1. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  2. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  3. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  4. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  5. Suka baca buku? Tuangkan pengalaman baca kamu dalam Event Review Buku, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!

Novel Cinta Mati Dasamuka - Pitoyo Amrih

Discussion in 'Book Review' started by danhobakai, Jun 22, 2018.

  1. danhobakai Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 7, 2014
    Messages:
    61
    Trophy Points:
    7
    Ratings:
    +26 / -0
    [​IMG]

    Judul: Cinta Mati Dasamuka
    Penulis : Pitoyo Amrih
    Jumlah Halaman : 364
    Cetakan : Agustus, 2016
    Penerbit : DIVA Press
    ISBN : 9786023912322


    “Adik-adikmu tak akan pernah membencimu, Ngger. Mereka semua justru sangat menyayangimu.”
    “Mereka semua kini menentangku.”

    “Aku tahu Wibisana memang sejak kecil selalu melawanmu, tapi kalau kowe mau sedikit berpikir, dia sebenarnya adalah akal dari keberanianmu.”

    “Dan kini Kumbakarna juga tak mau bicara denganku,” kata Dasamuka, terdengar seperti meratap.

    “Bila kowe mau sedikit berpikir, Kumbakarna bisa menjadi perasaan bagi kekuatanmu.”

    “Hanya Sarpakenaka yang tak pernah melawanku, tapi dia tak banyak membantu.”

    “Dia juga istimewa, Ngger. Hidupnya terbelenggu oleh nafsu. Kita semua prihatin dengan takdirnya yang memimpin diri saja dia tidak mampu.”

    “Apa yang harus kulakukan, Eyang?”

    ***
    Dia bernama Rahwana. Kemudian nama itu berganti menjadi Dasamuka. Merupakan anak sulung dari pasangan yang telanjur melakukan kesalahan, Wisrawa dan Sukesi. Tapi mungkin tak sepenuhnya salah, karena ilmu Sastrajendra memang selalu membawa hal-hal yang sulit dimengerti.

    Takdir telah mengikat mereka, empat bersaudara. Sampai kemudian rasa cinta itu tumbuh. Cinta yang justru membawa perpecahan di antara mereka. Cinta yang mereka definisikan berbeda. Begitu erat mereka pegang meski harus mati.

    Bagi saya, setelah saya membaca novel ini, saya paham bahwa "esensi dari sebuah rasa benci adalah ketidaktahuan itu sendiri, ketidaktahuan yang menyebabkan salahpaham. Padahal kita tidak wajib untuk tahu akan semua hal "

    Keluarga Rahwana adalah kekuarga yang begitu rumit. Kedua orangtuanya menikah karena sebuah kesalahan. Adalah kehendak Dewa yang membuat Rahwana lahir. Bermula dari Wisrawa yang pergi ke Alengka hendak meminang Dewi Sukesi untuk menjadi pendamping anaknya namun justru Wisarwa sendiri yang kini menikahi Dewi Sukesi. Sukesi yang hanya mau menjadi menantu Wisrawa jika Wisrawa bersedia mengajarkan ilmu sastrajendra padanya. Namun, belum selesai ilmu itu diajarkan, mereka melakukan kesalahan dan lahirlah Rahwana yang membawa nafas keberanian di negeri Alengka.

    Adiknya, seorang raksasa yang biasanya kasar dan brangasan justru begitu lembut dan penuh kesabaran, ialah Kumbakarna. Adik keduanya, Sarpakenaka adalah cermin setiap orang yang tidak mampu menyembunyikan kehendaknya. Dia adalah sosok raksasa yang kepalanya hanya berisi nafsu. Sedangkan adik ketiga adalah seorang manusia tampan bernama Wibisana. Sosok yang pandai dan selalu berupaya menelisik kebaikan dan kebenaran.

    Kehidupan mereka penuh dengan pelarian, kebencian dan tumbuh besar dalam hukuman negeri Alengka dan Lokapala. Baru setelah besar, mereka kembali ke Alengka dan Rahwana mendapatkan hak atas tahta Alengka. Rahwana yang berani dan cerdas itu juga di karunia kekuatan yang bahkan dewa pun takut padanya. Sampai akhirnya Rahwana merasakan cinta sekaligus patah hati ketika gadis manusia yang dicintainya memilih bunuh diri daripada menjadi istri Rahwana.

