1. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Jangan rindu, ini berat, kau tak akan kuat, biar aku saja. Cek info libur
    Dismiss Notice
  4. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  5. Suka baca buku? Tuangkan pengalaman baca kamu dalam Event Review Buku, Kuy~ Cek infonya di sini yaa!
  6. Mau kasih kado lebaran buat yang terkasih? Yuk ikuti event Kado Hari Raya Untuk Perempuan! Ada gamis & khimar gratis buat kado kamu loh~
  7. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  8. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Alasan Mengapa Warga RI Ingin Kibarkan Bendera Malaysia

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by khuma_putry, Aug 8, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. khuma_putry Regional Leader

    Offline

    Senpai

    Joined:
    Nov 7, 2009
    Messages:
    5,444
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +115,311 / -9
    TRIBUNNEWS.COM, SINTANG - Ancaman untuk mengibarkan bendera Malaysia pada perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, sebagaimana disampaikan Yusak, Kepala Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, bukan tanpa dasar.

    Wartawan Tribun yang melakukan kunjungan langsung ke Desa Mungguk Gelombang, Jumat (5/8), menemukan, kondisi desa yang berpenduduk 1.286 jiwa (344 KK), dengan mata pencarian utama menoreh karet dan bertani lada, memang memprihatinkan.

    Insfrastruktur buruk, sarana pendidikan memprihatinkan, fasilitas kesehatan pun tak memadai. Penerangan pun jauh dari harapan.

    Tingkat pendidikan di daerah ini terbilang sangat rendah. Dari seluruh penduduk, hanya belasan yang lulus SMA, 20 persen lulus SMP, 50 persen lulus SD, dan sisanya putus sekolah dan tidak pernah sekolah.

    Sekretaris Desa Mungguk Glombang, Wahyudi, mengatakan, di desanya hanya ada satu sekolah, yakni SDN 30 Mungguk Gelombang. Dua sekolah lainnya merupakan sekolah kelas jauh (cabang SDN 30).

    "Di desa kita ini semuanya masih serba kekurangan, mulai dari jalan, pendidikan, kesehatan, dan penerangan. Yang paling mendesak itu adalah jalan, karena kondisinya sangat buruk," katanya.

    Wahyudi mengatakan, dia dan sang Kepala Desa, Yusak, sudah sering kali mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah, namun sampai saat ini tak kunjung ada jawaban.

    Jalan yang dilalui masyarakat selama ini adalah jalan yang pernah dibuat perusahaan. "Kalau dari pemerintah belum ada sama sekali, paling cuma janji-janji saja, sedangkan jalannya semakin lama semakin rusak," katanya.

    Sebagaimana berita Tribun sebelumnya, stasiun MetroTV beberapa hari lalu menayangkan pernyataan Yusak yang mengancam akan mengibarkan bendera Malaysia di desanya. Warga juga akan eksodus ke Malaysia.

    Tayangan itu mendapat respon luar biasa dari pemerintah di Jakarta. Kementerian Dalam Negeri, bahkan Mabes Polri dan Mabes TNI, memerintahkan pengecekan ke lapangan. Bupati Sintang, Milton Crosby, pun menggelar rapat mendadak membahas pernyataan Yusak itu.

    Kubangan 1 Meter
    Infratsruktur jalan memang menjadi satu di antara kebutuhan mendesak Desa Mungguk Gelombang ini. Untuk mencapainya, dengan titik total ibu kota Sintang, perlu perjuangan ekstra.

    Pantauan Tribun di lapangan, jalan yang dilalui tersebut banyak terdapat kubangan air, dengan kedalaman mencapai 1 meter.
    Jika musim kemarau perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 3-4 jam, sedangkan jika musim hujan bisa sampai 1 hari, bahkan terkadang harus menginap di perjalanan.

    Sepanjang perjalanan tersebut, setidaknya ada 5 jembatan yang nyaris ambruk, sehingga tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. Agar bisa menyeberang kendaraan, roda empat terpaksa harus melewati sungai.

