1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Ungkapin kenangan film Asia paling berkesan buatmu. Berhadiah GK, Pulsa, dan Line Gift Sticker loh! .Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Biography 2 Presiden Indonesia Yang Terlupakan

Discussion in 'Indonesian History' started by kzha, Aug 22, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. kzha M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,869
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    1. Syafruddin Prawiranegara
    [​IMG]

    Syafruddin Prawiranegara, atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara (Banten, 28 Februari 1911 - 15 Februari 1989) adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948.

    Perjalanan hidup
    Dua kali menjadi menteri keuangan, satu kali menteri kemakmuran, dan satu kali wakil perdana menteri, Syafrudin Prawiranegara akhirnya memilih lapangan dakwah sebagai kesibukan masa tuanya. Dan, ternyata, tidak mudah. Berkali-kali bekas tokoh Partai Masyumi ini dilarang naik mimbar. Juni 1985, ia diperiksa lagi sehubungan dengan isi khotbahnya pada hari raya Idul Fitri 1404 H di masjid Al-A'raf, Tanjung Priok, Jakarta.

    "Saya ingin mati di dalam Islam. Dan ingin menyadarkan, bahwa kita tidak perlu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada Allah," ujar ketua Korp Mubalig Indonesia (KMI) itu tentang aktivitasnya itu.

    Namanya sangat populer pada 1950-an. Pada Maret 1950, misalnya, selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, ia melaksanakan pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas, sehingga nilainya tinggal separuh. Kebijaksanaan moneter yang banyak dikritik itu dikenal dengan julukan Gunting Syafruddin. Namun, Syafruddin juga yang membentuk pemerintahan darurat RI, ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka, 1948. "Atas usaha Pemerintah Darurat, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Akhirnya, Soekarno dan kawan-kawan dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta," tuturnya.

    Di masa kecilnya akrab dengan panggilan "Kuding", dalam tubuh Syafruddin mengalir darah campuran Banten dan Minang. Buyutnya, Sutan Alam Intan, masih keturunan Raja Pagaruyung di Sumatera Barat, yang dibuang ke Banten karena terlibat Perang Padri. Menikah dengan putri bangsawan Banten, lahirlah kakeknya yang kemudian memiliki anak bernama R. Arsyad Prawiraatmadja. Itulah ayah Kuding yang, walaupun bekerja sebagai jaksa, cukup dekat dengan rakyat, dan karenanya dibuang Belanda ke Jawa Timur.

    Kuding, yang gemar membaca kisah petualangan sejenis Robinson Crusoe, memiliki cita-cita tinggi -- "Ingin menjadi orang besar," katanya. Itulah sebabnya ia masuk Sekolah Tinggi Hukum (sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia) di Jakarta (Batavia). Di tengah kesibukannya sebagai mubalig, bekas gubernur Bank Sentral 1951 ini masih sempat menyusun buku Sejarah Moneter, dengan bantuan Oei Beng To, direktur utama Lembaga Keuangan Indonesia.

    Dari delapan anaknya, Syafruddin mempunyai sekitar lima belas cucu. Cucunya ketiga belas lahir di Australia sebagai bayi tabung pertama keluarga Indonesia, 1981. Istrinya, Nyonya T. Halimah Syehabuddin Prawiranegara, wanita kelahiran Aceh, meninggal dunia pada Agustus 2006.

