1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Mau genre apa saja kesukaan kamu, Supermoderator baru Renx siap berikan pencerahan di Zona Music! Cek infonya di sini!
  4. 11 Tahun Yang Penuh Warna! Ikutan Project 11th Indowebster, kuy! Cekidot Buat Partisipasi Di Sini.
  5. Bingung Menentukan Arah Hidup? Ikuti Event 1.000 Orang Kebelet Hidup! GRATIS! Cek info lengkapnya di sini!
    Dismiss Notice
  6. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  7. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  8. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Fans Club AS Roma (Romanisti Indonesia)

Discussion in 'Soccer' started by ardiajah, Sep 7, 2008.

Ciyeee, Pakai Adblock Yak? Matikan Adblock di IDWS Kuy~ Atau Kamu Bisa Juga Support IDWS Dengan Cara Upgrade ID Kamu ke Gatotkaca. Makasih Yak Udah Berkenan Membaca. Love You, IDWS Mania. Hihi ^^.
Thread Status:
Not open for further replies.
  1. ardiajah M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 31, 2010
    Messages:
    1,557
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +1,169 / -0
    [​IMG]

    [size=+8]AS ROMA[/size]
    [size=+2]Giallorossi[/size]

    [​IMG] [​IMG] [​IMG]


    [SIZE=+2]PROFIL[/SIZE] [SIZE=+2]KLUB[/SIZE]
    [​IMG]
    Berdiri: 1927
    Alamat: Via Trigoria Km 3,600 - 00128 Italy
    Telepon: +39 06-501911
    Faksimile: +39 06-5061736
    Surat Elektronik: info@asromastore.it
    Laman Resmi: http://www.asroma.it/
    Ketua: Rosella Sensi
    Direktur: Daniele Pradè
    Stadion: Stadio Olimpico - Roma
    Alamat: Viale del Fora Italico, 00100 Roma Telp. (0039-06-36851)

    [SIZE=+2]SEJARAH[/SIZE] [SIZE=+2]KLUB[/SIZE]
    Associazione Sportiva Roma didirikan pada tahun 1927 oleh Italo Foschi. Klub ini merupakan hasil merger tiga klub Roma yang telah berdiri sebelumnya, yaitu Roman, Alba-Audace dan Fortitudo.

    Merger tiga klub tersebut merupakan inisiatif diktator fasis terkenal Italia, Benito Mussolini. Tujuannya adalah membentuk klub yang kuat dari ibukota yang bisa mengakhiri dominasi klub-klub utara Italia saat itu.

    Di tahun pertamanya sebagai klub profesional, AS Roma menjadikan Motovelodromo Appio sebagai stadion kandang mereka sebelum pindah di Campo Testaccio yang mulai dibuka pada November 1929.

    AS Roma juga identik dengan warna merah marun dan kuning keemasan, yang mewakili warna tradisional dari kota itu sendiri. Warna itu sendiri diambil dari salah satu dari tiga klub merger, yaitu Roman Football Club.


    [SIZE=+2]CATATAN[/SIZE] [SIZE=+2]PRESTASI[/SIZE]
    [​IMG]

    juara Serie A
    (1941/42, 1982/83, 2000/01)

    juara Coppa Italia
    (1963/64, 1968/69, 1979/80, 1980/81, 1983/84, 1985/86, 1990/91, 2006/07, 2007/08)

    juara SuperCoppa Italia
    (2001, 2007)

    Juara Serie B
    (1951/52)

    European Cup
    Anglo Cup - Italia (1972)

    Fairs Cup
    1960-61


    [SIZE=+2]JERSEY[/SIZE] [SIZE=+2]KLUB[/SIZE]
    Jersey Official AS Roma 2011/2012
    [​IMG]


    [SIZE=+2]KOSTUM[/SIZE] dan [SIZE=+2]SPONSOR[/SIZE]
    • 1970-1971:Lacoste
    • 1977-1979:Adidas
    • 1979-1980:Pouchain
    • 1980-1982:Playground
    • 1982-1983:Patrick
    • 1983-1986:Kappa
    • 1986-1991:NR
    • 1991-1994:Adidas
    • 1994-1997:Asics
    • 1997-2000:Diadora
    • 2000-2003:Kappa
    • 2003-2007:Diadora
    • 2007-kini:Kappa

    • 1981-1994:Barilla
    • 1994-1997:Nuova Tirrena
    • 1997-2002:INA Assitalia
    • 2002-2005:Mazda
    • 2005-2007:Banca Italease
    • 2007-kini:WIND


    [SIZE=+2]SKUAD AS ROMA[/SIZE] [SIZE=+2]2011-2012[/SIZE]
    Players in (window transfer january)
    Marquinho (Fluminense )
    Fabio Borini (Parma) < DITEBUS HAK KEPEMILIKANNYA
    Jonathan Ferrante (Piacenza)
    Nicolas Lopez (Nacional)

    Players out…
    Marco Borriello (Juventus)
    Stefano Okaka (Parma)
    David Pizarro (Manchester City)
    Gianluca Caprari (Pescara)
    Simone Perilli (Sassuolo)
    Emiliano Massimo (Avellino)
    Vitorino Antunes (Panionios)
    Sini (Livorno)
    Barusso (Nocerina)
    Antunes (Panionios

    - PENJAGA GAWANG -

    [01] Bogdan Lobont [33 th]
    [18] Gianluca Curci [26 th]
    [24] Maarten Stekelenburg [28 th]
    [93] Mirko Pigliacelli [18 th]

    - DEFENDER -

    [02] Cicinho [31 th]
    [03] Jose Angel [21 th]
    [04] Juan [32 th]
    [05] Gabriel Heinze [33 th]
    [21] Loïc Nego [20 th]
    [29] Nicolás Burdisso [30 th]
    [44] Simon Kjaer [22 th]
    [77] Marco Cassetti [34 th]
    [87] Aleandro Rosi [24 th]

    - MIDFIELDER -

    [11] Rodrigo Taddei [31 th]
    [15] Miralem Pjanic [21 th]
    [16] Daniele De Rossi [28 th]
    [19] Fernando Gago [25 th]
    [20] Simone Perrotta [33 th]
    [23] Leandro Greco [25 th]
    [30] Fabio Simplicio [31 th]
    [92] Federico Viviani [19 th]
    [94] Valerio Verre [17 th]
    [...] Marquinho [25 th]

    - FORWARD -

    [08] Erik Lamela [19 th]
    [09] Pablo Daniel Osvaldo [25 th]
    [10] Francesco Totti [34 th]
    [14] Bojan Krkic [21 th]
    [31] Fabio Borini [20 th]
    [40] Giammaro Piscitella [25 th]



    [​IMG]


    [SIZE=+2]PELATIH[/SIZE] [SIZE=+2]AS ROMA[/SIZE]
    [SIZE=+1]LUIS[/SIZE] [SIZE=+1]ENRIQUE[/SIZE]
    [​IMG]


    [SIZE=+2]FAKTA[/SIZE] [SIZE=+2]MENARIK[/SIZE]
    - Nomor punggung #6 di Roma resmi dipensiunkan, yang merupakan bentuk penghormatan bagi Aldair, bek asal Brasil yang membela Roma sepanjang 13 musim, dari 1990 hingga 2003.

    - Rosella Sensi memegang kendali Roma di tahun 2008 karena presiden sebelumnya, Franco Sensi, yang juga merupakan ayahnya, meninggal dunia.

    - Francesco Totti memegang banyak rekor Roma, mulai dari penampilan terbanyak di berbagai kompetisi, juga rekor penampilan terbanyak di serie A, dan pencetak gol terbanyak untuk Roma.

    - Logo Roma yang berbentuk srigala adalah ilustrasi dari mitos Romulus dan Remus, yang merupakan cerita terbentuknya kota Roma.

    - Lagu kebesaran Roma yang juga sekaligus motto klub adalah La Roma non si discute, si ama, yang dinyanyikan oleh penyanyi Antonello Venditti. Arti kasarnya dari ungkapan tersebut adalah Roma tidak untuk dipertanyakan, tetapi untuk dicintai. Lagu ini dinyanyikan tiap Roma memetik kemenangan kandang setelah pertandingan rampung.

    dowload here
    Code:
    http://www.4shared.com/get/hFkRcq4-/Roma_Roma_Roma-Antonello_Vendi.html
    Roma Roma Roma
    Core De 'Sta Citta
    Unico Grande Amore
    De Tanta E Tanta Ggente
    Che Fai Sospira.
    Roma Roma Roma
    Lassace Canta,
    Da 'Sta Voce Nasce N'coro
    So' Centomila Voci
    Ciai Fatto 'Nnamora.
    Roma Roma Bella,
    T'ho Dipinta Io
    Gialla Come Er Sole
    Rossa Come Er Core Mio
    Roma Roma Mia
    Nun Te Fa 'Ncanta
    Tu Sei Nata Grande
    E Grande Hai Da Resta
    Roma Roma Roma
    Core De 'Sta Citta
    Unico Grande Amore
    De Tanta E Tanta Gente
    M'hai Fatto 'Nammora
    --------------------------------
    Roma Roma Roma
    Heart Of This City
    One And Only Love
    Of So Much And So Many People
    Which You Make Sigh For.
    Roma Roma Roma
    Let Us Sing,
    From This Voice A Chorus Is Born
    You Made Fall In Love One Hundred Thousand Voices.
    Roma Beautiful Roma,
    I Painted You
    Yellow Like The Sun
    Red Like My Heart
    Roma, My Roma,
    Don't Let Them Enchant You
    You Were Born Great
    And Great You Have To Remain
    Roma Roma Roma
    Heart Of This City
    One And Only Love
    Of Many And Many People
    You Made Us Fall In Love
    -----------
    AS.ROMA
    Founded in 1927, A.S. Roma quickly conquered the Eternal City.
    I GialloRossi are the proud winners of 3 Scudetti, 9 Coppe Italia, and 2 SuperCoppa.
    The wolves are hungry for more!​

