1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Legend/Myth Two Great Chinese Legend - Facts and Fiction

Discussion in 'History and Culture' started by Kurenai86, Mar 30, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    Fact and Fiction
    Two Great Chinese Legend
    Feng Shen Bang (Investiture of Gods) dan Xi You Ji (Journey to the West)

    Kayaknya karena di Indonesia masih banyak yang bingung dengan 2 kisah di atas, maka saya mau coba bahas hal ini, dengan catatan, pembahasan ini adalah secara garis besar saja. Untuk lebih detailnya akan menjadi bahan diskusi.
    Tidak bisa dihindari kalau pembahasan ini mengandung spoiler untuk kedua film tersebut.

    ada beberapa pepatah yang saya suka hingga saat ini...

    'kalau orang dalam hatinya ada Buddha (bisa diganti dewa, Tuhan, Allah, dsb sesuai agama dan kepercayaan masing2), maka semua yang dia lihat adalah Buddha.
    kalau orang dalam hatinya ada sapi, maka semua yang dia lihat adalah sapi...'

    'Satu jarimu menunjuk pada orang lain, maka empat jarimu yang lain menunjuk pada dirimu sendiri'

    'Bila orang, demi menonjolkan/membenarkan agama / mazhabnya sendiri dengan cara menjelekkan agama/mazhab orang lain, berarti dia menjelekkan agama/mazhabnya sendiri.
    Bila orang menghormati agama/mazhab orang lain, berarti dia menghormati agama/mazhabnya sendiri.'-- Tugu Ashoka

    Sebagai permulaan, Feng Shen Bang dan Xi You Ji keduanya berdasarkan kisah nyata, biarpun memang sebagian besar tokoh adalah fiktif. Kalo dilihat dari sudut pandang agama dan kepercayaan, maka Feng Shen Bang mewakili ajaran agama Tao, sementara Xi You Ji mewakili ajaran agama Buddha.

    1. Feng Shen Bang / Feng Shen Yan Yi
    Settingnya adalah masa peralihan dinasti Yin Shang menjadi Zhou (kira-kira 1100 Sebelum Masehi), untuk informasi lebih lengkap, lihat di:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Shang dan
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Zhou .
    Tokoh Jiang Zi Ya benar2 ada dalam sejarah (lihat di: http://en.wikipedia.org/wiki/Jiang_Ziya), begitu juga Da Ji sang permaisuri yang dalam legenda ini disebut2 sebagai penjelmaan siluman rubah
    (lihat di : http://en.wikipedia.org/wiki/Daji).
    Di sini diceritakan para pahlawan yang berperan dalam perang untuk meruntuhkan dinasti Shang dan mendirikan Dinasti Zhou, baik pihak kawan atau lawan pada akhirnya diangkat menjadi dewa yang ada dalam kepercayaan Tao. Kepercayaan itu sendiri sudah ada sebelumnya, dengan bukti bahwa para pendeta (termasuk Jiang Zi Ya) menganut kepercayaan tersebut.
    Sebagai hubungan dengan agama Buddha, kalo diperhatikan, di bagian akhir FSB, untuk menangkap Tong Tian (ketua para pendeta yang memihak Yin Shang), para pendeta Tao dari pihak Zhou itu meminta bantuan dari 'Pendeta dari Barat' yang bisa disamakan dengan 3 dewa utama Hindu (Brahma, Wisnu, Syiwa), serta ada juga pendeta yang nantinya menjadi Sang Buddha (saat itu masih Boddhisatwa dan baru lahir menjadi Pangeran Siddharta sekitar 500 tahun kemudian).
    Jadi, sejak FSB, kerjasama dan hubungan antara Buddha, Hindu, dan Tao sudah ada.