    Biodata
    * Pendidikan:


    1. ELS (1925)
    2. MULO,Madiun (1928)
    3. AMS, Bandung (1931)
    4. Rechtshogeschool, Jakarta (1939)

    * Karir:

    1. Pegawai Siaran Radio Swasta (1939-1940)
    2. Petugas Departemen Keuangan Belanda (1940-1942)
    3. Pegawai Departemen Keuangan Jepang
    4. Anggota Badan Pekerja KNIP (1945)
    5. Wakil Menteri Keuangan (1946)
    6. Menteri Keuangan (1946)
    7. Menteri Kemakmuran (1947)
    8. Perdana Menteri RI (1948)
    9. Ketua Pemerintah Darurat RI (1948)
    10. Wakil Perdana Menteri RI (1949)
    11. Menteri Keuangan (1949-1950)
    12. Gubernur Bank Sentral/Bank Indonesia (1951)
    13. Anggota Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan & Pembangunan Manajemen (PPM) (1958)
    14. Pimpinan Masyumi (1960)
    15. Anggota Pengurus Yayasan Al Azhar/Yayasan Pesantren Islam (1978)
    16. Ketua Korps Mubalig Indonesia (1984-1989)


    Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia atau Presiden sementara Republik Indonesia
    Masa jabatan : 19 Desember 1948 - 13 Juli 1949
    Pendahulu : Soekarno
    Pengganti : Soekarno
    Lahir : 28 Februari 1911
    Meninggal : 15 Februari 1989 (umur 77)
    Suami/Istri : T. Halimah Syehabuddin Prawiranegara
    Agama : Islam






    2. Assaat
    [​IMG]

    Mr. Assaat (18 September 1904 - 16 Juni 1976) adalah tokoh pejuang Indonesia, pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia pada masa pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta yang merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).

    Mr. Assaat dilahirkan di dusun pincuran landai kanagarian Kubang Putih Banuhampu adalah orang sumando Sungai Pua, menikah dengan Roesiah, wanita Sungai Pua di Rumah Gadang Kapalo Koto, yang telah meninggalkan beliau pada 12 Juni 1949, dengan dua orang putera dan seorang puteri.

    Sekitar tahun 1946-1949, di Jalan Malioboro, Yogyakarta, sering terlihat seorang berbadan kurus semampai berpakaian sederhana sesuai dengan irama revolusi. Terkadang ia berjalan kaki, kalau tidak bersepeda menelusuri Malioboro menuju ke kantor KNIP tempatnya bertugas. Orang ini tidak lain adalah Mr. Assaat, yang selalu menunjukkan sikap sederhana berwajah cerah di balik kulitnya yang kehitam-hitaman. Walaupun usianya saat itu baru 40 tahun, terlihat rambutnya mulai memutih. Kepalanya tidak pernah lepas dari peci beludru hitam.

    Mungkin generasi muda sekarang kurang atau sedikit sekali mengenal perjuangan Mr. Assaat sebagai salah seorang patriot demokrat yang tidak kecil andilnya bagi menegakkan serta mempertahankan Republik Indonesia. Assaat adalah seorang yang setia memikul tanggung jawab, baik selama revolusi berlangsung hingga pada tahap akhir penyelesaian revolusi. Pada masa-masa kritis itu, Assaat tetap memperlihatkan dedikasi yang luar biasa.

    Ia tetap berdiri pada posnya di KNIP, tanpa mengenal pamrih dan patah semangat. Sejak ia terpilih menjadi ketua KNIP, jabatan ini tidak pernah terlepas dari tangannya. Sampai kepadanya diserahkan tugas sebagai Penjabat Presiden RI di kota perjuangan di Yogyakarta.

    Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Badan Pekerjanya selama revolusi sedang berkobar telah dua kali mengadakah hijrah. Pertama di Jakarta, dengan tempat bersidang di bekas Gedung Komedi (kini Gedung Kesenian) di Pasar Baru dan di gedung Palang Merah Indonesia di Jl. Kramat Raya. Karena perjuangan bertambah hangat, demi kelanjutan Revolusi Indonesia, sekitar tahun 1945 KNIP dipindahkan ke Yogyakarta.

    Kemudian pada tahun itu juga KNIP dan Badan Pekerja, pindah ke Purworejo, Jawa Tengah. Ketika situasi Purworejo dianggap kurang aman untuk kedua kalinya KNIP hijrah ke Yogyakarta. Pada saat inilah Mr. Assaat sebagai anggota sekretariatnya. Tidak lama berselang dia ditunjuk menjadi ketua KNIP beserta Badan Pekerjanya.

