan mendekati Rander. Ia terus tertawa

    “ HAHAHA ANIMON TERKUAT KEKAISARAN SEKARANG TIBA AJALMU. “

    Demon bertanduk itu mengangkat tangannya dan bermaksud menghabisi Rander dan Eamon dalam satu serangan sekuat tenaganya.

    “ HIAhhh !!”

    JLEBBBB!!

    “Ohk … Ohkk… “

    Darah berwarna hijau keluar dari tubuh demon itu dan mulutnya. Ternyata Rander lebih dulu bergerak untuk meusuk demon bertanduk itu sebelum demon itu menusuk Rander. Rander mencabut cakarnya dan berdiri memandang demon bertanduk itu perlahan jatuh dan tewas.

    “ Heh… hosshh hoshhh…ba..gaima..na…tak…tik pura – pu..ra mati…..manu..sia di.. dunia…ini “


    Rander langsung terduduk lemas.


    “ Kau… “ Kata Eamon

    “ Hosh … hosh tentu saja … aku masih hidup. Sekarang bagaimana caranya melepaskan cakar serigala merahmu ini? ….. tubuhku terasa makin berat..”

    “ Kemampuan itu akan hilang saat aku keluar dari tubuhmu. “

    “ Apa yang harus aku lakukan? “

    “ Pusatkan pikiranmu untuk mengeluarkan diriku, dan katakan ‘LEPS’ “

    Rander memusatkan pikirannya

    “ LEPS!”

    Sebuah pusaran muncul dari arah tubuh Rander, kemudian tubuh Eamon perlahan tertari keluar melalui pusaran itu

    BLAShh

    Eamon berdiri di hadapan Rander. Rander masih duduk lemas. Mereka sama – sama terluka tapi keadaan sudah jauh lebih baik karena tidak ada lagi yang mencoba mengejar dan membunuh mereka.


    “ Sekarang, apa yang akan kau lakukan? “

    “ Hmm aku perlu beberapa hari agar kekuatanku pulih sehingga aku bisa membuka gerbang dimensi agar dapat kembali ke duniaku. Kalau kamu tidak keberatan aku ingin tinggal sementara di rumahmu samapi tubuhku pulih. “

    “ Hah? Kamu bercanda? Rumahku kecil dan kalau kamu tinggal disana mungkin akan datang lagi demon lain mengejarku. Aku sudah kapok beurusan dengan mereka. Eh bagaimana dengan tubuh mereka ini? Tidak mungkinkan kita biarkan tubuh mereka tergeletak disini. “ Tolak Rander

    “ Kamu benar , aku sudah banyak menyusahkan dirimu. “ Eamon kemudian melepaskan helm bajanya, Wajah yang muncul tidak seperti bayangan Rander. Rander menduga Eamon sejenis manusia hewan karena mempunyai kemampuan hewan dan bisa masuk ke tubuh orang lain. tetapi wajah yang muncul adalah wajah perempuan cantik dengan rambut berwarna hitam panjang, mata yang indah kulit putih kecoklatan seperti manusia umumnya hanya saja telinga Eamon sedikit lebih panjang kebelakang dan hidungnya berwarna hitam dan agak bulat.

    “ Maafkan aku Rander, dan terima kasih atas bantuanmu malam ini. Ah mengenai tubuh demon itu jangan kuatir. Tubuh mereka akan menguap dan menghilang tanpa jejak kalau sudah tewas. Baiklah kita berpisah disini. “ Kata Eamon mengucapkan selamat tinggal

    “ Ka..kamu cewek? “

    “ Hmm cewek itu sebutan gender untuk manusia tapi kami animon biasa disebut betina ya intinya sama saja sebenarnya. Baiklah kalau begitu sampai jumpa . “

    “ Eit tunggu dulu.. aku berubah pikiran. Kamu bisa tinggal bersama denganku tapi jangan sampai ketahuan orang – orang di rumahku. “ Tahan Rander cepat, ia berpikir kapan lagi bisa bersama – sama perempuan secantik Eamon.

    “ Ini baru namanya berkah dari langit “ Pikir Rander dalam hati

    “ Itu gampang, aku punya kemampuan bunglon untuk menyamarkan keberadaanku. Tapi apa kamu yakin tidak apa –apa?“

    “ Tidak masalah. Sudah kewajiban kalau laki – laki membantu perempuan. baiklah kalau begitu ayo kita pulang. “ Ajak Rander

    “ Terima kasih Rander “

    Rander dengan gembira megnajak Eamon pulang ke rumahnya. Rasa cape dan luka di tubuhnya serasa menghilang karena di dekat cewek cantik. Sesampai beberapa lama berjalan, Rander merasa ada yang ia lupakan

    “ Ah iya Rander apa temanmu tidak apa – apa kita biarkan dia di tengah taman sendirian? “ Tanya Eamon

    “ AH IYA AKU LUPA TENTANG ARIANA”

    itadakimasu :cerutu:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  4. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Rival

    “ Juara kedua kejuaraan Karate tahun ini , Hebi Shido !”
    “ Grrr sialan kau Harima Kyou… akan kubalas ini kelak.” geram pria ceking dengan mata sipit, Hebi Shido saat maju menerima penghargaan
    “ Dan mari kita sambut juara tahun ini. Masih duduk di kelas 1 SMU. Dengan teknik tendangan yang sangat cepat mampu menumbangkan juara 2 tahun berturut Hebi Shido, H A R I M A KYOU !”

    Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah kaki seorang pemuda berambut pendek dengan mata bulat hitam yang tersenyum penuh kemenangan. Harima Kyou masuk menaiki podium kehormatan untuk juara satu. Harima Kyou seorang pemuda penuh semangat yang telah mendalami karate sejak usia 6 tahun. Selama ini dia belum pernah kalah semenjak duduk di bangku SMP.

    ***

    Keesokan harinya di sekolah.

    “ Selamat Kyou katanya kamu juara 1 ya? “ ucapan selamat datang dari seorang pemuda pendek, dengan pakaian selalu keluar dari celananya
    “ Tentu saja. Terima kasih Keima. Laki – laki itu harus kuat “ Kata Kyou sambil memamerkan lengannya pada teman baiknya Yamamoto Keima
    “ Sayang kamu juara pada saat bersamaan dengan Akisawa Eri juara lomba sains. Hahh” Keima mengela napas “ Jadinya semuanya lebih memperhatikan dia daripada kamu. Ya mau bagaimana lagi, Eri kan memang cantik dan pintar ditambah kali ini dia juara lomba sains nasional, pasti satu sekolah sedang membicarakannya. Kasian kamu Kyou tidak ada yang tahu kalau kamu juga juara karate sekota. “ Kata Keima dengan pandangan kasihan ke arah Kyou
    “ Huh, bukannya aku butuh ucapan selamat juga dari yang lain. “ Dengus Kyou
    “ Hehe akui saja kalau kamu sebenarnya ingin diperhatiin…Eh itu Akisawa “ Kata Keima

    Cewek dengan rambut panjang diikat pony tail, mata yang bulat seperti bulan sempurna, tubuh yang tinggi dan ramping. Akisawa Eri cewek yang paling populer di sekolah Kyou. Pintar, cantik, dan seksi merupakan kombinasi sempurna. Tapi walaupun semua memuji dan mengidolakan Eri, tidak demikian dengan Kyou dia tidak suka dengan Eri, walaupun mereka sekelas dan duduk bersebelahan.

    “ Enaknya kamu Kyou duduk disebelah Eri, eh kamu mau tukar tempat duduk denganku? “
    “ No. Apa sih yang dilihat orang dari Eri? Cewek itu harus kuat juga baru menarik. Cewek lemah itu sudah peninggalan masa lalu “ Koar Kyou, saat bersamaan Eri duduk dikursinya mendengar ucapan Kyou, dan melirik ke arahnya
    “ Eh apa? “ Tanya Kyou

    Eri tidak menjawab, kemudian terus melayani fansnya yang mengerumuninya.

    “ Dasar cewek, disapa malah dicueki. “
    “ Hmm heran Eri Cuma cuek sama kamu, padahal dia biasanya ramah sama semua orang. Dan lebih herannya lagi dia masih belum punya pacar. Sudah banyak orang yang ditolaknya bahkan dia menolak cowok yang menjadi kapten klub sepak bola, ketua osis yang menjadi idola para wanita di sekolah ini.”
    “ Bukan urusanku.”
    “ Kyou sampai kapan kamu terus begitu terhadap cewek? Kalau terus mencari cewek kuat sampai kapanpun kamu akan tetap single. Kamu harus seperti aku ini, ramah terhadap siapa saja, cewek suka cowok ramah. “
    “ Tapi kamu kan masih single “
    “ Eh.. ah lupakan itu ngomong – ngomong aku ingin tahu kamu itu pernah kalah waktu bertanding karate? Ya sama lawan yang sebayamu? “
    “ Dulu aku pernah kalah, saat aku masih 7 tahun. “ Jawab Kyou singkat, dia bernostalgia

    Kejadian itu terjadi saat Kyou masih 7 tahun baru 1 tahun belajar Karate. Ia liburan di kampung halaman Kakeknya. Saat itu kakeknya dikunjungi oleh temannya yang juga membawa cucunya. Itu adalah pertandingan pertama Kyou, hasilnya? Dia kalah telak tanpa sempat menyentuh lawannya.

    “ Suatu saat aku akan mengalahkanmu “
    “ Akan aku tunggu saat itu “

    Kyou selalu mengingat janji yang dia buatnya itu, dan setelah kejadian itu Kyou berlatih dengan giat dan hasilnya sekarang dia adalah juara karate sekota untuk SMA.

    “ Hmm dia adalah lawan yang sangat tangguh, aku menantikan saat kita bertanding lagi” Cerita Kyou semangat
    “ Ya ya ya, ahhh Eri-chan cantik sekali. “
    “ Grrr dasar kamu KEIMAAAA” Kyou langsung memiting Keima
    “ Give up give up Eeegggg” Keima pingsan dengan sukses.

    ***

    “ Aku pulang ! “ Sapa Harima Kyou saat masuk kedalam rumahnya.

    Sepi. Tidak biasanya keadaan rumahnya sepi. Biasanya Ayah Kyou dan pegawai juga muridnya selalu ribut berpesta ataupun bekerja, tapi hari ini keadaan sepi. Kyou menatap kesekeliling rumahnya.

    Apa ada perampok? Kalau begitu perampok itu pasti babak belur dihajar ayah dan pegawainya

    Bagi Kyou hanya ada orang bodoh berani masuk dan merampok ke dalam rumahnya. Seorang kepala rumah tangga pemimpin perguruan karate, ditambah lagi beberapa murid ayahnya itu adalah polisi bagian penyelidikan pembunuhan. Kyou menepis kemungkinan itu, jadi apa yang terjadi? Saat Kyou masih berpikir apa yang terjadi dirumahnya tiba – tiba ada bayangan kecil terbang ke arahnya. Kyou yang pikirannya setengah melayang kaget tapi masih bisa menghindari tendangan itu dengan meminggirkan badannya kesamping, tapi sosok itu tidak diam saja setelah serangan pertamanya gagal. Sosok bayangan itu menggunakan tenaga pantulan didinding kemudian kembali menyerang Kyou. Kali ini Kyou sudah lebih sigap dia dengan mampu menangkap pukulan sosok bayangan itu.

    “ Kakek? “
    “ Hahaha Kyou tampaknya kamu rajin berlatih. “ Sosok bayangan yang menyerang Kyou ternyata adalah kakeknya Harima Kosuke, tubuhnya lebih pendek sedikit dibanding Kyou, dengan rambut sudah memutih separuh botak, dan kumis yang tebal putih menjadi ciri khasnya.
    “ Kakek kok disini? Ayah dan ibu kemana? “
    “ Ayahmu barusan dapat undian untuk ikut pemandian air panas berdua, jadi dia pergi sama ibumu, dan perguruan diliburkan. Nah Kakek disini untuk jaga kamu sementara ayah dan ibumu berlibur “
    “ Yang ada paling aku jaga kakek “ Gumam kyou kecil
    “ Apa? “
    “ Ah tidak – tidak “
    “ Ayo makan dulu nak Kyou, Kakek sudah siapkan makanan spesial buatmu, kare super pedas dengan kombinasi lombok 5 macam. Kamu suka makanan pedas kan? Kakek ingat kamu selalu menangis bahagia saat makan “
    “ Yang benar nangis kepedasan Kek”
    “ Apa? “
    “ Ah tidak – tidak , aku suka sekali dengan Kare “ Kata Kyou sambil tersenyum paksa

    Kare yang dibuat kakek Kyou sangat pedas. Kyou pura – pura makan sambil terus menyingkirkan sebisanya, tapi walaupun begitu rasa pedas kare itu tetap terasa walaupun hanya sedikit. Dan akhirnya Kyou tidak dapat menahan lagi matanya mengeluarkan air mata kepedasan

    “ Hahaha enak ya Kyou? Nih tambah lagi “ kata Kakek Kyou sambil menuang 1 piring kare ke dalam piring Kyou.

    Kuah kare itu tampak mengerikan dimata Kyou, seakan – akan itu adalah kolam hukuman api neraka, makin dilihat makin terasa rasa pedasnya.

    “ Ah apa itu diluar Kek? Ada artis lewat di halaman “ Teriak Kyou sambil menunjuk ke arah halaman samping
    “ Mana – mana? “

    Kyou tidak menyia – nyiakan kesempatan itu, ia langsung membuang sisa kare di piringnya ke tong sampah didekatnya dan kemudian berlagak kenyang

    “ Hahaha aku salah lihat, mana mungkin ada artis yang masuk ke halaman orang. Ahhh aku sudah kenyang Kek, aku mandi dulu “

    Kyou langsung meninggalkam kakeknya yang masih kebingungan. Setelah mandi Kyou dan kakeknya berkumpul di ruang keluarga.

    “ Kyou katanya kamu juara karate sekota untuk SMA ? benar begitu? “
    “ Ya Kek, barusan saja kemarin. “
    “ Hmm padahal dulu kamu kecil sangat lemah, Ah kakek begitu malu kamu kalah dengan cucu teman kakek itu. Nah katanya kamu mau balas kekalahanmu itu kan? “
    “ Tentu saja, sekarang aku sudah berbeda “ Jawab Kyou sambil menyetel Tv.
    “ Pas sekali, teman kakek itu juga datang kesini bersama kakek. Jadi kakek sudah mengatur pertandingan ulangmu dengan cucunya. Cucunya kan sekarang tinggal di kota ini “
    “ Benar Kek? “

    Kakek Kyou mengangguk

    “ Akhirnya setelah 8 tahun aku menyimpan kekalahan ini , tiba saatnya aku membalasnya “ Kata Kyou berapi – api
    “ hahaha semangat yang bagus. Nah sekarang ini hadiah dari kampung halaman Kakek “ Kata Kakek mengeluarkan 1 panci besar isi ubi bakar. Bau Ubi bakar itu langsung membuat Kyou terpesona
    “ Wuah Ubi dari kebun Kakek? Nyum nyum “ Kyou langsung makan tanpa basa – basi. Ubi itu adalah makanan favoritnya

    ***

    Keesokan harinya jam istirahat sekolah.