    Akibat buruknya insfrastruktur, harga kebutuhan pokok di daerah itupun sangat tinggi. Harga BBM baik jenis bensin dan solar, mencapai Rp 13 ribu per liter.

    Sedangkan beras untuk kualitas yang paling buruk mencapai Rp 120 ribu per 15 kg.

    "Kalau musim hujan terus menerus, bisa-bisa masyarakat di desa ini kelaparan, sebab jika musim hujan perjalanan untuk ke kecamatan mencapai satu hari, bahkan terkadang kami nginap," kata Wahyudi.

    Sulitnya mendapatkan BBM ini juga berakibat pada minimnya penerangan. Warga hanya menyalakan genset pada malam hari, mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB. Namun, jika krisis bensin, warga terpaksa hanya mengandalkan lampu pelita.

    Persoalan lain yang menjadi permasalahan di desa ini adalah sulitnya mendapatkan pupuk. Jika pun ada, warga harus membayarnya dengan harga yang cukup mahal, yakni Rp 400 ribu per karung.

    "Kalau di kota Sintang pupuk hanya Rp 160 ribu, namun di sini mencapai Rp 400 ribu. Karena kita butuh, terpaksa kita pun membelinya," kata Guna (50), warga setempat.

    Pupuk tersebut dipergunakan warga untuk memupuk tanaman lada mereka yang ada di pegunungan. Harga pupuk yang mencapai Rp 400 ribu per karung dirasa tidak sebanding dengan harga lada yang hanya Rp 60 ribu per kilo.

    Cinta NKRI
    Berbagai permasalahan itulah yang akhirnya membuat Kepala Desa Mungguk Gelombang, Yusak, mengeluarkan ancaman akan eksodus ke Malaysia dan mengibarkan bendera Malaysia di daerah asalnya, jika pemerintah tidak segera melakukan pembangunan.

    "Kalau dari hati yang paling dalam, sebenarnya tidak ada sama sekali niat kami akan melakukan eksodus ataupun mengibarkan bendera Malaysia," kata Yusak yang ditemui Tribun di Kecamatan Merakai Kamis (4/8/2011).

    "Pernyataan tersebut hanya sebagai bentuk kekecewaan kami karena tidak mendapat perhatian dari pemerintah," ujarnya.

    Selain dari itu, lanjut Yusak, pernyataan tersebut di luar kendalinya. "Pada waktu itu, di desa kami sedang ada Gawai Dayak. Ya, mungkin saya menjadi lepas kendali," ujarnya.

    Nyungan, tokoh masyarakat Desa Mungguk Gelombang, yang dihubungi terpisah, meyakinkan, kendati pun masyarakat di desanya hidup serba kesulitan, mereka tetap mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan tak akan berbelot sedikitpun ke negara tetangga, apalagi sampai mengibarkan bendera Malaysia.

    "Meskipun kita serba kekurangan kita tidak akan kehilangan nasionalisme. Jangankan mengibarkan bendera Malaysia, menyimpanpun kami tidak," katanya.

    Nyungan mengatakan, bukti kecintaan mereka terhadap NKRI tidak perlu diragukan. Jika diminta menyanyikan lagu kebangsaan, mereka bisa. "Buat apa, gara-gara kesulitan, kami menggadaikan nasionalisme. Kami tetap cinta Indonesia," katanya.

    Dari desa Mungguk Gelombang ke perbatasan Malaysia jaraknya kurang lebih 12 km, dengan waktu tempuh sekitar 1 hari dengan cara berjalan kaki naik-turun gunung.

    Di desa ini, siaran radio Malaysia memang mendominasi, khususnya siaran dayak Iban.

    "Kalau siaran radio Indonesia, tidak bagus, kalau Iban bagus. Sedangkan untuk TV, kalau pakai antena biasa dapat siaran Malaysia. Kalau pakai parabola, siarannya tetap TV Indonesia," bebernya.