    Diasingkan

    Api revolusi mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945 terus menggelora. Belanda dengan kekuatan militernya melancarkan apa yang mereka namakan Agresi Militer II. Mr. Assaat ditangkap Belanda bersama Bung Karno dan Bung Hatta serta pemimpin Republik lainnya, kemudian di asingkan di Manumbing di Pulau Bangka.

    Rambutnya bertambah putih, karena uban makin melebat sejak diasingkan di Manumbing dan Mr. Assaat mulai memelihara jenggot. Assaat bukan ahli pidato, dia tidak suka banyak bicara, tetapi segala pekerjaan bagi kepentingan perjuangan semua dapat diselesaikannya dengan baik, semua rahasia negara dipegang teguh, itulah sebabnya dia disenangi dan disegani oleh kawan dan lawan politiknya.

    Ketika menjadi Penjabat Presiden, pers memberitakan tentang pribadinya, antara lain beliau tidak mau dipanggil Paduka Yang Mulia, cukup dengan panggilan Saudara Acting Presiden. Panggilan demikian memang agak canggung di zaman itu. Akhirnya Assaat bilang, panggil saja saya "Bung Presiden". Di sinilah letak kesederhanaan Assaat sebagai seorang pemimpin.

    Hal itu tergambar pula dengan ketaatannya melaksanakan perintah agama, yang tak pernah meninggalkan shalat lima waktu. Dan dia termasuk seorang pemimpin yang sangat menghargai waktu, sama halnya dengan Bung Hatta.

    Latar belakang Mr. Assaat

    Assaat belajar di sekolah agama "Adabiah" dan MULO Padang, selanjutnya ke School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta. Karena jiwanya tidak terpanggil menjadi seorang dokter, ditinggalkannya STOVIA dan melanjutkan ke AMS (SMU sekarang). Dari AMS, Assaat melajutkan studinya ke Rechts Hoge School (Sekolah Hakim Tinggi) juga di Jakarta.

    Ketika menjadi mahasiswa RHS inilah, beliau memulai berkecimpung dalam gerakan kebangsaan, ialah gerakan pemuda dan politik. Masa saat itu Assaat giat dalam organisasi pemuda "Jong Sumatranen Bond". Karir politiknya makin menanjak lalu berhasil menduduki kursi anggota Pengurus Besar dari "Perhimpunan Pemuda Indonesia". Ketika Perhimpunan Pemuda Indonesia mempersatukan diri dalam "Indonesia Muda", ia terpilih mejadi Bendahara Komisaris Besar " Indonesia Muda".

    Dalam kedudukannya sebagai mahasiswa, Assaat memasuki pula gerakan politik "Partai Indonesia" disingkat Partindo. Dalam partai ini, Assaat bergabung dengan pemimpin Partindo seperti: Adnan Kapau Gani, Adam Malik, Amir Sjarifoeddin dll.

    Kegiatannya di bidang politik pergerakan kebangsaan, akhirnya tercium oleh profesornya dan pihak Belanda, sehingga dia tidak diluluskan walaupun setelah beberapa kali mengikuti ujian akhir. Tersinggung atas perlakuan demikian, gelora pemudanya makin bergejolak, dia putuskan meninggalkan Indonesia pergi ke Belanda. Di Belanda dia memperoleh gelar "Meester in de Rechten" (Mr) atau Sarjana Hukum.

    Praktek Advokat

    Sebagai seorang non kooperator terhadap penjajahan Belanda, sekembalinya ke tanah air di tahun 1939 Mr. Assaat berpraktek sebagai advokat hingga masuknya Jepang tahun 1942. Di zaman Jepang dia diangkat sebagai Camat Gambir, kemudian Wedana Mangga Besar di Jakarta.