    “ Kyou hari ini kamu kelihatan senang sekali? Apa kamu barusan dapat undian? “ Tanya Keima
    “ Kamu ingat kemarin aku cerita pernah kalah sekali saat kecil? “
    Keima mengangguk

    “ Hari ini juga aku akan melakukan rematch dengan dia. Kali ini aku tidak akan kalah. “ Kata Kyou berdiri matanya berapi – api.
    “ Apa dia datang mengunjungimu? “
    “ Kata Kakek anak itu ternyata ada di kota ini. Hmm kenapa aku tidak menemukannya di kejuaraan ya? Apa mungkin dia sudah merasa terlalu hebat jadi meremehkan kejuaraan tingkat kota? Sungguh menyebalkan . Dia meremehkanku.”
    “ Tenang dulu Kyou, mungkin saja dia ikut tapi kalah?”
    “ Tidak mungkin, tapi kalau itu yang terjadi artinya aku memang lebih kuat . Hahahaha. “ Kyou kemudian duduk kemudian mengeluarkan makan siangnya. Sebuah ubi bakar yang dibuat kakeknya.

    “ Loh Eri makan siangmu hari ini? Kok diisi dengan ubi semua? Dibakar, direbus, digoreng? “ Tanya seorang siswi pada Eri
    “ Haha, ini makanan kesukaanku. Kakek baru saja membawanya kemarin. Aku masih kangen dengan rasanya. “ Kata eri tersipu malu
    “ Tidak kusangka Eri , kamu suka makan ubi “ Celutuk siswi lainnya
    “ Ternyata Eri juga ada kelemahannya , UBI. “
    “ hahaha “ Eri hanya tertawa kecil

    “ APA SALAHNYA DENGAN UBI? Ubi itu adalah makanan paling enak. Teksturnya lembut, rasanya manis, mengandung gizi tinggi, dan yang paling penting rasanya ENAK. Benar – benar makanan kelas dewa “ Bela Kyou tiba – tiba

    Siswi – siswi yang dari tadi menertawakan makanan Eri jadi terdiam. Eri tersenyum kecil kearah Kyou, Kyou jadi sedikit salah tingkah. Senyum Eri memang manis. Keima menatap dengan mata menyindir ke arah Kyou

    “ Apa? “
    “ Katanya kamu tidak suka cewek lemah?” Sindir Eri
    “ Memang begitu “ kata Kyou menguyah ubinya
    “ Hmm “
    “ Hei aku tadi itu membela Ubi, bukan Eri “
    “ ya ya”
    “ K E I M A … “ Kyou langsung memiting Keima
    “ Nyerah – nyerah. Aaaaa “ Keima pingsan dengan sukses.

    ***

    Sorenya di dojo Harima. Kyou sudah memakai seragam karatenya berdiri dengan penuh semangat menunggu orang yang dianggapnya rival selama ini. Kakek Kyou tidak segairah Kyou, dia mengambil beberapa botol minuman kemudian membawanya ke dojo. Waktu terus berjalan,

    1 menit
    5 menit
    30 menit

    “ Selamat Siang ! “ Suara pintu dojo dibuka
    “ Akhirnya kau datang juga “ Kyou berlari semangat menyambut
    “ Maaf tagihan minuman bulan ini tolong dibayar sekarang juga “

    Semangat Kyou langsung jatuh, terdiam melongo.

    “ Ayah dan Ibu sedang berlibur kembali minggu depan saja “ Kyou kemudian melangkah gontai kembali kedalam Dojo. Sementara Kakek Kyou duduk santai di dalam dojo
    “ Kakek, kapan teman kakek itu datang? Ini sudah telat 30 menit “
    “ Sabar Kyou, kamu gelisah amat seperti menunggu pacar saja. Hahaha “

    Duk duk duk

    Kyou menghampiri Kakeknya

    “ Kakek itu tidak lucu, dia adalah rivalku. Orang yang satu – satunya pernah mengalahkanku dengan umur sebayaku. “

    Brak !

    “ Selamat Siang ! Kosuke aku datang “ terdenga suara ceria datang dari pintu masuk dojo
    “ Nah itu pasti dia “ Kakek Kyou langsung menghampiri ke pintu meninggalkan Kyou.

    Kyou tadinya semangat kini menjadi tegang, beberapa pikiran menghampiri dirinya.

    Bagaimana kalau dia kalah lagi? Sekuat apa dia sekarang? Bagaimana kalau perkembanganku ternyata masih belum bisa menyaingi dia? Sudah cukup kuatkah diriku?

    Berbagai pertanyaan tiba – tiba menghampiri Kyou. Dia tegang. Terdengar suara Kakeknya semakin mendekat, tadi dirinya sangat percaya diri tapi sekarang ia menjadi gugup. Bagaimanapun juga ini adalah orang yang pernah mengalahkannya, orang yang dianggapnya rival.

    “ Ayo masuk Yuuji, cucuku sudah menunggu. Dia sudah tidak sabar melakukan Rematch dengan cucumu. “ Ajak Kakek Kyou
    “ Ah Ini cucumu? Lama tidak jumpa Hmm sapa namanya? Ah iya Kyou-kun “ Seorang kakek dengan tubuh setinggi kakeknya, wajah kriput, tapi matanya besar, rambutnya tinggal segelintir, dan jenggot putih tipis.
    “ Salam “ Kyou membungkuk memberi salam
    “ Haha tidak perlu seformal itu. Nah ayo Eri masuk.”

    Eri?

    Tubuh tinggi, rambut panjang, diikat ponytail yang sudah dikenalnya, mata bulat seperti bulan dengan baju karatenya yang sedikit ketat.
    “ E..E ri? Akisawa Eri? Ka..kamu? “ Tunjuk Kyou tidak percaya
    “ Ayo Kyou katanya sudah kangen tapi kok diam saja. Kaget ya nak Eri sudah tumbuh secantik ini “
    “ Halo Kyou-kun ! “ Sapa Eri
    “ Ta…tapi Kek.. dia kan cewek? Teman sekelasku lagi. Mana rivalku yang dulu itu? “ Tanya Kyou pada Kakeknya
    “ Ngomong apa kamu? Ya rivalmu dulu saat kecil itu kan Eri, Akisawa Eri “ Kata Kakek Kyou

    Bayangan masa lalu kembali terlintas dibenak Kyou. Saat dia dulu pertama kali dikenalkan dengan Akisawa Eri, seorang yang bertubuh kecil, bermain bersama dirumah kakek, latihan bersama, makan ubi bersama, sampai mandi bersama- sama. Muka Kyou langsung memerah saat mengingat kejadian dia mandi bersama. Saat itu dia memang menganggap Eri adalah Cowok, dan akhirnya sekarang dia baru sadar kalau Eri adalah cewek, bahkan Eri itu adalah Eri yang sama dengan teman sekelasnya, cewek idola di sekolahnya, pintar, cantik, dan bertubuh seksi.

    “ Ha..ha…ha Ternyata aku kalah dengan cewek dulu. “

    Harga diri Kyou yang setinggi gunung tiba – tiba retak….krek krek BLARRRr hancur berantak. Tidak pernah kalah dari cowok sebaya, tapi kalah dengan cewek. Kyou tertunduk lemas, suasana kelam muncul disekitarnya.

    “ Kalah dari cewek….kalah dari cewek…. Cewek… aku kalah …. Dari cewekkk “

    Eri menatap Kyou yang masih tertunduk lemas

    “ Kyou-kun kamu masih ingat janjimu kan? “ Tanya Eri dengan tatapan serius

    Hah janji apa?

    Kyou memukul pipinya sendiri untuk mengembalikan kesadarannya. Yang lalu tidak bisa diperbaiki.

    “ Tentu aku ingat. Aku akan mengalahkanmu, itu janjiku. Janji laki – laki tidak pernah dilupakan. “ Kata Kyou kembali pada kesadarannya

    Muka Eri memerah

    “ Kakek ayo mulai saja pertandingan ini.”

    Tidak ada jawaban, hanya suara ketawa kecil dari kakeknya juga kakek Eri

    “ hahaha Minuman kota besar memang enak, ayo satu gelas lagi Yuuji “
    “ Benar, ayo kamu juga Kosuke. Kapan lagi kita bisa minum bersama seperti ini.” Balas Kakek Eri

    Kyou dan Eri terperangah, ternyata kedua kakeknya sudah mabuk berdua. Dan terlihat sudah beberapa botol minuman kosong tergeletak , hanya dalam waktu sekejap.

    “ Eh kakek? “
    “ Ah Kyou chan aaaaa “

    Bruk

    “ Kosuke kamu lemah sekali begitu saja sudah ma…”

    Bruk

    Keduanya terjatuh, tertidur karena terlalu banyak minum.

    “ Sudah biarkan saja kakek tidur. Dia sudah lama tidak bersenang – senang. “ Kata Eri
    “ Ah iya, hmm terus gimana dengan pertarungan kita? Kita batalkan? “ Tanya Kyou
    “ Kamu mau melanggar janjimu? “
    “ EH tentu tidak, laki – laki pantang melanggar janji yang telah dia katakan “
    “ Ayo mulai kalau begitu “ Eri langsung memasang kuda – kuda

    Kyou jadi penasaran kenapa Eri begitu ingin dia melaksanakan janjinya, tapi dia tidak bisa menemukan jawabannya. Dan akhirnya dia memutuskan untuk memasang kuda – kuda juga.

    Aku tidak akan kalah lagi

    “ Apa kamu masih terus berlatih ? “
    “ Tentu saja “ Jawab Eri
    “ Aku tidak akan mengalah walaupun kamu seorang cewek “ Kata Kyou serius
    “ Sebaiknya begitu, karena aku juga tidak akan mengalah. “ Saat Eri menyelesaikan kalimatnya dia langsung bergerak maju dengan cepat, dan melancarkan 2 pukulan kombinasi kanan dan kiri. Kyou masih sanggup melakukan blok kedua pukulan itu, tapi setelah 2 pukulan itu diblok eri melanjutkan serangannya dengan sebuah tendangan belakang ke arah perut Kyou

    Buk !

    Kyou masih bisa menahan dengan kedua tangannya dan sedikit terdorong kebelakang

    Cepat dan tajam kemampuannya hebat

    “ Apa hanya segini kemampuan seorang juara ? “ Ejek Eri
    “ Kamu kuat , Aku suka itu “ Balas Kyou

    Pipi Eri memerah.

    “ Kali ini giliranku menyerang “ Teriak Kyou

    Kyou melancarkan 2 buah side kick , tapi Eri melakukan gerakan step kebelakang dan langsung bergerak maju. Kyou tersenyum dia sudah mengantisipasi gerakan itu, dan langsung saja ia melakukan tendangan memutar yang mengincar bagian kepala Eri.

    BUAk

    Kyou terjatuh. Ternyata Eri selangkah berpikiran lebih jauh. Saat Kyou melakukan tendangan memutar, Eri memutar tubuhnya untuk menghindari tendangan itu dan membalasnya dengan tendangan memutar dan kena.

    “ Ippon ! Best of three bukan biasanya? “ Tanya Eri dengan senyum kemenangan
    “ Ayo lagi “ kata Kyou kemudian berdiri, dia tidak marah ataupun sedih tapi raut mukanya menunjukan dirinya sedang menikmati pertarungan ini.

    Kyou kembali menyerang dengan pola yang sama, 2 buah side kick, dan Eri juga menghindar dengan cara yang sama, tapi serangan selanjutnya Kyou melakukan tendangan sapuan ke kaki Eri, spontan Eri menghindar dengan meloncat. Ternyata ini yang ditunggu Kyou, ia langsung melakukan tendangan frontal tepat ke arah perut Eri.

    Buak

    Walaupun Eri sempat melakukan blok tapi tendangna itu cukup telak, Eri terjatuh. Kyou mendapat Ippon.

    “ Kamu sudah jauh berkembang Kyou-kun”
    “ Eri apa kamu tahu kalau kita adalah teman semasa kecil? Kamu ingat kalau itu adalah aku?” Tanya Kyou
    “ Tentu saja”
    “ Terus kenapa kamu diam saja di kelas , padahal kamu tahu kalau aku selalu mencari rivalku yaitu kamu. “ Tanya Kyou ingin tahu
    “ Sebenarnya aku tidak ingin mengingatnya kembali. Tapi saat pertama kali masuk kelas aku sudah menyapamu tapi…. Reaksimu kamu malah menjauh dan asik mengobrol dengan Keima. Ka..kalau aku ingat itu aku jadi …. “ Eri menggeram, tubuhnya bergetar.
    “ Eh itu… masa? Eh tapi mungkin juga benar. “ Kyou sadar dia memang tidak pernah peduli pada cewek biasanya.

    BRAK !!

    Suara pintu dojo dibuka, tapi terdengar dengan paksa dan keras sekali. Beberapa orang masuk ke dalam dojo sambil merusak benda – benda yang mereka temui.

    “ Hebi Shido? “
    “ Halo Kyou, masih ingat perkataanku kalau akan kubalas? HAHh“ Tanya Hebi Shido

    Hebi Shido tidak sendirian, dia bersama beberapa orang lain. Orang – orang itu tampak kasar, seperti preman jalanan. Mereka membawa beberapa alat pukul seperti bat pukul.

    “ Mau apa kamu? “
    “ Hah? Mau apa? Ya jelas balas dendam. “ Shido langsung tertawa terbahak – bahak diikuti orang – orang dibelakangnya “ Sudah kutunggu saat seperti ini, saat orang tuamu pergi. Kali ini akan kulumat kamu, kamu telah memalukanku pada kejuaraan kemarin. “
    “ Siapa orang – orang ini? Kamu ternyata banyak musuh ya Kyou “ Tanya Eri santai
    “ Dia Hebi Shido, orang yang aku kalahkan pas kejuaraan kemarin “
    “ Dia tampak lemah pantas saja kamu menang. “ Ejek Eri
    “ Apa Katamu cewek? Sudah bosan hidup? Hajar mereka ! tapi yang cewek biar aku yang tangani sendiri“ Kata Shido dengan raut muka penuh gairah.

    Serentak 7 orang yang datang bersama Shido menyerang maju. Kyou mau membangunkan kakeknya untuk membantu tapi tampaknya hal itu sia – sia. Orang pertama sudah berada didepannya dengan sebuah pentungan besar yang diarahkan ke arahnya.

    BUAkkkk !

    Orang itu terjatuh dan pingsan terkena tendangan tepat batnya sehingga pentungannya itu menghajar mukanya sendiri, tapi bukan karena perbuatan Kyou. Eri yang menendangnya. Semua langsung terdiam termasuk Shido. Pertarungan akhirnya tinggal 2 lawan 7 termasuk Shido.
    Beberapa saat kemudian Shido dan 7 orang temannya sudah terkapar kesakitan. Eri dan Kyou masih berdiri dengan napas memburu. Kyou berbaik hati mengusir mereka, dan tidak mau memperpanjang masalah ini. Dengan tubuh terseok –seok Shido menyuruh teman – temannya pergi.