    [SIZE=+2]JADWAL[/SIZE] [SIZE=+2]2011-1012[/SIZE]
    Bologna-Roma (entah di ganti kapan)

    11 september 2011 : Roma-Cagliari
    18 september 2011 : Inter-Roma
    21 september 2011 : Roma-Siena
    25 september 2011 : Parma-Roma
    01 oktober 2011 : Roma-Atalanta
    17 oktober 2011 : Lazio-Roma
    23 oktober 2011 : Roma-Palermo
    27 oktober 2011 : Genoa-Roma
    29 oktober 2011 : Roma-Milan
    06 november 2011 : Novara-Roma
    21 november 2011 : Roma-Lecce
    26 november 2011 : Udinese-Roma
    04 desember 2011 : Fiorentina-Roma
    11 desember 2011 : Roma-Juventus
    18 desember 2011 : Napoli-Roma
    08 januari 2012 : Roma-Chievo
    15 januari 2012 : Catania-Roma
    22 januari 2012 : Roma-Cesena

    29 januari 2012 : Bologna-Roma
    02 febuari 2012 : Cagliari-Roma
    05 febuari 2012 : Roma-Inter
    12 febuari 2012 : Siena-Roma
    19 febuari 2012 : Roma-Parma
    26 febuari 2012 : Atalanta-Roma
    04 maret 2012 : Roma-Lazio
    11 maret 2012 : Palermo-Roma
    18 maret 2012 : Roma-Genoa
    25 maret 2012 : Milan-Roma
    01 april 2012 : Roma-Novara
    07 april 2012 : Lecce-Roma
    12 april 2012 : Roma-Udinese
    15 april 2012 : Roma-Fiorentina
    22 april 2012 : Juventus-Roma
    29 april 2012 : Roma-Napoli
    03 mei 2012 : Chievo-Roma
    06 mei 2012 : Roma-Catania
    14 mei 2012 : Cesena-Roma

    [SIZE=+2]ROMANISTI[/SIZE] [SIZE=+2]IDWS[/SIZE]
    ardiajah
    kuryu_kohe
    Ametotti
    chocolatelique
    dipta77
    cgnusardana
    miTWOe
    Recs
    pandakadabra
    Exorcist
    nomenclature
    prisaboy
    gomugomu
    son1cx
    alalazoma
    d4174nk
    nagato95
    trevoreznik
    Grey72
    kyoshiro_mibu
    SiGK
    loud2load
    ariost
    HermanLay
    zoistheviruz

    [SIZE=+2]bagi yang mau namanya tercantum dalam daftar,,,,,pm ane saja,,nanti ane masukin list:top:
    :maaf: ane ga tahu sapa aja romanisti di idws ini,,,jadi pm ane aja,,biar nanti ane masukin list:maaf:[/SIZE]

    [SIZE=+2]FRANCESCO[/SIZE] [SIZE=+2]TOTTI[/SIZE]
    Francesco Totti, Sang legenda!
    View attachment 25365

    nama lengkap : Francesco Totti
    tanggal lahir : 27 september 1976
    tempat : ROMA
    height/weight : 180 cm/ 78 kg
    posisi : secound striker, striker
    nomor punggung : 10
    debut serie_A : 28 maret 1993, brescia 0-2 roma
    internasional debut : 10 oktober 1998, itali 2-0 swiss
    official website : www.francescototti.com

    Kehidupan Francesco memang telah tergariskan. Sejak kanak-kanak, telah terarahkan kepada olahraga yang paling dikagumi dan dicintai di dunia, tidak lain tidak bukan: sepakbola.

    Tanggal 27 September tahun 1976. Roma, eternal city alias kota abadi, siap menyambut kelahiran sebuah bakat, keteguhan, dan kemanusiaan: Francesco Totti. Seorang anak yang akan menjadi putra favorit kota Roma, menjadi simbol sekaligus pahlawan.

    “Sepakbola amat berarti bagiku. Bagiku sepakbola adalah kegembiraan, sepakbola adalah kehidupan”.

    Mitos sang gladiator bermula saat Enzo dan Fiorella (ayah-ibunya) mengajak putra keduanya yang baru berusia 10 bulan berlibur di pantai Adriatik. Tiba-tiba si bayi mencengkeram kuat-kuat bola saat ingin diambil kakaknya, Riccardo.

    Sepakbola adalah teman pertama dan terbaiknya. Terdapat dua hal yang ada dalam mimpinya saat kecil, Real Madrid, sebuah simbol ketenaran dan hiburan dalam dunia sepakbola (fakta yang cukup mencengangkan, baru tau juga), Giuseppe Giannini, sang playmaker, kapten, dan pemain kunci AS Roma, yang juga dikenal sebagai “il principe” (sang pangeran) karena perilaku dan permainannya yang elegan.

    Selama masa remajanya, Francesco mendedikasikan dirinya sepenuhnya, seluruh waktu dan harapannya, pada bola sepak. Jam demi jam bersama, Francesco dan bola sepak, pasangan yang tak terpisahkan, ditakdirkan untuk tidak saling mengkhianati (jadi teringat Captain Tsubasa nih, ternyata dalam dunia nyata memang terjadi). Ketekunan adalah kekuatannya: dengan waktu dan kesabaran, bunga telah siap mekar. Latihan menendang bola ke dinding tanpa henti, sesi mendribel bola tanpa batas, dan latihan mengoper dan menendang voli terus menerus: itulah yang membuat Francesco memiliki sensitivitas yang menakjubkan saat mengontrol bola, bisa dibilang, bola telah menjadi bagian tubuhnya sendiri.

    Pergeseran dari bermain bola dengan teman-temannya, di taman dan di jalan, ke lapangan terasa nyaman dan natural, sebuah kemahiran seorang calon jagoan. Fortitudo, Smith Trastevere, dan Lodigiani: Francesco memberikan bakatnya yang brilian pada tiap tim yang diperkuatnya ini, setelahnya segera menjadi calon bintang dimata pelatih-pelatihnya.

    “Aku sangat beruntung. Orang tuaku tidak pernah menekanku, mereka selalu mendukung dan membantuku”.
    Ketenangan dari ayahnya yang kalem dan sabar, Enzo, menghilangkan ketegangan dari benak Fancesco, membuatnya semakin penuh berkomitmen dalam perjalanan karirnya. Intensitas dan energi dari ibunya, Fiorella, adalah penolong dalam karirnya yang tengah menanjak: ialah seorang yang memelihara keyakinan Francesco dan mendukungnya dengan banyak pengorbanan.

    “Aku takkan pernah bisa membayar jasa-jasanya, Ibuku”.

    Ayah dan ibunya, sumber kedamaian dan semangat, penempa yang paling penting baginya adalah keluarga.

    Di usia lima tahun, bocah Totti meraih trofi pertamanya. Baru sembilan tahun hidup, nama Totti sudah menjadi buah bibir di Roma. Untuk itu, ibunya selalu menguntit Totti ke mana pun termasuk di Trigoria, markas latihan AS Roma. Si ibu cemas bila musim dingin tiba. Ia tak sungkan menelepon pelatih Totti untuk memastikan anaknya tidak kedinginan.

    Ibunya setengah mati memproteksi Totti. AC Milan pernah didampratnya setelah menawari kontrak, sekolah gratis, dan rumah mewah. “Tak semeter pun Francesco keluar dari Roma! Camkanlah!” tutur Fiorella. Totti adalah anak mama, seperti seluruh anak lelaki Italia yang sampai kapan pun selalu dianggap bambino (anak mama).

    “Aku bisa terus hidup selama mungkin tanpa makanan, tanpa air, tanpa udara” kata ibunya, “tetapi aku tak mampu bertahan barang semenit pun tanpa bambinoku” Tiada pria yang dikasihi sama besar oleh neneknya, ibunya, dan istrinya seperti Totti.

    Kita jarang dapat memilih keputusan yang benar dari sebuah kesempatan dalam hidup. Takdir mendatangi Francesco dalam sebuah persimpangan, ia diinginkan oleh AS Roma dan SS Lazio. Pertentangan kedua klub abadi, dalam memperebutkan kejayaan sepakbola di kota Roma.

    Apa yang terjadi tidak sesimpel kelihatannya, sebuah kombinasi hati, kekuatan, kejeniusan, keberuntungan, jiwa, dan warna, dua warna: merah pompei (merah campur oranye), merah yang berarti hasrat dan gairah, dan kuning keemasan, emas yang berarti keagungan dan kemuliaan. Francesco memilih bergabung dengan tim muda Roma. Malam itu, bulan pun seolah tersenyum di atas Colosseum. Saat itu, adalah awal dari sang legenda.