    2. Xi you Ji
    settingnya jaman dinasti Tang (kira2 600 Masehi) pada masa pemerintahan Kaisar Li Shimin (Tang Taizong), untuk info lengkapnya lihat di
    http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Tang).
    Dalam sejarah dinasti ini, tokoh Biksu Tang benar2 ada, link wiki : http://id.wikipedia.org/wiki/Xuanzang
    peta perjalanan Xuan Zhang dalam sejarah
    [​IMG]
    Menurutku, begini latar belakang ceritanya:
    Agama Buddha berkembang di India sekitar tahun 500 Sebelum Masehi (kira2 500 tahun setelah kejadian di FSB). setelahnya pada pemerintahan Raja Asoka di India, dikirim misionaris yang menyebarkan agama itu sampai ke China (dengan cara damai tentunya) dan menjadi populer di sana. Namun ajaran itu masih dangkal. Kitab2 yang ada terjemahannya tidak lengkap dan kadang malah saling bertentangan satu sama lain.
    Pada masa Dinasti Tang kira2 1100 tahun kemudian, untuk mendapat isi kitab /ajaran yang lebih lengkap, berangkatlah Biksu Tang (yang kemudian populer dengan kisah JTTW) ke India untuk mendapat kitab yang lebih lengkap di perpustakaan Nalanda, India dan mempelajarinya lebih dalam lagi. Perjalanan itu memakan waktu 14 tahun pulang pergi. Setelahnya beliau menerjemahkan kitab2 tersebut dari bahasa aslinya (Sansekerta / India) ke dalam bahasa Mandarin. Dalam kisah XYJ, ditambahlah tokoh Sun Wu Kong dan sebagainya untuk membantu dan melindungi sang Biksu dalam perjalanannya. Sementara itu, para Dewa yang ada dalam ajaran Tao membantu mereka dalam perjalanan bila menemui kesulitan.

    Asal Usul Sun Wu Kong (http://en.wikipedia.org/wiki/Sun_Wukong)
    Untuk menjawab pertanyaan kenapa Wu Kong yang begitu hebatnya bisa mengacau kayangan namun kemudian tampak tak berdaya di tangan Sang Buddha, saya akan bahas lebih ke belakang sebelum Wu kong lahir.

    Kalau memperhatikan / menonton adaptasi FSB terbaru dengan judul Legend and the Hero bagian 2, ada tokoh yang bernama Yen Hung yang menjadi jendral pihak Yin Shang. Pada akhirnya ketahuan bahwa Yen Hung adalah siluman kera yang berasal dari pecahan batu 5 warna milik Dewi Nu Wa. Dia sangat hebat dan hanya Yang Cien (Er Lang Shen) yang bisa menandinginya. Yen Hung akhirnya tertangkap dan dikurung kembali dalam wujud batu. Dia ini yang nantinya menjadi cikal bakal Sun Wu Kong setelah 1000 tahun berlalu. Dalam Legend and the Hero juga Yang Cien diberitahu bahwa pertempuran mereka belum selesai, bahwa setelah 1000 tahun, pertempuran mereka akan terulang. Ramalan itu jadi kenyataan saat Si Monyet Batu dalam wujud Sun Wu Kong mengacau Khayangan.

    Jadi jangan heran kalo hampir tidak ada yang bisa menandinginya di istana khayangan, Saat dalam kisah FSB saja, tidak ada yang bisa mengalahkan Yen Hung selain Yang Cien. Ditambah, karena Yen Hung / Wu Kong terlahir dari batu 5 warna yang digunakan dewi Nu Wa (dari kisah FSB - Dewi yang juga berperan dalam penciptaan langit dan bumi serta manusia; bila di Mitologi Yunani kedudukannya hampir sama dengan Gaia; dalam mitologi Jepang : Izanami ) untuk menambal langit, bisa dibilang Wu Kong itu pusakanya Dewi Nu Wa, jadi makin jelas kalau jadi tak terkalahkan.