    “ Kamu akan menyesal Kyou” Kata Shido sebelum pergi
    “ Datang saja kapanpun” Kemudian Kyou berbalilk menghadap Eri “ Kamu hebat sekali Eri. Kalau saja tidak ada kamu mungkin nasibku sudah berakhir di rumah sakit. Terima kasih… “
    “ Sudahlah, dan sekarang ayo kita lanjutkan pertarungan kita “ Kata Eri semangat walaupun tubuhnya sudah basah dengan keringat
    “ Heh masih mau dilanjutin? Lain kali saja deh. Aku capek. Tapi kenapa kamu begitu inginnya menyelesaikan pertarungan kita? “

    Wajah Eri langsung memerah

    “ Po..pokoknya hmm jangan – jangan kamu lupa dengan janjimu ya? “ Tanya Eri penuh curiga
    “ Tentu saja aku ingat. Aku akan mengalahkanmu, kamu jangan sampai kalah sebelum aku kalahkan. “ Kata Kyou yakin
    “ Terus? “
    “ Terus apa? “
    “ Lanjutan janjimu “

    Kyou berusaha berpikir tapi dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Eri.

    “ Sudah kuduga.. kamu pasti lupa. Sudahlah aku pulang saja, “ Kata Eri kesal, dia berusaha membangunkan kakeknya untuk mengajak pulang
    “ Tu… tunggu. Memangnya aku lupa apa? Kasih tahu aku“
    “ Bo..bodoh. “ Eri melangkah pergi , ia gagal membangunkan kakeknya jadi memutuskan untuk pulang sendiri
    “ Aku benar – benar lupa. Ayolah kasih sedikit clue “ Kyou memohon

    Eri membalik badanya dan menatap tajam Kyou. Kyou hanya terdiam tidak tahu harus berbuat apa

    “ DASAR BODOHHHHHHHHHH ! “ Teriak Eri dan langsung pergi meninggalkan Kyou.

    Tinggal Kyou terdiam sendiri, dia masih tidak tahu apa maksud Eri dengan lanjutan janjinya itu.

    ***

    1 jam kemudian

    Kyou duduk didalam dojo sambil terus memikirkan terusan dari janji yang dulu dibuatnya bersama Eri. Tapi dia masih belum menemukan jawabannya, ingatannya buntu. Kakek Kyou dan Kakek Eri yang dari tadi tertidur perlahan membuka matanya.

    “ Loh Kyou kamu kok sendirian? Sudah selesai pertarungannya? “ Tanya Kakek Kyou sambil menguap

    Kyou tidak menjawab

    “ Bagaimana? Apa kamu sudah berhasil menjadi cucuku? “ Tanya Kakek Eri dengan mata setengah terbuka

    Kyou tidak menjawab. Tunggu dulu, ‘cucuku’. Kyou langsung berdiri dan menghampiri kakek Eri

    “ Apa maksudmu dengan ‘ menjadi cucumu’? Tanya Kyou penasaran
    “ Ya tentang janji kalian berdua itu. “ Jawab Kakek Eri
    “ Janji? “ Kyou berusaha mengingat
    “ Jangan – jangan kamu lupa tentang janji itu? “Tanya Kakek Kyou
    “ Jadi kakek juga tahu? “
    “ Tentu saja. Kalian kan berjanji di depan kita. Kecil – kecil kamu sudah berjanji menikahinya hahaha padahal kamu masih bocah saat itu. Tapi herannya Eri juga mengiyakan . “ Kata Kakek Kyou menjelaskan

    Sekilas ingatan Kyou berputar kembali pada saat ia masih 7 tahun. Saat dia baru saja dikalahkan oleh Eri. Dia terduduk dan dibantu oleh Eri untuk berdiri, kemudian…

    “ Suatu saat aku akan mengalahkanmu “
    “ Akan kutunggu saat itu. “
    “ Dan… kalau aku mengalahkanmu… mau…maukah kamu menikah denganku? “
    “…”
    “ Eh sudahlah lupakan…”
    “ Ya, kalau kamu berhasil mengalahkanku. Dan sampai saat itu tiba aku akan selalu menunggumu “
    “ Benar? “
    “ Iya”
    “ Cihui !! “

    Kyou tersentak, akhirnya dia berhasil mengingat janjinya secara keseluruhan. Terlintas kembali saat – saat dia bersama Eri dulu. Tanpa pikir panjang, Kyou langung berlari keluar. Dia mau menyusul Eri.

    “ Kyou kamu mau kemana? “ Tanya kakek Kyou tapi Kyou tidak menghiraukan dan terus berlari.
    “ Dasar anak muda suka terburu – buru. Paling sebentar lagi dia kembali. “

    5 menit kemudian

    Kyou berlari kembali ke rumahnya. Saat ditengah jalan dia baru sadar kalau dia tidak tahu dimana rumah Eri.

    “ Kakek rumah Eri dimana? “ Tanya Kyou dengan napas memburu
    “ Benar kan? “ Kata Kakek Kyou sambil melirik ke arah Kakek Eri.

    Kakek Eri kemudian memberitahu dimana mereka tinggal. Untungnya rumah Eri tidak begitu jauh dari rumah Kyou, hanya beda 2 blok. Kalau dia berlari maka hanya butuh waktu 10 – 15 menit untuk sampai rumahnya. Setelah mengetahui alamat Eri, Kyou kembali berlari keluar. Rasa capeknya setelah bertarung mendadak hilang. Di pikirannya hanya satu, yaitu tentang janji dia saat kecil. Janji dia pada Eri.

    ***

    20 menit kemudian di depan rumah Eri

    Kyou tertunduk ngos – ngosan. Dia berdiri menatap rumah Eri. Dari info kakek Eri dia tahu kalau Eri tinggal di kamar yang menghadap jalan di lantai 2. Lampunya masih nyala, dan ada bayangan orang didalamnya. . Kyou berdiri diam, berpikir, merenung, apa tindakan selanjutnya? Ia menelan ludahnya beberapak kali. Akhirnya ia memutuskan untuk langsung memanggil Eri. Saat ini Kyou merasa lebih butuh keberanian lebih daripada sekedar keberanian menghadapin satu gerombolan preman bersenjata. Ia menghirup napas panjang beberapa kali. Kemudian…

    “ ERI MAUKAH KAMU MENIKAH DENGANKU??? “ Teriak Kyou keras – keras

    Dia telah mengatakannya, dengan keras samapi satu kompleks bisa mendengarnya. Kyou melihat gorden di kamar Eri disibak, kemudian terdengar suara orang terburu – buru menuruni tangga di dalam rumah Eri.

    Brak !

    Eri keluar langsung menghampiri Kyou

    “ Apa maksudmu teriak – teriak begitu di rumah orang? Kamu membuatku malu “ Protes Eri dengan wajah merah

    “ Janji kita dulu. Aku sudah mengingatnya kembali…. Semuanya… bagaimana ? “ Tanya Kyou gugup, perasaan bercampur aduk. Bagaimana kalau dia ditolak atau kalau Eri ternyata hanya mempermainkannya? Semua belum ia pikirkan.

    Eri membalik badannya.

    “ Tidak “ Jawab Eri singkat

    “ Eh? Jadi… “ Kyou tertunduk lemas, perasaannya seperti baru saja kalah dari pertarungan. “ Hahaha. Iya juga sih… “ tawanya getir

    “ Kamu kan belum mengalahkanku. Pertarungan tadi kan masih seri…. Pokoknya kamu harus kalahkan aku dulu “ Sambung Eri kemudian berbalik berhadapan dengan Kyou. Eri tersenyum manis.

    Kyou yang tadinya tertunduk lemas langsung semangat kembali. Hatinya berbunga – bunga

    “ TIDAK BISA ! “ Terdengar suara dari belakang Eri. Tubuh besar dengan raut muka keras. Kyou mengenali sosok itu. Dia adalah grand master karate yang dihormatinya sama seperti ayahnya. Fotonya sering terpampang di majalah karate yang dia baca, namanya Akisawa Shio.

    “ Ayah…” Panggil Eri

    Hah ayah? Jadi Akisawa Shio adalah ayah Eri?

    “ Anak muda berani sekali kamu meminang putriku yang cantik ini? Kamu harus mengalahkanku dulu baru aku ijinkan. “ Kata Ayah Eri Tegas

    “ A..apa? … Eri ini,,, “

    “ Dia Ayahku. Berusahalah Kyou. “ Kata Eri tersenyum dibalik tubuh ayahnya

    “ Nah kapan kita bertanding? Ayo tentukan tanggalnya “ Kata Ayah Eri sambil menggeretakan jari – jari tangannya

    Rasa percaya diri Kyou kembali rontok. Melawan Eri saja dia masih kesulitan menang, dan kalaupun menang masih ada halangan berikutnya. Grand master karate.

    “ Berjuanglah Kyou, aku akan sabar menunggumu sampai kamu bisa mengalahkan ayah. “ Kata Eri tersenyum mengedipkan sebelah matanya
     
  5. magnan Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 18, 2009
    Messages:
    388
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +34 / -0
    :peace:
    wah, seperti yg aku mau, aemon bener2 cew cantik
     
  6. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    100 buat anda :cerutu:
     
  7. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Dalam cuaca badai pasir ini aku terus melangkahkan kakiku menuju tempat perlindungan. Cuaca seperti ini tidaklah berarti banyak buatku, tapi terkadang aku tidak ingin menyusahkan diriku dengan menerobos badai pasir ini. Aku lebih memilih untuk beristirahat sambil minum segelas minuman hangat. Pandanganku agak terganggu karena badai pasir ini, tapi untunglah saat aku melihat jauh ke selatan terlihat siluet cerobong asap. Itu pasti cerobong asap dari sebuah rumah.

    Aku harap itu adalah sebuah penginapan

    Harapanku terkabul, terlihat sebuah papan tua yang tulisannya sudah pudar, tapi aku masih bisa membacanya dengan baik

    PENGINAPAN DESERT EAGLE

    Hmm papan tua ini kurasa tidak akan bertahan lama lagi kalau diterjang badai pasir seperti ini

    Aku tidak sembarang mengeluarkan pendapat, itu sebuah pantangan bagiku. Aku selalu bicara fakta… derit suara yang ditimbulkan sudah menunjukan kalau sambungan papan itu sudah sangat rapuh.

    Brak !!

    Papan itu terjatuh setelah beberapa langkah aku melewatinya, tidak mengherankan sebenarnya. Sudah kukatakan akku selalu bicara fakta.

    Aku berdiri didepan pintu penginapan. Penginapan ini cukup besar juga terdiri dari 2 lantai, ukurannya mungkin sekitar 20 x 20 meter. Sebuah cerobong asap yang besar mengepulkan asap, cahaya berwarna kuning, dan suara yang cukup ramai.

    Penginapan ini cukup ramai ternyata. Walaupun di tengah daratan gersang seperti ini. Tapi tidak mengherankan sebenarnya kalau cuaca seperti ini menghambat perjalanan

    Kriett

    Alunan musik country dari sebuah music box mengalir. Cukup membuat suasana lebih meriah. Aku langsung berjalan ke counter minuman dimana tampak seorang pria gemuk dan pelayannya sedang melayani para tamu. Penginapan dan bar minum, sebuah tempat yang wajar di daerah barat ini.

    “ Selamat datang tuan, apa tuan mau menginap? Tuan sungguh beruntung masih ada 1 kamar yang tersisa, atau tuan hanya mau numpang minum? Sekedar menunggu badai pasir ini reda? Ya walaupun aku sangsi badai ini akan mereda dalam waktu satu hari. “ Sambut pria gemuk itu

    “ Kurasa aku akan menginap . “

    “ Baiklah , Calista siapkan kamar buat tuan ini “

    Pelayan itu bernama Calista, seorang wanita dengan paras cantik, rambut pendek, dengan pakaian ala maid.

    “ Tuan mau langsung ke kamar? Mari saya antarkan “ Tanyanya

    “ Nanti dulu, aku ingin minum, Bartender pesan sebuah minuman hangat “

    “ Segera !”

    Pelayan bernama Calista itu meninggalkanku, dan naik keatas, kurasa ia mau merapikan kamarku terlebih dahulu. Aku langsung duduk di counter setelah melepas mantelku yang besar, sebuah mantel kulit berwarna coklat yang daritadi menutupi diriku. Seketika itu semua pandangan mengarah pada diriku. Aku yakin itu karena sebuah pistol besar yang yang tergantung di pinggangku. Pistol itu ukurannya jauh lebih besar dari pistol revolver biasanya, ukurannya hampir 2 kalinya. Pistol itu adalah cirikhasku, pasti mereka langsung sadar siapa diriku. Aku bukanlah superstar, bandit, sherrif ataupun orang baik yang selalu menolong orang kesusahan. Aku hanyalah seorang pengembara yang selalu menjadi right man in the wrong place. Intinya aku selalu berada ditempat terjadinya suatu kasus atau pertempuran. Entah feromon seperti apa yang kupunya sehingga selalu menarik bahaya.

    Lebih baik aku tetap memakai mantel tadi

    “ Silakan minumannya tuan.. Ahh revolver yang besar sekali… jangan – jangan tuan adalah…. “

    Brak !!

    “ C H O C O “ Seorang pria berbadan besar , wajah bulat dan botak berbicara

    “ Nilai buronanmu di pemerintah $500.000, dan kamu juga jadi incaran Outlaw Guild dengan nilai sebesar $ 1.000.000 intinya kepalamu itu bernilai $1.500.000”

    Outlaw guild adalah guild para penjahat, ya semacam sarang bandit.

    Klik

    Pria besar itu tanpa basa basi lebih lanjut lagi langsung mengarahkan senjatanya kearahku, sebuah dual pistol revolver. Ukurannya terlalu kecil untuk pria sebesar dia. Tentu aku tidak diam begitu saja menanti peluru bersarang di kepalaku. Aku tidak akan berada disini kalau bisa ditembak serangan dari depan seperti ini.

    Brakk !

    Kulempar kursi yang ada disebelahku, walaupun kursi itu sedang ada yang menempati, jadi kulempar sekalian sama orangnya

    “ UAHhh “

    Mungkin tindakanku yang selalu bertindak spontan inilah yang menyebabkan kepalaku bernilai tinggi.

    Dor ! Dor !

    Pria besar itu cukup terlatih juga, walaupun di hantam kursi dan orang sekaligus dia masih sempat menembakan kedua pistolnya, ya walaupun sudah tentu pelurunya tidak mengenaiku. Suasana Bar langsung berubah , orang – orang yang tadinya asik menikmati minum dan mendengarkan musik langsung bersembunyi dibalik meja mereka. Aku melompat salot ke belakang terus ikut bersembunyi dibalik sebuah meja. Bukan aku sendiri yang bersembunyi dibalik meja itu, ada 2 orang pemuda lain

    “ eeee Ja..jangan libatkan kami “ mohonnya

    Aku tahu jelas sekali maksudnya.

    “ Tenanglah.. “

    DOR DOR ….

    Pria besar itu terus menembak ke arah meja ini, kedua pemuda itu meringkuk ketakutan. Aku hanya menghela napas, sambil mencabut pistol besarku dari sarungnya

    “ Ayo Keluar CHOCO, Apa hanya segini kemampuan buronan $150.000 “

    KLIk Klik

    Ah untunglah pistolnya kehabisan peluru, dengna begini aku tidak perlu lagi bersem…

    Drerrt det det det

    Meja bergetar, walau aku tidak melihat aku tahu itu suara dari sebuah senapan mesin.