    Pencarian Rahwana berujung pada gugatan Rahwana pada Dewa yang akhirnya mempertemukannya dengan Dewi Tari putri dari Batara Indra. Dewi Tari yang begitu mirip gadis yang pernah dicintai Rahawana itu menerima tugas dari Batara Guru agar dirinya bersedia menjadi permaisuri Rahwana. Dewi Tari telah dibekali mantra yang akan membatasi kesaktian Rahwana. Setelah itu, Rahwana berubah nama menjadi Dasamuka dimana ia akan mati jika kepalanya terpenggal sampai sepuluh kali. Kehidupan Dasamuka sangat harmonis sampai akhirnya ia bertemu dengan Shinta. Pertemuan yang membuat Dasamuka menculik Shinta dan akhirnya memunculkan perang besar antar negeri tanpa alasan yang jelas, tanpa keterangan yang pasti karena sampai akhir hanyatnya, hanya Dasamuka sendiri yang tahu alasan ia menculik Shinta. Kenapa ia begitu mencintai Shinta.

    Selesai membaca buku ini, yang saya rasakan adalah perasaan sedih. Kisah Ramayana atau Rahwana sendiri adalah sebuah tragedi yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Seperti kebayankan presepsi, kita pasti membenci sosok Rahwana. Raja kejam yang menghalalkan segala cara. Tapi dalam novel ini, Rahwana adalah gambaran sosok yang penuh keberanian dan perhitungan. Semua tindakannya berdasarkan pemikiran yang dalam dan juga rencana yang matang. Hanya saja, Rahwana bukan tipe makhluk yang suka berkomunikasi, tapi lebih suka melakukan tindakan sehingga kadang membuat banyak sekali kesalahpahaman. Termasuk saya sendiri.

    Bagi saya Dewa adalah makluk yang begitu licik di dunia wayang. Bagai seorang dalang, mereka yang menciptakan tokoh untuk memberikan pelajaran kebaikan tapi juga tokoh yang membawa banyak sekali kematian. Mereka seperti lempar batu sembunyi tangan. Uh, kenapa saya jadi gemes sekali sama dewa ini. Mereka sering menipu dan mempermainkan Rahwana. Termasuk masalah Dewi Tari.

    Tokoh yang saya kagumi adalah Kumbakarna. Ia adalah gambaran kesatria Alenka yang rela mati demi negaranya. Nasionalismenya tinggi sekali. Dialog yang saya kagumi adalah ketika Kumbakarna berhadapan dengan Wibisana yang beralih membela Rama untuk melawan Alengka.

    “Berjuanglah apa yang menurutmu benar, Di. Seperti juga aku yang juga berjuang atas apa yang menurutku benar. Kalupun aku harus mati, kowe tetap ada di hatiku, adikku yang selalu memberiku semangat untuk terus hidup dengan benar.” (hal 349)

    Dan alasan kenapa Dasamuka menculik Shinta biarlah hanya pembaca yang tahu. Hehe

    Kisah Epos ini adalah cerita yang penuh ispirasi. Begitu banyak perjuangan bagi seluruh jiwa maupun raga setiap tokoh-tokonnya, tutur kata yang begitu memberikan kita pemahaman akan kebaikan, kepedihan, kesalahpahaman, intrik politik, pengkhianatan, nasionalisme, dan cinta kasih sayang. Sangat cocok untuk pembaca dewasa muda-dewasa. Banyak kejadian yang menurut saya terlalu tragis (jelas karena kisah perang) sehingga kurang cocok untuk remaja. Buku ini merupakan kisah dari sudut negara Alengka terutama Rahwana. Jadi bagi saya banyak sekali keterangan tentang tokoh-tokoh lain yang muncul. Butuh asupan tambahan dari buku lain. hehe.

    Rate 4 of 5.

    Buku yang bagus untuk memberikan pelajarang terutama tentang pendidikan karakter.

    “Mereka mungkin akan tertipu, tapi dirimu sendiri tak bisa kau tipu...” hal 143




     
    • For The Win For The Win x 3
    • Thanks Thanks x 1
    • Informatif Informatif x 1

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.