1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Detak Jantung Janin Laki-laki Lebih Lambat, Benarkah?

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by serenamilka, Feb 11, 2021.

  1. serenamilka Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 10, 2020
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    26
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +1 / -0
    [​IMG]
    Tidak sedikit orang tua yang menanti kelahiran anaknya dengan penuh harap dan sudah tidak sabar untuk mengetahui jenis kelaminnya.
    Sebagian orang seringkali menebak jenis kelamin janin melalui detak jantungnya. Indikasi yang seringkali digunakan adalah detak jantung janin laki-laki lebih lambat dibandingkan perempuan.
    Benarkah hal tersebut? Atau pernyataan tentang detak jantung laki-laki lebih lambat hanya sekadar mitos? Simak penjelasan berikut ini.

    Apakah detak jantung janin laki-laki lebih lambat?
    Detak jantung janin yang normal berada pada kisaran 12-160 kali setiap menitnya. Terdapat pernyataan yang mengatakan bahwa detak jantung janin laki-laki lebih lambat.
    Apabila detak jantung berada di bawa 140 kali/menit maka tandanya janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.
    Sayangnya, hal tersebut merupakan mitos dan belum teruji kebenarannya. Detak jantung janin pun dapat berubah-ubah setiap pemeriksaan.
    Berbagai hal pun dapat mempengaruhi detak jantung pada janin seperti aktivitas dalam perut, kondisi kesehatan ibu dan janin, serta usia kehamilan.

    Mitos seputar kehamilan lainnya
    Tidak hanya mitos tentang detak jantung janin laki-laki lebih lambat saja, berbagai mitos seputar kehamilan seringkali dianggap fakta dan dipercaya.
    Padahal berbagai mitos tersebut belum memiliki bukti ilmiah sehingga kebenarannya diragukan. Beberapa mitos seputar kehamilan seringkali berkatian dengan jenis kelamin janin.
    Terdapat mitos tentang cara menembak jenis kelamin janin melalui tanda-tanda yang ditunjukkan oleh ibu hamil. Beberapa mitos yang menunjukkan bahwa janin berjenis kelamin laki-laki yaitu:
    • Tidak mengalami morning sickness

    • Bentuk kandungan lebih rendah ke depan

    • Mengidam atau lebih ingin makanan asin, gurih, dan pedas selama masa kehamilan

    • Warna urine menjadi kuning kusam

    • Ukuran payudara tidak sama

    • Perubahan suasana hati ibu hamil lebih signifikan

    • Pupil mata ibu hamil terlihat lebih membesar

    • Kulit lebih hangat dan menjadi lebih kering

    • Kaki lebih dingin

    • Rambut lebih berkilau selama masa kehamilan

    • Rambut bagian kaki tumbuh lebat
    Sedangkan beberapa mitos yang tentang tanda tertentu yang menunjukkan bahwa janin berjenis kelamin perempuan yaitu:
    • Wajah ibu hamil bulat dan pipi merona

    • Mengidam atau lebih ingin makanan manis selama masa kehamilan

    • Rasa mual sepanjang hari

    • Detak jantung janin lebih cepat

    • Posisi perut lebih condong ke atas

    • Urine berwarna kuning cerah
    Cara mengetahui jenis kelamin janin secara akurat
    Anda perlu mengabaikan berbagai mitos mengenai tanda yang menunjukkan jenis kelamin janin.
    Apabila ingin mengetahui jenis kelamin janin, Anda dapat melakukan beberapa pengecekan sesuai dengan standar medis.
    Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan yang dapat mengecek jenis kelamin janin yang bisa Anda pilih.
    • USG menjadi cara paling populer yang sering digunakan untuk mengecek perkembangan dan kesehatan bayi. Selain itu, dokter biasanya dapat membantu mengetahui jenis kelamin janin melalui tes USG.
    • Amniosentesis merupakan cara yang lebih akurat dibandingkan USG untuk menebak jenis kelamin janin. Sayangnya, prosedur ini memiliki berbagai risiko terhadap kesehatan ibu hamil dan janin sehingga cukup jarang dilakukan.
    • Chrorionic Villus Sampling (CVS) memiliki tingkat akurasi hampir 100 persen untuk mengecek jenis kelamin janin. Tes ini akan menggunakan sampel jaringan dari plasenta untuk melihat kromom janin.
    Meski secara ilmiah detak jantung tidak dapat dijadikan indikasi jenis kelamin janin, namun banyak orang masih mempercayai hal tersebut.
    Pastikan untuk melakukan cek secara medis untuk hasil akurat. Selain itu, perlu pemahaman bahwa jenis kelamin janin baik laki-laki atau perempuan tidak menjadi masalah selama ibu hamil menjaga asupan nutrisi dengan baik dan seimbang.
    Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebh lanjut tentang detak jantung janin laki-laki atau seputar masalah kehamilan lainnya, tanyakan langsung secara gratis pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play.
     
Tags:

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.