1. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi membership Gatotkaca di sini yaa~
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Ungkapin kenangan film Asia paling berkesan buatmu. Berhadiah GK, Pulsa, dan Line Gift Sticker loh! .Klik info lengkapnya di sini, kuy~.
  5. Tim staff IDWS mengajak dan memberikan kesempatan IDWS Mania bergabung dalam tim staff komunitas forum IDWS nih. Klik untuk info lengkapnya yuk~
  6. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

15 langkah menuju manusia konstruktif

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Nebunedzar, Apr 1, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Nebunedzar M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    947
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +6,283 / -0
    15 LANGKAH MENUJU MANUSIA KONSTRUKTIF
    Oleh: Yudhi Soenarto



    Di jaman yang serba cepat, instan dan penuh kepalsuan ini, sering kita merasa menjadi korban keadaan atau keterpaksaan. Benarkah demikian? Atau pengakuan kita sebagai ‘korban’ jangan-jangan hanya salah satu cara mekanisme pertahanan kita untuk membenarkan dan menyamankan diri? Setiap manusia dewasa yang waras bertanggung jawab atas segala yang terjadi pada diri dan lingkungannya, karena sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk merancang masa depan. Berikut saya tuliskan 15 langkah yang bisa ditanamkan dalam pikiran dan diterapkan dalam tindakan untuk menjadi manusia yang lebih konstruktif:

