1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Lounge Banyak Negara Tak Siap Hadapi Bakteri Kebal Obat

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by redd_dkw, Apr 30, 2015.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. redd_dkw Banned User

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 24, 2013
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2 / -0
    KOMPAS.com - Bakteri kebal antibiotik atau kerap disebut "superbug" kini menjadi ancaman bagi dunia kesehatan. Sayangnya, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) baru 34 negara yang memiliki rencana nasional menghadapinya.

    Dalam survei yang dilakukan WHO mengenai rencana pemerintah tiap negara menghadapi bakteri kebal obat ini, hanya seperempat dari 133 negara yang menganggap serius ancaman ini.

    "Ini adalah tantangan terbesar dalam penyakit infeksi saat ini. Berbagai jenis mikroba, termasuk virus dan parasit, sekarang jadi kebal obat," kata Keiji Fukuda, asisten direktur jenderal keamanan kesehatan WHO.

    Fukuda menambahkan, bakteri kebal obat ditemukan di semua bagian dunia. "Karena itu tiap negara harus ambil bagian menghadapi ancaman global ini," imbuhnya.

    Obat-obatan antimikroba seperti antibiotik dan antivirus selama ini menjadi andalan dalam menghadapi penyakit, misalnya saja infeksi aliran darah, radang paru, tuberkulosis, dan HIV.

    Tetapi infeksi superbug, misalnya saja tuberkulosis kebal obat, sudah membunuh ribuan orang pertahunnya. Tren tersebut diperkirakan bakal meningkat.

    Walau begitu, menurut WHO baru beberapa negara saja yang punya rencana untuk menyiapkan antibiotik. Negara tersebut antara lain negara kaya seperti di Eropa dan Amerika Utara, yang sistem kesehatannya sudah baik dan dana penelitiannya lebih besar.

    "Harus ada lebih banyak negara lagi yang siap dengan strategi komperhensif untuk mencegah penggunaan antibiotik yang salah sehingga kasus bakteri kebal obat bisa ditekan," katanya.

    WHO mengatakan bahwa kunci mengendalikan resistensi antibiotik adalah dengan monitoring. Tapi saat ini hal tersebut tidak efektif. Di banyak negara, kemampuan laboratorium yang rendah, infrastruktur dan manajemen data yang belum baik, membuat pemerintah sulit menemukan pola dan tren penyakit.

    Di saat yang sama, pembelian antibiotik secara mudah di apotik dan toko obat adalah hal yang biasa. Akibatnya penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak perlu.
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. Joenavarro M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    202
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +33 / -0
    Kalau mau ditelaah kembali, fakta bhw kuman2 akan mengembangkan kekebalan terhadap obat seharusnya sudah diantisipasi sejak dulu. Contohnya, perhatikan yg terjadi ketika insektisida DDT diperkenalkan pd pertengahan tahun 1940-an. Waktu itu, orang2 peternakan senang krn lalat benar2 lenyap berkat penyemprotan DDT. Tetapi, sejumlah kecil lalat tetap hidup, dan keturunan mereka mewarisi kekebalan terhadap DDT. Tidak lama kemudian, lalat-lalat ini, yg tidak terpengaruh oleh DDT, berlipat ganda dalam jumlah yg sangat besar.

    Penggunaan antibiotik yg terlalu banyak atau terlalu sedikit turut menyebabkan munculnya mikroba2 kebal. Masalah ini sangat serius. Bakteri stafilokokus, misalnya, yg sering menyebabkan infeksi pd luka, sebelumnya mudah dilenyapkan dengan penisilin. Tetapi, sekarang antibiotik tradisional ini sering tidak mujarab. Jadi, para dokter harus menggunakan antibiotik yg lebih baru dan mahal yg jarang terjangkau oleh rumah sakit di negara berkembang. Bahkan antibiotik terbaru mungkin terbukti tidak dapat memberantas beberapa mikroba, sehingga infeksi yg ditularkan di rumah sakit menjadi semakin umum dan semakin mematikan.

    Sumber: JW Library
     
  4. ubaidillahghina Members

    Offline

    Joined:
    Sep 5, 2011
    Messages:
    7
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    Negara Indonesia bagaimana gan?
     
  5. wahyoedipo Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 24, 2014
    Messages:
    198
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +2 / -0
    wah jadi ngeri gan takutnya nanti ada bakteri baru yg ga bisa diobatin/kebal gtu kek virus zombie hehehehe
     
  6. wzni_pradana Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 25, 2008
    Messages:
    59
    Trophy Points:
    7
    Ratings:
    +9 / -0
    indonesia masuk yg 34 negara itu apa ngga ya?
     
  7. nabillingga Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 14, 2010
    Messages:
    11
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    ini disebut resistensi antibiotik, bener gak ?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.