    Dalam sejarah perjuangannya ikut menegakkan Republik Proklamasi, beberapa catatan mengenai Assaat ialah: tahun 1946-1949 (Desember) menjadi Ketua BP-KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat). Desember 1949 hingga Agustus 1950 menjadi Acting Presiden Republik Indonesia di Yogyakarta. Dengan terbentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat), jabatannya sebagai Penjabat Presiden pada Agustus 1950 selesai, demikian juga jabatannya selaku ketua KNIP dan Badan Pekerjanya. Sebab pada bulan Agustus 1950 negara-negara bagian RIS melebur diri dalam Negara Kesatuan RI.

    Selama memangku jabatan, Assaat menandatangani statuta pendirian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. "Menghilangkan Assaat dari realitas sejarah kepresidenan Republik Indonesia sama saja dengan tidak mengakui Universitas Gadjah Mada sebagai universitas negeri pertama yang didirikan oleh Republik Indonesia," ujar Bambang Purwanto dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar UGM September 2004.

    Setelah pindah ke Jakarta, Mr. Assaat menjadi anggota parlemen (DPR-RI), sampai ia duduk dalam Kabinet Natsir jadi Menteri Dalam Negeri September 1950 sampai Maret 1951. Kabinet Natsir bubar, kembali jadi anggota Parlemen, semenjak itulah Assaat kurang terdengar namanya dalam bidang politik.

    Pada tahun 1955 namanya muncul lagi di permukaan, sebagai formatur Kabinet bersama Dr. Soekiman Wirjosandjojo dan Mr. Wilopo untuk mencalonkan Bung Hatta sebagai Perdana Menteri. Karena waktu itu terhembus angin politik begitu kencang, daerah-daerah kurang puas dengan beleid (kebijakan) pemerintahan Pusat. Daerah-daerah menyokong Bung Hatta, tetapi upaya tiga formatur tersebut menemui kegagalan, karena formal politis waktu itu, Parlemen menolaknya.

    Menentang Komunis

    Ketika Demokrasi Terpimpin dicetuskan Soekarno, Assaat sebagai demokrat dan orang Islam menentangnya. Secara pribadi Bung Karno tetap dihormatinya, tetapi yang ditentangnya politik Bung Karno yang seolah-olah memberi angin pada Partai Komunis Indonesia.

    Mr. Assaat saat itu merasakan jiwanya terancam, karena Demokrasi Terpimpin adalah tak lain dari diktator terselubung, ia selalu diintip oleh intel serta orang-orang PKI. Kemudian dengan cara menyamar sebagai orang "akan berbelanja" bersama dengan keluarganya naik becak dari Jl. Teuku Umar ke Jl. Sabang, dari sana dilanjutkan dengan naik becak menuju Stasion Tanah Abang.

    Mr. Assaat beserta keluarga berhasil menyeberang ke Sumatera. Dia berdiam beberapa hari di Palembang. Ketika itu Sumatra Selatan sudah dibentuk "Dewan Gajah" yang dipimpin oleh Letkol Barlian. Di Sumatra Barat Letkol Ahmad Husein membentuk "Dewan Banteng". Kol. Simbolon mendirikan "Dewan Gajah" di Sumatera Utara, sementara Kol. Sumual membangun "Dewan Manguni" di Sulawesi.

    Akhirnya dewan-dewan tersebut bersatu menentang Sukarno yang telah diselimuti oleh PKI. Terbentuklah PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Assaat yang ketika itu sudah tiba di Sumatera Barat bergabung dengan PRRI. Kemudian berkeliaran di hutan-hutan Sumatera, setelah Pemerintah Pusat menggempur kekuatan PRRI.

    Upacara Kebesaran

    Ketika berada di hutan-hutan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Mr. Assaat sudah merasa dirinya sering terserang sakit. Akhirnya dia ditangkap, dalam keadaan fisik lemah dan menjalani "hidup" di dalam penjara "Demokrasi Terpimpin" selama 4 tahun dari tahun 1962-1966. Ia baru keluar dari tahanan di Jakarta, setelah munculnya Orde Baru.

