1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Gaya Hidup Bahasa Campuran

Discussion in 'Lifestyle' started by Nawainruk, Aug 11, 2014.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Nawainruk M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 3, 2007
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +98,619 / -0
    Untuk apa mempelajari bahasa Indonesia? Toh bahasa Indonesia hanya dipakai di negara kita saja tidak berlaku ketika berada di luar negeri. Memang jika dipikirkan secara sekilas mempelajari bahasa Inggris lebih bermanfaat daripada mempelajari bahasa Indonesia. Karena toh tanpa dipelajaripun sebagian besar masyarakat Indonesia mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Apalagi pada zaman sekarang ini, ada suatu paradigma yang melekat dalam diri kaum muda, bahwa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris lebih keren,dan gaul. Kalaupun berbicara dalam bahasa Indonesia, bahasa yang digunakan kadang tidak sesuai dengan tata bahasa karena sudah tercampur aduk dengan bahasa asing ataupun bahasa gaul. Bonyok, nyokap, pembokat, kamseupay, dan bokap. Istilah-istilah itu muncul begitu saja bukan berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, begitu melekat di masyarakat hingga masyarakat begitu gemar memakai bahasa campur aduk yang tidak sesuai EYD.

    Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sudah diakui sebagai bahasa pemersatu jauh sebelum negara Indonesia merdeka. Para pemuda pemudi dari seluruh daerah di nusantara yang kala itu mengikuti Kongres Pemuda 2 menyatakan dalam salah satu point naskah Sumpah Pemuda bahwa ‘kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Coba bayangkan bila tidak ada bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional? Dengan begitu banyaknya bahasa daerah dari Sabang sampai Merauke, masyarakat Indonesia akan mengalamai kesulitan ketika berkomunikasi. Selain itu kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional juga tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 bab XV pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

    Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Dalam artian bahwa bahasa ini memiliki banyak kata serapan baik itu dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Hal itu merupakan suatu kewajaran karena terdapat banyak suku yang tersebar di nusantara. Dan pengaruh globalisasi sedikit banyak membawa kata-kata baru dalam ranah bahasa Indonesia. Selain itu bumi nusantara yang pernah mengalami penjajahan dari bangsa barat dan adanya bangsa pendatang, menyebabkan terdapat serapan bahasa asing dari bahasa Belanda, Arab, Tiongkok, Parsi, Hindi, Portugis, dan sebagainya. Kalau kita lihat kamus 3 dari 10 bahasa Indonesia adalah serapan dari bahasa asing, kenapa kita tambah lagi dengan lirik lagu bahasa Inggris, Jepang, dan sebagainya, yang akibatnya go internasional juga tidak kalau tidak tepat. Bahasa merupakan salah satu identitas suatu bangsa dan merupakan lambang kebanggaan nasional. Selain itu juga sebagai jembatan penghubung antar budaya antar daerah. Bangsa yang besar bukan hanya menghargai jasa para pahlawannnya, namun juga melestarikan bahasa daerah dan mencintai bahasa nasional yang dimilikinya. Dalam bahasa nasional terkandung nilai-nilai luhur budaya bangsa. Ada satu hal yang patut dibanggakan dari bahasa Indonesia, yaitu meskipun ada bangsa-bangsa penjajah pada masa lalu membawa pengaruh barat ke nusantara namun bahasa Indonesia tetap bertahan sebagi bahasa nasional hingga detik ini.