    Sumber


     
    • Thanks Thanks x 3
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. babiepetz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Apr 9, 2009
    Messages:
    691
    Trophy Points:
    207
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +17,680 / -0
    indonesia mah gak aneh kalo yg beginian...
    dah biasa kalo pulau2 yg jauh dari ibukota tuh dibiarin aja, kalo bisa dijual sekalian...
     
  4. mwahaha M V U

    Offline

    Raidou Kuzunoha XVII

    Joined:
    Aug 17, 2010
    Messages:
    1,152
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +19,726 / -0
    Cuma itu aja?:???:
    Mereka gak sadar kalo malysia tuh adalah negara yang menghukum mati tki indonesia yang paling banyak? Ada 100 lebih tki indonesia yang dihukum mati lho... Mengibarkan bendera malaysia sama aja mereka ingin jadi rakyt malaysia yang secara gak langsung setuju dengan hukuman mati buat tki kita:ngeselin:
    Emangnya, Malaysia mau bantu desa itu? Desa di tempat mereka aja gak terurus malah ngurusin desa di negara lain:swt:
    Benar-benar gak dipikrkan dengan masak:yareyare:
     
  5. aurora7 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Oct 11, 2009
    Messages:
    1,211
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +341 / -0
    wekwkwk, biasa dicuekin, sekalinya ngancem mo eksodus ke malay langsung ditanggepin serius.. :cerutu:

    ntar lama2 pada ikut2an yg daerah laen. biar dapet perhatian langsung ngancem ngibarin bendera negara tetangga :swt: .. kacau bener kalo trend nya begitu..
     
  6. hasanvanismail M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jan 28, 2010
    Messages:
    2,318
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +14,501 / -0
    jadi penyebabnya karena kurang perhatian? :???:
     
    • Like Like x 1
  7. FAJRATSYAH Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 7, 2009
    Messages:
    380
    Trophy Points:
    121
    Ratings:
    +5,257 / -0
    Mungkin mereka nggak punya perwakilan di DPR, atau wakilnya lupa pada mereka ?
     
  8. zulfikarfahmi M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 20, 2010
    Messages:
    555
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +102 / -0
    aneh aja liat ini negeri

    dimana - mana dipuja sebagai bangsa besar

    tapi mereka lupa dengan rakyatnya
    dimana - mana dipuja sebagai bangsa beradab

    namun sebagian rakyat dan pemerintah lupa dengan adab
     
  9. __todosengel Veteran

    Offline

    Superstar

    Joined:
    Jul 25, 2011
    Messages:
    11,014
    Trophy Points:
    262
    Ratings:
    +18,320 / -0
    wah ini yg orang2 atas lupa semua apa sama yg dibawah?
    atau udah lupa daratan?
    :bloon:
    padahal sumber listrik pulau jawa (batu bara - kalo gk salah) kebanyakan dari kalimantan...
    ini kalimantannya sendiri yg malah kekurangan :sigh:
    pemda nya sana juga kemana aja?
     
  10. hehemampus Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Dec 15, 2009
    Messages:
    61
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +45 / -0
    Betul ntuh, klo batubara distop, PLTU2 di jawa mau pk apa, smua roda perekonomian, pemerintahan dll.di daerah jawa itu ditunjang daerah lain.
     
  11. saoyuan M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Nov 13, 2009
    Messages:
    2,037
    Trophy Points:
    112
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +364 / -0
    wajar sih kalo mereka kecewa, DPR aja lebih ngurusin diri sendiri, korupsi terus-terusan
     
  12. ialbatosai Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 24, 2010
    Messages:
    189
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +20 / -0
    yah karena kurangnya perhatian dari pemerintah .....
    pemerintah aja sibuk ngurusin anggotanya yg korup ....
     
