1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Alpentin 100 Mg, Obat Antikonvulsan atau Antiepilepsi?

Discussion in 'Pengetahuan Penting Penunjang Kesehatan' started by serenamilka, May 19, 2021.

  1. serenamilka Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Nov 10, 2020
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    26
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +1 / -0
    Epilepsi adalah salah satu kondisi yang bisa menyebabkan kejang-kejang. Biasanya, saat kejang melanda, penderita akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat. Salah satu obat yang bisa digunakan adalah obat Alpentin.

    Sebenarnya, Alpentin adalah obat antikonvulsan yang memiliki fungsi untuk mengatasi kejang pada penderita epilepsi. Obat ini tergolong sebagai obat keras, jadi penggunaannya harus dilakukan berdasarkan anjuran dari dokter atau dari apoteker.

    Apakah Alpentin antikonvulsan atau antiepilepsi?

    Tidak banyak orang yang tahu apa makna dari obat antikonvulsan dan antiepilepsi yang sebenarnya. Kebanyakan mengira keduanya merupakan jenis obat yang berbeda. Padahal, antikonvulsan dan antiepilepsi sebenarnya merupakan obat yang sama.

    Antiepilepsi hanyalah sebutan lain yang menggambarkan antikonvulsan. Obat ini dipakai untuk mengobati gangguan kejang, serta meredakannya.

    Sebagai obat untuk penderita epilepsi, Alpentin pun bisa juga dikategorikan sebagai obat antikonvulsan ataupun obat antiepilepsi. Obat ini menggunakan kandungan Gabapentin 100 mg sebagai komposisi utamanya yang bekerja mengobati epilepsi atau kejang.

    Mengenal jenis-jenis kejang

    Perlu diketahui, tidak semua kejang memiliki jenis yang sama. Ketika akan mengonsumsi obat, Anda pun harus menyesuaikan obat dengan jenis kejang yang dialami. Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan jenis kejang:

    • Kejang fokal
    Kejang fokal seringkali disebut juga dengan kejang parsial. Kondisi kejang ini dimulai dari salah satu area di bagian otak.

    Dari satu area itu, secara perlahan kejang akan meluas ke area lain. Saat mengalami kejang fokal, Anda bisa saja mengalami kehilangan kesadaran, tapi bisa juga tidak.

    • Kejang umum
    Kejang umum ini terjadi ketika gangguan menyerang kedua area otak Anda. Kejang umum meliputi jenis kejang tonik-klinik umum, kejang absen, dan kejang mioklonik.

    Setiap jenis kejang umum ini memiliki ciri yang berbeda-beda. Namun, umumnya sebagian besar penderita kejang umum akan kehilangan kesadaran. Gerakan kejangnya pun menyerupai gerakan menyentak.

    Ketika Anda menderita epilepsi, dokter bisa membantu Anda mengenali apakah kejang yang Anda alami termasuk sebagai kejang parsial atau kejang umum. Setelah itu, barulah dokter akan memberikan anjuran obat untuk jenis kejang yang Anda derita.

    Sebaiknya, jangan sembarangan meminum obat kejang tanpa anjuran dari dokter. Ini penting, supaya obat yang Anda konsumsi sesuai dengan kondisi kejang Anda.

    Efek samping pemakaian obat antikonvulsan

    Sebagai obat keras, Anda mungkin mengkhawatirkan risiko efek samping negatif dari pemakaian obat antikonvulsan seperti Alpentin. Hal ini wajar, karena pada dasarnya tidak ada obat yang tidak memiliki risiko efek samping.

    Obat antikonvulsan pun juga berpotensi menimbulkan efek samping, apalagi jika pemakaiannya tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Umumnya, efek samping yang paling sering terjadi meliputi:

    • Hiponatremia atau rendahnya kadar natrium dalam darah

    • Risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit tulang

    • Tulang keropos

    • Jatuh dan trauma fisik akibat kejang
    Kondisi di atas merupakan efek samping penggunaan antikonvulsan yang paling umum. Namun, dalam beberapa kasus, efek samping yang dialami juga bisa lebih serius, seperti:

    • Reaksi kulit yang parah

    • Sindrom Stevens-Johnson

    • Perilaku bunuh diri

    • Meningkatnya keinginan untuk bunuh diri

    • Reaksi obat dengan gejala sistemik
    Tidak semua pengguna obat antikonvulsan mengalami reaksi negatif dari pemakaian obat. Namun, bukan berarti Anda bisa sembarangan menggunakannya.

    Karena itu, selalu perhatikan anjuran dari dokter ketika akan menggunakan obat antiepilepsi seperti Alpentin agar terhindari dari risiko negatif.
     
Tags:

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.