1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Amerika Ingin Kuasai Indonesia, Malaysia dan Thailand

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by amedzjaksel, Nov 10, 2014.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. amedzjaksel Members

    Offline

    Joined:
    May 22, 2012
    Messages:
    5
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +7 / -0
    Gagal dalam usahanya sebagai pengendali tunggal terhadap Selat Malaka, Amerika sepertinya tidak kehilangan akal. Sekarang mencoba taktik baru, secara aktif mendorong Indonesia sebagai sekutu terdepan di Asia Tenggara. Itulah sebabnya negara Paman Sam ini berusaha menjalin kerjasama dalam bidang militer-strategis.

    Tujuan akhir yang hendak dicapai, apalagi kalau bukan untuk memperoleh akses bebas terhadap sumberdaya alam Indonesia dengan membangun pangkalan militer di wilayah NKRI, guna mengontrol selat Malaka. Selain itu, melalui taktik ini, Amerika berharap sekaligus bisa mengendalikan dua negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia dan Thailand. Dan kalau taktis ini berjalan lancar, praktis kedua negara ASEAN tersebut bisa diawasi oleh Amerika melalui wilayah Indonesia.

    Sisi strategis Indonesia di mata Gedung Putih ada dua. Pertama, karena lokasi geostrategis Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam. Tapi yang jauh lebih penting, karena kewibawaan dan pengaruhnya yang besar di kalangan negara-negara ASEAN. Sehingga Amerika berusaha memanfaatkan kemampuan Indonesia di negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), agar bisa memberikan dampak atas penyelesaian berbagai masalah krusial seperti situasi di Afghanistan, Irak, program nuklir Iran, dan situasi krisis di Timur Tengah pada umumnya.

    Masuk akal jika Washington mendorong pemerintahan SBY agar meningkatkan intesiifikasi hubungan bilateral, melalui latihan militer bersama, termasuk di wilayah Selat Malaka. Bahkan lebih daripada itu, Amerika juga melakukan pelatihan para kader militer Indonesia di Amerika Serikat, selain pelatihan bagi para staf muda birokrasi dari berbagai kementerian dan media massa besar berskala nasional maupun daerah. Targetnya, tentu saja agar mereka menjadi orang-orang yang pro Amerika.

    Hasilnya bahkan sudah mulai terlihat akhir-akhir ini. Kementerian Pertahanan baru-baru ini lebih aktif membeli berbagai peralatan militer dari Amerika. Bahkan pemerintah SBY sudah setuju Indonesia mengizinkan Amerika meletakkan radarnya di wilayah Indonesia. Lebih celaka lagi, ada banyak oknum-oknum angggota DPR yang pro kebijakan strategis Amerika di Indonesia.

    Sekadar sebagai ilustrasi, beberapa produk perundang-undangan yang kemudian menjadi UU produk DPR, ternyata di belakangnya mendapat dukungan dari negara-negara asing. Menurut informasi dari seorang petinggi dalam bidang intelijen strategis, UU BUMN ternyata tidak lepas dari peran Price Water Copper. Sedangkan UU Migas merupakan hasil pengaruh dari World Bank. Dan UU kelistrikan karena pengaruh dari Asian Development Bank. Sampai tingkat tertentu, jika informasi ini otentik, pengaruh Amerika praktis cukup besar meskipun tidak secara langsung, dan dimainkan melalui forum multilateral. Inilah sebuah gambaran nyata yang memperkuat kekhawatiran beberapa kalangan bahwa pada akhirnya hal ini bisa merugikan kedaulatan NKRI. Tiga contoh produk UU hasil pengaruh dari pemangku kepentingan(stakeholders) internasional tersebut, membuktikan betapa mudahnya Indonesia berada dalam usaha kontrol kebijakan Amerika baik dalam bidang politik dalam negeri maupun luar negeri.

    Kembali ke soal dipasangnya radar Amerika di wilayah Selat Malaka, Februari lalu 5 unit radar dalam proses pemasangan di wilayah Selat Malaka. Bahkan pada tahap berikutnya, 7 radar lagi siap dipasang di Selat Makasar. Bahkan bantuan Amerika tidak sebatas dalam pengadaan peralatan. Di Riau baru-baru ini, personil teknis Amerika terlihat membantu TNI dalam memonitor radar. Kenyataan ini tentu saja harus di baca sebagai upaya Amerika menanam jasa kepada para elit politik Indonesia, sehingga Amerika secara persuasif melemahkan kendali TNI dan Polri terhadap kedaulatan wilayah NKRI.

    Karena dengan pemasangan radar-radar Amerika di wilayah RI dan Selat Malaka khususnya, Amerika tidak saja bisa mengontrol Indonesia, melainkan juga seluruh wilayah Selat Malaka. Sehingga Amerika bisa memonitor Malaysia melalui Indonesia. Bantuan Amerika di bidang kemiliteran nampaknya semakin meningkat di era Presiden Bush. Baru-baru ini Indonesia menjajagi kemungkinan mendapatkan tank-tank ampibi dari Amerika. Amerika kabarnya sudah setuju, hanya saja Amerika meminta kejelasan apa imbalan dan keuntungan yang bisa diraih dari pengadaan bantuan perlatan militer tersebut.

    Cengkeraman ekonomi Amerika di Indonesia, semakin nyata dengan penguasaan sektor energi dan minyak Indonesia oleh sebuah perusahaan Yahudi bernama Halliburton. Sementara sektor telekomunikasi berada dalam pengaruh perusahaan Yahudi lainnya yaitu, Telcos.