  13. blezzer Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Mar 19, 2009
    Messages:
    21
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +17 / -0


    Coba loe di posisi nya mereka... bisa gak loe ngomong kek gitu ???
    kalo kita yg ngerasain kehidupan kyk gitu pasti akan berpikiran kyk gitu... gw sih dah liat acaranya itu di metro... bener2 ga tega coy...
    apa gunanya pemerintah sampe niat mo bangun ini itu.. jembatan sumatera-jawa lah.. suramadu lah
    sedangkan jalan aja di daerah terpencil kaga ada... Daerah terpencil itu pun baru akan dibuatin jalan kalo ada sesuatu disana misalnya penemuan tambang ato apa.. selain itu akan dibiarkan terbengkalai.. Seharusnya kisah nyata ini jadi bahan perenungan kita masing2.. Apa hebatnya pemerintah kita skarang ?? Gak heran kalo mereka milih Malaysia yg memang sangat makmur walaupun itu di daerah pelosok-pelosok dan perbatasan. Anggota DPR kita yg katanya wakil rakyat hanya bisa semakin memperkaya diri, pemerintah yg ada juga sama saja.. Gak ada gunanya sebenarnya 17 Agustus itu diperingati.. toh Indonesia masi dijajah kok sampe skarang... :)
    Bayangkan kalo warga skarang saja ngomong gitu trus pemerintah gak gubris.. trus anak cucunya mereka juga bakalan ngalamin penderitaan yang sama?? Lalu dimanakah belas kasihan pemerintah ??? Yang cuman bisa mengeluh, curhat karena katanya gajinya kurang... walah walah walah...
     
    • Thanks Thanks x 1
  14. adit3d Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 9, 2009
    Messages:
    109
    Trophy Points:
    42
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +79 / -0
    SBY oh SBY.......
     
  15. killerlove86 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 16, 2010
    Messages:
    109
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +5 / -0
    yah..begitulah pemerintah kita
    kalo lg heboh2 nya TKI dihukum mati baru d kalang kabut ngurusinnya
     
  16. aicanons M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Dec 3, 2009
    Messages:
    1,396
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +3,182 / -0
    y kitanya yg jd rakyat pstilah kcewa...ngliat tingkahnya orang2 pmerintahan yg aneh2...

    tp kta sbagai rakyat jg harus bangga akan negaranya...nasionalis hrus tetap djaga biar negaranya g tmbah hancur...okeh...
     
  17. flint91 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 30, 2011
    Messages:
    1,474
    Trophy Points:
    127
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,102 / -1
    waduh...
    ini lh efek pembangunan terpusat.....
    pemerintah hny peduli yg dipusat...yg didaerah gk ad pembangunan...:yareyare:
     
  18. iton117 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Oct 9, 2010
    Messages:
    88
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +33 / -0
    kita jangan menganut ajaran semboyan sesat " jangan kau tanyakan apa yang negara sudah berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang kau berikan kepada negaramu....."
    kalo aku sih pengennya semboyannya kayak gini " berikan yang terbaik untuk rakyatmu, maka rakyatmu akan berkoban apapun untukmu..."
     
  19. shn01 M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Aug 29, 2009
    Messages:
    982
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +809 / -0
    ajaran yg atas itu bagus kl pemerintahnya bener bukan pemerintahan kayak indonesia ini
    kl pemerintahan bener ga usah tanya juga pemerintah bakal memperhatikan rakyatnya jd kita yg hrs nanya apa yg sudah kita berikan pada negara, kl pemerintahannya kayak indonesia ini ajaran yg ke2 itu br bagus
     
  20. RainDog M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Mar 8, 2010
    Messages:
    2,315
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +2,597 / -0
    indo itu kalo berita sekecil gak bakal ditanggapi....
    coba berita tsb tersebar dan heboh sampai seluruh indo...
    baru pura2 baik tolongin.... dengan berbagai macam alasan....
     
  21. tienming Members

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 3, 2009
    Messages:
    273
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +8 / -0
    hmmmm
    pemerintah emang kurang perduli dengan orang lain, cuma perduli dgn kantong sendiri...
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.