    Sial dia ternyata punya senjata lain

    “Ayo keluar CHOCO “

    Langkahnya semakin mendekat, sambil terus menembakan senjatanya. Apa dia tidak sayang peluru? Cepat atau lambat meja ini juga pasti hancur, aku tidak boleh hanya diam disini.

    “ Kelu…'

    Ini dia saatnya. Aku langsung melompat keluar ke samping dan mengarahkan pistolku ke tangannya.

    DOR !

    “ Uahhh “

    Tangan kanan pria besar itu hancur tertembus peluruku. Kini dia pasti tidak bisa lagi memegang senjata, terdengar aku kejam bukan? Tapi yakinlah aku hanya membela diri. Dan lihatkan aku tidak membunuhnya bukan?

    “ Arghhh sialan kau “ Pria itu menoleh kanan – kiri, entah apa yang dia cari

    “ Pergilah, aku tidak ingin membunuhmu “

    “ Grrr jangan merasa kamu sudah menang Choco “ Pria itu langsung berlari menuju ke pelayan perempuan yang bersembunyi dibalik tangga. Hanya dia yang terlihat oleh pria besar itu. Pria besar itu menggunakan pistol kecil dengna tangan kirinya.

    Sebenarnya dia punya berapa banyak senjata sih?

    “ Kyaa tolong.. “ jerit pelayan wanita itu… namanya Calista kalau tidak salah.

    “ Menyerahlah Choco, atau.. “

    “ Atau apa? Ingat aku buronan di pemerintah juga, artinya aku telah membunuh banyak penduduk sipil “ Kataku tajam

    “ Egh “

    Pria besar itu memakan bulat – bulat tipuanku. Dia jadi ragu, dan ingin kabur. Tentu saja aku tidak membunuh penduduk sipil … paling tidak aku tidak berniat membunuh penduduk sipil. Hanya saja disatu waktu mereka selalu berada di tengah ledakan yang kubuat. Aku berjalan pelan mendekati. Pria besar itu tampak sekali gemetaran, keringatnya bercucuran, ditambah darah yang mengalir di tangan kanannya yang hancur. Kuarahkan pistol revolverku.

    “ Ka..kau ti…dak peduli cewek ini?”
    Aku diam
    “ Ehehe dia akan aku bunuh “
    Aku diam
    “ Cepat mundur”
    Aku diam
    “ Aku tidak akan sungkan menembak cewek ini “
    Aku diam
    “ Peringatan terakhir Choco”
    “ Lakukan saja “


    Wajah pria besar itu langsung berubah menjadi biru karena kini aku sudah berdiri tepat di depannya hanya berjarak pistol besarku. Lututnya gemetar

    “ BANG !!”

    Pria besar itu langsung terjatuh pingsan, celananya basah.

    Cih badan besar kok masih kencing dicelana

    Calista , perempuan pelayan itu juga terduduk lemas, mungkin ia mengira bakal akan mati juga. Aku melihat kerusakan yang dibuat pria besar itu. Beberapa tempat bolong dan mulai kemasukanbadai pasir, beberapa meja hancur karena tembakan asal pria itu, terutama meja yang kugunakan untuk berlindung. Kukeluarkan uang dari saku celanaku

    “ Ini untuk perbaikan, dan minumku “

    Aku memutuskan untuk segera pergi sebelum orang lain datang untuk memburuku. Aku berlajan ke counter minuman mengambil mantelku, kemudian langsung keluar dari penginapan itu. Badai pasir masih berlanjut, walaupun sudah agak mereda. Aku memutuskan untuk terus melangkahkan kakiku ke arah selatan… ya selatan.

    “ TUNGGU !!!”

    Aku kaget, ternyata pelayan wanita bernama Calista itu mengejarku.

    Hmm pasti dia ingin berterima kasih dan memintaku tinggal karena ada badai pasir ini.

    “ Maaf nona, aku tidak ingin…”

    “ Uangmu ini tidak cukup untuk membayar ganti rugi kerusakan penginapan kami. Uangmu hanya $500, sedang ongkos perbaikan dinding, dan meja yang rusak mencapai $5000. Sekarang ayo bayar? Sisanya” tagihnya

    “ Eh “

    “ Apa Eh? Tidak ada uang? Jangan kira habis adu tembak bisa pergi seenaknya ya.”

    “ uangku sudah habis”

    “ Habis? Kalau begitu kamu harus bayar ganti rugi dengan bekerja”

    “ Apa? Kerja? “

    “ Iya kamu harus jadi pelayan di penginapan ayahku”

    Dia langsung menarikku kembali ke penginapan, aku hanya terdiam mengikuti tarikannya. Ya aku Choco seorang burnonan yang dikejar pemerintah maupun bandit sekarang dipaksa kerja menjadi pelayan untuk membayar ongkos kerusakan yang sebenarnya bukan perbuatanku.
     
  8. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Chocolate II - Three mistake

    Pemerintah? Penjahat? Aku bukan keduanya. Kadang aku berada di pihak pemerintah, kadang aku menjadi seorang penjahat. Kalian tidak bisa berkata bahwa aku tidak konsisten, sebaliknya diriku ini adalah mahluk paling konsisten di dunia sekarang ini. Bisa dibilang semua yang kulakukan adalah untuk diriku sendiri. Aku tidak pernah memilih untuk berpihak pada pemerintah dalam menghancurkan salah satu markas rahasia milik outlaw guild, hanya saja saat itu aku tersesat ke markas mereka secara tidak sengaja dan merekalah yang memaksaku untuk berbuat demikian. Hei percayalah aku hanya membela diri, ya walaupun terkadang aku agak berlebihan dalam membela diri. Aku juga tidak memilih untuk menghancurkan kereta milik pemerintah. Aku hanya tidak sengaja menyalakan bom yang juga berada di kereta itu. Ya bukan salahku kan kalau dalam keadaan gelap seseorang pasti menyalakan api agar bisa melihat bukan? Mungkin bisa dibilang kejahatanku hanya menumpang kereta itu untuk berpergian, ya itu hanyalah masalah kecil tapi entah kenapa pemerintah menjadi sangat kesal akan hal itu. $ 1.500.000 itulah nilai kepalaku, pemerintah berjanji memberikan $500.000 dan outlaw guild mematok harga $ 1.000.000 sungguh angka yang luar biasa yang menjadikan diriku salah satu orang yang paling dicari. Untunglah aku selama ini bisa melindungi kepalaku dari para pemburu buronan. Berpindah tempat dari satu ke tempat yang lain adalah intinya, aku tidak pernah diam di satu tempat dalam waktu yang cukup lama. Menyamar adalah keahlianku, dan aku juga punya banyak kemampuan sehingga sangat muda untuk diriku untuk mencari kerjaan.

    “ Choco jangan banyak mengigau cepat cuci gelas – gelas itu dan segera layani tamu didepan. “ Teriak seorang pria gemuk. Pria itu adalah bosku , paling tidak selama aku bekerja di penginapan DESERT EAGLE ini. Lantai 1 penginapan ini digunakan sebagai bar minum, dan lantai 2 digunakan ya sebagai kamar penginapan.

    “ Segeeerraaaaaaaaaaaaa “

    Aku tidak boleh bermalas – malasan segera kubilas gelas – gelas yang sudah kucuci bersih. Gelas – gelas ini tampak lebih bersih dan berkilau dibanding saat pertama kali aku datang. Tentu saja semua ini karena aku, kan sudah aku katakan kalau akku ini punya banyak kemampuan ya termasuk kemampuan mencuci dengan sangat bersih. Tapi herannya Peter tidak pernah menghargai kebersihan gelas – gelas ini. Peter adalah nama bos ku yang gemuk itu.

    “ Buat apa gelas sebersih itu? Mau dipajang? Itu tidak perlu, itu pemborosan namanya “

    Ya aku mengerti di penginapan seperti ini gelas bersih adalah suatu kemewahan tapi tidak dibutuhkan. Semua yang datang minum lebih melihat isi dalam gelas itu daripada gelasnya. Bahkan terkadang mereka lebih suka gelas kotor yang bisa mengaburkan pandangan mereka terhadap isi di gelas mereka sehingga mereka dapat menganggap itu adalah minuman mahal.

    “ Choco tolong layani meja di depan “ Kali ini seorang perempuan menyuruhku, dia adalah anak dari penginapan Desert Eagle ini, namanya Calista. Pakaian maidnya sangat mencolok, itu juga yang membuat bar ini selalu ramai. Banyak juga yang datang hanya sekedar ingin melihat Calista. Dan hal yang paling aneh adalah entah kenapa mereka berdua tidak pernah takut pada seorang buronan seharga $1.500.000 bahkan mereka bisa memperlakukan diriku layaknya seorang pegawai rendahan. Seorang yang minum tapi tidak bisa bayar yang terpaksa harus bekerja untuk membayar minumannya, sepertinya itulah diriku dimata mereka. Padahal tentu aku disini bekerja bukan karena tidak bisa membayar minum, tetapi karena diriku tidak bisa membayar ongkos perbaikan kerusakan yang bahkan bukan perbuatanku… oklah tidak semua perbuatanku sebagian lainya adalah perbuatan pria besar yang mengincar kepalaku, tapi kenapa aku harus yang bekerja sendiri?

    “ Postur tubuhmu lebih cocok dari pada pria besar itu. “

    Sebuah pujian? Mungkin, tapi aku tidak tahu harus merasa senang atau merasa kesal akan pujian itu. Bisa saja aku melarikan diri tapi itu bukan prinsipku, aku tidak pernah melarikan diri kecuali terpaksa. Atau aku bisa saja mencabut revolverku yang menjadi cirikhasku dan menembak kepala mereka tapi itu juga bukan prinsipku. Seperti yang kukatakan aku bukanlah orang jahat, tapi juga bukan orang baik, tentunya bukan orang yang asal menembak.

    Hari ini sudah memasuki hari ke 7 aku bekerja sebagai pelayan di penginapan Desert Eagle, tidak ada yang spesial orang – orang masuk minum dan pergi, beberapa ada yang menginap.

    Kriett

    Seorang wanita masuk. Wanita itu langsung menarik perhatian semua orang yang ada didalam penginapan . Rambut panjang sebahu yang bewarna biru, ditutup dengan topi lebar. Memakai selendang yang panjangnya hampir menyentuh lantai, dan pakaiannya yang sangat terbuka, belahan dadanya terlihat sangat mempesona. Matanya mengintip dibalik topi lebarnya, mata yang besar dan jernih, dengan bulu mata yang lentik, dan senyuman tipis menghiasi wajahnya. Wanita itu berjalan pelan. Dan sepatu botnya menimbulkan suara ketukan di lantai kayu. Semua terdiam menatapi wanita itu termasuk diriku. Kuakui wanita itu sangat cantik dan mempesona. Dia berjalan ke arahku, aku tidak sedang bermimpi kan? Biasanya orang yang menghampiriku hanyala orang –orang jelek yang mengincar kepalaku kalaupun perempuan dia hanya datang menarikku untuk membayar ganti rugi karena kerusakan yang kubuat, aku melirik sebentar ke arah Calista. Saat aku kembali mencari sosok wanita yang cantik itu ternyata dia sudah berdiri didepanku.

    “ C h o c o, akhirnya kutemukan juga dirimu “ Panggila perlahan suaranya terdengar sangat menggoda

    “ Eh ? “ Jangan katakan kalau dia juga seorang pembunuh bayaran? Ah tidak mungkin, apa mungkin seorang fans? Itu lebih konyol lagi, siapa yang ngefans sama buronan pemerintah dan outlaw guild?

    “ Kamu tidak ingat aku? “

    Aku menggeleng , tapi tidak mungkin kalau aku lupa telah bertemu wanita secantik dirinya, aku berusaha mengingat tapi tetap saja nihil.

    “ Hehehe , tega sekali kamu melupakan diriku, padahal aku selalu mengingatmu. Aku … selalu mengingat perbuatanmu. “ Tatapnya serius

    “ Heh? Kurasa ini err pertama kalinya aku bertemu denganmu.“

    Aku yakin tidak pernah bertemu dengannya, tapi tatapannya mengatakan kalau dirinya juga tidak berbohong. Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin aku bertemu dengannya saat aku sedang mabuk?


    “ Ah sudahlah, sekarang aku sudah ketemu denganmu. Tidak sia – sia aku datang ke penginapan ini. Nah sekarang maukan kau ikut denganku keluar? Mau kan? “ Suaranya dibuat begitu menggoda, sangat menggoda.

    “ TIDAK BISA, CHOCO masih ada utang disini dia harus bekerja untuk membayarnya “

    “ Calista? “

    “ Utang? “ Wanita itu melihat diriku sejenak, kemudian tersenyum dan berjalan ke arah Calista, mengelilinginya

    “ Berapa utangnya? “

    “ $4500”

    Apa? Masih $4500? Terus apa artinya aku bekerja selama seminggu disini?

    “ Hanya dengan segitu kamu mau menahan CHOCO ku disini? Hahaha “

    “ Apanya yang lucu? “

    “ Ambil ini “ Wanita itu melempar segepok uang ke arah Calista

    “ Jumlahnya ada $10.000. Hitung – hitung sebagai rasa terima kasihku karena telah menahan CHOCOku disini “

    “ Nah Choco ayo kita pergi dari sini” Wanita itu menarikku, dan aku tidak melawannya.

    Aku memutuskan untuk mengikuti wanita itu. Ya aku harus berterima kasih padanya karena telah membayar utangku. Dia terus berjalan menjauhi kota. Setelah agak jauh dia berhenti

    “ Nah Choco, sekarang apa kamu masih tidak ingat padaku? “

    “ Hah? Kan aku sudah bilang aku tidak tahu siapa kamu”

    Dia berbalik membelakangiku

    “ Apa nama Mary tidak ada dalam ingatanmu?

    “ Mary? “ Aku berusaha mengingat. Satu – satunya nama Mary yang kutahu adalah Bloody Mary, seorang pembunuh andalan dari Outlaw Guild.

    Tapi dia kan sudah mati karena kutembak dan jatuh ke jurang Dan dia adalah wanita dengan wajah jelek penuh dengan bintilan di wajahnya

    “ Bloody…..Mary “

    “ Ah iya kalau itu aku tahu….. eh apa?“

    “ Itu namaku “

    “ Hah? “

    Creshhh



    Sebuah sabetan pisau mengarah padaku, untung saja reflekku jalan jadi hanya menyerempet bajuku.

    “Pisau itu”

    “ Akhirnya kamu ingat kan? Benar ini aku Bloody Mary yang kamu tembak dan lempar ke jurang “

    “ Tapi urusan jatuh ke jurang itu kan salahmu sendiri karena mundur dan tersandung batu “

    “ Grrr pokoknya itu gara – gara kamu mengintimidasiku dari depan makanya aku terjatuh kebelakang “

    2 buah tusukan kembali ditujukan kearahku, dan aku masih cukup beruntung lagi karena tusukan itu hanya menyerempet bajuku. 2 pisau, itu adalah senjata andalan Bloody Mary, seorang pembunuh yang dapat membunuh tanpa menimbulkan suara. Gerakan pisaunya sangat cepat, dan tidak terlihat untunglah aku bukan orang biasa. Aku masih mampu menghindarinya dan menembaknya pada pertemuan terakhir.