    1. Bersyukur atas segala yang kita miliki.
    Sering kita merasa kurang, tanpa melihat bahwa sebenarnya yang kita miliki relatif lebih dari banyak orang lain. Jika kita melihat bahwa kondisi kita jauh lebih baik dari orang lain, kita akan bersyukur atas segala anugerah yang dapat kita nikmati.
    2. Berterima kasih kepada semua yang telah berjasa dan berbuat baik.
    Tidak seorang pun di dunia ini mencapai keberhasilan tanpa bantuan orang lain. Sukses yang kita peroleh sebenarnya terwujud atas bantuan banyak pihak: keluarga, guru, sahabat, teman, dll. Terima kasih bukan hanya kata-kata, tapi sikap dan perbuatan. Orang yang tahu berterima kasih akan dapat menjaga hubungan baik dengan orang-orang lain, yang tentu saja tidak akan segan untuk terus berbuat baik kepadanya.
    3. Menerima takdir.
    Sebenarnya segala yang terjadi sudah ada penulis dan sutradaranya, dan yang kita miliki sebagai pelaku adalah kemungkinan-kemungkinan. Tidak ada yang salah atau kebetulan, semua yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi dan merupakan konsekuensi dari kemungkinan yang kita ambil. Terimalah kenyataan apa adanya.
    4. Menyadari kekurangan dan berusaha untuk lebih baik.
    Sebagai manusia, tentu kita memiliki kekurangan. Kesadaran akan kekurangan-kekurangan kita adalah langkah awal menuju perbaikan. Bertekad dan berusahalah untuk memperbaiki satu demi satu, buktikan, jangan hanya sebatas kata-kata.
    5. Berpikir positif tentang orang lain.
    Ketika kita berpikir buruk tentang orang lain, orang pertama yang dirugikan adalah diri kita sendiri. Jika tidak terhindarkan, coba selesaikan dengan berkomunikasi dan kesediaan untuk memaafkan. Jika mulai timbul pikiran negatif tentang orang yang biasanya kita anggap positif, berintrospeksilah. Tidak ada asap jika tidak ada api.
    6. Bersikap jujur dan adil kepada diri sendiri dan orang lain.
    Sering kita tidak jujur dan tidak adil, terutama kepada orang lain. Ketika kita mengaku selalu jujur dan adil, kemungkinan besar justru kita sudah tidak jujur dan tidak adil. Mekanisme pertahanan kita memang cenderung untuk selalu membenarkan diri sendiri. Hanya orang yang mawas diri yang dapat mengakui kesalahan dan kekurangan tanpa merasa marah, dan berusaha untuk memperbaikinya secara konsekuen.
    7. Jangan biarkan rasa takut memegang kendali.
    Manusia normal memiliki rasa takut, namun jika rasa takut lebih mengendalikan tindakan-tindakan kita, kita akan selalu ragu, mandeg atau bahkan blunder. Rasa takut sebenarnya akibat dari pikiran negatif kita tentang hal-hal yang belum jelas atau belum terjadi, baik yang logis maupun yang tidak logis. Selayaknya ini bisa dikendalikan, dengan tetap berhati-hati dan waspada.
    8. Siap untuk berubah dan menerima perubahan.
    Sering kita berkata, “Saya memang begini, sudah dari sononya...dll” sehingga seolah-olah tidak ada kemungkinan untuk berubah. Padahal manusia adalah mahluk dinamis, yang selalu berubah. Jangan terlalu yakin dengan kepribadian; kepribadian hanyalah sekumpulan kebiasaan yang terbentuk lewat pengalaman sebagai bagian dari mekanisme pertahanan kita dalam menyikapi hidup. Kepribadian pun berubah, kita berubah. Yang perlu diperhatikan adalah apakah perubahan itu menuju perbaikan atau sebaliknya.
    9. Membangun motivasi pribadi.
    Motivasi yang paling baik adalah motivasi yang lahir dari diri sendiri, bukan yang diharapkan, dipaksakan atau diharuskan oleh orang lain. Namun dalam kenyataannya, sering kita lebih menggantungkan motivasi kita pada motivasi orang lain sehingga kita kehilangan motivasi ketika tidak ada yang memotivasi. Tentukan pilihan kita, mulailah untuk berpikir bahwa kita harus memotivasi diri sendiri dan, jika mungkin, orang lain. Lakukan dengan tulus.
    10. Bertanggung jawab dan membangun komitmen untuk masa depan.
    Sering kita menyetujui atau menyepakati sesuatu, tetapi kemudian bertindak tidak konsisten baik secara sadar maupun tidak. Mekanisme pertahanan kita akan mengajukan berbagai alasan untuk membela diri dan semakin ini kita biarkan semakin rendah nilai diri kita sebagai manusia. Segala sesuatu memiliki konsekuensi dan manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang siap menanggung konsekuensi dari perkataan dan perbuatannya. Komitmen antar-pribadi, dalam keluarga, di organisasi, di tempat kerja, dll hanya bisa berjalan dengan baik di tangan orang-orang yang bertanggung jawab.
    11. Membangun rasa percaya diri.
    Di atas gunung ada gunung yang lebih tinggi, demikian pepatah. Jika kita merasa menjadi gundukan tanah atau bukit kecil, terimalah kenyataan dan berusahalah untuk bertambah tinggi. Tidak perlu menghindari orang yang lebih pintar, lebih sukses, lebih terkenal atau lebih yang lain dan merasa rendah diri di hadapan mereka. Justru seharusnya kita membuka diri untuk belajar dan memperbaiki kekurangan kita. Mulailah dengan keyakinan bahwa kita bisa lebih baik dan mau berusaha untuk itu.
    12. Mau belajar dan mendengar pendapat orang lain.
    Banyak orang berhenti belajar ketika mereka sudah merasa pintar, meskipun sebenarnya akan selalu ada hal yang bisa dipelajari. Sikap merasa pintar ini sebenarnya datang dari percaya diri yang berlebihan dan akhirnya menjadi kebodohan. Orang-orang yang merasa pintar akan sulit mendengar nasehat atau pendapat orang lain, betapapun logisnya, karena mereka sudah menjadi terlalu narsis dan hanya senang mendengar pendapat yang mau mereka dengar. Meskipun logika setiap orang berbeda, tetap ada logika yang objektif dan yang hanya subjektif. Sebaiknya kita tidak menjadi orang yang menutup telinga atau lari menghindar ketika logika subjektif kita tak mampu menghadapi logika orang-orang lain yang lebih objektif.
    13. Jangan serakah.
    Sebagai manusia kita tak pernah puas. Begitu banyak keinginan dan selalu berkembang, meski sering tidak realistis atau tidak sesuai dengan usaha yang kita lakukan atau kemampuan dan waktu yang kita miliki. Alangkah baiknya jika kita menyadari keterbatasan kita, baik dalam segi kemampuan, usaha, waktu, dll. Jika usaha untuk mendapatkan suatu keinginan mengganggu usaha untuk meraih keinginan-keinginan lain atau merusak hubungan sosial kita dengan kelompok atau individu lain, itulah tanda bahwa kita belum layak memiliki banyak keinginan dan sebaiknya menyusun rencana yang lebih logis dan sesuai dengan kenyataan.
    14. Hadapi masalah.
    Anak kecil akan menangis atau berlindung di balik punggung orang tuanya jika mendapat masalah yang tidak mampu ia hadapi. Orang dewasa yang pengecut dan cengeng juga akan melakukan hal yang serupa. Bila pun tidak bersembunyi di belakang orang lain, ia akan melarikan diri dari masalah tanpa menyelesaikannya. Ia bisa mabuk atau pergi ke suatu tempat untuk melupakan masalah, tapi masalah tidak akan terpecahkan jika tidak dihadapi. Seberat apa pun masalah, pasti bisa diselesaikan. Jangan ragu atau malu untuk meminta bantuan orang lain, tapi jangan menggantungkan diri pada bantuannya. Di samping itu, masalah yang kita hadapi sebenarnya adalah ujian atau pelajaran yang selalu bisa diambil hikmahnya.
    15. Menjaga irama batin.
    Segala yang hidup mempunyai irama, termasuk batin kita. Dan kedamaian pribadi hanya bisa dicapai jika irama batin terjaga. Ini bisa dilakukan dengan beribadah, berdzikir, bermeditasi atau berkontemplasi dengan mengatur pernafasan, dalam suasana yang tenang. Segala perasaan negatif bisa diredam dengan cara ini dan hidup menjadi lebih indah.

    Semua langkah di atas bisa dilakukan, jika kita mau. Siapa yang akan mengubah nasib kita jika kita tidak berusaha mengubahnya? Semoga kita dapat menjadi manusia yang lebih konstruktif dan merancang masa depan yang lebih cemerlang bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

    P.S. Catatan ini tidak saya tulis untuk individu atau pribadi tertentu, tapi berdasarkan kegelisahan saya melihat kecenderungan yang saya temukan pada orang-orang di sekitar saya. Tolong dikomentari, didiskusikan dan dikoreksi jika kurang tepat.

    Sumber:
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=408506915773
     
  2. Keikokukien M V U

    Offline

    Beginner

    Joined:
    Jul 19, 2009
    Messages:
    208
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +8 / -0
    wow.. nice post.. btw ini gk jauh sama sikap org dewasa kan ??
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.