    Jangan salah, Wu Kong bisa ditangkap (mis: menggunakan cincin Pusaka Tai Shang Lao Jun, menggunakan tali pusaka - dulunya digunakan oleh Du Xing Sun dalam FSB - dalam cerita melawan siluman tanduk emas dan perak). Tapi, dia tidak bisa dibunuh dengan cara apapun.
    Sang Buddha juga hanya menangkap, mengurung, dan pada akhirnya menggunakan Biksu Tang untuk mengendalikan sifat liar Wu Kong. Jadi, Buddha juga tidak bisa memusnahkan Wu Kong.

    Asal Usul Er-Lang Shen (http://en.wikipedia.org/wiki/Erlang_Shen)
    Dalam film seri Origin / Prequel of the Lotus Lantern, disebutkan bahwa Yang Cien merupakan keponakan Kaisar Langit (Yu Di). Yang Cien adalah anak kedua dari 3 bersaudara, karena itu mendapat sebutan Er Lang (Putra Kedua). Karena ibunya melanggar aturan langit yaitu Dewa tidak boleh menikah dengan manusia, maka mereka sekeluarga diburu oleh pasukan langit. Pada akhirnya, ayah dan putra pertama tewas terbunuh, sementara ibunya dikurung di dalam gunung. Yang Cien dan adik ketiganya (San Mei- Yang Chan) berhasil melarikan diri, mendapat kesaktian (yang Cien mendapat mata Langit dan 72 ilmu perubahan wujud, sementara Yang Chan mendapat Bao Lie Deng / Lentera Teratai) dan akhirnya berusaha membebaskan ibu mereka.
    Kisah ini dikonformasi saat Yang Cien berhadapan dengan Sun Wu Kong dalam XYJ saat Wu kong Mengacau kayangan, dimana Wu Kong menyebut2 hal itu di hadapan orang yang bersangkutan.

    Harap diperhatikan, Yang Cien berhadapan dengan Wu Kong hanya 1 kali, yaitu setelah Kaisar Langit diingatkan oleh Guan Yin untuk meminta bantuan Yang Cien. Setelah itu, terjadi pertempuran antara mereka berdua dan melibatkan adu ilmu perubahan wujud. Pada akhirnya, dengan bantuan Cincin Pusaka Tai Shang Lao Jun, Wu Kong ditangkap. Setelah itu, saat Wu Kong berhasil membobol tungku obat Tai Shang, menjadi bertambah sakti, dan kembali membuat kekacauan, Yang Cien tidak muncul lagi sampai akhirnya Sang Buddha turun tangan dan mengurung Wu Kong. Alasan Yang Cien tidak keluar untuk kedua kalinya mungkin karena dia masih dendam dengan pamannya yang telah mengurung ibunya dan membuat mereka sekeluarga tercerai-berai. Ditambah lagi, tampaknya Yang Cien sudah tahu kalau akan ada tokoh lain (maksudnya Sang Buddha) yang akan mengurus monyet itu.

    Pertanyaan: kenapa Wu Kong yang begitu hebat sampai bisa mengacau Khayangan, saat dalam perjalanan mengambil kitab suci jadi terlihat lemah dan (hampir) selalu meminta bantuan dari para Dewa yang notabene dulu kalah semua melawannya, padahal sudah ada bantuan dari adik kedua (Ba Jie) dan ketiga (Sha Sheng)-nya?

    Sebenarnya ada beberapa jawaban, dan semuanya terkait dengan Sang Biksu Suci itu sendiri. Sekarang akan ditelaah dari kondisi sebelum dan sesudah bertemu Biksu Tang:
    1. Saat jadi Qi Tian Ta Shen yang mengacau khayangan, Wu Kong sama sekali tidak punya kekhawatiran. Dia sama sekali tidak peduli ataupun takut pada apapun. Tanpa rasa khawatir, maka dia bisa bebas pergi dan bertindak sesukanya. Karena itu si monyet jadi tampak tak terkalahkan. Para siluman lain-pun ikut bekerjasama dengannya karena melihat kesaktiannya itu. Setelah bertemu Biksu Tang, Wu Kong jadi memiliki hal yang dikhawatirkan, yaitu nyawa sang guru. Ditambah lagi, Sang Biksu Suci tampaknya menjadi seperti magnet yang menarik keinginan berbagai siluman untuk memakannya, dengan tersebarnya isu bahwa barang siapa yang memakan dagingnya akan hidup abadi dan awet muda.

