1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Untuk kamu yang mendapatkan peringatan "Koneksi tidak aman" atau "Your connection is not private" ketika mengakses forum IDWS, bisa cek ke sini yak.

Beberapa Ritual Perpeloncoan/OSPEK Paling Menakutkan di Amerika

Discussion in 'Lifestyle' started by smkosasih, Dec 20, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. smkosasih M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,341
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,189 / -0
    Perpeloncoan / OSPEK merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh beberapa Universitas di seluruh dunia sebagai bentuk orientasi bagi para mahasiswa/i baru. Namun apa yang terjadi jika kegiatan tersebut ternyata menyimpang menjadi kegiatan Perpeloncoan paling menakutkan di dunia oleh beberapa oknum mahasiswa senior biadab di lingkungan kampus tersebut.

    Berikut kegiatan perpeloncoan yg paling menakutkan di amerika:
    [​IMG]

    Pada tahun 2002, pemain Seven Football suatu College di North Carolina , Antonio Wilkerson ditangkap atas tuduhan Perpeloncoan yang tidak wajar yaitu dengan cara menulis dengan spidol permanen Nama dan Posisi beberapa calon anggota baru eskul Seven Footbal di kampus tersebut tepat di bokongnya . Bagian terburuk adalah bahwa perpeloncoan ini sudah lazim dilakukan di kampus tersebut sebagai syarat mutlak penerimaan calon anggota baru . Kabar baiknya , pada tahun 2002 , Kegiatan perpeloncoan ini sudah tidak dilakukan lagi.

    [​IMG]

    Sungguh aneh kegiatan salah satu perpeloncoan di suatu Genk Mahasiswi di salah satu universitas swasta di chichago. Jadi calon anggota baru geng tersebut diharuskan untuk memilih antara Memainkan Adegan Striptease dengan menggunakan Dildo di Halaman kampus, atau memakai Narkoba jenis Cocaine di toilet kampus.

    [​IMG]

    Di Tulane University, ada suatu ritual perpeloncoan yang sangat menakutkan bagi para mahasiswa baru yang ingin masuk ke dalam suatu Genk yang paling berkuasa di kampus tersebut, bagaimana tidak cara perpeloncoannya adalah dengan cara mencelupkan tangan dari calon anggota baru diatas rebusan air mendidih kepiting dan perasan air lemon . semakin banyak anggota tubuh calon anggota baru yang mendapat luka rebusan , semakin tinggi jabatan yang akan dia dapat di geng tersebut

    [​IMG]

    Dalam sebuah cerita yang dijalankan oleh ABC News, penulis dan peneliti Alexandra Robbins melaporkan bahwa ada jenis terburuk perpeloncoan yang terdapat di perkumpulan mahasiswa adalah “peringkat payudara.” Dalam prosedur ini, para suster dipaksa berjanji untuk menanggalkan baju mereka dan bra di kamar dingin, dan kemudian berbaris berdasarkan ukuran payudaranya .

    [​IMG]

    Vermont melewati undang-undang anti-perpeloncoan pada tahun 1999 karena adanya insiden di Universitas Vermont di mana anggota tim pemain hoki memaksa mahasiswa untuk minum bir hangat sampai mereka muntah dan melakukan sesuatu yang disebut “elephantWalk”, yang mengerikan.

    Elephant WALK adalah
    Menurut Urban Dictionary, ada banyak bentuk dari “Elephant Walk”.

    1) Sekelompok laki-laki berjalan dalam garis lurus, setiap orang meletakkan satu ibu jari di mulut mereka dan jempol lainnya di dalam anus laki-laki di depan mereka.
    2) Sekelompok laki-laki berjalan dalam garis lurus memegang ke (tegak) penis dari laki-laki di belakang dan di depan mereka.
    3) Sekelompok laki-laki berjalan dalam garis lurus memegang ke (tegak) penis dari laki-laki di belakang mereka sambil meletakkan salah satu ibu jari ke dalam anus laki-laki di depan mereka.
    :muntah:

    [​IMG]

    Mendayung adalah apa yang beberapa orang mungkin berpikir klasik. Meskipun itulah yang paling sering dikaitkan dengan tradisi kuno perpeloncoan. Mengayuh terdengar lucu, tetapi masih salah satu yang terburuk. Bahkan, banyak yang pergi ke rumah sakit dengan tubuh luka parah akibat tindakan kekerasan. kenapa bisa begitu ? , betapa tidak , ternyata cara perpeloncoan jenis ini adalah dengan mengumpulkan para mahasiswa/i junior, lalu membentuk lingkaran , kemudian satu sama lain mumukul bokong temannya secara terus menerus dan bergantian dengan tongkat kayu yang berbentuk seperti kayuhan dayung perahu. salah satu resiko minimal yang di dapat oleh para korban adalah , tidak bisa duduk akibat pembekuan darah yang terjadi di sekitar bokong

