1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

cerita sedih…, "Ayah.. kembalikan tangan Dita"

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by milanzi, Oct 3, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. milanzi Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 10, 2009
    Messages:
    120
    Trophy Points:
    101
    Ratings:
    +1,732 / -0
    ANAK YANG MENCORET MOBIL AYAHNYA

    Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar
    meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak
    tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
    Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
    bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang
    dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

    Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai
    tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari
    marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru
    ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak
    jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan
    kreativitasnya.

    Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin
    menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka
    ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya,
    gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut
    imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu
    rumah.

    Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil
    yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama
    lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus
    menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" …. Pembantu rumah yang tersentak
    dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah
    padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
    diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak
    tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?"
    hardik si isteri lagi.

    Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
    kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu
    ayahhh.. cantik …kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja
    seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang
    ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2
    ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis
    kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si
    ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

    Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas
    dengan hukuman yang dikenakan.
    Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup
    lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.
    Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut
    menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

    Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil
    luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil
    menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga
    menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si
    pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan
    anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
    tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan
    obat saja!" jawab bapak si anak.

    Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang
    menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi
    pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah
    menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari
    bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"…jawab pembantunya
    ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk
    kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita
    dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
    Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu
    badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00
    sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah
    dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit
    karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap
    dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata
    dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong
    karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…"Ini sudah
    bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus
    dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan
    terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
    berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

    Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata
    isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan
    pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan
    habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua
    tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian
    ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
    menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
    air mata. "Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak
    mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..
    sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa
    sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah
    pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

    "Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak
    akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…
    Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil
    lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar
    kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah
    terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada
    akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
    ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski
    sudah minta maaf…

    Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran
    bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya
    dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…,
    Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb
    tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..


     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. zz11 Veteran

    Offline

    Rockstar

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,093
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,275 / -0
    ini beneran terjadi ga bro?

    wah itu tuh, kalo ortu 2-2nya sibuk, kaya raya, gila kerja, en ninggalin anak ama pembantu. jadinya kurang berperasaan... harta bisa diganti, tapi ga ada yg bisa bernilai sama dengan tangan anaknya :D

    boleh juga nih jadi pelajaran bagi yg mau jadi ortu. :piss:
     
  4. Dontel Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jul 24, 2009
    Messages:
    2,623
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +27,301 / -1
    ni kl beneran,,pgn saya g*mp*r si ayahnya....
    buat saya,,tu uda keterlaluan bgt... bkannya membimbing anaknya malah menghancurkan masa depan anaknya.... bener2 d.... :oii::ngeselin:
     
  5. Mitsuyama M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 26, 2009
    Messages:
    1,026
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +133 / -0
    duhhh kasian bgt tuh ank nya...
    untung irtu gua gag gtu deh...
     
  6. recure M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jun 17, 2009
    Messages:
    6,488
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +3,129 / -0
    kacian banget tuh anak
     
  7. DelQ M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 17, 2009
    Messages:
    411
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +119 / -0
  8. bee_can Veteran

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    1,951
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +7,491 / -0
    karena repost,maaf ya saya close thread ini. terima kasih^^
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.