    “Aku mendengar Roma memiliki seorang anak yang mengagumkan” ujar Giovanni Trappatoni, menyinggung Francesco Totti yang berusia 15 tahun.

    Empat tahun berlalu dengan cepat, telah tiba saatnya untuk membuka halaman baru. Saat itu 18 Maret 1993, jelang akhir pertandingan Brescia-Roma. Roma tengah unggul 2-0 dan pelatih Vujadin Boskov memberikan debut Francesco di Serie A pada usia enam belas tahun, bermain di sisi idolanya, sang pangeran Giuseppe Giannini. Batas antara kenyataan dan mimpi masa kecil menyatu: bukti bahwa kita tidak boleh berhenti berharap akan mimpi-mimpi kita.

    Tahun berikutnya, Roma dilatih oleh pelatih berpengalaman dan bersahaja, Carlo Mazzone. Semua pelatih besar, terutama yang memiliki pengalaman bermain di lapangan, yang menghargai kerja keras dan pengalaman, akan memahami potensi setiap pemain dan bahkan dapat memperkirakan masa depan pemain tersebut dari sekilas pandang. Mazzone, seorang asli Roma (Trastevere), melihat seorang juara di diri Francesco dan segera membawanya dalam asuhan dan pengamatannya. Mazzone bersabar dalam menggunakan Francesco, tidak memforsirnya dalam pertandingan, menghindarkannya dari tekanan yang berlebihan, menjaganya dari kehilangan kerendah hatian, melindunginya dari perhatian media, serta menyempurnakannya sebagai seorang gelandang serang, seorang fantasista yang brilian dan tidak bisa ditebak.

    “Orang-orang, termasuk kritikus dan fans, hanya mengenalnya sebagai seorang pemain. Padahal karakter terbaiknya terlihat di luar lapangan, bukan di lapangan. Ia adalah seorang yang luar biasa: ia sederhana dan rendah hati, penolong dan menyenangkan, serta taat dan penurut” ucap Carlo Mazzone tentang Francesco Totti.

    Terkait dengan kasus yang terjadi belakangan, mengenai tuduhan Mario Balotelli bahwa Francesco telah mengucapkan hinaan bernada rasis, Claudio Ranieri pun berkata “Siapapun yang menuduhnya sebagai seorang rasis benar-benar tidak mengenalnya. Setiap orang tua pasti menginginkannya sebagai seorang anak”.

    Belanjut kembali ke cerita. Pada September 1994, di Stadion Olimpico yang dikenal sebagai kandang serigala, Francesco Totti di usia 18 mencetak gol pertama dan takkan terlupakannya di Serie A, dalam pertandingan Roma vs Foggia: melalui tembakan rebound akurat kaki kiri, sangat cepat dan mematikan seperti sayatan pedang. Roma segera dapat mengandalkan kualitas seorang penyerang kelas satu, sebagai alternatif striker Argentina Abel Balbo dan penyerang lincah Uruguay Daniel Fonseca. Di tengah kompetisi ini, Totti terus menambah penampilan dan golnya: pada masa kepelatihan Mazzone ia menjadi pemain inti yang tak tergantikan.

    Kreativitas, kepercayaan diri, kelihaian secara taktik, dan penyelesaian yang cepat: bunga itu akhirnya sepenuhnya merekah dan Francesco telah memiliki segala kemampuan untuk menjadi seorang gelandang serang modern. Di lapangan, ia naik-turun secara luwes dari lini tengah ke depan, berperan sebagai seorang finisher sekaligus pendukung striker, bebas seperti awan dan mematikan seperti elang.

    Niels Liedholm berkata “orang tak segan akan membayar hanya untuk melihatnya bermain”.

    Kekaguman, kepercayaan diri, dan harapan positif: masa kini dan masa depannya di dunia sepakbola teramat cerah. Namun demikian, mimpi bisa berubah seketika menjadi buruk tanpa peringatan. Tiada yang mengira di musim berikutnya sang juara akan mengalami masa yang dingin dan gelap.

    Pada musim 1996/1997, Roma menunjuk pelatih Argentina Carlos Bianchi, pria dibalik kesuksesan klub di kota Buenos Aires, Velez Sarsfield. Namun demikian, sang pelatih baru datang ke Roma dengan prasangka akan kemalasan si pemain Roma: walaupun kemampuan Francesco telah diakui, melalui umpan-umpan akurat dan permainannya yang cemerlang. Mengejutkan, Bianchi hanya memperlakukannya sebagai pemain tengah biasa dan merasa dapat mengarungi musim tanpanya.

    Roma selanjutnya harus menjalani bulan-bulan penuh kekalahan dan permainan tidak meyakinkan. Bianchi menekan klub untuk melego Francesco ke Sampdoria atau ke Ajax, untuk mendapatkan playmaker Finlandia Jari Litmanen. (Bianchi gila, bodoh, nyaris merubah sejarah).

    (Semoga tidak ada lagi pelatih Roma yang menyia-nyiakan bakat-bakat muda potensialnya. Jadi teringat Simone Pepe, Gaetano d’Agostino, Daniele Galoppa, Alberto Aquilani, dll. Mungkin seandainya manajemen Roma lebih ngotot seperti mereka menahan Totti, mereka bisa jadi tumpuan andalan Roma di masa kini).

    Kembali ke cerita. Kisah Francesco di Roma sepertinya benar-benar mendekati akhir, namun malam selalu lebih gelap sebelum fajar tiba. Dalam turnamen Citta di Roma yang prestisius, Roma bertanding melawan Ajax dan Francesco membuat Stadion Olimpico bergemuruh, dengan sebuah gol dan permainan yang brilian. Ia memenangkan pertarungannya dengan sang rival Litmanen.

    Akhirnya, Carlos Bianchi memberikan Franco Sensi sebuah ultimatum: “pilih saya atau Totti?”. Sang pelatih Argentina berada di jalan buntu dan mengambil risiko, menyeret masa depan klub dan suporter bersamanya, berusaha menghilangkan pemain bintangnya yang hebat.

    Meskipun begitu, Franco Sensi mencintai Roma sepenuh hatinya. Pada diri Francesco, ia melihat gambaran: ia akan menjadi masa depan Roma. Seperti banyak pemain hebat di masa lalu, Francesco akan mendapatkan nomor sepuluh, karena bakat dan jiwanya.

    “Aku melihat seorang putra yang tak pernah kumiliki pada diri Francesco” ungkap Franco Sensi.

    Setelah musim yang mengerikan itu, perpisahan dengan Carlos Bianchi tidak terelakkan. Hidup tersusun dari kebenaran yang tak dapat disangkal: sebagai atu-satunya pelatih yang tidak mempercayai kemampuan Francesco Totti adalah kesalahan terbesar dalam menangani Roma.

    Kisah Zdenek Zeman di Roma dimulai pada musim panas 1997, bersamanya Roma memperoleh baik seorang pelatih sekaligus filosof. Nama Zeman identik dengan sepakbola yang cepat dan ofensif, permainan terbuka dan berani serta tidak dapat ditebak: sebuah hiburan bagi mata yang melihatnya.

    Sesi latihan Zeman merupakan yang terberat pernah dihadapi Francesco, tapi ia tidak pernah menyerah dan pengorbanannya terbayar. Tahun-tahun bersama Zeman menjadi masa sang fantasista memperoleh kematangannya. Melalui latihan persiapan dari pelatih asal Republik Ceko ini, membuat Francesco berlari lebih cepat dan membuatnya lebih kuat secara fisik, kini ia benar-benar menjadi luar biasa.

    Roma mendapat pakemnya, suporterpun menyukainya, pertandingan semakin memikat dan Francesco amat pas berada dalam skema penyerangan: formasi 4-3-3 yang mematikan, formasi yang disusun untuk memudahkan penyerangan dari segala penjuru lapangan dan memberikan tiga striker peluang tanpa henti. Zeman menaruhnya di sayap kiri, dengan kebebasan untuk menyeruak ke depan, ke pertahanan lawan, menjadikannya pemain kunci dari skema utama Roma.

    Zdenek Zeman ditanya: “Siapakah lima pemain top Italia?”. Dia lalu diam, hening, dan kemudian menjawab: “Totti, Totti, Totti, Totti, Totti”.

    Francesco mencetak tiga belas gol pada musim tersebut, diantaranya terdapat ciamik seperti tembakan ship ke gawang Buffon (Parma), gol cungkil pertamanya. Selain itu, Francesco juga menciptakan banyak assist brilian untuk rekan-rekannya di lini depan seperti Marco Delvecchio, Abel Balbo, dan Paulo Sergio. Karena kreativitasnya, ketiganya mampu mencetak gol secara rutin.

    Hanya pria yang hebat yang mampu melakukan sesuatu yang fenomenal dan membuatnya terlihat mudah. Pada Oktober 1998: Francesco baru berusia 22 tahun saat mendapat ban kapten, sebuah penghargaan dari rekan setimnya dan para suporter.

    “Un capitano, c’e solo un capitano, un capitano”, “Satu kapten, hanya ada satu kapten, satu kapten”. Begitulah salah satu lagu yang dinyanyikan di Curva Sud, khusus didedikasikan untuk Francesco Totti.

    Bagi setiap orang, Francesco dikenal sebagai bimbo de oro (golden boy/anak emas), seperti Diego Armando Maradona (pibe de oro).