    2. Saat mengacau khayangan, Wu Kong bisa membunuh sesukanya, sementara setelah bertemu Biksu Tang, Wu Kong dilarang keras untuk membunuh. Terbukti saat pertama bertemu, Wu Kong dengan mudah membunuh harimau dan perampok yang menyerang mereka. Namun lama kelamaan, apalagi dipicu dengan kejadian saat Wu Kong diusir oleh Biksu Tang pada kasus Siluman Tulang Putih, Wu Kong jadi berusaha keras untuk tidak membunuh lagi, dan karena itu jadi menahan diri dan kekuatannya sendiri (karena itu jadi terlihat lebih lemah daripada dulu). Maka jalan satu-satunya untuk menolong Sang Guru adalah dengan minta bantuan para Dewa dan pusaka mereka.

    3. Berkaitan dengan kedua saudara seperguruannya, karena asal mereka dari dewa yang melanggar aturan hingga diturunkan ke bumi, tentu saja mereka jadi sangat lemah dibandingkan Wu Kong (saat masih jadi dewa-pun mereka tidak berdaya menghadapi Wu Kong, apalagi setelah diturunkan ke bumi). Jadi kadang mereka malah merepotkan kalau menghadapi musuh yang kuat.

    4. Yang terakhir… entah kenapa sebagian besar musuh yang menghalangi perjalanan mereka ternyata adalah peliharaan para Dewa yang berhasil mencuri pusaka dan turun ke bumi menjadi siluman (di antaranya: ikan mas di kolam teratai Guan Yin, kerbau hijau tunggangan Tai Shang Lao Jun, elang Sang Buddha, tikus putih milik Li Jing, kelinci giok milik Dewi Bulan, dan sebagainya). Cara paling mudah menghadapi para peliharaan itu beserta pusakanya tentu saja memanggil Dewa pemiliknya untuk datang dan menjemput kembali peliharaan mereka itu.

    Saya curiga, para Dewa itu ‘sengaja’ melepas peliharaannya ke bumi dan ‘pura2 kecurian’ pusaka. Tujuannya jelas, yaitu bekerja sama dengan Buddha untuk menguji tekad Biksu Tang dan kesungguhan 3 pengikutnya mengambil kitab suci. Kalau diperhatikan, memang seberapa pun hebatnya siluman dan pusaka mereka, tidak ada luka yang berarti yang mereka derita. Para siluman itu terkesan mencari alasan untuk menunda-nunda memakan Biksu Tang yang seharusnya sudah jatuh dalam genggaman mereka. Mungkin menunggu sampai Wu Kong datang dan menolongnya, ya…

    Selain itu juga untuk menggenapi 81 ujian dalam perjalanan mereka. Terbukti saat mereka berhasil mendapat kitab, Sang Buddha sendiri bertanya pada Guan Yin, “berapa ujian yang sudah mereka lalui?” Saat dihitung, total ujian yang sudah mereka lalui saat itu ada 80, yang berarti kurang satu. Untuk menggenapinya, Sang Buddha melemparkan mereka dari atas awan, membuat rombongan yang akan kembali ke timur itu harus menyeberang sungai di atas punggung kura-kura. Di tengah sungai, mereka diceburkan oleh kura2 itu ke sungai hingga kitab suci yang mereka bawa basah semua dan harus bersusah payah mengeringkannya. Dengan demikian, lengkaplah 81 cobaan mereka.