    [​IMG]

    Ketika seseorang pergi ke perguruan tinggi dan meninggal karena overdosis AIR, memang terdengar sangat konyol dan impossiblei. Tapi Ini adalah perpeloncoan di Universitas Negara Bagian New York. Pada bulan Maret 2003, Walter Dean Jennings III dipaksa untuk minum banyak galon air, sering ke titik muntah. dia berhenti minum air , namun sudah terlambat , ternyata dia langsung koma,lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit . setelah di Autopsy , ternayat otak korban telah bengkak dipenuhi olehair .akibat dari kejadian perpeloncoan ini 21 mahasiswa senior dihukum oleh universitas dan 13 diantaranya dijatuhi pasal pembunuhan yang terorganisir dengan ancaman hukuman maximal seumu hidup oleh pengadilan new york .

    [​IMG]

    Adam Marszal dan Russell Taylor, dua mantan siswa di California Polytechnic State University, dijatuhi hukuman penjara setelah kegiatan perpeloncoan mahasiswa baru yang diadakannya menyebabkan meninggal seorang junior karena keracunan alkohol . Anak laki-laki, berusia18, meninggal setelah minum alkohol dalam jumlah besar dalam 90 menit. Saat dilakukan Otopsy , dari darah korban terkandung Alkohol dengan Kadar 60%.

    [​IMG]

    Lain halnya memalukan dilaporkan oleh Alexandra Robbins adalah seorang wanita yang dipaksa untuk berdiri di bangku di depan seluruh senior kampus , kemudian para senior tadi memberikannya cacian , makian , hinaan , umpatan. memang perpeloncoan jenis ini cuma sedikit adegan kekerasan fisiknya , tapi bagi si junior tadi , kegiatan ini merupaan perpeloncoan yang sangat menyakiti si korban dari segi psikologis.

    [​IMG]

    Alexandra Robbins, lagi2 nih orang yang menceritakan kasus pepreloncoan paling menakutkan di kampus negeri paman sam , soalnya dia menulis buku "The Black Secret behind your university" , peloncoan jenis ini namanya "Trivia Question" cara nya kaya di film pengantin topeng , jadi intinya si senior dan junior kumpul membentuk lingkaran , lalu mereka bergantian memutar botol vodka yg ditaruh di atas meja , dan siapapun yang dituju oleh mulut botol vodka tersebut bebas melakukan apapun dengan alat-alat yang ada di gambar diatas.

    Apa itu Bullying?

    Ada banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain (tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual). Namun di sini penulis akan membatasi konteksnya dalam school bullying. Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) mendefinisikan school bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Mereka kemudian mengelompokkan perilaku bullying ke dalam 5 kategori:
    • Kontak fisik langsung (memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain)
    • Kontak verbal langsung (mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip)
    • Perilaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya diertai oleh bullying fisik atau verbal).
    • Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng).
    • Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal).
    Dari beberapa penelitian sebelumnya, juga ditemukan perbedaan umur dan gender yang dapat mempengaruhi perilaku bullying. Pada usia 15 tahun, anak laki-laki ditemukan lebih cenderung mem-bully dengan kontak fisik langsung, sementara anak perempuan lebih cenderung mem-bully dengan perilaku tidak langsung. Namun tidak ditemukan perbedaan dalam kecenderungan melakukan bullying verbal langsung. Pada usia 18 tahun, kecenderungan anak laki-laki mem-bully dengan kontak fisik menurun tajam, dan kecenderungannya untuk menggunakan perilaku verbal langsung dan perilaku tidak langsung meningkat, meskipun anak perempuan masih tetap lebih tinggi kecenderungannya dalam hal ini.

    Patut dicatat bahwa ini adalah hasil penelitian di luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Riauskina dkk. menemukan dalam penelitiannya pada 2 SMA di Jakarta bahwa kecenderungan untuk melakukan kontak fisik langsung masih terlihat pada anak laki-laki di usia 18 tahun.

    Mengapa Melakukan Bullying?