    Francesco telah memasuki tim nasional junior Italia sejak dini, sebagai aktor utama. Italia dibawanya menjadi runner up Piala Eropa U-18 1995, juara Piala Eropa U-21 1996, dan juara dalam Turnamen Mediterania 1997 dengan tim U-23. Sang fantasist selalu mencetak gol dalam ketiga parta final, membuktikannya sebagai pemain yang amat menentukan.

    Debutnya di tim nasional senior terjadi pada Oktober 1998. Piala Dunia Prancis 1998 yang menjemukan baru berakhir, dan Francesco menjalani penampilan pertamanya bersama Italia saat melawan Swiss dalam kualifikasi Piala Eropa. Setelah gol perdananya saat melawan Portugal, ia telah menjadi pemain yang rutin dipanggil oleh pelatih Dino Zoff.

    Piala Eropa 2000 tiba dan Francesco menjawab tantangan selayaknya seorang juara. Italia melaju dalam kompetisi ini dan menenggelamkan satu persatu lawannya. Francesco menghibur khalayak dengan gerakan-gerakannya serta golnya yang menentukan: sebuah sundulan saat menghadapi Belgia dan tembakan mematikan saat melawan Rumania di perempat final.

    Tantangan terbesar dihadapi Italia saat ditantang Belanda di semifinal. Seorang pemain Italian telah dikartu merah sejak awal, dan pertandingan mutlak dikuasai oleh tuan rumah. Italia bertahan dengan heroik hingga babak adu penalti, babak yang selalu membawa kesialan bagi Italian selama dasawarsa terakhir.

    “Aku akan mencoba tendangan cungkil”, bisik Francesco pada rekan setimnya saat gilirannya tiba. Van der Sar yang menjulang tinggi berada diantara mistar gawang Belanda, dan suporter Belanda berada tepat di belakang gawang, membuat tensi meninggi, membayangkan tendangan chip saat penalti seperti sebuah kemustahilan. Atau sebuah kejeniusan? Francesco adalah seorang yang selalu memegang janjinya dan selalu berusaha memenuhinya, sebuah sepakan chip yang lembut, sang kiper telah tertipu dan bola dengan mulus masuk ke jala. Sebuah gol yang patut dikenang.

    Setelah mengalahkan tim oranye dan kutukan penalti, Italia menghadapi Prancis. Francesco menghidupkan partai final, membuktikan tiada pemain lain di lapangan yang sanggup menandinginya, ia mengelabui bek Prancis dengan back heel dan memulai aksi yang membuat Italia unggul di awal. Setelah itu, bermunculanlah umpan dan assist darinya yang sayangnya banyak disia-siakan rekan setimnya di lini depan. Sayangnya, kemudian Prancis berhasil membalik situasi dan mencetak golden goal.

    Sang kartu as Italy terpilih menjadi pemain terbaik dalam turnamen. Tendangan cungkil dari titik penalti dan skillnya yang luar biasa mempesona Eropa dan dunia, pengakuan internasionalnya yang pertama.

    “Roma non si discute. Roma si ama”, “Roma tidak untuk dipertanyakan. Roma itu untuk dicintai”. Begitulah salah satu lagu para romanista.
    Musim panas tahun 2000, telah tiba saatnya. Gairah, kegembiraan, keterkejutan, kenangan dalam jiwa setiap romanista. Kemenangan. Franco Sensi telah mengubah hasrat dan keinginan menjadi hasil karya yang luar biasa, dalam beberapa minggu di musim panas saat itu berdatanganlah sekumpulan gladiator baru di Roma, bergabung dengan sang kapten menciptakan pasukan tak terkalahkan.

    Pelatih “Don” Fabio Capello, terpilih pada tahun 1999, seorang pelatih yang mampu menginspirasi mental pemenang para pemain, sekarang dapat berharap pada timnya yang luar biasa, bek sayap luar biasa, Candela dan Cafu, “the wall” Samuel, “puma” Emerson, “shogun of the east” Nakata, pemain lincah “top gun” Montella, “lion king” Batistuta, dan beberapa pemain lain. Francesco tidak lagi menjadi bintang tunggal di Roma.

    Musim itu berjalan dengan fantastis. Francesco berperan dimana-mana: memberikan umpan kepada rekan-rekannya, membangun semangat, dan mencetak gol, seperti sebuah gol luar biasa saat melawan Udinese, tendangan voli kaki kiri yang teramat keras…seperti meteor, menghasilkan standing ovation dari suporter kedua kubu.

    Hanya Juventus yang menjadi satu-satunya rival musim itu. Bianconeri berusaha hingga musim berakhir, namun giallorossi tidak menyerah sampai titik darah penghabisan.
    Kemenangan terbaik, yang paling mengesankan, tentu saja yang diraih pada pekan terakhir. Pada 17 Juni 2001, kemenangan dalam pertandingan terakhir melawan Parma di Stadion Olimpico berbuah gelar juara.

    “Wahai suporter Roma, kali ini adalah 90 menit terpenting dalam sejarah kita, 90 menit yang telah kita tunggu-tunggu selama 18 tahun. Hari ini semua bergantung pada kita sendiri. Romanista…bersoraklah dan biarkan suaramu terdengar…” seru Carlo Zampa.

    Kekuatan seorang atlit akan semakin kuat bila ada seorang yang harus dicintai, dilindungi, dan diperjuangkan. Begitupun Francesco, pada akhirnya ia mendapatkan permata yang paling berharga, cinta Ilary
    Selain sebagai gadis panggung yang cantik, Ilary Blasi adalah seorang wanita yang sederhana dan baik hati. Keriaannya telah menaklukkan sang juara, pria yang selalu mewakili kesederhanaan dan kemanusiaan. Pada 18 Juni 2005, mimpi mereka berdua terwujud: dunia turut bergembira dalam sebuah pernikahan yang sempurna, sementara pendapatan / keuntungan (angpao) yang didapat dari prosesi pernikahan itu seluruhnya disumbangkan untuk amal.

    Kebaikan hati sang kapten terlihat pula pada 2003, Francesco menjadi duta besar UNICEF dan selalu berada di garis depan untuk melindungi hak-hak anak. Ia memang selalu berkeinginan menjadi pelindung orang-orang kecil dan tak berdaya.

    “Totti telah dikenal di penjuru dunia, namun ia tetap bersahaja, jujur dan tidak terlalu serius. Ia memiliki hati emas dan mencintai anak-anak” tutur Carol Bellamy, mantan Direktur Jenderal UNICEF.

    Pada Februari 2005, tentara pemberontak di Irak menculik wartawati Giuliana Sgrena sehingga menggegerkan negeri. Tiba-tiba tanpa ada yang mengetahui rencananya, Totti bertindak. Di sekujur lapangan Stadion Olimpico, ia berlari dengan memakai kaus bertuliskan “Bebaskan Giuliana”.

    Selang beberapa hari, Sgrena dibebaskan. Lalu Dunia memberitakannya tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Seperti pengakuan Sgrena, salah satu penculik itu ternyata melihat tingkah Totti saat menonton pertandingan Serie A. “Orang itu adalah pemuja Totti dan hatinya jadi trenyuh menyaksikan dedikasi Totti untuk seorang wanita,” ucapnya.

    Totti merupakan campuran kelembutan dan eksibionis, homophilia dan machoisme. Sebagian besar wanita banyak memburu majalah resmi AS Roma, Il Romanista, sebagai teman tidur. Yang mereka harapkan jelas, seluruh artikel dan foto-foto Hotti Totti, si simbol s*ks Italia.

    Totti disenangi segala kalangan. Di Roma, ia disegani baik romanista maupun laziale. Di Tokyo ada banyak grup penggemar Totti. Di Ankara berdiri sebuah website Totti. Totti pula, bukan David Beckham, yang diidolakan penyanyi Inggris kelahiran Manchester, Robbie William.

    Francesco selalu mengharapkan seorang anak berambut pirang disisinya, dan takdir membuatnya nyata: putranya, Cristian, lahir di musim gugur 2005, dan satu setengah tahun kemudian Chanel yang manis pun lahir di musim semi. Keduanya memiliki rambut pirang dan mata biru.

    “Kelebihan utama Ilary yaitu ia seorang ibu yang luar biasa dan mimpiku adalah tetap bersamanya sepanjang hidupku”.

    Perasaan yang jernih adalah landasan Francesco. Pada kenyataannya, ia selalu menginginkan orang yang jujur dan bisa dipercaya di sisinya, kakaknya Riccardo, sebagai agen dan penasihat hukumnya, serta Vito, pelatih pribadi sekaligus teman terdekatnya.

    Loyalitas adalah benang yang mengikat antara sang kapten dengan Roma. Klub dengan pencapaian fantastis seperti Real Madrid dan AC Milan telah lama mengincarnya dan siap memberikan penawaran monumental.

    Beberapa hal tidak dapat dinilai dengan uang, termasuk kehormatan dan kesetiaan. Karena cinta, Francesco memilih kesetiaan dan dedikasi, kepada klub, kota, dan orang-orang yang memandangnya sebaga simbol dan pahlawan: Roma.

    “Aku lahir dan tumbuh di Roma, dan aku akan mati di Roma pula”.