    Pada tanggal 16 Juni 1976, Mr. Assaat meninggal dirumahnya yang sederhana di Warung Jati Jakarta Selatan. Mr. Assaat gelar Datuk Mudo diantar oleh teman-teman seperjuangannya, sahabat, handai tolan dan semua keluarganya, dia dihormati oleh negara dengan kebesaran militer.


    Perdana menteri pertama Republik Indonesia atau Presiden Sementara Republik Indonesia
    Masa jabatan : 27 Desember 1949 - 15 Agustus 1950
    Pendahulu : Soekarno
    Pengganti : Soekarno
    Lahir : 18 September 1904 Dusun Pincuran Landai,kanagarian Kubang Putih, Banuhampu, Sumatera Barat, Indonesia
    Meninggal : 16 Juni 1976 (umur 71)
    Suami/Istri : Roesiah
    Agama : Islam

    ==================================
    Kenapa nama mereka nyaris "terhapus" dari buku-buku sejarah?
     
    • Like Like x 14
    • Thanks Thanks x 11
    Last edited: Aug 22, 2009
  2. Ramasinta Tukang Iklan





  3. andysepta_reza M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Apr 30, 2009
    Messages:
    239
    Trophy Points:
    206
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +39,678 / -0
    Kalo gak salah waktu gw masih SMP, udah ada kok nama2 mereka di pelajaran sejarah, ketika pertama liat Thread ini aku jg gak begitu asing dengan nama mereka...
    MERDEKA...MERDEKA...:onion-15:

    ____________________________________

    [​IMG]
    THE ONE............
     
    • Thanks Thanks x 1
  4. mastergundala Members

    Offline

    Joined:
    Aug 22, 2009
    Messages:
    3
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    Banyak kepentingan politik terlanjur . yang mengakibatkan sejarah terpotong2 ... kacian anak cucu kite ...
     
  5. kzha M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,869
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    bener bro,. sejarah Indonesia ibarat "baju" yang "dijahit" sesuai dengan selera "Pemesan"

    Mumpung masih banyak pelaku sejarah yang masih hidup alangkah baiknya kalau sejarah Indonesia diperbaiki,. misalnya menyatakan kalau SBY adalah presiden RI yang ke 8 :rokok:
     
  6. Rando M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jul 5, 2009
    Messages:
    1,282
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,086 / -0
    kalu assaat sih pernah tau, tapi yang Syafruddin Prawiranegara baru tau sekarang
     
  7. BliTcHz M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jun 13, 2009
    Messages:
    325
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +43 / -0
    dua orang ini menjabat waktu pemerintahan darurat kan ??
     
  8. _Hg_ Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 17, 2009
    Messages:
    98
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +195 / -0
    gw setuju mereka memberikan peran besar dalam sejarah Indonesia, tapi apakah mereka bisa bener2 disebut "presiden" ???

    sesuai tulisannya kan "Presiden Sementara Republik Indonesia", ya terlepas dari semua itu, mereka memang bisa dibilang pahlasan yang terlupakan si, selain dibuku sejarah kayaknya jarang muncul.....

    *sok tau mode : on
     
  9. kzha M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,869
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    @^
    kalo ga di sebut Presiden truss harus disebut apa dong? :D

    terlepas dari apakah mereka Presiden Sementara atau darurat,. yang jelas mereka menjalankan tugas sebagai presiden dengan sepenuh hati,. kenapa kita harus setengah hati menyebut mereka Presiden? :siul:

    lah,. WILLIAM HENRY HARRISON aja cuma menjabat 1 bulan, dan tidak pernah bertugas menjadi presiden karena sakit, tetap di akui sebagai presiden amerika ke 9 oleh bangsanya (dapat inpo dari thread sebelahh, thanks gan atas inponya) :D
     