    Tapi, ada fenomena miris yang terjadi belakangan ini. Kaum muda yang seharusnya menjadi generasi penerus dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya termasuk bahasa mulai berlomba-lomba berbicara dalam bahasa asing, bahasa gaul ataupun campuran antara bahasa daerah,bahasa Indonesia, dan bahasa asing. Jika penggunaan bahasa itu tepat bukanlah suatu masalah,namun yang terjadi kemudian adalah pengunaan bahasa yang tidak tepat seperti “Ih kamu mah kamseupay” atau “hatur thank you”. Jika dilihat dari tata bahasanya atau susunan kata, kalimat-kalimat tersebut tidak termasuk bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing. Hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan kaum muda tentang tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Minat yang kurang untuk mempelajari bahasa Indonesia. Saat ini banyak masyarakat berlomba-lomba menguasai bahasa asing padahal bahasa Indonesia merekapun terkadang masih kurang baik. Padahal ketika mereka mempelajari bahasa asing, bahasa Indonesia menjadi bahasa pendamping. Bagaimana mereka bisa belajar bahasa asing, jika bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional saja tidak dipahami?. Didi Kempot dengan lagu jawanya telah menjadi penyanyi favorit di negara Suriname, dia meraih lifetime achievement award di Suriname dengan lagu jawa sehingga di sana lahir radio para Maribo radionya bongso Jowo, dengan menggunakan bahasa Jawa, tidak memakai bahasa campur-campur.

    Sudah seharusnya bangsa ini mawas diri, untuk memperbaiki tata bahasa Indonesia yang kurang benar. Bukan berarti tidak mempelajari bahasa asing, namun memaksimalkan penggunaan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari serta belajar untuk mencintai bahasa Indonesia. Sebelum bahasa Indonesia menghilang tergerus bahasa campuran. Kemudian jangan pernah salahkan rakyat kalau presidennya juga pidato pakai bahasa Inggris campur-campur dan 20 tahun ke depan ketika generasi alay sudah jadi presiden, bisa jadi twitter presiden seperti ini, "hei kamu!! cemua rakyatku, celamat pagi, celamat menempuh hari cenin, tertanda Presiden". Kita telah dikuasai satu mimpi untuk menjadi orang lain, kita telah menjadi asing di tanah leluhur, maukah kita menjadi asing di tanah leluhur?

    [​IMG]

    PS. BT / BETE Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu “Bete” sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.
    MOGE merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.
    ALAY Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
    KOOL merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. SteroidFella M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 13, 2010
    Messages:
    498
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +128 / -0
    makanya itu keren banget bahasa indonesia
    semua bisa dicampur dan semua bisa dijadikan bentuk yang memiliki makna :cihuy:
     
  4. kelanamudabali Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 6, 2014
    Messages:
    57
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    banyak orang Indonesia yang sudah lupa Sumpah Pemuda
    Berbahasa satu bahasa Indonesia
     
  5. boDoHkai Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 8, 2009
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    bahasa indonesia itu gampang disingkat singkat bro..
    contohnya TOGE, TOCIL hhahahahahaha
    peace....
     
  6. mongi77 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 3, 2014
    Messages:
    52
    Trophy Points:
    7
    Ratings:
    +2 / -0
    bahasa indonesia juga bisa di modif macem2 bro...
    contoh: keleess, yauds, dll.. haha
     
  7. lopigakeren Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Apr 11, 2014
    Messages:
    139
    Trophy Points:
    17
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    gaya anak muda saat ini
     
  8. ivanraya M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 2, 2013
    Messages:
    801
    Trophy Points:
    142
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,887 / -4
    Anak mudanya indonesia sangat kreatif dalam hal membuat bahasa baru
     
  9. nandidwim Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 5, 2014
    Messages:
    11
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    hahahahaha ngakak sama yg ini "hatur thankyou"
    sumpah anak jama sekarang maksa~~~
     
  10. notafraid M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Feb 5, 2011
    Messages:
    501
    Trophy Points:
    82
    Ratings:
    +4 / -1
    makin kreatif aja pembuatan kalimatnya
     
  11. Ranggawuni M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 30, 2011
    Messages:
    628
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +149 / -0
    itu kan bahasa pergaulan, walaupun sehari2 anak muda di kita ngomong kaya gitu bukan brarti mereka lupa cara ngomong bhs indo yg baik dan benar
    kl dalam acara formil dan resmi mereka tetep pake bhs indo yg baik dan benar kok
     
  12. kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 9, 2011
    Messages:
    532
    Trophy Points:
    72
    Ratings:
    +33 / -0
    kalau ngobrol lwt internet kadang merasa aneh kalau pake bahasa yang formal, walaupun ada keinginan untuk berbahasa indonesia yang baik dan benar. kadang tertawa sendiri kalau bahasanya dicampur-campur seperti itu.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.