    Sumber : http://militaryanalysisonline.blogs...-kuasai-indonesia-malaysia.html#ixzz3IcXY5ogZ
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. dickbull Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 19, 2013
    Messages:
    113
    Trophy Points:
    47
    Ratings:
    +6 / -0
    Butuh sosok seperti Soekarno lagi yang berani melawan dan menolak pengaruh asing terutama amerika biar indonesia bisa maju.
    Ibaratnya itu indonesia seperti seorang bayi yang baru lahir yang disuapin sama amerika dan kroninya dan ketika udah besar kita harus nurut sama mereka

    Mudah2an ada pemimpin seperti Soekarno, Amin
     
  4. Kaizer88 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 14, 2012
    Messages:
    894
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +346 / -0
    Indo

    Maaf, Soekarno walau sangat berjasa tapi beliau jg tetap manusia biasa... gara2 dia jg tuh maka ekonomi kita pas 50-60an ancur lebur jg Soekarno pada masa akhir pemerintahnya jg akhirnya jatuh ke dalam nafsu kekuasaan berlebihan sampe mau mengangkat diri sendiri menjadi presiden Indo seumur hidup sekaligus melanggar azas demokrasi Pancasila yg dia dirikan & sahkan sendiri


    Soekarno berani melawan pengaruh asing tapi pengaruh asing yg mana dulu... pada akhirnya walau beliau jadi pelopor GNB + KAA tapi ujung2nya akhirnya tertarik ke blok Soviet - China yg hampir saja mengubah Indo menjadi negara komunis
    Belum lagi skandal poligami beliau jg pada akhirnya turut menjadi masalah jg


    Indo jauh lebih butuh pemimpin seperti Moh Hatta + Ki Hajar Dewantara + Boedi Oetomo... pemimpin or tokoh yg mampu memajukan Indo bukan lewat perang ideologi tapi berkat perbaikan sosial & pendidikan & nasionalisme gitu




    Lagipula semua isu2 kaya gini ini udah SUPER DUPER BASI SEKALI... dah telat kalau baru dibacotin sekarang !

    Detik ini aja nyari budak kartu kredit + budak cicilan bunga 0% + budak FB Twitter WA BB dan budak2 produk2 AS & kroni2nya jauh lebih super gampang daripada nyari seorang patriot apalagi di perkotaan & metropolis... tambah jauh lebih gampang nyari budak2 US$ daripada patriot nasionalis berintegritas kuat


    Ngapain AS harus susah payah bangun aliansi militer kala jelas jelas dari segi ekonomi + sosial budaya jelas jelas kita sudah dikuasai AS kok... dijajah kasarnya !
    Kerja hari gini make batik di swasta ? hm... gak laku, lebih laku yg kerja pake dasi & jas necis perlente
    Jago ngomong Jawa Madura & nulis aksara Jawa ? mana laku di kota2 besar, jauh lebih laku yg jago fasih English French Dutch Japanese Korean Mandarin...
    Nabung di celengan ? udah gak laku & cuma budaya orang udik kata orang perkotaan yg udah sukses dicuci otaknya ama budaya Barat... yg super laku adalah budaya muter duit dengan cara rajin ngutang & rajin nyicil & klo bisa... bisnis tanpa perlu dana sendiri tapi cuma muter2 make duit bank biar profit dimakan sendiri tapi resiko dibagi rame rame ama nasabah bank yg bersangkutan bila ntar utangnya macet


    Exploitasi SDA secara ngawur2an jg sudah dilakukan AS sejak zaman Orba kok... ngaca aja tuh ama Tembagapura... alamnya ancur lebur jadi korban exploitasi mineral berlebihan...
    SDM2 terbaik kita aja udah bnyk yg imigrasi ke AS... bahkan Yayuk Basuki aja sempat imigrasi ke AS buat kerja melatih disana



    HASIL BARU TERLIAT AKHIR AKHIR INI ? waduh tuh penulis wacana nya pasti baru lahir di tahun 90an dah... udah dari tahun 80an la kita sudah rajin make produk2 altutista AS terutama setelah era Orla berakhir, bahkan waktu pemberantasan Fretilin aja kita jelas jelas dipinjemin berjibun altutista buat membantu kita memenangkan konflik tsb kok
    La masa dah lupa akan berjibun kasus2 embargo AS yg bikin berjibun heli, jet, kapal kita gurem gara2 gak ada suku cadang ?


    Hasil aja udah terliat jelas dari dulu... negara kita sebagian besar menyimpan dana cadangan dalam bentuk US$ selain emas & mata uang lain tapi mayoritas kan US$ dari dulu... yah otomatis berarti ekonomi AS sudah memegang urat nadi ekonomi negara kita secara gak langsung maupun langsung deh... yg sulit kita pungkiri
    Dulu cuma gara2 aksi Soros seorang doank aja langsung ekonomi kita ancur lebur langsung krismon berat kan...
     
  5. deddy_flash Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 8, 2010
    Messages:
    30
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    yah jelas lah ekonomi anchur lebur namanya jg negara baru merdeka
    tapi lihat sisi positifnya waktu zaman Soekarno kita negara yg disegani militernya
    bahkan kita sudah mampu membuat kapal selam mini sendiri.
     
  6. jojon00 Members

    Offline

    Joined:
    Dec 20, 2014
    Messages:
    6
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +0 / -0
  7. alexkiedis M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 30, 2012
    Messages:
    495
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +15 / -0
    Jangan seenaknya mengambil kesimpulan, hal seperti juga dialami oleh banyak negara bahkan klo Indonesia ini negara besar pasti juga bakal melakukan hal yg sama, salahnya manusia kita terlalu percaya dengan produk asing diabnding negara sendiri
     
  8. tumplungxxx M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 5, 2013
    Messages:
    482
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +12 / -0
    wah ksimpulannya buat sendiri nech..
    tpi ada bnernya jga sech..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.