    Buat yang penasaran kenapa XYJ lebih populer daripada FSB, kayaknya jawabannya udah jelas deh... XYJ tokoh utamanya lebih sedikit (cuma 4) dan jalan ceritanya simpel, jadi lebih mudah diikuti. Sementara FSB, tokohnya sangat banyak, dan yang terkenal cuma sedikit, seperti Ne Zha dan Yang Cien (Er-Lang Shen), apalagi ditambah ada unsur perang dan politik, termasuk adu strategi militer (meski tidak serumit San Guo). Bila penonton / pembaca tidak mengerti maksudnya, dijamin makin pusing saat nonton / baca ceritanya.

    Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan anggapan kalau XYJ lebih populer daripada FSB karena Buddha lebih populer (di dunia) dibandingkan Tao.

    Bonus: Ringkasan cerita Feng Shen Bang
    source : Kaskus (thanks udah buat terjemahannya)

    PS: moga2 ngga repost atau post tidak pada tempatnya...

    PS: kedua cerita itu dibuat / disusun pada Dinasti yang sama (meski settingnya beda), yaitu Dinasti Ming

    Kenapa saya pake wiki untuk referensi?
    sederhana, toh, kalo cari sesuatu di google dengan kata kunci tertentu, yang paling duluan muncul adalah Wikipedia...ya ngga?
    Apalagi Wiki bisa diedit bila dianggap ada kesalahan. Jadi, bisa dibilang kalo wiki adalah ensiklopedia dari dan untuk semua pengguna. Isinya adalah hal2 yang diterima secara umum, jadi kalo ada yang ngga setuju sama isinya Wiki, monggo, silakan edit aja sesukanya...
     
    Last edited: Jun 24, 2010
    • Like Like x 18
    • Thanks Thanks x 17
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    king_of_love The True Noblesse Gatotkaca

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    87
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +46,771 / -0
    Lho, memangnya selama ini dikira saling bermusuhan ya? :???:
    Tapi memang cerita ini sangat melegenda.
    Banyak yang dapat diambil atau dipetik dari membaca atau menonton serial tivinya. Bagi saya ini cerita yang bagus sekali :top:
     
  4. Offline

    tertindas Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 11, 2009
    Messages:
    4,017
    Trophy Points:
    241
    Ratings:
    +30,758 / -0
    walau yg saya tau cm Xi You Ji (Journey to the West) :swt:
    tp penjelasan kk masuk akal jg :top:
     
  5. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    Ya, ada beberapa oknum yang beranggapan seperti itu. Hal itu mungkin dipicu dengan cerita saat Wu Kong dengan mudah mengacau khayangan (Tao), tapi kemudian tertangkap oleh Buddha (Buddha). Mereka beranggapan dengan cerita ini, umat Buddha bertujuan menjatuhkan dan menghina Taoisme, menganggap Tao lebih lemah daripada Buddha(dengan cara nyindir, gitu). Mereka ngga memperhatikan kelanjutannya, sih... bukannya selanjutnya justru SWK sendiri yang minta2 bantuan Dewa Tao???? jadi sudah impas kan?
    padahal di China sekarang, kedua umat itu hidup dengan rukun tanpa ada perselisihan.
     
    Last edited: Apr 7, 2010
  6. Offline

    sweetgurl85 Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 19, 2010
    Messages:
    101
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    loh, aku malah baru tau klo tau itu yg khayangan.. tp rasany g prnh d dgr kbr klo mereka musuhan, soalnya d bbrp crita, yg plng gampng, crita soal wu kong aja, antara khayangan n buddha kan kliatannya terjadi hubungan kerjasama. tp aku suka infonya.. ma kasih y
     
  7. Offline

    haido90 Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 23, 2009
    Messages:
    159
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +8 / -0
    saya malah baru tau
     
  8. Offline

    TheSeventhBlue Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 22, 2010
    Messages:
    205
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +59 / -0
    keren......... gw abru tau nih cerita kayak gini.............. terus katanya dulu itu siluman beneran ada yah?? kalo gitu sekarang siluman pada kemana yah?
     