    Italia selalu terpecah belah setiap pekan manakala Serie A digelar. Utara vs selatan berarti kapitalis kontra sosialis, fasis lawan nasionalis atau kaya dan miskin. Konon, itulah yang membuat kemakmuran Italia bukan datang dari semangat inovasi, tetapi oleh kesabaran.

    Di utara, pria yang terlihat tampan diidentikkan dengan kelemahan intelegensia. Di selatan, lelaki dengan setelan keren dan perlente justru kebalikannya. Dan, Totti adalah selatan. Ia berusaha agar tak berkeringat di lapangan. Apalagi menginjak rumput sembarangan atau berteriak-teriak, tetapi selalu grogi di depan kamera televisi.

    Totti, kata filsuf olahraga kenamaan Mario Sconcerti dalam karya La Differenza di Totti, adalah fantastita Italia paling sempurna di dalam dan di luar lapangan. “Pikirannya sederhana karena jarangnya dia membaca atau datang ke perpustakaan. Tetapi, semuanya itu akan berubah jika dia berada di lapangan.”

    Totti adalah Roma. Sudah 17 tahun ia membelanya dan saling mencintai. Tak sekalipun ia punya pikiran pergi keluar Italia seperti halnya kebanyakan pemain Italia. Mereka tak mau kehilangan masakan ibunya, tak mau kehilangan belaian istrinya, kekasihnya. Maka dari itu, mayoritas dari mereka tak pernah mau belajar bahasa asing.

    Lebih-lebih, ia tak mau kehilangan atmosfer Olimpico. Di sana, kaum Romanista selalu menyambut gladiatornya lewat orkestra dan prosesi mengagumkan, “Inilah dia, kapten kecintaan kita, sang kaisar Roma, Francesco… Totttiiii!” Dia adalah pria yang narcis, takut terlihat buruk sebab Totti selalu mendambakan bellezza, keindahan, di mana pun.

    “Totti adalah seorang juara yang luar biasa, yang saya hormati karena kesetiaannya pada klubnya. Bagi beberapa orang, di Roma, ia bahkan lebih penting dibandingkan sang Paus” ujar Thierry Henry.

    Pada tahun 2005, Roma mulai mempertontonkan permainan yang mengagumkan dan menggoda tiap penonton sepakbola, lincah dan tajam. Revolusi ini dibawa oleh Luciano Spalletti, yang ditunjuk Roma setelah pengalaman positifnya di Udinese.

    Cukup mengheranan, sang pelatih menaruh Francesco sebagai seorang striker, didukung oleh tiga gelandang dinamis yang mengerti bagaimana menembak dan menembus pertahanan lawan. Hasilnya cukup mencengangkan, sang kapten menjadi ujung tombak andalan, setiap saat dapat memilih untuk menembak langsung ke gawang dengan akurasi yang impresif atau dengan cepat mengumpan kepada rekannya dengan sedikit sentuhan. Di lapangan, Francesco bermain dengan kecepatan tinggi, membuat Roma bermain laksana kilat.

    Bagi Roma, saat itu adalah awal era supremasi/keunggulan dan hiburan. Sejak bulan Desember, Roma mencatat sebelas kemenangan beruntun: sesuatu yang belum pernah dicapai klub lain di Italia sebelumnya. Pemain muda yang matang, Daniele De Rossi sekarang berada di sisi Francesco, sebagai seorang teman, gelandang, dan pria asli Roma. Dengan mencontoh Francesco, Daniele pun menjadi pilar penting tim.

    Musim berikutnya menjadi persaingan antara Inter dan Roma. Giallorossi mampu bertahan dalam menghadapi kekuatan ekonomi Nerazzuri, dan memainkan sepakbola terindah di Eropa, merebut dua kali Coppa Italia dan sebuah Supercoppa: tiada yang lebih memuaskan daripada mengalahkan klub yang kuat dan besar.

    Pada Oktober 2005, Francesco mencetak gol terbaik dalam karirnya kala pertandingan melawan Inter. Membawa bola dari daerah lapangan sendiri, mendribel bola melewati lawan demi lawan. Gawang masih jauh, namun setelah memandang sekilas kiper lawan (Julio Cesar) maju beberapa langkah dari garis gawang, Francesco secara luar biasa melakukan tendangan chip jarak jauh, sempurna dan mematikan. Suporter Inter di San Siro turut memberi aplaus, kagum akan sebuah pertunjukan sepakbola yang indah.

    “Totti adalah yang terbaik dari mereka” kata Massimo Moratti.

    Sekilas tatapan. Dari titik penalti, mata biru sang nomor sepuluh memandang ke depan: pengendalian diri dan keteguhan pendirian.

    Bagi tim nasional Italia, perdelapan final di Piala Dunia melawan Australia yang ditukangi oleh ahli strateginya, Hiddink, adalah pertandingan yang teramat berat. Disamping itu, Italia telah bermain dengan sepuluh orang sepanjang pertandingan dan tim mengalami kelelahan. Apabila terjadi perpanjangan waktu akan fatal dan adu penalti tidak dapat diprediksi. Pertandingan ini harus diakhiri secepatnya.

    Hanya seorang yang menerima tantangan mengambil penalti, seorang yang tidak pernah bersembunyi, Francesco Totti. Seluruh dunia menyaksikan dan Italia berdoa, waktu seolah berhenti.

    Francesco bergerak, bukan tendangan biasa, melainkan tendangan geledek yang akurat laksana lesatan anak panah dan kuat seperti pukulan palu. Tiada yang bisa dilakukan sang kiper, tiada seorangpun bisa. Dalam momen keputusasaan, ketika pintu menuju partai puncak nyaris tertutup, kaki kanannya menjadi kunci.

    Pada awalnya dimulai dengan sebuah mimpi buruk. Hanya tiga bulan sebelum Piala Dunia, dalam pertandingan menghadapi Empoli, sang kapten ditekel secara brutal dari belakang, membuatnya jatuh dan engkelnya cedera. Sebuah cedera yang mampu mengakhiri karir seorang pemain.

    Semuanya seolah akan berakhir. Namun, dalam momen terberat dalam hidupnya, Francesco menunjukkan kekuatan sebenarnya. Ketabahan Francesco muncul, ia memiliki keinginan sekuat baja. Sebuah keajaiban, tiada yang pernah sembuh begitu cepat sebelumnya. “Aku akan pergi ke Jerman” katanya sambil tersenyum.

    Marcello Lippi, pelatih tim nasional, tidak pernah berhenti menunggunya, ia menyadari bahwa Francesco memiliki bakat terbesar di Italia dan dia mengandalkannya dalam Piala Dunia. Italia melewati semua rintangan, termasuk tuan rumah Jerman, dan meraih tiket ke final.

    Pada hari penentuan, pasukan Azzurri yang gagah berani menghadapi rival mereka, Prancis, yang memunculkan banyak kenangan menyedihkan. Untuk pertama kalinya, Domenech memerintahkan penjagaan ganda bagi Francesco, Thuram dan Makelele.

    Tiada penjagaan mampu menahan takdir. Malam itu, tiada yang bisa menyelamatkan Prancis dan langit Berlin berubah menjadi biru azzurri.

    Kejatuhan dan kebangkitan, kepalan tangan dan ketahanan akan rasa sakit, penalti yang gagah berani dan empat assist yang canggih, Francesco akhirnya dapat meraih titel Piala Dunia.

    “Aku tidak iri pada siapapun, aku memiliki semuanya, pekerjaan terbaik di dunia dan keluarga yang utuh”.

    Sadar akan keberuntungannya, kejujurannya tidak berubah, kehangatan senyumnya, cinta kepada kekasihnya, ikatan erat dengan keluarganya: inilah hati seorang Francesco Totti.

    “Aku mencintai anak-anak, seperti keponakanku Giulia yang berlari kepadaku dan mencium paman Francesco, bukan Totti”.

    Pengalaman hidup telah membuat Francesco lebih kuat. Dengannya Roma telah berhasil meraih kemenangan-kemenangan bersejarah di Liga Champions, seperti melawan Olympique Lyon dan Real Madrid.

    Francesco selalu menjadi pemain yang menentukan. Kita tidak bisa lupa akan tiga kali gol dari tendangan bebas saat melawan Milan di Coppa Italia, tendangan kilat saat menjebol gawang Sampdoria. Tendangan geledek, chip, sundulan, penalti yang membuat kiper lawan mati langkah, sebuah daftar yang tidak berakhir.

    Pada tahun 2007, sang kapten menjadi top skor Serie A, bahkan merengkuh sepatu emas, penghargaan bagi pencetak gol terbanyak Eropa. Walaupun terlahir sebagai gelandang serang, Francesco berhasil mengalahkan striker-striker yang ditakuti di Eropa, seperti Ruud van Nistelrooy. Semua di belakangnya, tanpa kecuali.

    “Francesco Totti adalah pemain terbaik di dunia” ucap Pele.

    Kapten Roma Francesco Totti menyatakan akan mengabdi sepenuhnya kepada AS Roma setelah mendapatkan penghargaan khusus dari Komite Olimpik Italia (CONI) karena menghabiskan seluruh karirnya di klub kota kelahirannya itu. Ia menyatakan sangat mencintai Roma lebih dari apapun di dunia.

    Totti telah membela Roma sejak awal kariernya pada tahun 1992. Selama hampir 18 tahun di Roma, ia telah 441 kali membela Giallorossi dan mencetak 192 gol bagi klub ibukota tersebut.