    Last edited: Aug 22, 2009
  10. raynz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 10, 2008
    Messages:
    848
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +14,849 / -0
    ya bener, pak sjafrudin tu presiden PDRI..
    waktu tu si pak sjafrudin lagi di bukit tinggi saat pemerintahan di yogya jatuh..
    mereka berpikir jika hal ini disebarkan, maka jatuhlah negara kita ke tangan penjajah sejarah de facto (kl ga salah, apa de yure ya..?? hehehe)..
    maka mereka berinisiatif menipu belanda dengan mengatakan lewat gelombang radio bahwa negara belum jatuh dan pemerintahan sebenarnya ada di bukit tinggi...
    hal ini memicu para pahlawan yang sedang jatuh mental mendengar jogja direbut, kembali berjuang melawan penjajah..
    secara sistem, memang sjafrudin bukan presiden, namun tanpa beliau 17 agustus hanya menjadi harapan kosong di masa lalu..
    btw dl gw pernah buat thread yang ini jg (walau ga selangkap yang sekarang), namun karena waktu tu di disini masih sepi, jadi tenggelam tuh thread, sampai2 gw jg dah lupa nama thread tu apaan..
    hehhe..
    tapi gapapa, stidaknya informasi ni dah tersampaikan buat yang lain, itu yang paling penting..
    thanks buat TS, gw kasih bata hijau dah...
     
    • Like Like x 1
    Last edited: Aug 23, 2009
  11. belumdibikin M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 6, 2009
    Messages:
    265
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +20 / -0
    Setau gw sih Sjafrudin tu penjabat presiden sementara,.. semacam penjabat khusus yang menjalankan fungsi presiden dalam keadaan darurat,,.....

    seperti kata raynz,,..
    secara sistem memang bukan presiden,,...

    Tapi kayaknya layak dapet penghargaan khusus tiap 17an...
     
  12. kzha M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,869
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    @ryanz
    makasih bro atas bata ijo nya,. gw timpuk balik deh lu pake cendol gw :haha:

    bener emang,. kejadian itu terjadi saat agresi militer II belanda,. saat itu situasi genting,. Soekarno Hatta cemas kalo ibukota (jogja) akan dikuasai,. dan mereka akan di tangkap dengan kemungkinan terburuk bisa saja mereka di bunuh,.

    maka soekarno hatta membuat surat kuasa kepada Mr Syarifudin mentri kemakmuran yang kebetulan sedang berada di Bukit tinggi,. jadi lah bukit tinggi ibukota negara RI,.
    bahkan Soekarno hatta juga membuat surat kuasa kepada dr. Sudarsono (dubes RI untuk India), Staf Kedutaan RI L.N. Palar dan Menteri Keuangan A.A Maramis yang sedang berada di New Delhi,.. yang isinya jika Pak Syarifudin gagal membentuk PDRI maka mereka harus membentuk "Exile Government of the Republic of Indonesia" semua ini dilakukan semata agar RI tetap eksis.

    perlu di ingat sebenarnya PBB sudah mengakui Indonesia secara de facto, terbukti resolusi yg mereka keluarkan menuliskan "Indonesia" bukan "Hindia Belanda"

    Belanda akhirnya berhasil menguasai jogja dan menangkap soekarno hatta,. dan mengumumkan pada dunia bahwa yang namanya Republik Indonesia itu sudah tidak ada lagi,. untuk itu lah Pak Syarifudin menjalankan fungsinya dengan sangat baik,. bersama dengan tokoh2 lain mereka sekuat tenaga meyakinkan kepada dunia dan PBB bahwa Indonesia itu masih eksis,. mereka malakukan lobi sana sini untuk mendapat dukungan dari negara2 lain,. ya hasilnya bisa kita lihat sendiri sekarang,. Indonesia masih berdiri dan merdeka pada tanggal 17 agustus 1945,.