  9. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    tanyanya ada2 aja...
    ngga tahu juga deh, beneran ada apa engga, tapi di hampir semua negara, termasuk Indonesia sendiri juga ada kan cerita siluman (werewolf, nekomata, manusia jadi-jadian, babi ngepet -siluman juga?)
    Kalo sekarang udah tergusur ama peradaban dan teknologi manusia, kali...
    jangankan siluman, hewan liar aja udah langka

    bagi yang penasaran dimana saya dapet info sesat itu, nih, link-nya
    http://community.siutao.com/showthread.php/222-dewa-kera-sakti
     
    Last edited: Apr 1, 2010
  10. Offline

    razor1 Members

    Joined:
    Mar 11, 2010
    Messages:
    6
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +6 / -0
    dewa Erlang anak kedua? masa sih, baru tahu gw
    soalnya di kera sakti 2 yang ada cerita asal usulnya erlang, ngga disebut dia punya saudara
    terus dia harus ngelakuin 10.000 kebaikan kalo ngga salah ingat buat membebaskan ibunya.
    yang bener yang mana?

    btw, thanks infonya
     
    • Like Like x 1
  11. Offline

    youzen Members

    Joined:
    Mar 7, 2010
    Messages:
    7
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    gw jg baru tahu nih ceritanya dewa erlang
    soalnya yg baru gw tonton kera sakti 1 dan 2, sih
    dulu pernah nonton nacha di tv, itu masuk feng shen bang ya?
    oya, pernah nonton Lotus Lantern juga,sih. di situ ibunya si Cen Xiang berarti adik ketiganya dewa erlang, ya kan?
     
    • Like Like x 1
  12. Offline

    elq Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    392
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +52 / -0
    wah.. berhubung gw suka kera sakti jadi info ini menarik..

    tapi menurut gw g bermusuhan segh..

    tapi gw baru tau kalo kayangan ngelambangin Tao n kalo budhanya dagh jelas bgt..
     
  13. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    Ya, kalo engga darimana julukannya sebagai Er-Lang Shen? Nama aslinya sejak lahir Yang Cien.
    Er-Lang berarti putra kedua, sementara Shen = Dewa - masih punya fisik manusianya/ belum meninggal/ immortal
    (kalo istilahnya Hsien= Malaikat - fisik manusianya sudah ngga ada, alias sudah meninggal baru arwahnya jadi Dewa).

    coba kalo nonton cerita Yang Jia Ciang, pasti banyak istilah2 itu
    er-lang = putra kedua, san-lang = putra ketiga, si-lang = putra keempat, dst.

    tambahan: Ternyata Er-Lang Shen juga pernah mengacau khayangan, lho...
    tujuannya? apa lagi kalo bukan buat menuntut Yu Di membebaskan ibunya.
    (yah, setidaknya itu cerita menurut FSB dan XYJ, kalau aslinya yang seperti apa, siapa yang tahu? Ngga ada mesin waktu sih...wkwkwkwk)

    Ingat, ya, itu versi dari FSB dan XYJ (aku bahasnya sebatas 2 cerita itu aja). Memang ada juga versi lain seperti yang sudah diberikan link wiki-nya (tentang Li Er Lang), tapi kalo dibahas lebih jauh lagi takutnya malah menyimpang dari tujuan semula dan malah bahas dewa2 Tao. kalo mau tahu lebih jelas kunjungi saja forum2 agama Buddha dan Tao. di Google banyak kok.:piss::piss:
     
    Last edited: Apr 9, 2010
  14. Offline

    meganyo Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 9, 2008
    Messages:
    1,362
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +373 / -0
    btw, gw ga tau cerita yang pertama itu...
    tentang apa sih itu :???:
    yang gw tau cuma journey to the west..:piss:
     
  15. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    Pernah baca manga Houshin Engi karangan Ryu Fujisaki? Cerita itu dibuat atas dasar cerita Feng Shen Bang ini.
    (biarpun penokohannya ancur semua)
    Kalo masih bingung juga, tahu yang namanya Ne Zha kan?
    Nah, Ne Zha itu salah satu dari sekian banyak pahlawan / tokoh dari cerita ini.

    untuk info wiki, di sini

    Oya, gini aja deh, aq kasi ringkasannya secara bersambung dari terjemahan ringkasan wiki, terus kalo ada yang minat baru dilanjutin, gimana? jadi kalo mau baca harus ngikutin dari depan sampai belakang...he3...