    “ Lihat sisi baiknya, sekarang kamu masih hidup dan tambah cantik “ Kataku berusaha menghilangkan dendamnya

    “ Ya aku sangat berterima kasih, sebagai gantinya nanti mayatmu akan kubiarkan utuh “

    Mary kemudian berlari mengelilingiku berusaha mengecohku dengan gerak cepatnya. Mataku berusaha mengikuti pegerakannya dan kurasa aku tidak punya pilihan lain selain kembali membunuhnya. Aku tidak boleh lemah hanya karena dia adalah seorang wanita cantik walaupun sungguh sangat disayangkan. Kesempatannya adalah pada saat ia akan menusukku.

    “ Kamu kira akku bisa terbunuh dengan cara yang sama 2 kali? Dengan membiarkan tubuhmu tertusuk dan menangkap diriku terus menembaku? “

    “ Tidak ada salahnya mencoba lagi bukan “

    “ Dasar Bodoh “

    Bloody Mary merubah taktik tempurnya dia tidak menusuk ataupun menyerang dari jarak dekat seperti saat melawanku dulu. 3 buah pisau melayang ke arahku, hampir saja mengenai tubuhku. Untung saja aku masih cukup gesit untuk menghindari semuanya.

    “ Bagus…. Tidak seru kalau kamu langsung kena “

    Kali ini Bloody Mary melempar 5 buah pisau ke arahku sambil mengelilingiku. Di serang dari 5 arah berbeda bukanlah hal yang menyenangkan, aku berusaha bergerak seminimal mungkin menghindari lemparan pisaunya. Baru saja 5 pisau itu selesai kuhindari datang serangan berikutnya.

    Lebih baik aku menunggu saja sampai pisaunya habis baru melancarkan serangan

    “ Heahaha aku tahu pikiranmu Choco… kamu mau menunggu pisauku habis bukan? “ Bloody Mary berhenti dan mengibaskan selendangnya. Deretan pisau tersimpan dibalik selendang itu. Mungkin ada sekitar 100 bahkan lebih.

    “ Wuoh “ Lemparannya semakin cepat

    Kurasa menunggu juga bukan pilihan yang bagus, lebih baik aku mulai menyerang

    Kucabut pistol revolverku

    “ Eh !“

    “ Kamu mau melawanku dengan gelas Choco? “

    “ Errr “

    “ Kamu meremehkanku, akan kuhabisi kau sekarang juga “ Bloody Mary berteriak marah

    Dan kenapa bukan pistolku yang ada dipinggang? Kenapa berubah jadi gelas? Ah aku baru ingat kalau beberapa hari ini memang aku menyimpan revolverku di kamar agar dipinggangku bisa ditaruh gelas minuman. Maksudnya untuk mempermudah pekerjaanku sebagai pelayan, tapi kurasa itu adalah kesalahan besar.

    Blood Mary berteriak marah, dan… tubuhnya terbelah?

    KROSAK CRANK CRANK

    Tubuh Bloody Mary berubah. Bagian pinggang sampai kakinya berubah menjadi seperti tubuh ular yang dilindungi oleh sisik – sisik perak memanjang. Dan bagian badanya muncul beberapa batang besi dengan campuran perak yang melindungi bagian dadanya. Dari siku tangannya muncul jarum panjang, dan rambutnya berubah menjadi pipa – pipa perak yang lancip. Tubuhnya yang tadinya hanya setinggi 1.6 m kini menjadi 2 kalilipat . Ia memandangi dari atas dengan pandangan penuh amarah.

    “ Jiahhh, sekarang mati kamu CHOCO “ katanya sambil menghentakan ekor ularnya

    Barisan sisik perak menerjangku, Aku melompat kesamping untuk menghindari tapi tidak sempurna beberapa sisik melukaiku

    “ Tubuh itu… kamu seorang B.E.G.O. “

    “ Tepat sekali, apa kamu berpikir mukjizat menolongku ? sehingga aku tidak jadi mati? Dan mendadak hidup kembali dengan tubuh seksi seperti tadi?

    “ Eh.. mungkin ada profesor kecantikan yang menolongmu “

    “ JIAjhhh “

    Kembali Bloody Mary menghentakan ekornya. Paling tidak sekarang aku yakin kalau dia tidak punya rasa humor sama sekali.

    Krosak krosak

    Bloody Mary ternyata tidak berhenti disitu saja, dia bergerak cepat ke arahku dan menggunakan cakar tangannya yang sudah berubah berusaha mencabiku

    Prang

    Aku lempar gelas yang kubawa, ternyata cukup berguna juga untuk mengalihkan perhatiannya. Kesempatan itu aku gunakan untuk bersembunyi dibalik batu besar. B.E.G.O atau Blast Energy Generator Organic adalah mahluk buatan dengan menggunakan bahan manusia. Bisa dibilang mereka seperti cyborg tapi jauh lebih kuat. Dan alasan dinamakan Blast Energy Generator Organic adalah karena..

    BLARRR !!

    Batu tempatku bersembunyi hancur. Bloody Mary mengeluarkan blast energy miliknya, sebuah energi padat terkonsentrasi yang mempunyai daya hancur luar biasa tergantung bahan atau manusia yang menjadi B.E.G.O.

    Dan sekarang apa yang harus kulakukan?

    Pilihan pertamaku adalah berlari secepat mungkin kembali ke penginapan, dan pilihan kedua berharap ada yang datang berlari membawa senjataku. Kelihatannya hanya ada satu pilihan.

    Eh bayangan itu? Calista? Dan dia membawa pistolku

    Nasib berpihak padaku, Serangan Bloody Mary tidak berhenti hanya karena nasib berpihak padaku, dia kembali menyerang membabi buta. Kurasa dia belum mampu mengontrol tubuh barunya dengan baik.

    Blar Blar Blar

    Aku berlari sekuat tenagaku ke arah Calista, berharap Bloody Mary tetap menembak asal. Calista yang melihat monster seperti Bloody Mary berhenti berlari ke arahku dan bergerak menjauh

    “ HOI Calista “

    “ Pergi Pergi menjauh dariku”

    “ Ya kamu pergi tidak apa – apa “

    “ Pergi jangan mendekatiku “

    “ Ya tapi lemparkan senjataku itu “

    Hup

    Aku melompat menangkap senjata revolverku. B.E.G.O biasanya tidak mempan oleh senjata kecil seperti pistol revolver ataupun machine gun, tapi senjataku ini khusus, dan pelurunya juga spesial. Biasanya aku hanya menggunakan peluru biasa seperti saat menghadapi pria besar di penginapan. Ya biar tidak terlalu menarik perhatian, tapi untuk kali ini akan kugunakan peluru spesial, karena lawannya bukan manusia tapi B.E.G.O

    “ Tembakan saja Choco hahaha. Senjata seperti itu tidak akan melukaiku “

    “ Buktikan “

    Klik klik

    “ Eh ? “

    Dan aku kembali baru ingat kalau peluruku sengaja kupisah maksudnya biarpun ada yang mencuri tidak akan bisa menggunakannya, tapi ya itu juga merupakan kesalahan besar.

    “ Choco…. Ternyata kamu sangat meremehkan diriku, pertama kamu gunakan gelas, dan sekarang? Kamu menggertakku dengan senjata tanpa peluru? TIDAK AKAN KUMAAFKAN DIRIMU “

    Blasss



    Sebuah Blast energy mengarah tepat kearahku. Masih bisa kuhindari walaupun terkena serpihan batu akibat ledakannya. Disusul dengan sisik – sisik perak. Aku bergerak menghindar kemudian mengambil beberapa sisik yang tergeletak. Seperti yang kukatakan kalau pistol dan peluruku itu spesial. Peluru pistol ini tidak dijual dimanapun, dan hanya bisa dibuat olehku seorang. Aku mempunyai kemampuan untuk mengubah material apapun menjadi peluru senjata ini. Lebih tepatnya aku bisa mengubah logam seperti besi, timah atauapun perak menjadi senjata berbahaya seperti bom mini. Dan setelah aku memperoleh senjata ini aku lebih memilih mengubahnya menjadi peluru karena dengan demikian daya hancurnya menjadi lebih besar. Pistol ini juga khusus mampu menembakan peluru yang kubuat, kalau pistol biasa maka peluru itu akan meledak sebelum keluar dari moncongnya. Ya aku juga seorang B.E.G.O , tapi tipe yang berbeda dengan Bloody Mary. Peluru yang kubuat mengandung blast energy.

    Dor

    Peluruku melaju ke arah perut Bloody Mary, ehm paling tidak sebelum dia berubah menjadi monster ular, itu adalah perut Bloody Mary.Bloody Mary tampak penuh percaya diri karena merasa mampu menahan peluruku, tapi dia salah.

    BLARRRRr

    Bagian perutnya hancur, dan Bloody Mary terjatuh, tubuhnya kehilangan keseimbangan

    “ Ti..tidak…. am..ampuni aku Choco. “ Suaranya gemetar

    “ Hmm bagaimana ya… tadi aku minta ampun kamu juga tidak mengampuni jadi ya…”

    “ Hah? Kamu tidak pernah minta ampun Choco “

    “ Ya itu dia, kalau begitu aku tidak perlu mengampunimu juga “

    “ Tidakkkkk, Aaah Aahhh “ Bloody Mary berusaha mengeluarkan blast energy miliknya tapi gagal, dia sudah tidak bisa mengeluarkannya. Ya tentu saja tidak bisa karena aku telah menghancurkan core tubuhnya.

    “ Ada kata terakhir Blood Mary? “ Tanyaku sambil mengarahkan pistoku ke kepalanya

    “ JAHANAM KAU CHOCO Aaaaa “ Bloody Mary menggunakan sisiknya untuk menyerangku tapi tubuhnya sudah terluka parah sehingga serangan sisiknya juga hanya mampu menggoreskan luka kecil ditubuhku

    “ Bye bye “

    DOR !!

    Duarrrr

    Ah sial aku lupa kalau mereka akan meledak kalau ‘mati’. Aku berdiri sambil membersihkan serpihan tubuh bloody mary yang menempel ditubuhku. Kurasa dia cukup bahagia sebelum ‘mati’ untuk kedua kalinya, ya dia sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita cantik. Mungkin hidupnya akan lebih bahagia kalau tidak lagi menjadi pembunuh, tapi ya aku tahu itu tidak mungkin. Penciptanya pasti tidak mengijinkannya. Calista tampak masih terduduk diam, dia sudah berhenti berlari. Ya mungkin perlu kupastikan dia tidak apa – apa terlebih dahulu sebelum pergi, hari sudah sore sangat berbahaya meninggalkan seorang gadis seperti dia. Lagipula dia itu telah menyelamatkanku.

    “ Kamu bisa berdiri? “

    Dia menoleh melihatku, kemudian bersuhaa berdiri. Kulihat tubuhnya tidak terluka. Kalau mengingat kejadian sebelum ini dia pernah disandera dan masih bisa mengejarku, maka aku yakin kinipun ia tidak akan apa – apa.

    “ Kamu bisa pulang kan? Oh ya terima kasih telah menolongku. Dan kali ini kamu tidak bisa memaksaku lagi menjadi pelayan di penginapan ayahmu. Utangku sudah lunas kan .” kataku tersenyum

    Dia hanya mengangguk

    “ Baiklah aku pergi dulu. Aku hanya menyusahkan kalian kalau tetap tinggal “

    Dia tidak menjawab, kurasa dia masih sedikit shock, ya itu bisa aku mengerti. Dan sekarang kemana aku harus melangkahkan kakiku? Ke selatan lagi? Ah tidak itu membawa sial terakhir kalinya aku mau keselatan , diriku berakhir menjadi pelayan di penginapan.

    Hmm mungkin ke arah barat … arah dimana matahari tenggelam

    Aku menoleh kekanan dan kiri mencari matahari tenggelam. Eh apa mataku tidak salah lihat? Ada 2 cahaya terang dari 2 arah yang berbeda. Sejak kapan matahari ada 2 ?

    “ Eh apa matahari tenggelam disini ada 2? “

    “ Hah? “

    “ Matahari, kenapa aku melihat ada 2 matahari tenggelam? Apa mataku salah lihat?” Tanyaku

    “ Oh itu, yang sebelah sini itu bukan matahari. Itu adalah cahaya dari pabrik milik perusahan Gaart. Pabrik itu bekerja tanpa henti. Dan baru beberapa minggu lalu pabrik itu terbang kesini “

    “ Perusahaan Gaart? “

    Mungkin terdengar aneh, tapi pabrik itu memang benar – benar terbang. Tujuannya agar tidak bisa ditemukan oleh pemerintah. Perusahaan Gaart adalah perusahaan pembuat senjata. Tapi bukan hanya itu mereka juga bergerak dibidang lain, menyuplai senjata ke outlaw guild, dan mereka juga meneliti senjata jenis terbaru termasuk penelitian tentang B.E.G.O.

    Aku bukanlah orang yang suka ikut campur urusan pemerintah, tapi aku punya sedikit perjanjian dengan temanku dulu tentang perusahaan Gaart ini. Hmm kurasa sekarang saatnya untuk menepati janjiku.

    “ Baiklah tujuan selanjutnya, pabrik terbang Gaart “

    “ Tunggu dulu ! “ Tahan Calista

    “ Apa lagi kali ini? Bukannya utangku sudah kubayar? Ya sudah terbayarkan? “

    “ Eh itu, baju pelayan itu adalah milik ayahku, bajumu kan masih ada di penginapan “


    Aku melihat diriku, dan baru sadar aku masih mengenakan baju pelayan, dan dari tadi saat aku melawan Bloody Mary aku mengenakan baju pelayan ini. Dan baju ini sekarang sudah robek sana – sini kuharap dia tidak menyadarinya. Bertarung dengan baju pelayan? itu sebuah pilihan yang konyol, lagi - lagi aku membuat kesalahan besar.
     
  9. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Sang Peniup

    Wajah bulat, perut gendut, topi kerucut, dan senyum yang selalu tersimpul di wajah, itulah ciri khas sang peniup. Seperti namanya Sang peniup, maka setiap hari yang ia lakukan adalah meniup. Tapi tiupan sang peniup ini spesial. Semburan anginnya mampu meniup keraguan yang berdiam dalam diri manusia. Sang peniup mampu mencium dan melihat keraguan yang miliki setiap orang.

    Keraguan itupun berbeda – beda menurut besarnya kecemasan yang ditimbulkan pada si empunya keraguan. Keraguan yang kecil tidak berbau, bentuknya bulat kecil berwarna hijau gelap. Sang peniup selalu melihat keraguan ini hinggap di pundak orang, sehingga menimbulkan rasa beban pada diri orang tersebut. Keraguan yang sedang baunya sedikit tajam seperti bau rumput kering yang terbakar, bentuknya sudah tidak bulat lagi tapi seperti bola yang benjol disana – sini, ukurannya juga lebih besar dan berwarna biru tua. Keraguan ini biasanya hinggap di punggung atau dada orang, sehingga orang itu selalu merasa terbebani dan bahkan merasa sesak. Dan terakhir keraguan besar yang sangat jarang terjadi. Baunya busuk seperti ikan busuk yang dijemur ditengah terik matahari, bentuknya tidak beraturan sangat besar warnanya merah tua kelam. Keraguan ini menindis orang yang mempunyainya, sehingga orang itu selalu merasa terbebani, sesak, dan kepala yang pusing.