    “Saya ingin berterima kasih pada CONI atas penghargaan yang mereka berikan kepada saya,” tulis pemain berusia 33 tahun di website resminya. “Saya melihat motivasi mereka untuk memberi penghargaan ini sangat berarti, yaitu untuk mengikat seluruh karir saya di kota Roma,” menurut Pangeran dari Roma itu.

    Totti merasa penghargaan itu adalah sebuah bukti dari pengabdian dan kesetiaannya kepada Roma yang kemudian membentuk karakter Totti serupa dengan Roma. Bisa dikatakan Totti adalah Roma dan Roma adalah Totti, dua hal yang mungkin tidak akan pernah bisa dipisahkan. “Ini adalah bentuk dari rasa memiliki yang memberi saya karakter selama bertahun-tahun dan satu-satunya yang memberi saya kekuatan. Semua yang saya cintai di dunia, ada di sini,” ungkap Er Pupone.

    Semoga Francesco bukan menjadi gladiator terakhir Roma, dan Roma mampu menelurkan juara-juara lain yang mampu membawa kejayaan Roma di Italia, Eropa, bahkan Dunia.

    • Pemain muda terbaik Serie A 1999
    • Pemain terbaik Serie A 2000 & 2003
    • Pemain terbaik EURO 2000
    • Pemain terbaik Italia 2000, 2001, 2003, 2004, & 2007
    • FIFA 100 great players
    • All star team piala dunia 2006
    • Top skor Serie A 2007
    • Sepatu emas Eropa 2007
    • Bola perak (penghargaan fair play) 2007-08
    • Pencetak gol terbanyak Roma sepanjang sejarah
    • Penampilan terbanyak Roma sepanjang sejarah
    • Pencetak gol terbanyak Serie A yang masih aktif
    • Golden Foot Eropa : 2010

    1. Rosella Sensi : "Totti adalah pemain terbesar yang pernah mengenakan jersey Roma. Francesco dan saya tumbuh bersama dan dia adalah seperti saudara bagi saya, Ayah saya ( Franco Sensi ) yang mengatakan bahwa beliau menganggap Totti lebih dari anaknya sendiri. Tidak ada yang mewujudkan semangat tim kami yang lebih baik dari dia".
    2. Thomas R. DiBenedetto : "Totti adalah pemain terbesar yang pernah Roma memiliki. Mungkin, pemain terbaik Italia yang pernah Italia miliki. Dia adalah pemenang dan kami ingin menang..."
    3. Massimo Moratti : "Totti, yang terbesar!"
    4. Silvio Berlusconi : ". Totti adalah bagian dari warisan Italia, dalam arti sepakbola".
    5. Adriano Galliani : "Menurut saya dia adalah pemain paling lengkap di Italia, diikuti oleh De Rossi dan Pirlo".
    6. Florentino Pérez (Presiden Real Madrid) : "Saya menghabiskan banyak uang dalam hidup saya untuk membangun tim kuat seperti Real Madrid, tapi keinginan saya, saya selalu menyukai kapten Roma, Francesco Totti. Sayangnya, tidak mungkin untuk membawanya ke Madrid, karena Totti selalu ingin tetap bersama klubnya dan kotanya, Roma. Sangat sulit bagi pemain seperti dia untuk meninggalkan klub kesayangannya".
    7. Karl-Heinz Rummenigge (Presiden Bayern Muenchen) : "Totti adalah contoh positif yang besar, saya tidak percaya keputusannya [tetap di Roma] adalah satu keputusannya. Dia tidak kehilangan apa-apa, tinggal di klub yang sama untuk seluruh karirnya. Dia memiliki.. juga memenangkan sesuatu, tapi di atas semua yang telah menerima pujian terus-menerus dari para penggemar dalam bursa transfer, karena dia tidak pernah mau pindah Klub. Seseorang seperti Totti harus dipuji.. Hanya ada sedikit pemain seperti dia. "
    8. Walter Sabatini :.. "Totti akan menjadi pusat perhatian dari proyek klub Roma. Totti adalah abadi, ia seperti cahaya di atas atap Roma. Cahaya masih berlangsung dan meluas. Dia tak pernah termakan usia. Dia adalah kapten dan akan memberikan kontribusi penting untuk membangun masa depan klub ini ".
    9. Carlo Bellamy (Mantan Direktur Jederal UNICEF) : “Totti telah dikenal di penjuru dunia, namun ia tetap bersahaja, jujur dan tidak terlalu serius. Ia memiliki hati emas dan mencintai anak-anak”
    10. Piersilvio Berlusconi (Putra Pemilik AC Milan Silvio Berlusconi): "Totti adalah seorag pemain Hebat dan dia adlaha Idola saya. Saya sangat ingin melihat Totti bermain untuk Milan suatu saat nanti,"

    1. Marcello Lippi : "Totti adalah monumen sepak bola Italia". Hal ini jelas bahwa Totti adalah salah satu dari beberapa pemain yang tidak memiliki pengganti karena tidak ada orang di sekitar yang bermain seperti dia. Tidak ada alternatif untuk Totti di Italia. Tidak ada orang lain yang bisa memainkan posisi Totti. Totti selalu menjadi pria yang luar biasa, rendah hati baik dalam berurusan dengan Pelatih dan rekan tim Dia. Dia pria yang hebat dan pemain hebat".
    2. Arrico Sacchi : "Bagi saya, dia adalah salah satu pemain terbesar yang pernah saya lihat".
    3. Fabio Capello : "Hanya Gigi Riva bisa menendang bola seperti dia di Italia. Tapi dia hanya dengan kaki kirinya, Totti dapat menggunakan kedua kaki dan dapat menendang bola dalam beberapa cara seperti juara bisa menembak sepuluh kali per pertandingan dan delapan dari mereka adalah ditujukan pada target, kualitas menendang Totti adalah unik dan mereka akan tetap mengenangnya seumur hidup".
    4. Giovanni Trapattoni : "Setiap pemain memiliki kejeniusan, tapi hanya ada satu Van Gogh dan ada seorang lagi seperti Totti. Totti dapat mengubah sisi, Ada pemain sangat sedikit yang memiliki kemampuan itu. Dia mengingatkan saya pada Eusebio. Jika saya masih bermain sepak bola hari ini, maka saya akan memiliki masalah nyata dgn Totti, sedikit seperti aku berjuang untuk mengendalikan Pelé di masa lalu. Dia memiliki karakteristik yg sama".
    5. Jose Mourinho : "Kau tahu lebih dari saya, Totti berarti bagi Roma, untuk Serie A, dan untuk rekan-rekan saya ingin dia bermain karena dia pemain terbaik di kejuaraan Italia dalam hal tontonan dan kualitas bermain”.
    6. Alex Ferguson : "Tentu saja aku tahu Totti adalah pemain fantastis". Totti adalah simbol dari Roma, dia tidak pernah ingin meninggalkan klub seperti Ryan Giggs dan Paul Scholes di Manchester United. Dia perlu dijaga pada tingkat tertentu untuk Roma, sama seperti yang saya lakukan di United. Totti adalah arsitek dari segala sesuatu yang mereka (Roma) lakukan dan kita harus memutuskan cara terbaik untuk berurusan dengan dia”
    7. Arsene Wenger : "Totti adalah pemain kelas atas. Dia adalah khas dari permainan Roma dan aku yakin ia tidak akan pernah bergerak di luar Roma. Dia biasa bermain di belakang striker dan kemudian jika suatu hari mereka tidak memiliki striker sentral.. sehingga mereka bermain dia depan dan memenangkan pertandingan. Dia tiba-tiba menjadi topscorer di Italia sebagai striker sentral.. Itu berarti orang ini telah benar-benar memiliki semuanya. Dia memiliki permainan bola fantastis”.
    8. Luciano Spalletti : "Saya setuju dengan Pelé, Totti adalah pemain terbaik di dunia". Totti adalah sejarah Roma, klub, dan saya berpikir bahwa ia adalah seorang yang cerdas. Totti akan tinggal dan akan menutup karir dengan Roma karena dia peduli tentang masa depan klub dan menciptakan sebuah kontrak yang melihat dia sebagai pemain klub akan membangun citra di sekitar fansnya”.
    9. Claudio Ranieri : "Totti adalah Totti, dia adalah pemain Italia terbesar dan kapten Roma. Francesco adalah juara sejati, seorang profesional, seorang pemuda dengan hati emas dan dia adalah kapten Roma ". Dia adalah pemain terbaik dengan siapa saya pernah bekerja. Dia bisa saja memenangkan beberapa Ballons d'Or jika dia meninggalkan Roma untuk Barcelona atau Manchester United.. Saya juga bekerja sama dengan Frank Lampard dan Alessandro Del Piero , tetapi Francesco adalah pemain yang lebih baik ". Dia adalah pemain yang tangguh dan saya dapat meyakinkan Anda itu tidak benar bahwa ia menghancurkan Pelatih".
    10. Carlo Ancelotti: "Totti adalah pemain hebat yang memberikan begitu banyak untuk Roma dan masih dapat memberikan lebih. Dia adalah pemain yang berhasil yang terbaik, terutama dari sudut pandang fisik, dia bisa tetap menjadi pemain yang sangat penting untuk tim. Francesco tetap tak terbantahkan simbol Roma".
    11. Carlo Mazzone: "Totti cukup fantastis saya pikir dia adalah pemain Roma terbesar sepanjang masa". Saya istimewa karena saya memiliki keberuntungan melihat gol pertama Totti di Serie A serta puncak fantastis karir Baggio itu. Jika aku bisa melatih keduanya bersama-sama di tim yang sama saya akan menang banyak dan pasti tidak akan kehilangan semua rambut saya. Orang-orang, termasuk kritikus dan fans, hanya mengenalnya sebagai seorang pemain. Padahal karakter terbaiknya terlihat di luar lapangan, bukan di lapangan. Ia adalah seorang yang luar biasa: ia sederhana dan rendah hati, penolong dan menyenangkan, serta taat dan penurut”.
    12. Cesare Prandelli: "Totti adalah juara besar. Dia dan Roberto Baggio adalah dua pemain hebat dan sulit untuk membandingkan keduanya.”
    13. Zdenek Zeman: "Siapakah lima pemain terbaik Italia Totti, Totti, Totti, Totti, Totti. Francesco dapat bermain di mana pun. Dia telah melakukannya bersama Roma di punggungnya selama 15 tahun. Dia adalah juara sepakbola Italia."
    14. Laurent Blanc: " Totti lebih dari pemain sederhana untuk Roma. Dia luar biasa, pembawa nyata standar tim. Dengan Totti di lapangan, dia membawa sesuatu yang istimewa untuk Roma. Dia bukan hanya pemain hebat, tetapi juga seorang Gladiator.”
    15. Sinisa Mihajlovic: "Totti adalah juara besar, salah satu pemain terbaik Italia yang pernah dihasilkan, dia layak mendapat segala sesuatu yang telah menerima dalam permainan".
    16. Pierpaolo Bisoli: "Totti is Totti, adalah seorang symbol sepak bola Italia".
    17. Leonardo: "Totti adalah pemain hebat dan ketika dia tidak ada, Roma kehilangan sumber penting."
    18. Luiz Felipe Scolari: "Totti adalah pemain fantastis, ketika Anda kehilangan pemain seperti dia seperti kehilangan lebih dari satu."
    19. Luis Enrique: "Dia tidak hanya Raja Roma, namun dunia. Dia adalah unik dan menyenangkan untuk memiliki pemain seperti Totti di samping Saya memiliki kesempatan untuk bermain melawan Totti aku benar-benar seperti dia, aku benar-benar senang bahwa saya memiliki kesempatan untuk menjadi Pelatih nya. Francesco adalah pemain terbaik dalam sejarah Roma".
    20. Eusebio Di Francesco: "Francesco selalu menjadi nilai tambah bagi Roma. Saya bangga masih memiliki hubungan yang luar biasa dengan dia dan setiap Natal aku bertukar hadiah dengannya”.
    21. Niels Liedholm: "orang-orang tak segan akan membayar hanya untuk melihat Totti bermain”.
    22. Marco Giampolo: "Totti sadar siapa dirinya, apa saja yang bisa dilakukannya di manapun dia akan ditempatkan, Untuk kategori pemain, dia adalah Mourinho-nya. Dan itu yang membuat dia berbeda dari pemain lain".

