1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Ungkapin kenangan film Asia paling berkesan buatmu. Berhadiah GK, Pulsa, dan Line Gift Sticker loh! .Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

OriFic Cahaya Setelah Hujan

Discussion in 'Fiction' started by kuryu_kohei, Sep 30, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    977
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,770 / -0
    Bab 1
    Selamat Datang


    Bagi setiap keluarga terutama bagi seorang Ibu, kelahiran anak mereka adalah sebuah anugerah terindah yang tidak dapat di nilai oleh apapun yang ada di dunia ini. Begitu juga bagiku, aku adalah seorang Ibu yang sedang menunggu kelahiran anak keduaku. Karena sangat mengharapkannya “hadir” di dunia ini, aku beserta Suamiku telah menyiapkan keperluannya jauh-jauh hari. Sebelumnya aku harus berterima kasih pada kecanggihan alat-alat kedokteran dan kualitas yang dimiliki oleh dokter-dokter saat ini, karena kehebatan mereka, aku bisa mengetahui jenis kelamin anak keduaku. Sehingga aku bisa memilihkan perlengkapan untuknya, tanpa perlu repot.
    Kami semua sibuk untuk menyiapkan segala sesuatu untuknya. Bahkan Agung anak pertamaku yang berusia 5 setengah tahun-pun ikut membantu, tampaknya dia juga sangat mengharapkan kehadiran makhluk manis yang ada di dalam perutku ini. Hari-hari kami dipenuhi dengan khayalan-khayalan nanti akan seperti apakah anak keduaku ini, dan mereka senantiasa menemaniku setiap kali aku harus memeriksa kandunganku ke rumah sakit, aku sangat bahagia sekali, dan terima kasih TUHAN karena telah memberikan orang-orang yang begitu sempurna di dalam kehidupanku.
    Beberapa bulan mendekati hari kelahirannya, kami semua semakin sibuk. Hingga pada suatu hari, saat menyiapkan segala perlengkapannya anakku Agung hampir saja mengalami kecelakaan, dia hampir terjatuh saat membereskan lemari pakaian yang nanti akan di isi oleh baju-baju adiknya. Sebenarnya, lemari itu tidak terlalu tinggi namun cukup untuk melukai tubuhnya yang kecil.
    Melihat kejadian itu di depan kedua mataku, naluriku sebagai seorang Ibu segera bertindak kemudian aku segera melompat untuk menangkapnya, namun karena kejadian itu aku mengalami pendarahan di bagian perutku karena mengalami benturan. Aku langsung dilarikan ke rumah sakit, sesampainya disana aku sudah bisa melihat suamiku dengan wajahnya yang tidak seperti biasanya, saat itu dia kelihatan begitu tegang. Tidak ada lagi senyum yang biasa terhias diwajahnya. Anak pertamaku, Agung. Setelah kejadian itu dia tidak berhenti menangis, melihat kedua orang yang sangat kucintai ini dalam tekanan, aku tidak ingin menambah beban pada mereka, maka aku putuskan untuk tersenyum di depan mereka walaupun sesungguhnya hal itu sulit untuk kulakukan sebab perih yang kurasakan diperutku ini sangatlah sulit aku abaikan.
    Kemudian suamiku mengantarku untuk menemui dokter, setelah pemeriksaan yang cukup menyiksaku. Aku mendapat kabar yang cukup mengejutkan, anak keduaku akan lahir dengan beberapa “kekurangan.” Mendengar hal itu aku langsung menangis, jujur saja aku ini hanya manusia biasa yang kurasa, aku belum siap menerima cobaan seperti ini. Anak keduaku di vonis akan lahir dengan cacat atau jika tidak, dia akan mengalami retardasi mental. Kami berdua diam setelah mendengar hasil pemeriksaan itu.
    Setelah itu, aku jadi lebih sering terdiam untuk berpikir. Saat kuberpikir tiba-tiba aku seperti mendapat bisikan dalam hatiku, aku ditanya “Apakah kau mampu mengurus anak yang nantinya akan cacat? Apakah kau tidak malu?” dan sebagainya. Semakin aku memikirkannya, kemudian aku jadi memiliki pemikiran yang kurasa ini adalah kegagalanku sebagai seorang Ibu, sebab pemikiran ini tidak pantas untuk dipikirkan oleh Ibu manapun di dunia ini. Aku berpikir untuk menggugurkan anak keduaku ini.
    Untungnya aku memiliki seorang suami yang sangat pengertian, dan setelah menjelaskan semua kekhawatiranku. Suamiku hanya terdiam, lalu tersenyum padaku dan menjawab “Kenapa kau harus memikirkan semua itu? Yang harus kita pikirkan adalah masa depan anak-anak kita, bukannya perkataan yang dikeluarkan orang-orang nantinya. Ingat dia bukanlah anak kita, dia adalah anak-anak Tuhan. Seharusnya kita bersyukur karena Tuhan masih memberi kita kepercayaan untuk menitipkan anak-Nya pada kita.” Setelah mendengar itu aku menangis, karena menyesal dan lega, Aku menyesal karena telah berpikir bodoh dan aku lega karena aku tidak sampai melakukan kebodohan itu.
    Tidak beberapa kemudian, anak keduaku lahir saat pertama kali kudengar suara tangisannya aku berkata dalam hatiku. “SELAMAT DATANG, ANAKKU.”


    bersambung​
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
    Last edited: Sep 30, 2009
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. prufessuer M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 10, 2009
    Messages:
    2,163
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,655 / -0
    :sedih:

    kelahiran anak kedua

    untung ga digugurin :sedih:

    ditunggu sambungannya
     
  4. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    977
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,770 / -0
    kira2 nama anak keduanya yang bagus apa yah???
    ada yg punya ide lanjutin???
    silahken dilanjutken....
    wakakakaka:hahai:
     
  5. saint_xaver M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 28, 2009
    Messages:
    347
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +18 / -0
    nice story, sebagai ibu pasti ada perasaan g enak klo mau ngegugurin biarpun alasannya bakal cacat bayinya,
    lanjutannya semoga bakal jadi anak yg tegar dan berbakti, tahan cobaan,trus ketemu cewe yg baik, hehehe
    gt kira2 lanjutannya
     
  6. deJeer Administrator
    Head Admin

    Offline

    Watching You

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    16,418
    Trophy Points:
    292
    Ratings:
    +30,979 / -2
    open autoclosed thread
    TS silakan dilanjut
    tq
     
    • Thanks Thanks x 1
  7. spinx04 Veteran

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    1,674
    Trophy Points:
    217
    Ratings:
    +2,537 / -0
    wow, cerita yang bagus, tipikal orang tua super keren!!! :terharu:
    please continue :nangis:
     
  8. yezhakiel Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    44
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    bisa gak ya jadi seperti itu ??

    ditunggu kelanjutnya bro
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.