    Seperti biasa Sang peniup berjalan menelusuri hutan untuk menuju kota. Rumahnya terletak bagian terpisah dari kota yang dipisah oleh sebuah hutan. Sang peniup berjalan dengan riang langkahnya ringan. Saat memasuki hutan matanya melihat sebuah lingkaran hijau gelap, sebuah keraguan kecil yang hinggap dipundak seorang pemburu. Pemburu itu sedang berdiam diri melihat perangkap di depannya. Sang peniup segera tahu kalau keraguan itu ditimbulkan karena hal itu. Ia langsung menghampiri pemburu dari belakang. Menyapanya

    “ Selamat pagi pemburu “ Sapa Sang peniup sambil mengangkap topi kerucutnya
    “ Ah Sang peniup, selamat pagi “ Balas Pemburu
    “ Ada permasalahan apa pemburu? Kulihat kamu hanya berdiam memandangi perangkap itu “ Kata Sang peniup sambil menunjuk perangkap yang dimaksud
    “ Ah iya, aku sedang dilanda keraguan, perangkapku ini sudah tua tapi terlihat masih bagus. Aku ragu apakah aku harus menggantinya dengan perangkap baru atau membiarkan perangkap tua ini sampe ia mendapatkan mangsa. “ Kata pemburu menjelaskan
    “ Itu mudah saja, mari kubantu meniup keraguanmu sehingga kamu bisa mengambil keputusan. “

    Fuhhh !

    Sang peniup langsung meniup kearah bola keraguan yang hinggap dipunggung pemburu itu. Semburan angin kecil menerbangkan keraguan kecil itu, terbang dan terus menghilang dari pandangan sang peniup. Setelah bola keraguan itu menghilang, wajah cerah tampak di wajah si pemburu, keraguannya telah hilang. Ia telah mengambil keputusan. Kemudian ia mengeluarkan perangkap barunya dan mengganti perangkap tuanya.

    “ Ah terima kasih Peniup “

    Senyum di wajah sang peniup semakin lebar. Ia kembali menelusuri hutan itu hingga menemukan aliran sungai. Suara air mengalir seperti tanpa masalah membuat perasaan sang peniup tenang, tapi kelihatannya tidak demikian untuk seorang ibu yang sedang mencuci pakaian dipinggir sungai itu. Tampak sebuah bola benjol – benjol menindih punggung ibu itu. Sang peniup langsung tahu kalau ibu itu sedang dilanda keraguan. Bau seperti rumput kering yang terbakar semakin tercium ketika ia melangkah mendekati ibu itu.

    “ Selamat pagi Bu “ Sapa Sang peniup
    “ Ah sang peniup selamat pagi “ Balas ibu itu berusaha tersenyum

    Sang peniup melihat keraguan itu terus berubah , semakin besar. Kalau tidak segera dihilangkan pasti keraguan itu akan semakin membesar dan menjadi keraguan besar yang akan semakin susah dihilangkan.

    “ Ibu sepertinya sedagn dilanda keraguan? Apa yang sedang ibu ragukan? “ Tanya sang peniup. Bertanya dan membiarkan sipemilik keraguan bercerita dapat membantu mengurangi besarnya keraguan dalam diri orang itu, makanya sang peniup selalu berusaha bertanya terlebih dahulu sebelum berusaha meniupnya. “

    “ Memang peniup, kamu selalu bisa tahu kalau orang sedang dilanda keraguan. Begini, suami saya sedang sakit dan kami butuh uang banyak untuk mengobatinya. Nah yang sekarang membuatku ragu – ragu adalah cara untuk mendapatkan uang tersebut. Aku ragu apakah harus menjual sawah kami atau menjual ternak yang kami miliki. Keduanya sangat berarti bagiku juga suamiku. Sekarang kami ragu –ragu dalam memilih. Kuatir. Sang peniup tolong bantu aku mengatasi keraguan ini“ Kata ibu itu dengan penuh harap

    Bola keraguan yang sedari tadi terus membesar tiba – tiba berhenti pertumbuhannya. Dengan mengutarakan keraguan yang mereka pendam pada orang lain tampaknya membantu mengurangi beban keraguan itu sendiri. Untuk meniup keraguan sedang ini, sang peniup tidak bisa langsung meniup begitu saja. Keraguan ini cukup besar tapi belum menjadi keraguan besar. Sang peniup menarik napasnya 3 kali ketukan. Perutnya yang gemuk semakin besar terisi udara.

    FUUUHHHH !!!

    Sang peniup meniup cukup kencang. Angin yang ditimbulkan membuat pepohonan bergoyang, dan menerbangkan bola benjol keraguan itu. Beban dan sesak langsung hilang dari diri Ibu itu. Ia sudah mengambil keputusan, keraguannya untuk memutuskan sudah ditiup oleh sang peniup. Wajahnya menjadi cerah, ia berdiri dan mengucapkan terima kasih pada sang peniup, dan langsung berlari pulang untuk segera melakukan keputusannya itu.

    “ Bu… Ibu… “ Teriak Sang peniup berusaha menahan tapi teriakan itu tidak digubris oleh ibu itu. Sang peniup ingin mengingatkan bahwa cuciannya tertinggal, tapi ya sudahlah nanti juga pasti dia ingat lagi pikir sang peniup.

    Sang peniup melanjutkan perjalanan ke kota. Walaupun dinamakan kota tapi ukurannya masih kecil, semua penduduk mengenal sang peniup. Kota itu terasa begitu hidup suasana ceria dimana – mana. Mereka tidak mempunyai keraguan dalam diri mereka, itu semua karena sang peniup selalu siap meniup semua keraguan yang mereka miliki. Saat kaki sang peniup memasuki kota, anak – anak langsung menyambutnya. Sang peniup selalu bermain dengan anak – anak saat tidak ada keraguan yang harus dia tiup.

    “ Hari ini kita bermain apa? “ Tanya anak yang berpakaian tebal
    “ Main sembunyian saja “ saran anak yang lain
    “ Ah sudah bosan bermain sembunyian, Sang peniup selalu membiarkan kita menang “ Tolak anak yang memakai topu kerucut seperti sang peniup
    “ Hahaha, bagaimana kalau hari ini kita bercerita saja? “ Saran Sang peniup

    Anak – anak saling berpandangan.

    “Bercerita? “ Tanya mereka bersamaan
    “ Iya. Sebuah cerita bisa membuat kita terbang kemana saja, dan mampu membawa kita bertualangan apa saja. “

    Anak – anak langsung tertarik, mereka berkumpul mendekati sang peniup. Sang peniup mulai bercerita

    “ Pada jaman dahulu…. “

    Cerita sang peniup sangat mempesona, dia mampu membawa anak – anak kedalam ceritanya.

    “ Terus – terus apa yang terjadi kemudian? Apakah Pria gemuk itu hidup bahagia dengan sang putri? “ Tanya seorang anak saat cerita mendekati akhir

    “ Tentu saja, bahkan mereka dikaruniai banyak anak yang lucu – lucu seperti kalian “

    Hari sudah sore ketika Sang peniup selesai bercerita. Para orang tua datang memanggil anak – anak pulang. Sang peniup juga memutuskan sudah saatnya dia pulang kerumah. Saat perjalanan pulang, sang peniup bertemu dengan seorang pengelana yang tidak ia kenal sedang kebingungan di pintu gerbang kota. Sang peniup langsung sadar kalau pengelana sedang dilanda keraguan. Iapun langsung menghampiri pengelana itu

    “ Selamat sore pengelana? Kulihat kamu sedang dilanda keraguan? “ sapa Sang peniup, walaupun tidak bertanya ia sudah tahu kalau pengelana itu sedang dilanda keraguan kecil. Bola keraguan itu terllihat dipundak si pengelana.

    “ Oh, halo. Iya aku sedang ragu – ragu memutuskan harus menginap dimana. “ Balas si pengelana

    “ Mungkin bisa aku bantu? “

    “ Oh tidak…tidak perlu. Aku punya uang untuk menginap, hanya saja ada beberapa hal yang membuatku ragu “ Tolak si pengelana

    “ Ah aku lupa kamu bukan warga sini. Begini aku adalah sang peniup. Pekerjaanku adalah meniup semua keraguan. Nah kebetulan sekali kamu sedang mengalami keraguan, aku bisa meniup keraguan itu, jadi kamu bisa mengambil keputusan. “ Kata Sang peniup menjelaskan

    “ Apa ? meniup keraguan? Hebat sekali, dunia memang luas, aku baru tahu kalau ada orang yang bisa meniup keraguan yang ada didiri kita. “

    “ Baiklah akan kutiup keraguanmu. “ Kata Sang peniup. Ia bersiap meniup tapi si pengelana buru – buru menghentikannya

    “ Eh kenapa? Bukannya kamu sedang ragu – ragu? Dan harus segera mengambil keputusan? “ Tanya Sang peniup heran

    “ Betul… tapi keraguan itu tidak selalu buruk. Keraguan itu membuat kita berpikir dengan baik – baik, membuat kita lebih kritis. Kalau keraguan itu tidak ada? Maka saat mengambil keputusan kita tidak berpikir dengan seksama dan mungkin akan merugikan. “


    Sang peniup mendengarkan ucapan si pengelana. Selama ini dia tidak pernah berpikir demikian, dan warga kota juga tidak pernah menolak saat dia ingin meniup keraguan mereka. Tapi ia merasa apa yang dikatakan si pengelana ini juga masuk akal.

    “ Apa kamu tidak pernah mempunya keraguan peniup? “ tanya si pengelana

    “ Aku? Tidak – tidak aku tidak pernah ragu “ Jawab sang peniup cepat, tapi ia tidak sadar kalau jawabannya itu mengandung keraguan, dan ia belum sadar

    “ Ah sudah kuputskan akan menginap di penginapan saja. “ Kata si pengelana tiba – tiba “ Terima kasih atas niat baikmu sang peniup, aku pegi dulu ke penginapan sebelum mereka tutup “

    Sang peniup tidak berkata apa – apa lagi. Ia melihat kalau bola keraguan itu juga sudah menghilang dari pundak si pengelana. Baru kali ini sang peniup bola keraguan menghilang sendiri tanpa dia tiup. Dalam perjalanan pulangnya sang peniup terus berpikir pertanyaan dan penjelasan si pengelana. Walaupun singkat tapi hal itu membuat sang peniup berpikir. Apakah dia perna ragu – ragu? Dan apakah yang dia lakukan sudah benar dan baik untuk penduduk? Meniup keraguan mereka? Bagaimana kalau keputusan yang diambil dengan meniup keraguan itu adalah keputusan yang salah? Bagaimanapun sang peniup hanya meniup keraguan. Keputusannya sudah tepat atau tidak , tidak pernah dipikirkan oleh sang peniup.



    Langkah ringan dan senyum yang biasa mengiringi sang peniup hilang saat itu juga. Wajahnya penuh dengan kebingungan, ia menjadi ragu – ragu akan dirinya. Keraguan itu membesar dan menghimpit dirinya tanpa ia sadari. Wajahnya menjadi kelam. Sesampai dirumahnya yang kecil ia tidak bahagia seperti biasa karena diliputi keraguan. Sang peniup terduduk lemas di kursinya ia berpikir dan terus berpikir. Keraguan itu terus menggerogoti dirinya. Bola keraguan yang kecil kini berubah menjadi besar tidak berbentuk dan menghimpit sang peniup. Sang peniup tanpa sadar melihat dirinya di depan cermin.

    Uahhhh !

    Ia berteriak kaget. Ia tidak mendapati sosoknya yang biasa. Wajah ceria, dan perut gemuk. Tapi mendapati bayangan pria kurus dengan wajah keriput, dihimpit bola besar. Senyum lebar itu hilang. Bola keraguan yang besar berwarna biru tua yang sudah mulai menghitam. Ia perlahan mendekati cermin itu dan meraba – raba dirinya. Terlihat bayangan itu juga meraba – raba dirinya. Tangannya gemetar tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan ia sentuh.

    A…apa…apa yang terjadi dengan diriku? Kenapa aku dihinggapi oleh bola keraguan yang seebegitu besar?

    Bola mata sang peniup membesar, ia tidak percaya apa yang ia lihat. Tangannya masih terus bergetar. Ia ingin berteriak, ia ingin meniup bola keraguan yang hinggap didirinya.

    Fuhh Fuhhh

    Semburan angin yang keluar kecil sekali dan lagipula semburan itu tidak mengenai bola keraguan miliknya.

    Brakk !!

    Sang peniup berlari keluar dari rumahnya, ia berlari menuju kota. Ia ingin meminta nasihat pada si pengelana bagaimana cara menghilangkan keraguan. Gelap malam tidak menghalangi dirinya berlari. Ia sudah beratus – ratus kali melewati jalan yang sama. Ia terus berlari , terjatuh, berdiri dan terus berlari. Menabrak ranting pohon, baju yang sobek tidak membuatnya berhenti. Rasa beban bola keraguan itu lebih menyakitkan. Bau busuknya membuat hidung sang peniup bengkok, rasa beban membuatnya ingin berteriak kesakitan tapi tidak mampu. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah berlari. Sampai di depan kota napasnya memburu tidak beraturan. Capek fisik dan mental sangat membebani dirinya. Beberapa warga yang masih berjalan di kota kaget melihat sosok sang peniup. Mereka berteriak dan dalam sekejap berkumpul warga kota beserta pengawal kota. Mereka semua memasang wajah tidak suka. Sang peniup tidak pernah diperlakukan demikian, dirinya bertambah ragu.

    Jangan – jangan aku telah banyak membuat kesalahan dengan meniup keraguan mereka. Dan kini mereka marah

    Rasa terima kasih dan senyum cerah orang – orang yang biasa dia tolong dengan meniup keraguan tidak lagi diingatnya, yang diingat oleh sang peniup hanyalah pikirannya saat ini. Pikiran keraguan yang membuat semua ingatannya kabur.

    Para warga kota berteriak ngeri karena melihat sosok kurus dengan pakaina compang – camping. Hanya topi kerucutnya masih utuh.

    “ Bukankah itu topi sang peniup? Kenapa topi itu ada pada dirinya? “ Seru seorang warga

    “ Benar itu topi sang peniup, aku ingat sekali bentuk kerucutnya. “ Sahut warga lain

    “ Pasti Ia merebut dari sang peniup “

    Warga kota mulai berpikir negatif. Mereka merasa kalau orang yang didepan mereka adalah orang lain bukan sang peniup. Mereka berteriak sebuah ancaman pembunuhan, ancaman balas dendam. Sang peniup ketakutan, ia berusaha menjelaskan

    “ Ini aku sang peniup, yang biasa meniup keraguan kalian. “Kata Sang peniup berusaha menjelaskan,

    “ Bohong sang peniup itu gemuk dan wajahnya selalu ceria “

    “ Betul ini aku , sang peniup. Aku sedang dihinggapi keraguan besar. Dan entah kenapa tubuhku langsung berubah seperti ini. “ Kata sang Peniup kembali

    “ Bohong tidak mungkin orang kurus dalam waktu semalam “

    Sang peniup semakin ketakutan, dan rasa ragu didalam dirinya semakin besar. Ia menjadi ragu akan keberadaannya, ia bahkan ragu kalau ini adalah sebuah kenyataan.

