1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Ditemukan Puluhan Asesoris Tak berSNI

Discussion in 'JaBoDeTaBek' started by Gunawan02, Jan 14, 2015.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Gunawan02 Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 14, 2015
    Messages:
    215
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +0 / -0
    CIKUPA--Guna mengntisipasi terjadinya ledakan gas, Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko. Dalam inspeksi itu, banyak ditemukan penjualan kompor dan asesoris lainnya yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Dalam inspeksi itu, petugas mendatangi enam toko disekitar Cikupa dan Curug. Toko-toko ini didatangi karena mereka menjual kompor gas an asesorisnya seperti selang dan regulator. dalam sidak kali ini, petugas menemukan puluhan kompor gas, selang dan regulator tak sesuai SNI hingga tak mempunyai nomor registerasi. Asesoris gas ini kemudian ditarik dan tidak boleh diperjualbelikan.

    Menurut Kadisperindag, Agus Suryana, barang-barang tersebut jelas melanggar ketentuan yang ada. Oleh karena itu, toko dilarang untuk menjual. Pihaknya juga menegaskan kepada penjual diberikan surat pernyataan agar tidak lagi menperjualbelikan produk tersebut. "Kami membuat surat pernyataan kepada pemilik toko untuk tidak menjual produk tersebut," katanya.

    Di Curug, petugas mendapatkan toko yang menjual selang gas bermerk Toyo Heavy Duty tanpa ada kode produksi, regulator gas merk top gas dan m top tanpa label SNI. Di tempat lain, Cikupa petugas menemukan kompor gas bermerk Luxima dan Covina di toko Yan tanpa dilengkapi sertifikast SNI dan nomor produksitidak sesuai SNI.

    Ditambahkan Kabid Perdagangan disperindag Kabupaten Tangerang, Fachri Ritonga sidak ini dilakukan ntuk mengantisipasi seringnya kejadian ledakkan gas diwilayah Kabupaten Tangerang. Pasalnya, kata dia ledakkan gas banyak disebabkan oleh asesoris gas tak sesuai SNI.

    Manager Toko Yan, Firmansyah menuturkan kompor gas yang tak ber SNI ditokonya akan dikembalikan kepada perusahaan yang memproduksi. Selama ini ia mengaku tak mengetahui jikalau kompor gas tersebut tidak berSNI.

    Ia menjelaskan, kompor gas tersebut banyak diminati masyarakat. Karena harganya lebih murah dibanding kompor gas lainnya. "Harganya RP60 ribu. Lebih murah dan lebih laku dibanding kompor ber SNI yang harganya di atas Rp100 ribu," ungkapnya.

    Lanjutnya, asesoris yang tidak boleh diperjualbelikan akan dikembalikan kepada perusahaan yang memproduksinya. "Di sini hanya barang titipan, nanti kami juga akan kembalikan kompor gas tersebut," pungkasnya.(SDH/ST)

    www.cahaya.co
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.