    Seperti yang telah terjadi pada kasus IPDN dan sebagian kasus-kasus lainnya, bullying adalah sebuah siklus, dalam artian pelaku saat ini kemungkinan besar adalah korban dari pelaku bullying sebelumnya. Ketika menjadi korban, mereka membentuk skema kognitif yang salah bahwa bullying bisa ’dibenarkan’ meskipun mereka merasakan dampak negatifnya sebagai korban. Hal ini tampak dalam sebuah potongan wawancara pra-survei:

    Mengapa seorang korban bisa kemudian menerima, bahkan menyetujui perspektif pelaku yang pernah merugikannya? Salah satu alasannya dapat diurai dari hasil survei: sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak-pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berpikir mereka dan menghentikan siklus ini, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban biasanya merahasiakan bullying yang mereka derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying mereka. Akibatnya, korban bisa semakin menyerap ’falsafah’ bullying yang didapat dari seniornya. Dalam skema kognitif korban yang diteliti oleh Riauskina dkk., korban mempunyai persepsi bahwa pelaku melakukan bullying karena
    • Tradisi
    • Balas dendam karena dia dulu diperlakukan sama (menurut korban laki-laki)
    • Ingin menunjukkan kekuasaan
    • Marah karena korban tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan
    • Mendapatkan kepuasan (menurut korban perempuan)
    • Iri hati (menurut korban perempuan)
    Adapun korban juga mempersepsikan dirinya sendiri menjadi korban bullying karena
    • Penampilan menyolok
    • Tidak berperilaku dengan sesuai
    • Perilaku dianggap tidak sopan
    • Tradisi

    Apa Dampak dari Bullying?

    Salah satu dampak dari bullying yang paling jelas terlihat adalah kesehatan fisik. Beberapa dampak fisik yang biasanya ditimbulkan bullying adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, flu, batuk, bibir pecah-pecah, dan sakit dada. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi di IPDN, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.

    Dampak lain yang kurang terlihat, namun berefek jangka panjang adalah menurunnya kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dan penyesuaian sosial yang buruk. Dari penelitian yang dilakukan Riauskina dkk., ketika mengalami bullying, korban merasakan banyak emosi negatif (marah, dendam, kesal, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam) namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga.

    Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial juga muncul pada para korban. Mereka ingin pindah ke sekolah lain atau keluar dari sekolah itu, dan kalaupun mereka masih berada di sekolah itu, mereka biasanya terganggu prestasi akademisnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.

    Yang paling ekstrim dari dampak psikologis ini adalah kemungkinan untuk timbulnya gangguan psikologis pada korban bullying, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, ingin bunuh diri, dan gejala-gejala gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder). Dari 2 SMA yang diteliti Riauskina dkk., hal-hal ini juga dialami korban, seperti merasa hidupnya tertekan, takut bertemu pelaku bullying, bahkan depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri dengan menyilet-nyilet tangannya sendiri!

    Dari informasi di atas, kita dapat melihat bagaimana perilaku bullying sebenarnya sudah sangat meluas di dunia pendidikan kita tanpa terlalu kita sadari bentuk dan akibatnya. Dalam bagian ke-2, penulis akan menelusuri beberapa sumber lebih jauh lagi untuk melihat karakteristik pelaku bullying, mitos dan fakta tentang bullying, serta bagaimana menghadapi bullying, baik bagi korban, siswa lain yang menonton, maupun bagi pihak sekolah atau orangtua.

    Sumber:
    Code:
    Riauskina, I. I., Djuwita, R., dan Soesetio, S. R. (2005). ”Gencet-gencetan” di mata siswa/siswi kelas 1 SMA: Naskah kognitif tentang arti, skenario, dan dampak ”gencet-gencetan”. Jurnal Psikologi Sosial, 12 (01), 1 – 13 
    

    sumber:
    Code:
    http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/10-ritual-perpeloncoanospek-paling.html
     
    • Like Like x 3
    • Thanks Thanks x 3
    Last edited: Oct 9, 2011
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. fouchan M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Nov 17, 2010
    Messages:
    1,520
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +20,742 / -0
    ada yang diglonggong ... :apa:
    udah kaya sapi aja :sigh:
    plonconya ga wajar, uda gila kali tu orang :swt:
     
  4. Shinigami168 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    570
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +274 / -0
    gila ga masuk akal pelonco nya, mending masuk kampus laen kalo ga mah:hot:
    apalagi yang sampe bikin tewas anak orang:hulk:
     
  5. Armandotop122 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Mar 18, 2010
    Messages:
    444
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +340 / -0
    ya ampun
    kukira di Indonesia aja yang kek gt
    Amerika juga ya
    wew
    kejem
     
  6. smkosasih M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,341
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,189 / -0
    perpeloncoan seperti itu memang merupakan sebuah siklus yang harus dibasmi. :jotos:

    Apa itu Bullying?

