1. Disarankan registrasi memakai email gmail. Problem reset email maupun registrasi silakan email kami di inquiry@idws.id menggunakan email terkait.
  2. Hai IDWS Mania, buat kamu yang ingin support forum IDWS, bebas iklan, cek hidden post, dan fitur lain.. kamu bisa berdonasi Gatotkaca di sini yaa~
  3. Pengen ganti nama ID atau Plat tambahan? Sekarang bisa loh! Cek infonya di sini yaa!
  4. Pengen belajar jadi staff forum IDWS? Sekaran kamu bisa ajuin Moderator in Trainee loh!. Intip di sini kuy~

Inspiration 10 Pelajaran hidup yang tak bisa kamu dapatkan dari bangku kuliah

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by yufisyalala, Oct 28, 2014.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. yufisyalala M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    Jun 28, 2013
    Messages:
    1,236
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +18,976 / -0




    10 Pelajaran hidup
    yang tak bisa kamu dapatkan dari bangku kuliah




    Masa kuliah menjadi kesempatan kita untuk mengembangkan diri. Mendalami ilmu yang diminati, bergaul dengan teman dari berbagai latar belakang, belajar lebih mengenal diri sendiri; banyak hal yang bisa dimaksimalkan saat masih menyandang predikat mahasiswa.
    Namun, kampus tak lantas lunas memberikan semua yang kita butuhkan sebagai bekal hidup di masa depan. Ada lho hal-hal yang sebenarnya sangat kita butuhkan dalam hidup, tapi tak bisa kamu dapatkan di bangku kuliah.


    [​IMG]


    1. Sikap Rendah Hati dan Kemauan untuk Belajar Tidak Bisa Kamu Dapatkan Di Bangku Kuliah. Mereka Hanya Bisa Kamu Dapatkan Lewat Pengalaman Nyata Di Lapangan

    Sebagai lulusan Jurusan Sastra yang bekerja di bidang jurnalistik, ilmu-ilmu tentang kesusastraan ternyata tak seberapa digunakan. Menulis berita dan artikel dengan teman-tema populer justru memaksamu memperdalam wawasan dan kemampuan tata bahasa. Jika saat kuliah kamu terbiasa menulis dengan gaya bahasa yang ilmiah dan cenderung kaku, pekerjaan menuntutmu lebih luwes dengan berbagai gaya penulisan.
    Yang pasti, proses belajar tidak begitu saja berhenti setelah sah menyandang gelar sarjana. Memasuki dunia kerja berarti memulai proses belajarmu kembali. Bukan lewat buku-buku perkuliahan atau catatan dari dosen, kamu justru belajar dari tugas-tugas yang didelegasikan atasan padamu. Misalnya, ketika didaulat menulis tentang fenomena kemacetan Jakarta, kebutuhan mencari dan menyusun data adalah proses belajar yang secara tak langsung kamu lakoni.


    2. Senioritas Tidak Menentukan Apapun, Kerja Kerasmu yang Jadi Penentu Kesuksesan

    Dalam budaya pergaulan di kampus dikenal istilah senior dan junior. Adik tingkat sebagai junior terdidik menghormati kakak tingkat atau senior yang biasanya lebih tua atau lebih dahulu mengenyam pendidikan di kampus. Merekalah yang sedikit banyak membantu mengenalkan dunia kampus padamu saat perlu meminjam buku atau ingin bertanya tentang karakter dosen-dosen pembimbing misalnya.
    Namun, sistem ini tentu tak berlaku di dunia kerja. Usia bukanlah patokan yang menentukan siapa yang seharusnya lebih dihormati atau dianggap senior. Maganer-mu di kantor bisa jadi usianya lebih muda darimu dan hal itu sah-sah saja. Yang pasti, semangat kerja dan perjuangannya bisa jadi lebih besar darimu lantaran posisi dan pencapaian juga jauh di atasmu.


    3. Kalau Mau Berkembang Dengan Cepat, Kemampuan Komunikasi dan Kelihaian Bekerja Dalam Tim Harus Kamu Miliki

    Baik mahasiswa yang individualis atau mereka yang terbiasa bekerja dengan kelompoknya terbukti bisa sama-sama sukses di kampus. Kemampuan komunikasi atau bekerja sama dengan orang lain tidak jadi isu yang begitu penting. Padahal, yang terjadi di dunia nyata justru sebaliknya.
    Tugas-tugas kantor mengharuskanmu bisa bekerja dalam tim. Misalnya, seorang staf marketing tak bisa begitu saja menentukan strategi marketing yang paling cocok untuk perusahaan. Sebuah keputusan baru bisa diambil setelah proses diskusi panjang dengan staf lain yang terlibat, persetujuan dari atasan, hingga akhirnya diputuskan. Demi bisa melewati proses ini dengan lancar, kemampuan komunikasi adalah yang kamu andalkan. Intinya, baik gaya bicara, sikap, dan kemampuan mengontrol emosi diri harus benar-benar diperhatikan.


