1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. IDWS Radio is Back! Mau ngobrol seru bareng penyiar (announcer) atau mau ikutan jadi penyiar di IDWS Radio? Mau promoin lagu indie kamu? Bisaa!.Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Terima kasih untuk kebersamaan komunitas selama hampir 12 tahun ini. Apa pengalaman menarikmu selama di IDWS? Apa saran, kritik, dan masukan kamu untuk IDWS? Tolong sampaikan di sini yaa~ Terima kasih.
  6. Dismiss Notice
  7. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  8. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Bebas Sakit dengan Bius Cabai

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by smkosasih, Nov 9, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. smkosasih M V U

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,341
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,187 / -0
    Metode anestesi memasuki babak baru. Para ahli telah berhasil menemukan cara terbaru untuk meminimalkan rasa sakit saat operasi dengan menggunakan senyawa kimia yang terdapat dalam cabai.

    Capsaicin, inilah nama senyawa kimia yang memberikan rasa "hot" pada cabai. Beberapa tahun terakhir ini capsaisin tersebut begitu gencar diteliti oleh para peneliti dari Massachusetts General Hospital, AS, karena potensinya sebagai obat bius yang hanya bekerja di target spesifik, yakni sel saraf yang bertugas menerima dan mengirim rasa sakit.

    Selama ini dunia kedokteran banyak memakai senyawa haloetana, asetoan, atau eter, sebagai anestesi yang efektif karena mudah menguap dan larut dengan baik di dalam lemak. Namun kekurangan senyawa tersebut adalah mematikan seluruh sel saraf, sehingga setelah operasi pasien biasanya mengalami mati rasa untuk sementara. Misalnya saja pasien cabut gigi akan merasakan otot di bagian mulutnya lumpuh dan mati rasa sementara setelah dibius.

    Nah, dengan anetesi terbaru ini hal tersebut tak akan terjadi. Senyawa capsaicin hanya memblok saraf target tanpa menutup pengiriman sinyal dari saraf yang yang bertanggung jawab dalam hal pergerakan otot atau saraf perasa. Ujicoba yang dilakukan para ahli terhadap tikus percobaan membuktikan hal tersebut dan diyakini akan memberikan hasil yang sama pada manusia.

    "Saraf-saraf perasa sakit pada manusia dan tikus memiliki kemiripan, sehingga strateginya hampir sama. Dalam dua atau tiga tahun lagi kami optimis bius ini bisa dicoba pada manusia, " kata Bruce Bean, salah seorang tim peneliti dari Harvard Medical School. seperti dikutip reuters health. Para ahli juga menambahkan kelak anestesi ini akan sangat berguna dalam penanganan operasi gigi, lutut, operasi persalinan, dan masih banyak lagi.

    Dunia kedokteran baru mengenal obat bius pada tahun 1846 yang pertama kali diperkenalkan oleh dokter William Morton di Amerika Serikat. Ia dengan demonstratif menunjukkan cabut gigi bebas rasa sakit di depan umum, menggunakan zat kimia oksida nitrogen. Setelah itu berbagai senyawa terus dikembangkan untuk mencari anestesi yang paling efektif.

    Agar anestesi bekerja, senyawa anestesi akan dibawa dalam darah ke saraf di otak kita. Akibatnya, sel-sel saraf akan berhenti menerima dan mengirim sinyal. Karena saraf tidak menerima sinyal, kita tidak merasa sakit. Demikian juga karena berhenti mengirim sinyal, maka pasien operasi akan "anteng dan pasrah" ketika dokter mulai bekerja dengan pisau bedahnya.

    sumber:http://202.146.5.33/ver1/Kesehatan/0710/04/094153.htm

    maaf kalu repost ato salah tempat..
    :maaf:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. shinobi32 M V U

    Offline

    Forza Inter!

    Joined:
    Jul 31, 2008
    Messages:
    18,337
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +72,198 / -10
    belum pernah denger.
    tapi klo g ada efek samping sih gak masalah.
    asal gk kepedasan aja.
    he.h.e.
     
  4. luciper M V U

    Offline

    Joined:
    Oct 4, 2008
    Messages:
    0
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +28 / -0
    wah mungkin biaya dokter bakal jd lebih murah lg x yak
     
  5. CarbuncLe M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 25, 2009
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +251 / -0
    keren.. baru tau kalau zat didalam cabai mengandung zat pencegah rasa sakit.. tapi sebetulnya kalau dibius sampai terasa lumpuh bukannya malah lebih bagus ya :???: coba andai bagian yang dibius itu masih bisa bergerak2 atau mungkin karena terkejut akan sesuatu jadi malah bergerak tak tentu arah dan tau2 malah pisau bedah atau alat2 kedokteran yang sedang digunakan malah nyasar kena bagian yang lain jadi malah fatal akibatnya .............:ngacir:
     
  6. jaacoozee M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Oct 2, 2008
    Messages:
    3,472
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +9,677 / -0
    hati2 kalo kpdesan malah bisa nimbulin rsa sakit kpala yg wah lho :awas:
    tp asal ga ad efek smping yg lebih parah si ok2 aja mnurut gw
     
  7. addang13 M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Oct 1, 2009
    Messages:
    236
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +222 / -0
    CMIIW tapi bukanya senyawa capsaicin (atau apalah namanya :hahai:), ntu yang menyebabkan iritasi pada kulit (rasa pedas) :???:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.