    jadi menurut saya,. sangat pantaslah beliau di akui sebagai presiden RI,. toh kalau tenyata soekarno hatta tidak bisa mejalankan tugasnya sebagai presiden dan wakil secara permanent, maka beliau akan "tetap" menjadi Presiden,. dan "untungnya" tidak. soekarno hatta dibebaskan dan Belanda angkat kaki dari Indonesia,.

    secara pribadi saya melihat beliau lebih serius mejalankan tugasnya sebagai presiden dibandingkan presiden2 jaman sekarang,. maka saya tidak akan setengah hati mengakui beliau sebagai presiden :D

    MERDEKA
     
  13. belumdibikin M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    May 6, 2009
    Messages:
    265
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +20 / -0
    mustinya wajah beliau ini nongol di uang kertas,....

    mengingat jasanya dalam perjuangan kemerdekaan,,...
     
  14. domoon M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Jul 19, 2009
    Messages:
    2,379
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +992 / -0
    whoa, nais info. cek kulkas d, lmyn wat buka. hwhw..

    dibanding 3 presiden trahir beda jauh y. mreka lbih mementingkan hasil, sama skali ga memikirkan posisi "presiden". beda ma yg skarang asal jadi "presiden", hasil blakangan...
     
    • Like Like x 1
  15. darknightzz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jan 11, 2009
    Messages:
    750
    Trophy Points:
    171
    Ratings:
    +1,935 / -0
    arghhh...
    jaman-jaman eke sekolah nda di ajarin di pelajaran sejarah nih..
    kurikulum jaman bahela emang sejarah yang udah di poles ternyata..
    sedih kalah ama anak muda jaman sekarang
     
  16. raynz M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Sep 10, 2008
    Messages:
    848
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +14,849 / -0
    Past make a presence, presence make a future..
    kita tidak bisa mengambil pernyataan secara sepihak bahwa sikap pemerintah jaman skr tidak lebih baik dari pemerintah jaman dulu. karena permasalahan yang dihadapi jaman sekarang sangat multidimensional. untuk masalah lebih baik atau tidak, cukup saja kita mengatakan sikap soekarno hatta pada saat dulu menunjukkan tipikal pemimpin yang baik. apakah pemerintah jaman sekarang bisa seperti itu? kita tidak bisa menjugdenya dari satu sisi, karena buah duren diluarnya berduri didalamnya daging manis. kita hanya melihat pemerintah dari sisi luar saja. mungkin kl kedalam bisa kita liat apakah baik atau buruknya..
    disini gw bukan ngajakin prokontra ke pemerintah, tapi sebagai anak muda lebih baik kita menyiikapi masalah ini dngan bijak, sebijak yang dilkukan sokarno hatta pada saat masa lalu..
    MERDEKA!!
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  17. MIKO2K0 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 15, 2009
    Messages:
    82
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    sejarah indonesia lagi - lagi hampir melupakan sesuatu yang penting dalam link-nya. hanya manusia bodoh yang tidak belajar dari sejarah yang sesungguhnya.
     
  18. ahmad_k M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 12, 2009
    Messages:
    398
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +12,901 / -4
    ada yg punya putunya,gak?
    Pengen liat wajah presiden2 jadul kite dunksss:piss::piss:
     
  19. epondaag Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    11
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    kok baru tau yah... ngga pernah disebut di sejarah waktu sekolah dulu...
     
  20. adheetama M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    May 6, 2010
    Messages:
    4,763
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +31,668 / -0
    biar jadi presiden sementara tapi waktu itu bukan kebanggaan jadi presiden yang ada dipikiran mereka, cuman meneruskan perjuangan pendahulu aja

    gajinya mungkin juga bukan duit (wong ekonomi negara aja morat marit gimana mau dapat duit dari gaji presiden) todongan senjata belanda jadi taruhannya
     
  21. vtecxx Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jul 26, 2008
    Messages:
    148
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +6 / -0
    ohh ada 2 yach.. ane tau na cuma 1... si assat aja tau na...
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.