    Bab 1: Raja Zhou dan Dewi Nuwa
    --------------------------------

    Ketika raja Di Yi sedang berjalan-jalan di taman kerajaan sambil menikmati keindahan di hadapannya, tiba-tiba saja paviliun awan terbang runtuh dan salah satu pilarnya hendak menimpa raja Di Yi. Pangeran Zi Shou (nama kecil Di Xin) dengan segera menangkap pilar itu dan membuangnya ke samping hanya dengan satu tangan. Melihat hal ini dan kagum atas kekuatan sang pangeran, perdana mentri Shang Rong dan mentri Mei Bo mengusulkan untuk mengangkat pangeran Zi Shou menjadi putra mahkota. Dan lalu dinobatkanlah Zi Shou menjadi putra mahkota. Dan ketika raja Di Yi mangkat, putra mahkota Zi Shou pun naik tahta sebagai penguasa baru dinasti Shang; dengan nama Di Xin atau lebih dikenal dengan gelar raja Zhou. Ibukota negeri Shang dipindahkan ke Zhaoge*.

    7 tahun pertama pemerintahan Di Xin, negeri Shang diberkahi kemakmuran. Namun pada tahun ke 7, kejahatan mulai merasuki hati raja Zhou. Pemberontakan pertama terjadi pada bulan ke 2 tahun ke 7 pemerintahan raja Zhou. Wen Zhong, perwira tinggi kerajaan urusan dalam negeri yang telah mengabdi kepada Shang sejak era pemerintahan Di Yi, langsung turun tangan untuk meredam pemberontakan di laut utara ini dengan menunggang Great Kilin* nya. Keesokan harinya, perdana mentri Shang Rong mengusulkan raja Zhou agar berkunjung ke kuil dewi Nuwa untuk memberikan persembahan sehubungan dengan ulang tahun Nuwa. Mengikuti anjuran Shang Rong, keesokan harinya raja Zhou dan beberapa mentrinya keluar gerbang ibukota untuk menuju ke kuil dewi Nuwa. Raja Zhou sangat terpesona dengan keindahan istana/kuil Nuwa; terlebih ketika raja Zhou akhirnya menatap mata Nuwa yang duduk di balik tirai keagungannya. Terlena dengan kecantikan luar bisa sang dewi, raja Zhou mengambil sebuah kuas tinta dan mulai menulis puisi-puisi erotis pada pilar-pilar kuil. Walaupun sudah diperingatkan oleh perdana mentri mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan akibat tindakannya, raja Zhou tetap melanjutkan perbuatannya dengan alasan puisi-puisi tersebut hanya sebatas ungkapan kekagumannya terhadap kecantikan Nuwa.

    Setelah raja Zhou dan bawahannya kembali ke ibukota, Nuwa segera mengetahui puisi-puisi erotis di kuilnya. Merasa dihina dan dilecehkan, Nuwa menjadi sangat murka dan bersumpah akan meruntuhkan dinsati Shang, yang akan disebabkan oleh kejahatan raja Zhou sendiri. Lalu Nuwa terbang menuju Zhaoge. Dari atas burung Phoenixnya, Nuwa mendapati bahwa raja Zhou masih ditakdirkan untuk memerintah selama 20 tahun lagi. Nuwa yang marah dengan kenyataan ini, sekembalinya ke istananya (kuilnya) lalu memanggil 3 roh perempuan kepercayaannya: roh rubah berusia 1000 tahun (yang nanti akan menjelma menjadi Daji), roh pheasant (burung raksasa) berkepala 9, dan roh Pipa (sejenis kecapi) giok. Nuwa memerintahkan mereka semua untuk menjelma menjadi wanita cantik untuk memperdayai dan mengalihkan perhatian raja Zhou dari urusan pemerintahan - Sehingga raja Zhou akan digulingkan oleh rakyatnya.