    Ada banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain (tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual). Namun di sini penulis akan membatasi konteksnya dalam school bullying. Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) mendefinisikan school bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Mereka kemudian mengelompokkan perilaku bullying ke dalam 5 kategori:
    • Kontak fisik langsung (memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain)
    • Kontak verbal langsung (mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip)
    • Perilaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya diertai oleh bullying fisik atau verbal).
    • Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng).
    • Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal).
    Dari beberapa penelitian sebelumnya, juga ditemukan perbedaan umur dan gender yang dapat mempengaruhi perilaku bullying. Pada usia 15 tahun, anak laki-laki ditemukan lebih cenderung mem-bully dengan kontak fisik langsung, sementara anak perempuan lebih cenderung mem-bully dengan perilaku tidak langsung. Namun tidak ditemukan perbedaan dalam kecenderungan melakukan bullying verbal langsung. Pada usia 18 tahun, kecenderungan anak laki-laki mem-bully dengan kontak fisik menurun tajam, dan kecenderungannya untuk menggunakan perilaku verbal langsung dan perilaku tidak langsung meningkat, meskipun anak perempuan masih tetap lebih tinggi kecenderungannya dalam hal ini.

    Patut dicatat bahwa ini adalah hasil penelitian di luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Riauskina dkk. menemukan dalam penelitiannya pada 2 SMA di Jakarta bahwa kecenderungan untuk melakukan kontak fisik langsung masih terlihat pada anak laki-laki di usia 18 tahun.

    Mengapa Melakukan Bullying?

    Seperti yang telah terjadi pada kasus IPDN dan sebagian kasus-kasus lainnya, bullying adalah sebuah siklus, dalam artian pelaku saat ini kemungkinan besar adalah korban dari pelaku bullying sebelumnya. Ketika menjadi korban, mereka membentuk skema kognitif yang salah bahwa bullying bisa ’dibenarkan’ meskipun mereka merasakan dampak negatifnya sebagai korban. Hal ini tampak dalam sebuah potongan wawancara pra-survei:

    Mengapa seorang korban bisa kemudian menerima, bahkan menyetujui perspektif pelaku yang pernah merugikannya? Salah satu alasannya dapat diurai dari hasil survei: sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak-pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berpikir mereka dan menghentikan siklus ini, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban biasanya merahasiakan bullying yang mereka derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying mereka. Akibatnya, korban bisa semakin menyerap ’falsafah’ bullying yang didapat dari seniornya. Dalam skema kognitif korban yang diteliti oleh Riauskina dkk., korban mempunyai persepsi bahwa pelaku melakukan bullying karena
    • Tradisi
    • Balas dendam karena dia dulu diperlakukan sama (menurut korban laki-laki)
    • Ingin menunjukkan kekuasaan
    • Marah karena korban tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan
    • Mendapatkan kepuasan (menurut korban perempuan)
    • Iri hati (menurut korban perempuan)
    Adapun korban juga mempersepsikan dirinya sendiri menjadi korban bullying karena
    • Penampilan menyolok
    • Tidak berperilaku dengan sesuai
    • Perilaku dianggap tidak sopan
    • Tradisi

    Apa Dampak dari Bullying?

    Salah satu dampak dari bullying yang paling jelas terlihat adalah kesehatan fisik. Beberapa dampak fisik yang biasanya ditimbulkan bullying adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, flu, batuk, bibir pecah-pecah, dan sakit dada. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi di IPDN, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.

    Dampak lain yang kurang terlihat, namun berefek jangka panjang adalah menurunnya kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dan penyesuaian sosial yang buruk. Dari penelitian yang dilakukan Riauskina dkk., ketika mengalami bullying, korban merasakan banyak emosi negatif (marah, dendam, kesal, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam) namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga.

    Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial juga muncul pada para korban. Mereka ingin pindah ke sekolah lain atau keluar dari sekolah itu, dan kalaupun mereka masih berada di sekolah itu, mereka biasanya terganggu prestasi akademisnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.

    Yang paling ekstrim dari dampak psikologis ini adalah kemungkinan untuk timbulnya gangguan psikologis pada korban bullying, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, ingin bunuh diri, dan gejala-gejala gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder). Dari 2 SMA yang diteliti Riauskina dkk., hal-hal ini juga dialami korban, seperti merasa hidupnya tertekan, takut bertemu pelaku bullying, bahkan depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri dengan menyilet-nyilet tangannya sendiri!

    Dari informasi di atas, kita dapat melihat bagaimana perilaku bullying sebenarnya sudah sangat meluas di dunia pendidikan kita tanpa terlalu kita sadari bentuk dan akibatnya. Dalam bagian ke-2, penulis akan menelusuri beberapa sumber lebih jauh lagi untuk melihat karakteristik pelaku bullying, mitos dan fakta tentang bullying, serta bagaimana menghadapi bullying, baik bagi korban, siswa lain yang menonton, maupun bagi pihak sekolah atau orangtua.

