1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Info Amankah Memperbesar Kapasitas Aki?

Discussion in 'Otomotif' started by newsmpmedia, Oct 15, 2020.

  1. newsmpmedia Members

    Offline

    Joined:
    Oct 15, 2020
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    [​IMG]

    Merahputih.com - Aki adalah kebutuhan yang tak terbantahkan pada kendaraan bermotor. Kelistrikan akan baik bila kondisi aki baik. Pemilik kendaraan bermotor biasanya jarang menyentuh bagian ini. Kalau toh ada pergantian biasanya hanya jenis yang basah atau kering. Bagaimana bila kapasitas akinya diperbesar?

    Ada beberapa pemilik kendaraan bermotor yang mengganti aki mereka dengan kapasitas atau amphere (Ah) yang lebih besar daripada standar bawaan pabrik. Amankah?

    [​IMG]

    Laman KabarOto memberikan masukan bahwa mengganti aki dengan kapasitas besar tidak masalah. Hanya saja yang harus diperhatikan bahwa memperbesar kapasitas aki tidak boleh dari standar pabrik. Misal naik 5 Ah dari 50 Ah ke 55 Ah masih aman dilakukan dan cukup buat mobil standar harian.

    Hal ini juga disampaikan oleh Dede Surya Fandy selaku pemilik gerai Garage Autoshop, di kawasan Cideng, Jakarta Pusat. kepada KabarOto, memperbesar kapasitas amphere aki mobil kalau tidak terlalu jauh selisihnya membuatnya lebih awet sedikit ketimbang standar.

    "Beberapa kasus mobil, jauh lebih enteng ketika distarter. Sebab beban yang digunakan untuk dinamo starter lebih ringan. Serta cocok bagi yang sudah upgrade pada bagian lainnya pada mobil, misalnya lampu atau audio," kata Dede.

    Sebaiknya tidak mengganti aki dengan kapasitas yang terpaut jauh dari ukuran standarnya. “Perlu disesuaikan kapasitas amphere, naiknya tidak boleh terlalu jauh. Karena jika misalnya aki terlalu besar ketimbang standar, maka alternator tidak akan mampu mengisi ke aki. Ujung-ujungnya alternator bekerja terlalu berat dikhawatirkan cepat rusak, dan aki bakal ngedrop,” jelasnya.

    [​IMG]

    Dede juga memberikan pengetahuan tentang aki basah dan kering. Dia mengatakan bahwa keduanya memiliki keunggulan masing-masing. “Sebenarnya keduanya sama saja, baik aki basah ataupun aki kering, prinsip kerjanya 2.000 jam kerja,” ungkap Dede.

    Hanya saja perawatan aki kering lebih mudah. Karena kita tidak perlu menambahkan air aki pada periode tertentu. Sementara aki basah, dalam jangka beberapa bulan pemilik wajib melakukan cek air aki. Apabila berkurang harus ditambahkan lagi.

    Dia juga menyarankan bila mobil lebih banyak diam dan jarang keluar rumah lebih baik menggunakan aki kering. Karena aki basah jika didiamkan terlalu lama maka setrumnya akan turun setengahnya, walau air tidak berkurang drastis. Toh kalau dicharge ulang hanya maksimal 50% saja.

    Umur paakai kedua jenis aki ini rata-rata 1,5 hingga 2 tahun. "Dengan perhitungan umumnya pemakaian selama 3 jam/hari. Tapi kembali lagi pada penggunaan si pemilik. Semakin lama jam pemakaian mobil atau motor, maka umur aki semakin pendek," ungkap Dede.

    Sumber: Link
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.