    1. Pelé : ".. Totti adalah pemain terbaik di dunia. Dia hanya memiliki sedikit kekurangan. Banyak kelebihan darinya.
    2. Diego Maradona : "Totti adalah nomor satu di dunia. Dia adalah pemain besar dan dia akan terus menunjukkan bahwa Ia mewakili sepak bola Italia dan para fans Italia akan bersenang-senang dengan dia..".
    3. Michel Platini : "Totti adalah seorang seniman sepakbola, benar2 nomor 10, sama seperti aku. Jika saya bermain hari ini saya akan seperti Totti. Tidak ada pemain yg memakai nomor 10 hingga akhir karirnya.
    4. Franz Beckenbauer : " Ada banyak pemain bintang di Italia, tetapi hanya satu yang akan saya bawa ke Bayern Munich, yaitu Totti. Aku tahu dia baik dan dia layak untuk memenangkan Ballon d'Or .
    5. Roberto Baggio : "Saya ingin memuji Francesco Totti, mencetak gol 206 (perkataan Baggio tgl 31 Mei 2011) adalah prestasi besar. Tidak peduli bahwa ia telah mengalahkan saya karena ia adalah pemain besar. "Dia berjuang begitu keras dan sekarang menuai hasil. Dia selalu mengangkat dirinya kembali dengan kebanggaan dan keberanian. Totti teladan dengan prestasi dan semangat untuk olahraga ini, membuktikan Anda dapat mendorong melampaui batas Anda.. Dia memiliki kualitas dan kemampuan untuk terus berjalan dan menangkap permainan berikutnya dalam semua waktu-grafik skor. Dia adalah salah satu dari sedikit nomor 10. Nomor terakhir yang nyata dan sementara ia memiliki kekuatan, dia harus terus bermain ".
    6. Giuseppe Giannini : "Francesco Roma, sebuah kelompok baru harus dibangun di sekelilingnya. Totti harus dihargai dengan ekstensi karena dia tidak hanya sebuah figur bagi Roma, tapi pemain berkualitas.."
    7. Giuseppe Signori : "Saya tidak pernah meragukan kemampuannya dan Anda dapat memberitahu dia adalah seorang juara sejati.”
    8. Gabriel Omar Batistuta : "Totti adalah pemain yang tahu caranya bagaimana memanjakan seorang striker".
    9. Zbigniew Boniek : "Francesco Totti selalu memberikan sentuhan berkelas setiap dirinya tampil."

    1. Alessandro Del Piero : "Dia diatas segalanya, mengenakan pita kapten di lengannya, tak ada pemain seperti Francesco Totti. Jika kita menyusun tujuan kami mencetak gol, dia bisa lebih dari 500. Jika kita menghitung tahun karir dengan mengenakan kemeja yang sama, dia memenangkannya. Piala Dunia bersama-sama dan kenangan mempersatukan kita selamanya. Kami memiliki hubungan yang hebat dengan banyak kekaguman di kedua belah pihak. Francesco is The Great".
    2. Vincenzo Montella : "Totti adalah eksponen terbesar dari dunia Romawi. Dia adalah pemain dimana para junior patut mencontohnya. Ketika harinya tiba bahwa dia harus pensiun, maka akan sulit bagi Roma dan seluruh lingkungan di sana untuk mencari penggantinya, karena ia adalah sebuah lambang klub.."
    3. Luca Toni : "Ketika dia dalam bentuk terbaiknya, Francesco adalah pemain terbaik di dunia di posisinya".
    4. Vincent Candela : "Totti adalah pelindung sepak bola, juara absolut dan mematikan di lapangan. Francesco hanya bermain sebagai penyerang tengah selama empat atau lima tahun. Dia besar dengan Nomor 10 nya dan seorang playmaker, tapi sekarang adalah striker murni..".
    5. Juninho : "Totti adalah pemain hebat, salah satu pemilik nomor 10 terakhir yang tersisa di sepak bola. Saya memiliki banyak kekaguman baginya, saya pikir dia adalah Nomor 10 terbaik".
    6. Raúl González : ".. saya pasti akan merasa terhormat untuk bermain bersama Totti, karena ia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub mana pun. Dia adalah pemain yang bisa mengubah pertandingan dan bermain sepakbola yang baik, Klub mana pun akan senang jika mempunyai pemain seperti Totti".
    7. Roberto Carlos : "Totti adalah 'Galactico', Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia"
    8. Wesley Sneijder : "Totti adalah legenda. Dia adalah simbol dari Giallorossi. Bahkan di Belanda, ketika Anda berbicara tentang Roma, nama pertama yang datang adalah Totti. Ia dianggap seorang juara yang luar biasa di seluruh dunia...."
    9. Philipp Lahm : "Dia masih pemain hebat, Dia bisa menembak dengan kakinya dengan baik dan dapat menyelesaikan permainan dalam sekejap, bahkan dengan hanya tendangan bebas."
    10. Javier Pastore : "Ketika saya masih muda saya sering untuk menonton pertandingan sepak bola Italia dan keinginan saya adalah untuk suatu hari menjadi seperti Totti."
    11. Daniele De Rossi : "Totti adalah harta bagi Roma, Dia adalah pemain terbesar sepanjang masa setelah Baggio. Dia selalu membuat saya bebas untuk memilih. Dia tidak pernah memberi saya banyak tekanan. Bagi saya dia adalah bukti penting.. seorang pria yang tenang dan senang di Roma. Francesco tidak tersentuh. Dia dicintai oleh semua, dan yang menentukan di lapangan. Saya memiliki keinginan besar untuk menunjukkan hal ini juga. "
    12. Philippe Mexes : "Selain kemampuan tak terbantahkan sebagai pemain, Francesco adalah orang yang luar biasa. Saya tumbuh banyak bersama dia dan De Rossi. Totti, bagi saya adalah idola. Kalau bukan untuknya maka saya takkan pernah berada Roma. Aku merasa terhormat untuk mengenal Dia, Totti tidak menjadi masalah untuk Pelatih, tapi masalah untuk pertahanan lawan ".
    13. John Arne Riise : "Saya telah bermain dengan banyak pemain besar dalam karir saya dan dua dari mereka adalah Gerrard dan Totti. Keduanya pemain besar, setia dan menyenangkan. "
    14. Rodrigo Taddei : "Totti adalah juara, dia tak tersentuh. Ia bisa bermain selama bertahun-tahun yang akan datang di Roma. Ini adalah hak untuk memiliki campuran antara pemain muda dan pemain berpengalaman..."
    15. Gianluca Comotto : "Kecuali Francesco Totti, saya tidak melihat simbol klub apapun atau pembawa kebanggaan di negeri ini. Dia membuat pilihan untuk menolak semua tim lain, bahkan Klub Besar yang menawarkan lebih banyak uang."
    16. Fernando Gago : "Totti adalah sangat penting, dan mematikan lawan di lapangan, atas apa yang telah dimenangkan dan untuk karisma. Dia adalah contoh bagi setiap orang untuk mengikutinya, untuk para pemain muda dan untuk pemain seperti saya yang telah tiba dari luar negeri. Faktanya.. bahwa ia telah bermain sepak bola di sini begitu lama adalah bukti bahwa Selalu menyenangkan untuk menonton dia berlatih".
    17. Bojan Krkic : "Totti membuat saya paling terkesan tentang Roma. Dia tetap sebagai pemain yang sangat penting, yang telah menghabiskan waktunya bertahun-tahun di sini. Totti sudah di Roma pada tahun 1989 dan waktu itu saya belum lahir".