    Sumber:
    Code:
    Riauskina, I. I., Djuwita, R., dan Soesetio, S. R. (2005). ”Gencet-gencetan” di mata siswa/siswi kelas 1 SMA: Naskah kognitif tentang arti, skenario, dan dampak ”gencet-gencetan”. Jurnal Psikologi Sosial, 12 (01), 1 – 13 
    
     
  7. silek900 M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Jul 14, 2010
    Messages:
    7,771
    Trophy Points:
    252
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +93,123 / -6
    elephant walk yang benar2 paling gila, itu dah termasuk pelecehan sexual, bagian aja masa jempol harus dimasukin ke anus temannya :muntah:
     
  8. teuku_robby M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 22, 2010
    Messages:
    1,582
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +31,825 / -0
    Dimana otak para mahasiswa itu, ngakunya kaum terpelajar :onfire: tapi kelakuannya seperti tidak pernah diajar :onfire:
     
  9. mattarada M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Apr 17, 2010
    Messages:
    2,803
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,849 / -0
    :niceinfo:

    btw mahasiswa dsana sering rusuh ga??
    'katanya' mahasiswa disini sering rusuh akibat budaya kekerasan dalam ospek..,

    :jotos:bonyok:

    tp ternyata ospek disana lebih gila,..:panda:
    terbukti, ospek2 gila macam itu menghasilkan monster2 macam G. W. B*sh, D. R*msfeld, dan konco2nya
     
  10. Eglantine Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 20, 2010
    Messages:
    114
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +2 / -0
    Mengerikan dan menjijikan :|

    Ada-ada aja ospek sampe segitunya :(
     
  11. smkosasih M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,341
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,189 / -0
    mahasiswa di amerika bukan rusuh, tapi brutal..
    beberapa kasus seperti penembakan membabi buta oleh mahasiswa di kelas kadang terjadi.
     
  12. mattarada M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Apr 17, 2010
    Messages:
    2,803
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,849 / -0
    hidup mahasiswa,..!!!:hero:

    tp klo rusuh mending mati aja,...
     
  13. Ballon M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 5, 2010
    Messages:
    1,881
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +745 / -0
    Yup kalau yang begini sih cuma orang" freak yang melakukannya .. gila aja itu kasihan banget yang meninggal gara" minum air .. parah banget dah ..
     
  14. R3Qui3M M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 29, 2009
    Messages:
    621
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +4,849 / -0
    waduh, mengerikan sekali..
    apalagi yg hina, caci, sang alon bisa-bisa depresi berat tuh..
     
  15. shaoran Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 21, 2010
    Messages:
    103
    Trophy Points:
    17
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4 / -0
    ada yang kaya sapi digelonggong...
    kebayang rasanya kayak gimana minum air segitu banyak...
    ada pula yang dipaksa minum alkohol.........
     
  16. ihsanqueen Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 5, 2009
    Messages:
    199
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +53 / -0
    untung di jurusan ane cuman disuruh push up doang....

    sama digampar sekali2.....

    untung ga kaya di Amrik sono
     
  17. kasogi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 7, 2010
    Messages:
    513
    Trophy Points:
    142
    Ratings:
    +4,183 / -0
    Waduh ospeknya tuh pakai gaya militer
    mungkin ini sisa dari gaya militer yang diterapkan pas WW "wajib militer"
     
  18. Estherzilla Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Apr 17, 2010
    Messages:
    3,761
    Trophy Points:
    311
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +21,246 / -0
    gila gila gila semuanya..... [​IMG]
    ini bukan cuma ospel aja.. ini namanya pembunuhan! pembunuhan secara fisik, karena terbukti banyak yang meninggal, n pembunuhan secara mental karena mengakibatkan dampak psikologis. [​IMG]
     
  19. mattarada M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Apr 17, 2010
    Messages:
    2,803
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,849 / -0
    tapi salut sama fantasi2 yankees dsana...

    kayak yang di Saw, atau final destination,...

    luar biasa,...:panik:
     
  20. aso1985 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    138
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +22 / -0
    parahh juga disanaa
     
  21. aikaterine M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 6, 2010
    Messages:
    501
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +12 / -0
    Gila! Selama ini gw kira di luar negeri aman2 aja, ga ada perpeloncoan separah ini. Gw kira perpeloncoan model gini cuma ada di bbrp uni di Indonesia :panik:
    Untung wkt gw msk uni ga kena mslh aneh2 kyk gini dah
     
Thread Status:
Not open for further replies.

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.