    “ Begini saja, coba kalian tiup aku.Tiup keraguan dalam diriku, seperti biasa aku meniup keraguan kalian. Mungkin kalau keraguan itu menghilang aku berubah kembali. “ Kata Sang peniup lagi

    Para warga berbisik satu sama lain. Mereka berpikir dan berdiskusi, keraguan tampak muncul di diri mereka, tapi sang peniup tidak bisa berbuat apa – apa. Beberapa saat kemudian kembali sang peniup melihat bola – bola keraguan itu menghilang, sama seperti yang ia lihat pada si pengelana.

    Apakah si pengelana telah mengajarkan mereka cara menghilangkan keraguan tanpa ditiup?

    “ Baiklah kamu… siapapun kamu. Kami mencoba percaya perkataanmu. Bersiapkan kamu semua akan meniup kamu sekarang “

    Wajah sang peniup berubah , ia menemukan sedikit harapan, walaupunn dirinya masih ragu apakah itu akan berhasil.

    Warga kota menarik napas mereka bersamaan, dan..

    FUUUHHHHHHH !!!!

    Semburan angin kencang ditiupkan oleh warga kota. Tubuh kurus sang peniup tidak mampu menahan kuatnya semburan itu. Tubuhnya terbawa semburan angin itu ke langit, bersama bola keraguannya. Dan saat angin itu berhenti Sang peniup terjatuh .
    Brakkkk

    Darah mengalir dari tubuh sang peniup, bola keraguannya hilang. Dan tubuhnya kembali seperti semula, tapi harga yang ia harus bayar sangat mahal, ia mati. Ya paling tidak dengan kematian kini ia tidak perlu lagi dihinggapi keraguan.
     
  10. Gorgomm M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    374
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +783 / -0
    tanpa ragu - ragu saya lebih menyenangi cerita yang ini, mungkin karena ada pilosopisnya :cerutu:
     
  11. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    top klop deh, gado-gadonya, kk.. :kenyang:
    buat lgi, dong...
    masih lapar..
    :minta:
     
    Last edited: May 21, 2011
  12. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    ^

    ya ini ta kasih 5000 perak
    buat beli gado2 di warung

    :haha:
     
  13. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Pagi hari seperti biasa Pak Bodoh pergi belanja ke pasar. Keadaan pasar pagi itu sudah ramai, banyak orang belanja keperluan hariannya. Saat Pak Bodoh berkeliling mencari sayur, ia bertemu Pak Culas yang sedang menjajahkan dagangannya. Pak Bodoh tertarik dengan berbagai barang mungil yang dijual oleh Pak Culas, ada yang berbentuk sepatu, mangkok, bahkan hewan seperti kuda. Pak Culas mengenali Pak Bodoh, dan tiba – tiba dia mendapat akal untuk menipu Pak Bodoh

    “ Mari Pak Bodoh dilihat – lihat dahulu barang – barang saya, mungkin ada yang menarik buat kamu. “ Sambut Pak Culas , Pak Bodoh melihat – lihat barang dagangan Pak Culas, ia tertarik dengan bentuknya yang kecil, sembari Pak Bodoh melihat – lihat, Pak Culas mengeluarkan sesuatu dari kantong, sebuah jam pasir ukuran tidak lebih besar dari telapak tangan Pak Culas, sangat menarik

    “ Bagaimana dengan ini Pak Bodoh?” Kata Pak Culas sambil memperlihatkan jam pasir itu, Pak Bodoh tampak sangat tertarik dengan jam pasir itu, butiran pasirnya tampak berkilau turun.

    “ Ini apa namanya Pak Culas?”

    “ Ini Jam Pasir, indah bukan? Ini dapat menunjukanwaktu tepat 5 menit sampa pasirnya habis terjatuh. “

    Pak Bodoh berpikir,

    “ Wah tapi bagaimana kalau pasirnya jatuh semua? Kan sudah tidak dapat digunakan lagi kalau begitu? “ Tanya Pak Bodoh tidak mengerti, Pak Culas tersenyum, semua berjalan seperti yang dia rencanakan

    “ Oh tenang. “ Kemudian Pak Culas menunjuk sebuah karung dibawah

    “ Kalau habis kamu tinggal mengisinya dengan pasir ini. “ Katanya sambil menunjuk karung itu, Pak Bodoh hanya manggut – manggut,

    “ Ayo belilah satu paket saya kasih murah, hanya 10 ribu , murah bukan? “

    Pak Bodoh memang mempunyai uang sebanyak itu, tapi uang itu untuk membeli persediaan makan hari ini. Pak Bodoh ingin menolak , tapi

    “ Ayo kapan lagi kamu bisa mempunyai jam pasir ini? Ini barang langka loh, dan harganya juga murah oklah aku kurangin lagi seribu jadi khusus untukmu aku kasih harga 9 ribu, padahal biasa aku jual paling murah 12 ribu. Bagaimana? Murah bukan ayooo, hanya hari ini kamu bisa mendapat harga segitu, karena aku sedang butuh uang. “ Rayu Pak Culas

    Mendengar rayuan Pak Culas, maka Pak Bodoh jadi tergiur, dan ia segera membeli jam pasir itu beserta satu karung pasir

    “ Terima Kasih, lain kali beli lagi ya. “ Kata Pak Culas , dalam hatinya ia tersenyum, betapa Bodohnya Pak Bodoh mau saja ditipu seperti itu. Pak Bodoh pulang dengan bahagia, ia merasa telah mendapatkan barang bagus. Sepulang dari pasar, Pak Bodoh tidak sempat makan, karena uang yang seharusnya dia gunakan untuk membeli sarapan sudah habis untuk membeli jam pasir

    “ Ah sekali – kali tidak sarapan tidak apa – apalah. “

    Pak Bodoh bekerja sebagai asisten Pak Cerdik, yang bertugas membantu Pak Cerdik dalam pekerjaan kasar. Biasanya Pak Bodoh bekerja sangat rajin, dan semangat, tapi hari ini Pak Cerdik melihat Pak Bodoh terlihat capek , dan tidak bertenaga,

    “ Ada apa denganmu Pak Bodoh? Tidak biasanya kamu capek, dan tidak semangat dalam bekerja”

    “ Begini Pak saya lapar berat karena belum sarapan tadi pagi. “

    “ LHo kenapa ga sarapan? “

    “ Tadinya saya kepengen beli sayur untuk sarapan, tapi saat disana saya melihat barang bagus sebuah jam pasir. “ Kata Pak bodoh kemudian mengeluarkan jam pasir itu dari kantongnya, dan menunjukan pada Pak Cerdik

    “ Ya ya, jam itu bagus, memang berapa harga jam ini? Kan paling hanya 4 ribu ato 5 ribu saja? Bukannya saya memberi kamu 10 ribu untuk membeli keperluan pagi, dan malam? Kan masih sisa. “ Tanya Pak Cerdik

    “ Ya mungkin kalau jam pasirnya saja segitu Pak, tapi kan saya beli sama satu karing pasir cadangannya, jadi harganya 9 ribu , itu sudah didiskon loh Pak, biasanya harganya 12 ribu. “ Kata Pak Bodoh bangga

    Pak Cerdik hanyak garuk- garuk kepala,

    “ Loh kenapa harus beli sama 1 karung pasir ? “Tanya Pak Cerdik heran

    “ Ya untuk pasir cadangan Pak, kalau pasirnya habis kan tinggal diisi dengan pasir itu. “

    “ Aduh Pak Bodoh , kamu telah ditipu sama Pak Culas, jam pasir itu cara kerjanya kalau bagian atas pasir habis, ya tinggal dibalik saja, dan begitu seterusnya. Jadi tidak perlu pasir cadangan, kamu telah ditipu untuk membeli benda yang tidak perlu. “ Terang Pak Cerdik

    “ Alamak, jatah makan pagiku hilang untuk barang tidak berguna. “ Kata Pak bodoh lemas

    Pak Cerdik berpikir sejenak, memang Pak Culas sudah terkenal suka menipu, dan mengerjai orang, mungkin kali ini perlu diberi pelajaran agar dia jera, tapi bagaimana? Pak Cerdik berpikir, dan melihat sekitarnya, sekumpulan sapi ternaknya sedang asik makan rumput, tiba – tiba terlintas sebuah ide untuk membalas perbuatan Pak Culas.

    “ Kamu mau uangmu kembali? “

    Pak Bodoh mengangguk, dan kemudian Pak Cerdik menjelaskan rencananya pada Pak Bodoh.

    “ Bagaimana ? Sudah mengerti apa yang harus kamu lakukan? “

    “ Ngerti sih Pak, tapi buat apa? “ Tanya Pak Bodoh tidakmengerti maksud rencana Pak Cerdik

    “ Sudah tenang saja, kamu tinggal jalankan rencana yang kuberitahu, nanti selanjutnya biar aku bantu selesaiin. “ Jawab Pak Cerdik

    Esok harinya, seperti biasa pagi – pagi Pak Bodoh pergi ke pasar, tapi kali ini dia tidak sendirian, ia menuntun seekor sapi. Sapi itu gemuk, dan sehat benar – benar sapi yang bagus. Pak Bodoh sengaja berjalan di depan Pak Culas, sepertik yang disuruh Pak Cerdik. Pak Culas berpikir, untuk apa Pak Bodoh membawa sapi ke pasar? Pasti untuk dijual, sapi itu sangat bagus, tubuhnya gemuk, bersih, dan terlihat sangat sehat, pasti dagingnya juga empuk. Pak Culas langsung memanggil Pak Bodoh,

    “ Hai Bodoh, ngapain kamu bawa sapi ke pasar? “

    “ Oh aku mau menjual sapiku. “ Jawab Pak Bodoh singkat sesuai dengan apa yang disuruh Pak Cerdik

    Pak Culas berpikir sejenak, kemudian ia memanggil lagi

    “ Berapa harga sapimu? “

    “ 5 juta “

    “ Wah Mahal banget, lihat mata sapi ini terlihat lesu pasti sapi ini kurang sehat, biasanya harga sapi yang tidak sehat paling hanya 4 juta saja, tapi berhubung kita teman saya berani beli dengan harga 4.5 juta deh . “ Pak Culas sengaja menjelek – jelekan, tapi dalam hati ia beranggapan paling gak harga sapi ini bisa mencapai 6 juta , minimal 5.5 juta

    “ Ya Bolehlah kalau memang segitu harganya. “

    “ Gitu donk, ini sebagai tanda jadi aku kasih 200 ribu dulu, aku tidak membawa uang sebanyak itu, nanti sore aku ke rumahmu untuk membayar sisanya, sekalian mengambil sapimu bagaimana? “

    “ jadi 200 ribu ini sebagai tanda jadi untuk membeli sapiku?”

    “ Iya, ingat jangan kau jual sapimu pada orang lain, nanti sore pasti aku datang ke rumahmu untuk membayar sisanya, dan mengambil sapimu. “ Jawab Pak Culas

    Pak Bodoh menerima uang itu, dan ia segera pulang, Sementara itu Pak Culas memandang keberpegian Pak Bodoh dengan senyum kemenangan, kali ini ia berhasil lagi menipu Pak Bodoh , begitu pikirnya.

    Sore harinya Pak Culas datang ke rumah Pak Bodoh, kebetulan Pak Bodoh baru saja pulang kerja, ia sedang duduk di teras rumahnya.

    “ Selamat Sore, nah ini sisa uang yang aku janjikan, 4.3 juta, hitunglah. “ Kata Pak Culas

    Pak Bodoh menerima uang itu, kemudian menghitungnya, ya jumlahnya tpat 4.3 juta.

    “ Baiklah silakan bawa sapiku Pak Culas, itu sapiku sudah aku ikat di pohon . “ Kata Pak Bodoh menunjukkan seekor sapi yang kurus, kecil benar - benar berbeda dengan sapi yang dia bawa ke pasar tadi pagi

    “ Hai Bodooh kamu jangan mengerjai saya ya? Mana sapi yang tadi pagi kamu bawa? Jelas ini bukan sapi itu , sapi ini jauh lebih kecil dan kurus. “ Kata Pak Culas dengan nada tinggi.

    “ Sapiku ya itu Pak Culas, hanya itu sapiku, yang tadi pagi aku bawa kan sapi milik Pak Cerdik. “ Kata Pak Bodoh tenang, Pak Culas menjadi emosi

    “ Bagaimana toh, kamu bilang itu sapimu? Saya gak mau tahu, kalau gitu kembalikan uang saya, saya batal membeli sapimu. “ Kata Pak Culas, ia tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli sapi kurus milik Pak Bodoh, sapi itu harganya paling hanya 3 juta

    Kemudian Pak Cerdik yang daritadi di dalam rumah Pak Bodoh keluar, ia menunggu saat yang tepat untuk ikut campur.

    “ Ya tidak bisa begitu Pak Culas, kamu kan sudah memberi tanda jadi, masa sekarang mau minta kembali uangnya? . “ Kata Pak Cerdik santai

    “ Oh Pak Cerdik, ya jelas saja aku minta kembali uangku, Pak Bodoh ini telah menipuku dengan membawa sapimu ke pasar terus mengaku itu sapi miliknya. “

    “ Benar begitu? “ Tanya Pak Cerdik pada Pak Bodoh

    “ Aku tidak berkata sapi itu milikku kok, aku kan hanya bilang aku mau menjual sapiku, tapi tidak mengatakan kalau sapi yang aku bawa itu adalah sapi milikku. “

    Begitu Pak Bodoh mengatakan demikian, Pak Culas baru sadar, memang Pak Bodoh tidak pernah mengatakan kalau sapi yang dia bawa itu miliknya, dan bodohnya dia tidak menanyakan dengan pasti karena tergiur keuntungan yang bisa dia dapat dari menipu Pak Bodoh. Ya semua ini sudah diatur Pak Cerdik, termasuk semua tindakan, dan perkataan Pak Bodoh untuk memberi pelajaran pada Pak Culas.

