1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Dismiss Notice
  7. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  8. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Biography Bung Tomo

Discussion in 'Indonesian History' started by shinminho, Jun 16, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. shinminho Veteran

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    5,166
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,813 / -0
    [​IMG]


    Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun)[1] lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

    Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.

    Masa muda

    Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.

    Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.

    Perjuangan

    Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia berusaha membangkitkan semangat rakyat sementara Surabaya diserang habis-habisan oleh tentara-tentara NICA. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi.

    Meskipun Indonesia kalah dalam pertempuran 10 November itu, kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Indonesia.

    Setelah kemerdekaan

    Setelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.

    Padahal, berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Ia pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia.

    Namun pada awal 1970-an, ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehinga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras. Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. Meskipun semangatnya tidak hancur di dalam penjara, Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal.

    Ia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, namun ia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya, dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya.

    Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, namun tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.

    Gelar Pahlawan Nasional

    Setelah pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung tomo pada 9 November 2007.[2] Akhirnya gelar pahlawan nasional diberikan ke Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. major_main M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 26, 2010
    Messages:
    1,530
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +2,664 / -0
    tokoh yg patut dicontoh :top:
     
  4. khuma_putry Regional Leader

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Nov 7, 2009
    Messages:
    5,574
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +116,831 / -9
    ane salut banget ma bung tomo.

    kapan lagi pemuda indonesia seperti bung tomo ya... :???:
     
  5. Bu_Beng Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 4, 2010
    Messages:
    81
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +38 / -0
    Luar biasa memang tokoh yang satu ini

    siaran radionya pas memotivasi arek2 surabaya

    bersemangat sekali,orator yg ulung:hero:
     
  6. norus_rei M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 26, 2009
    Messages:
    432
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +72 / -0
    lo dimakamkannya ternyata cuma di TPU to?
    kok ga sebanding ya sama perjuangannya
     
  7. Esquifel Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 2, 2009
    Messages:
    30
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    Salah satu tokoh sejarah Indonesia yang paling menarik. Mungkin karena wataknya yang keras hingga sempat memerintahkan pembantaian orang asing pada masa kemerdekaan. Hal ini yang membuat dia tidak disukai oleh Soekarno dan Bung Hatta yang lebih memilih jalur damai.

    Selain itu Bung Tomo dimakamkan di TPU biasa karena dia tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan karena menganggap orang2 yang dimakamkan di Makam Pahlawan adalah para pengecut yang tidak seberani dia.
     
  8. Attaqui Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 12, 2010
    Messages:
    51
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +3 / -0
    terima kasih bgt infonya menarik (",)
     
  9. beta1990 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 22, 2010
    Messages:
    18
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    lho kirain gelar pahlawan nasional nya dari dulu, ternyata baru pas 2008

    thx infonya gan. nice
     
  10. GloriamSathanas Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jun 21, 2009
    Messages:
    197
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +12 / -0
    Sama baru tau, kirain pahlawan nasional dari dulu...
    Pernah denger rekaman pidato beliau waktu menjelang 10/11/45, menggetarkan dada.
     
  11. OgoeZ M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 15, 2010
    Messages:
    467
    Trophy Points:
    57
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +51 / -0
    ^
    ^

    hmm disini ga di share rekaman pidatonya bung tomo ya ?? :???:
    ga ada yang upload ?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.