    4. Akan Sulit Membedakan Antara Teman dan Lawan. Dunia Kerja yang Sesungguhnya Selalu Dihiasi Dengan Persaingan.
    Ketika masih kuliah, kamu dengan mudah melabeli satu persatu temanmu. Dia yang selalu iri ketika nilaimu ternyata lebih baik dari nilainya bukanlah teman. Kawan adalah dia yang selalu menyemangatimu saat ujian, atau dia yang selalu berbaik hati meminjamkan catatan.
    Sementara, yang terjadi di dunia kerja justru jauh berbeda. Bahkan, teman dan lawan akan sangat sulit dibedakan. Rekan kerja yang setiap makan siang selalu menemani dan jadi teman mengobrol, bisa jadi saingan terberatmu. Mungkin, dialah yang menjadikanmu gagal mendapat promosi lantaran prestasinya ternyata lebih baik darimu.
    Apakah hal ini salah? Tentu tidak. Setiap orang berhak berjuang secara profesional untuk karirnya. Kamu pun selayaknya bisa berlaku dewasa dengan tidak membiarkan urusan pekerjaan mempengaruhi pertemanan kalian.


    5. Menjadi Diri Sendiri Bukan Berarti Bebas Bertindak Tanpa Memikirkan Perasaan Orang Lain

    Saat kuliah kamu merasa bisa bebas menjadi dirimu sendiri. Kamu bisa lugas menegaskan apa yang kamu suka dan tidak disukai. Ketika mendapat tugas kelompok, kamu juga punya kesempatan untuk menghindari teman-teman yang tidak membuatmu merasa nyaman.
    Namun, hidup dalam lingkungan sosial yang lebih luas mendidikmu untuk belajar menahan diri. Kecil kemungkinan kamu bisa memilih tim kerja yang kamu sukai lantaran hal itu biasanya sudah ditetapkan perusahaan. Kamu seharusnya siap menghadapi berbagai karakter rekan-rekan kerjamu. Sementara, menjaga sikap dan tutur katamu pun sudah jadi hal yang wajib karena dari situlah mereka akan menilai dirimu.


    6. Jejaring dan Koneksi Ternyata Super Penting Untuk Kesuksesanmu

    Jika saat kuliah pertemananmu hanya berkutat di lingkungan jurusan atau fakultas, tentu akan berbeda setelah lulus. Pasalnya, kamu butuh menjalin pertemanan yang lebih luas – dengan lebih banyak teman dari berbagai latar belakang. Yang pasti, kelak saat mencari pekerjaan atau merintis bisnis, kamu akan menyadari pentingya koneksi tersebut.


    7. Menabung Bukan Perkara Mudah, Kamu Harus Pintar-Pintar Mengatur Pengeluaran

    Setelah lulus dan hidup mandiri, salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah mengatur keuanganmu. Tentang bagaimana menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran. Menghitung gaji lalu menyesuaikannya dengan berbagai kebutuhan yang tidak bisa tidak dipenuhi. Kamu pun sekuat-kuatnya berusaha menyisihkan uang demi bisa punya tabungan. Walaupun terdengar tidak mudah, ‘matang’ secara finasial adalah tuntutan di usia dewasa


    8. Saat Masih Kuliah, Salah Menjawab Soal Ujian Berarti Mendapatkan Nilai Jelek. Di Dunia Kerja, Kesalahan Justru Harus Kamu Manfaatkan Sebagai Proses Belajar

    Nilai ujian yang jelek atau saat tak bisa menjawab pertanyaan dosen di kelas mungkin membuatmu terlihat tidak pintar. Tapi, dunia kerja menjadikan kesalahan sebagai sesuatu yang justru berharga. Kesalahan atau kegagalan justru menunjukkan usahamu yang terus-menerus. Misalnya, seorang entrepreneur yang beberapa kali bangkrut justru akhirnya bisa menemukan bidang usaha yang paling sesuai untuk digelutinya.


    9. Hidup Ternyata Bukan Soal Tujuan, Proses Panjang Di Baliknyalah yang Membuatmu Berkembang

    Sistem belajar di kampus membiasakan kita berorientasi pada nilai. Kadang, ketika hasil ujian tak cukup memuaskan, kita akan merasa kecewa atau bahkan sedih. Kondisi ini bisa jadi membuatmu cenderung ambisius, terlalu fokus pada tujuan tapi tak menikmati proses. Kamu boleh jadi dapat nilai bagus tapi tak lekat-lekat meresapi ilmu yang kamu pelajari.
    Lepas dari kampus menjadikanmu sadar bahwa hidup tak selalu soal tujuan atau target. Menghadapi berbagai tugas dari bos meyakinkanui bahwa setiap hari adalah proses belajar dan kesempatan bertumbuh jadi pegawai sekaligus pribadi yang lebih baik. Bahkan, kamu pun belajar untuk selalu siap menghadapi kemungkinan gagal yang bisa datang kapan saja. Yang pasti, sekali dua kali jatuh tak lantas menghentikan langkahmu, kamu akan bergegas berlari dan melanjutkan perjalananmu


    10. Kamu Tidak Bisa Bergantung Pada Orang Lain. Kawan Akan Datang dan Pergi. Satu-Satunya yang Bisa Kamu Harapkan Adalah Dirimu Sendiri