    “ Ta,,,tapi kalau sapinya ini harga 4.5 juta sungguh keterlaluan, bagaimanapun aku batal membelinya. “ Kata Pak Culas tidak mau kalah

    “ ya tidak bisa begitu Pak Culas, kamu kan sudah memberi uang tanda jadi pada Pak Bodoh, jadi pak Bodoh tidak menjual pada orang lain. “ Kata Pak Cerdik

    “ Ya siapa si yang mau beli sapi kurus kering ini seharga 4.5 juta? Dihargai 3 juta saja sudah harus bersyukur. “

    “ Ya begini saja, kamu boleh membatalkan pembelian ini, tapi uang tanda jadi itu dianggap hangus, karena kamu tidak jadi membeli, bagaimana? “ Tawar Pak Cerdik

    “ Ya tidak bisa begitu, saya mau semua uang saya kembali. “ Tolak Pak Culas

    “ Loh Pak Culas kan bukan orang baru di dunia dagang? Masa peraturan sederhana kalau uang tanda jadi bakal hangus kalau tidak jadi membeli barangnya saja Pak Culas tidak mau mengakuinya? Bagaimana nanti tanggapan semua orang nantinya? Ini bisa mempengaruhi usaha Pak Culas, mungkin tidak ada lagi yang akan percaya sama Pak Culas. “ Kata Pak Cerdik menakut - nakuti Pak Culas, Pak culas juga berpikir kalau benar kabar ini tersiar tentu namanya yang sudah jelek tambah jelek lagi, dan dimasa akan datang mungkin saja yang dikatakan Pak Cerdik menjadi kenyataan, akhirnya mau tidak mau dia menyetujui tawaran Pak Cerdik, dan pulang dengan menggerutu

    “ Terima kasih Pak Cerdik, saya rasa uang ini tidak pantas untukku, lagian semua ini adalah hasil pemikiran Pak Cerdik. “ kata Pak Bodoh menyerahkan uang itu pada Pak Cerdik, tapi Pak Cerdik menolaknya

    “ Sudahlah terima saja, anggap saja itu bonus dari saya, dan ingat lain kali hati – hati kalau belanja, banyak penipu seperti Pak Culas, kalau tidak mengerti lebih baik tidak membeli, dan bertanya dulu sama orang lain atau padaku. “ nasehat Pak Cerdik

    Pak Bodoh gembira, ia terkesan dengan kebaikan dan akal Pak Cerdik, kemarin ia kehilangan 10 ribu tapi sekarang ia mendapatkan 20 kali lipat sejumlah 200 ribu semua itu berkat Pak Cerdik.
     
    Last edited: May 25, 2011
  14. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    Kk, da kalimat2 yang salah ketik..
    :unyil:
    1. dating
    -Sore harinya Pak Culas dating ke rumah Pak Bodoh,
    -dimasa akan dating mungkin saja yang dikatakan Pak Cerdik menjadi kenyataan

    2. amu
    -akhirnya mau tidak amu

    3. seerti
    -banyak penipu seerti Pak Culas,

    mav lo kmen'a g guna.. :maaf:
     
    Last edited: Jun 11, 2011
  15. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    ^

    kebiasaan buruk gw ... thx koreksinya.

    Dating itu pasti karena koreksi word dari datang > dating mau ngedate kali ya kwkwkwk
     
  16. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    :lol:
     
  17. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    Dunia ini banyak dihuni orang baik dibanding orang jahat. Hanya karena alasan itu makanya aku memutuskan untuk menjadi orang paling jahat. Sangat lucu bukan? Biasanya orang bercita – cita untuk menjadi pahlawan dan dicintai, tapi aku lebih suka tampil beda. Dibenci, dihina, diusir, dicari adalah makanan yang paling aku sukai. Rasanya begitu nikmat pandangan orang yang begitu marah, benci, kesakitan tapi yang paling aku sukai adalah rasa takut. Setiap saat aku hendak membunuh orang aku pastikan dia ketakutan dan menikmati pandangan ketakutan pada dirinya.

    “ Jangan – jangan bunuh aku …. Aku mohon,akan kuberikan semua uangku… “
    Dor
    “ Ahhh jangan…. Aku masih ingin hidup “
    Dor
    “ Ku..mohon…. am…pu..ni.. “
    Dor

    Membunuh langsung tidak menyenangkan sebisa mungkin aku menyiksa mereka. Kaki, tangan, jari – jari, tembakan yang sedikit meleset dari organ vital adalah kegemaranku. Ketakutan dan wajah kesakitan membuatku bergairah, aku merasa lebih hidup. Ahhh ini lebih nikmat dari wine berumur 50 tahun, rasanya lebih memabukan.

    Menjadi orang jahat tidak hanya sekedar membunuh, itu hanyalah salah satu hobi kecilku. Ingat aku paling suka rasa takut, membunuh? Tidak memberikan rasa takut yang luar biasa. Tapi teror terus menerus, nah itu baru luar biasa. Aku pastikan semua orang dikota ini hidup dalam ketakutan. Tidak susah buatku untuk melakukannya. Sedari kecil aku berbuat jahat dan kini aku sudah berumur 35 tahun, aku memimpin organisasi kejahatan terbesar paling tidak itu menurutku. Kamu melakukan semua tindakan kejahatan. Polisi? Cuih mereka hanyalah budak uang, aku bisa membeli mereka semua ya tidak semua ada beberapa orang yang sok suci, tipe yang kubenci.

    Seperti biasa setiap malam aku berjalan di pusat kota untuk mengontrol situasi tetap terkontrol. Lihat tampang – tampang mereka begitu menghormatiku setiap kakiku melangkah. Aku tahu sekali tampang seperti itu, tampang minta belas kasihan, pura – pura kuat, menjilat agar tidak aku siksa. Aku memutuskan untuk masuk ke salah satu bar kesukaanku. Aku berjalan sendiri, tidak ditemani anak buahku, bagaimanapun aku lebih suka sendiri dan aku tidak percaya pada siapapun. Diincar? Aku tidak pernah takut, tapi siapa yang berani? Itu pertanyaannya. Sudah banyak orang yang mati mengenaskan hanya karena ingin mengakhiri terorku.

    “ Ah Bos silakan.. wanita – wanita itu sedang menunggu bos “
    “ Usir semua tamu “ Kataku singkat
    “ Eh tapi.. “
    “ Tapi? “ Aku menatap tajam, aku tahu tatapan ku ini lebih tajam dari sebuah pisau, dan dia sudah ketakutan sebelum aku berkata lebih jauh. Nikmat ah tapi tidak terlallu lezat

    Orang itu langsung segera mengusir tamu – tamu lain. Beberapa menolak diusir tapi begitu mereka melihatku, tanpa disuruh 2 kali mereka lari keluar dari bar. Bermain cewek juga menyenangkan, ah lihat tubuh mereka begitu indah dan seksi… ah tapi ini kurang menyenangkan aku lebih suka memperkosa daripada melihat mereka begitu patuh. Dan yang paling menyenangkan adalah memperkosa istri orang didepan suami dan anaknya. Kejam? Jahat ? itulah aku. Segera aku membalikan tubuhku keluar dari bar sebelum duduk. Manajer bar ini hanya bisa terdiam melihatku langsung pergi padahal dia sudah berusaha memenuhi apa yang aku inginkan. Sungguh wajah yang menyenangkan, kesal tapi dia berusaha tersenyum.

    Dor dor

    Aku menembak kedua kakinya. Tidak perlu alasan, aku menembak hanya karena aku jahat. Teriakan kesakitan orang itu terdengar begitu nikmat.

    Tidak mudah untuk mencapai semua kekuasaan ini. Menjadi orang jahat tidak semudah menjadi orang baik. Tubuhku sudah melalui berbagai macam luka sampai aku mencapai posisiku seperti sekarang ini. Untunglah aku mempunyai sedikit kemampuan spesial.

    Aku berjalan menuju ke kompleks perumahan. Mengendarai mobil sedan yang barusan saja aku ambil paksa di sebuah lampu merah. Tentu saja laki – laki yang mempunyai mobil ini aku tembak mati, dan tubuhnya kubuang begitu saja. Mobil kuhentikan disebuah rumah besar di wilayah orang kaya dan ternama. Aku mendengar kalau anak perempuan yang punya rumah ini adalah wanita yang sangat cantik.

    Rumah besar tapi hanya sebuah pos satpam?

    Tidak butuh lama untuk masuk kedalam rumah ini. Aku hanya cukup mengetuk pintu pos satpam itu, dan menembaknya. Rumah yang indah, 2 pilar besar menghiasi pintu utamanya. Beberapa pembantu dan pengurus kebun yang kebetulan masih bertugas diluar menemui ajalnya tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Tampaknya keributan yang kubuat sudah diketahui pemilik rumah. Tapi itu bukan masalah besar, malah menambah kesenanganku.

    Desert eagle di tangan kiriku, dan shotgun di tangan kananku. Aku masuk membabi buta membunuh semua orang yang bertampang pelayan.

    “ Tolonng !!, Dia disini “

    Teriakan itu terus kudengar. Tapi sesaat setelah dia berteriak demikian kupastikan orang itu terdiam menikmati kesakitan sambil menunggu ajalnya tiba, ya bersyukurlah dia masih hidup saat aku sudah pergi, mungkin lain kali aku bisa menyiksanya lagi ditempat lain.

    Brak !

    Akhirnya aku menemukan tempat persembunyian pemilik rumah ini. Ayah, ibu dan anak perempuan. Saatnya menikmati. Pertama tentu saja ayahnya aku tembak di kedua kakinya, kemudian tanganya kupatahkan, ya laki – laki itu berteriak minta aku melepaskan istri dan anaknya, tapi maaf saja aku ini orang jahat. Kemudian istrinya, aku ikat di sebuah tiang gantung kemudian aku telanjangi. Aku tidak tertarik sama wanita yang sudah lebih dari 30 tahun, jadi dia sedikit beruntung hanya aku telanjangi kemudian aku menambahkan beberapa lubang di tangannya.
    Akhirnya makanan utamanya, anak perempuan yang sedang ketakutan. Wajahnya begitu ketakutan, matanya berair menangis, tapi suaranya tidak bisa keluar , mungkin karena ketakutan. Rambut panjang yang indah, langsung saja aku tarik sehingga ia berteriak kesakitan,dan langsung saja aku perkosa dia ditempat itu juga. Ia meronta memberikan perlawanan, tapi semua itu sia – sia. Beberapa saat kemudian ia kehilangan kesadaran, aku langsung menembak perutnya agar ia tetap bangun, trik itu selalu berhasil. Tapi akibatnya dia sudah tidak bernyawa lagi

    “ Hanya segini? “

    Aku bersiap meninggalkan rumah itu, tentu saja sebelum itu aku bunuh ayah dan ibunya sebagai makanan penutup.

    Nguing nguing

    Sirine polisi mendekat, mereka mengepungku dengan kekuatan sekitar 10 mobil dan 50 personil. Sebuah prosedur standar yang biasa aku hadapi.

    “ Angkat tanganmu “ Teriak sang kapten

    Begitu ia melihat siapa diriku, sang kapten hanya terdiam bergetar, begitu juga anak buahnya yang lain. Aku tahu mereka tidak akan berani menembaku, ya sebenarnya aku lebih berharap mereka sok jagoan menembaku jadi aku mempunyai pekerjaan setelah itu. Membantai seluruh kelularganya.

    “ Tu..runkan .. senjata kalian “
    “ Ta..tapi kap “
    “ TURUNKAN “ Teriak sang kapten
    “ Ayolah kapten jangan begitu, tembak saja diriku ini “ Kataku menantang

    Sang kapten hanya menunduk diam. Tapi tidak demikian dengan beberapa anak buahnya yang sudah kesal melihat kelakuanku, biasa si sok pahlawan .

    Beberapa tembakan mengenai diriku tepat di perut, jantung, bahkan dahiku. Mereka berteriak kesenangan, tapi wajah sang kapten malah berubah ketakutan, dan ia memerintahkan untuk segera membubarkan diri

    Tunggu aku kapten jangan lari begitu saja

    Tubuhku begitu dingin, dan perlahan lukaku mengeluarkan berbagai mahluk kecil seperti ulat yang terus menggigit lubang ditubuhku. Darahku yang mengalir disedot kembali sama mahluk – mahluk kecil itu. Tanganku terasa panas, dan perlahan tanganku berubah bentuk. Bayangan hitam menyelimuti diriku. Perlahan aku bangkit . Melayang. Kemampuan spesialku yang membuatku bebas berbuat kejahatan tanpa takut kematian menghampiriku.

    Sebuah sabit. Sabit yang sangat besar panjang matanya sekitar 100 meter.

    Polisi – polisi itu berteriak ketakutan, padahal bukan pertama kali mereka melihat sabit besarku ini juga diriku yang bangkit setelah diterjang ratusan peluru, sangat mengherankan.

    Walaupun aku lebih suka melihat mereka tersiksa kadang ada kalanya aku ingin menyelesaikan begitu saja, ya ternyata aku yang begitu jahat masih punya sedikit kebaikan untuk membiarkan mereka mati sekejap, walaupun itu jarang terjadi. Segera aku mengayunkan sabitku dan kemudian lolongan kesakitan terdengar menggema di kompleks perumahan itu. Mereka benar – benar beruntung, mati secara cepat ditanganku GRIM REAPER.
     
  18. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    kk, bukannya sebutan kapten itu untuk orang yang punya pangkat tinggi di angkatan laut??:bingung:
    lalu, pada bagian..
    pada kalimat itu seakan si aku ini udah membiarkan mereka bebas berkali-kali walaupun udah nembak dia beratus kali. berarti, dia baik, dong?? :bloon:
    kalo gitu, nggak sesuai dengan kepribadian si aku yang udah dijelaskan diatas, yang membantai orag sesuka hati meski tanpa alasan..
    mav, :maaf:
    klo cem sok tau gitu.. :sembah: :sembah:
     
    Last edited: Jun 11, 2011
  19. Giande M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    979
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,227 / -0
    captain hmmm aku juga ga terlalu jelas jabatan di polisi sih, tapi kalau nonton pilm series barat e Monk . Panggilane kapten stotlemeyer sih :lalala: yang mimpin satu dvisi tertentu

    Kalau urusan itu memang sengaja dibiarkan, karena dia menikmati ketakutan orang - orang. Saat dibebaskan orang - orang hidup dalam ketakutan, tapi ada kalahnya dia bosan dan ingin abisin smua yaaa seperti adegan terakhir kira - kira begitula :peace:
     
  20. XtracK M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    kk Giande..
    usul, nih..
    gimana klo kk tarok gambar tokoh2 yang dah ada?? jadinya, yang ngebaca juga dipermudah bayangannya..
    :unyil:

    dan lagi, ak dah periksa indeknya.
    waduh, ada yang nggak dicenter, lho, kk...
    trus, genrenya gak dibuat lagi sejak Chocolate I..
    tolong, kk, di update.. :maaf:
     
    Last edited: Jun 11, 2011
  21. kyotou_yasuri Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 24, 2010
    Messages:
    93
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +20 / -0
    Animon, kurasa agak terlalu 'standar' ceritanya (sori, no offense :peace: )

    Wah yang Rival itu kok namanya Harima dan Eri sih... Bayanganku waktu baca ceritanya jadi kayak lagi baca School Rumble :haha:

    Chocolate mengingatkanku pada anime Trigun (entah kenapa, mungkin setting kali ya?)

    Yang Sang Peniup bagus! Tapi endingnya tragis... :tolong: kesian bener tuh orang... (selama separuh cerita gua kira Sang Peniup itu cewek)

    Bodoh Culas Cerdik konsepnya bagus tapi kok kelihatannya terlalu simpel?

    No comment dah untuk I'm Evil :onion-07: ...

    Sorry kalau-kalau komentarnya norak atau ada yang menyinggung, masih nubi... :maaf:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.