    18. Miralem Pjanic : "Totti adalah seorang guru yang luar biasa, karena itu luar biasa untuk berlatih dan bermain dengan dia. Dia adalah pemimpin, yang saya tahu. Yang saya tahu, dia juga suka bercanda".
    19. Erik Lamela :... "Anda belajar banyak dari Totti. Dia adalah pemain yang merupakan bagian dari sejarah klub, idola para penggemar. Totti adalah pemain yang memberi saya saran yang paling sering. Tidak ada masalah dengan bahasa, kita memahami satu sama lain ".
    20. Adrian Mutu : "Roma adalah tim besar. Totti telah meyakinkan saya untuk bergabung, Dia adalah pemain hebat yang saya selalu mengaguminya."
    21. Pablo Osvaldo : "Francesco adalah orang yang unik. Dia bukan hanya fenomena, dia benar-benar pemain terbaik Italia sepanjang masa."
    22. Nicolás Burdisso : ".. Dia adalah setara dengan Paus Orang yang dikhususkan untuk dia, tetapi Francesco layak untuk itu - dia adalah pemimpin dan selalu dapat mengekspresikan kata-kata pujian kepada rekan tim".
    23. Julio Sergio: "Saya pernah bermain dengan Diego, Robinho, dan Elano dan mereka tidak seperti Totti yang dapat mengubah permainan seorang diri”.
    24. Simone Perotta: "Totti merupakan pemain yang luar biasa" ujar dengan tegas”.
    25. Thierry Henry : “Totti adalah seorang juara yang luar biasa, yang saya hormati karena kesetiaannya pada klubnya. Bagi beberapa orang di Roma, ia bahkan lebih penting dibandingkan sang Paus”.
    26. Gennaro Gattuso : "Totti itu hebat. tak hanya teman satu team tapi juga di luar Lapangan. Dia pribadi yang rendah hati dan humoris."
    27. Gianluigi Buffon : "Totti adalah pemain hebat yang bisa menaikan mental team."
    28. Marcos Cafu : "TOTTI adalah pemain jenius, Dia seperti memiliki seribu mata untuk mengumpan."
    29. Filippo Inzaghi : "Totti adalah pemain fantastis, kebanyakan gol saya di timnas bersumber dari assistnya."
    30. Stevan Jovetic : “TOTTI… Dia adalah seorang yang membuat banyak gol. aku bermimpi menjadi sepertinya dan memenangkan Golden Boot sama seperti Totti."

    31. Julio Cesar : "Siapa pemain AS Roma yang saya inginkan absen di antara Totti,Baptista dan Vucinic ?? jawabannya mudah FRANCESCO TOTTI, karena dia selalu menjebol gawang saya."
    32. Diego Ribas Da Cunha : "TOTTI ?? Dia adalah pemain hebat dan saya sangat menyukainya. saya selalu menyukainya karena dia selalu jadi simbol bagi Romanisti.
    33. Andrea Pirlo : "Totti adalah pemain yang membuat saya lebih bebas berkreasi. Totti adalah juara sejati."
    34. Ricardo Kaka : "Melihat cara Totti bermain membuat saya berhasrat bermain bersamanya."

    dari beberapa sumber...lupa linknya apa aja :haha:
     
    • Thanks Thanks x 8
    • Like Like x 5
    Last edited: Apr 21, 2012
  2. Ramasinta Tukang Iklan





    Ciyeee, Pakai Adblock Yak? Matikan Adblock di IDWS Kuy~ Atau Kamu Bisa Juga Support IDWS Dengan Cara Upgrade ID Kamu ke Gatotkaca. Makasih Yak Udah Berkenan Membaca. Love You, IDWS Mania. Hihi ^^.
  3. Xperience M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jan 14, 2008
    Messages:
    494
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +695 / -0
    totti dah jagoan temen gw ..

    kalo lagi maen WE
     
  4. rh0m4ir4m4 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 29, 2008
    Messages:
    1,382
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +2,013 / -0
    yoi.......


    romanisti neehhh.......
     
  5. taikoubou M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 16, 2008
    Messages:
    224
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +114 / -0
    montella bukanya udah dijual ato cuman dipinjemin kok wa maen di PES 2008 si montella kgk ade di roma
     
  6. drealdon74 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    96
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +1,134 / -0
    pangeran dari roma totti
     
  7. cYclonE Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 3, 2008
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +17 / -0
    padahal montella bagus yah... sayang dijual...
     
  8. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    972
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,683 / -0
    mengklarifikasi...
    Montella gak di jual...
    cuma musim kemaren dia di pinjamkan doank....
    (lupa g nama klubnya)....
    sekarang doi balik lagi....
    tpi mungkin nasibnya ga akan lama....
    sebab performanya dah ga sebagus dulu....
    sekarang posisinya dah jelas kalah dari Vucinic....

    wuitz....
    TOTTI is number 1 football player ever n ever
     
  9. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    972
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,683 / -0

    PES 2008 itu sebenarnya saat musim 2007/2008
    jadi saat Montella lagi di pinjemin...
    gitu kk
     
  10. Recs Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Aug 4, 2008
    Messages:
    4,438
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +7,245 / -0
    Roma agak suram nih start awal serie A gak mulus...
    Moga2 aja Totti cepet sembuh
     
  11. superduper Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 15, 2008
    Messages:
    61
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +121 / -0
    roma makin yahud ajaa
    baptista udah nunjukin tajinya
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  12. miTWOe Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 5, 2008
    Messages:
    99
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +1,080 / -0
    saya jg romanisti :D

    lam kenal yg ada dSini..
     
  13. cahbagus Members

    Offline

    Joined:
    Sep 13, 2008
    Messages:
    9
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +4 / -0
    Roma siap2 mo ambruk :devil:
     
    • Like Like x 1
  14. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    972
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,683 / -0
    :smiley_beer:

    salam knl juga bos....
     
  15. cahbagus Members

    Offline

    Joined:
    Sep 13, 2008
    Messages:
    9
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +4 / -0
    ada yang berani taruhan kalo tahun depan roma masih bisa ke liga champion ? :saddam:
     
  16. chucky Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Dec 16, 2007
    Messages:
    3,353
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +7,711 / -0
    kalo masalah ini mah, gw juga yakin...
    haha...
     
  17. superduper Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 15, 2008
    Messages:
    61
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +121 / -0
    ^
    ^
    100 % yakin
     
  18. chucky Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Dec 16, 2007
    Messages:
    3,353
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +7,711 / -0
    yah gak 100% lah...
    gw paling 75%...
    hehe...
     
  19. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    972
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,683 / -0
    Prediksi Ki ManteP
    :hihi:

    yang akan menuju Champion tahun depan di Serie-a
    1. Inter Milan
    2.Juventus
    3. ROMA
    4. Milan

    Tapi sebelumnya minggu depan Roma bakal ngadepin Inter neh...
    Amantino Mancini akan ketemu mantan klubnya diSerie-a untuk pertama kali....
    Jadi mau ntn, mudah"an pemain roma bisa matiin langkahnya....
     
  20. Recs Veteran

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Aug 4, 2008
    Messages:
    4,438
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +7,245 / -0
    Totti cepet sembuh plissss

    Roma lagi pinch ni...:swt:
     
  21. kuryu_kohei M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    972
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +88,683 / -0
    tenang....
    menurut data Totti siap main selama 30 menit
    dan juga kalaupun ga ada Totti masih ada Aquilani
    terbukti dia sudah membukukan 2 gol saat Italia melawan Montenegro, lebih menenangkannya lagi di pihak Montenegro yang melesakkan gol adalah M.Vucinic..
    Skor 2-1 untuk Italia...
    Lets pray!!!
     
Ciyeee, Pakai Adblock Yak? Matikan Adblock di IDWS Kuy~ Atau Kamu Bisa Juga Support IDWS Dengan Cara Upgrade ID Kamu ke Gatotkaca. Makasih Yak Udah Berkenan Membaca. Love You, IDWS Mania. Hihi ^^.
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.