    Semua orang berproses dengan kehidupan mereka masing-masing, termasuk teman-temanmu. Dulu, saat masih kuliah, banyak hal yang kalian bisa lewati bersama. Mengerjakan tugas, makan siang, nongkrong sepulang kuliah; kebersamaan ini harus diakui menjadikan beban hidupmu sedikit terasa lebih ringan.
    Namun, keadaan akan 180 derajat berubah ketika satu-persatu temanmu lulus. Mereka mulai melanjutkan hidup ke jenjang selanjutnya; mulai menjajal berbagai lowongan pekerjaan, melanjutkan kuliah S2, atau justru memutuskan untuk segera menikah. Bukan berarti tak lagi peduli satu sama lain, tapi masing-masing individu memang harus memperjuangkan hidupnya sendiri. Kamu pun sudah seharusnya mulai berjuang sendiri demi masa depanmu.




    Nah, gimana? sudah cukupkah bekal yang kamu punya untuk menjejak dunia yang sebenarnya? Jika belum, jangan jadikan dirimu takut, ya! Tak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan dirimu mulai sekarang demi masa depanmu kelak! :hmm:



    Source: hipwee.com ​
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

  3. zulfikar32 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Jan 23, 2014
    Messages:
    78
    Trophy Points:
    7
    Ratings:
    +2 / -0
    langsung aq save... terimakasih
     
  4. henrii M V U

    Offline

    Lurking Around

    Joined:
    May 17, 2009
    Messages:
    1,053
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +5,545 / -0
    bener banget ini

    perkuliahan itu sejatinya belum "dunia nyata", jadi belum banyak pelajaran hidup yang didapat saat kuliah
     
  5. GingerMcHale M V U

    Offline

    Post Hunter

    Joined:
    Apr 9, 2013
    Messages:
    2,292
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +201,267 / -1
    Point 6 dan 10 itu selalu ada di pikiran ane, Di satu sisi kita harus bisa banyak bergaul atau punya banyak temen, tapi disisi lain, balik lagi kedriri kita sendiri, meski banyak temen didi sendiri juga harus siap utk kemungkinana terburuk
     
  6. AF2895 Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Aug 19, 2012
    Messages:
    11
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    perkuliahan = real world
     
  7. wahyun8 Members

    Offline

    Joined:
    Jun 14, 2012
    Messages:
    5
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    keren gan :niceinfo:
     
  8. regenz Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 5, 2013
    Messages:
    64
    Trophy Points:
    22
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4 / -0
    :ehem:
    I don't think so.. ane pernah kuliah dan memang kuliah itu membuka semua pintu logika berpikir dan wawasan ane.. tpi bukan berarti real world.
    setuju sm semua point yg ada, terutama point 2.. senioritas berlaku cuman di kampus, bisa jadi yg dulunya senior di kampus malah jadi bawahan di kantor..

    dan contoh yang paling nyata itu Bu mentri Susi.. g sampe bangku kuliah.
    tp bukan berarti ane nyaranin g kuliah, kuliah penting juga, asal niatnya bener2 belajar, bukan sekedar nyari ijazah untuk kerja..:fufufu:
     
    • Like Like x 1
  9. soulcrafter M V U

    Offline

    Revolution

    Joined:
    Feb 14, 2012
    Messages:
    632
    Trophy Points:
    217
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +8,930 / -6
    kuliah = prepare buat dunia kerja masbro :hmm:
     
  10. regenz Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    May 5, 2013
    Messages:
    64
    Trophy Points:
    22
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4 / -0
    tp ada tmen ane kuliah pure krn blajar.. kayak si phunsuk wangdu/ranchodas chancad 3 idiot..
    ampir 7 taun kuliah, kerjaannnya bikin TA nya tmen2nya, termasuk bantuin bkin TA ane..
    g peduli sm ijazah dia nya..
     
  11. soulcrafter M V U

    Offline

    Revolution

    Joined:
    Feb 14, 2012
    Messages:
    632
    Trophy Points:
    217
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +8,930 / -6
    lah orang kayak gtu ujung2nya pasti jadi Dosen :XD: kan tujuan utma kuliah slain blajar teorinya blajr prakteknya dan bersosial biar biasa kerja tim... :)
     
  12. niselfishy Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Sep 28, 2012
    Messages:
    130
    Trophy Points:
    52
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +94 / -0
    Poin nomor 1.Sikap Rendah Hati dan Kemauan untuk Belajar Tidak Bisa Kamu Dapatkan Di Bangku Kuliah. Mereka Hanya Bisa Kamu Dapatkan Lewat Pengalaman Nyata Di Lapangan
    Jadi inget perkataan seorang dosen di kelas
    "Setelah lulus nanti, yang kamu bawa bukan ilmu yang kamu pelajari mati-matian selama di kampus ini, tapi kemampuan belajar dan menganalisislah yang kamu bawa untuk nantinya melanjutkan di kehidupan kerja"
     
    • Like Like x 1
  13. claudee_wm Members

    Offline

    Silent Reader

    Joined:
    Feb 2, 2013
    Messages:
    110
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +4 / -0
    keren keren mantap :)
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Dibangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.