    Di Zhaoge, raja Zhou hanya duduk dalam keputusasaannya karena selalu memikirkan kecantikan Nuwa; dan ia menolak melakukan segala urusan kenegaraan sampai Nuwa menjadi miliknya. Lalu Fei Zhong, salah satu mentri kepercayaannya, dipanggil menghadap untuk membantu mencarikan solusi dari masalah ini. Fei Zhong mengusulkan agar ke-4 raja muda (duke) di negeri Shang menghadirkan masing-masing 100 wanita muda yang berparas cantik untuk dihadapkan ke raja Zhou. Dengan ini diharapkan raja Zhou akan menemukan wanita yang kecantikannya setara dengan Nuwa. Raja Zhou yang senang dengan usul ini, akhirnya dapat merasa tenang; dan segera pada malam harinya ia mempersiapkan diri untuk merealisasikan rencana ini keesokan harinya...

    Bersambung...
    -----------------------------------------------------------------------------------------
    catatan kaki:

    Raja Di Yi (1101 SM - 1076 SM) adalah ayah dari Di Xin

    *Zhaoge (朝歌); sekarang di propinsi Henan.

    *Great Kilin, makhluk mitologi yang terkenal di Asia. Di terjemahan lain, Wen Zhong menunggangi Naga besar (great Dragon).

    Nah, kalo ada yang minat, monggo...
     
    Last edited: Apr 3, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  16. Offline

    saaya Members

    Joined:
    Mar 7, 2010
    Messages:
    7
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    ^
    ^
    lanjutin ceritanya, sis, penasaran juga nih
    gimana kalo ditaro di halama depan aja?
    kan repot kalau udah panjang terus harus baca dari depan sampai belakang
     
    • Like Like x 1
  17. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    kayaknya peminatnya kurang, yah...
    coba aq tambahin dulu ceritanya
    Bab 2: Pemberontakan Su Hu
    ---------------------------

    Bagian pertama.

    Keesokan paginya, raja Zhou mempersiapkan sebuah surat yang berisi permintaan agar masing-masing raja muda (duke) secepatnya mengirimkan 100 gadis perawan yang memiliki kecantikan di atas rata-rata ke ibukota. Sebagai Perdana Mentri kerajaan, Shang Rong kembali mengingatkan raja Zhou bahwa tindakannya ini akan mendapatkan reaksi negatif dari rakyat; serta berpotensial menimbulkan pemberontakan di masa depan. Raja Zhou merasa saran Shang Rong benar, dan segera membatalkan titah tersebut.

    Pada musim panas selanjutnya, 800 bangsawan* menawarkan dukungan dan persekutuan mereka kepada dinasti Shang. Absennya mentri agung Wen Zhong (yang sedang menangani pemberontakan di laut utara), membuat Fei Zhong dan You Hun menjadi sangat berpengaruh di istana. Mereka meminta hadiah berlebihan dan sogokan kepada para bangsawan yang datang. Namun Su Hu, bangsawan Jizhou, menentang sikap para mentri yang korup ini. Permusuhan pun muncul di antara Su Hu dan kedua mentri kerajaan Fei Zhong dan You Hun. Ketika para bangsawan dan ke-4 raja muda telah tiba di ibukota, raja Zhou menyambut dan mengundang mereka semua ke perjamuan di mana ke-4 raja muda ini diberi penghormatan atas jasa-jasanya selama menjalankan tugas kenegaraan. Setelah perjamuan selesai, raja Zhou kembali ke ruangan pribadinya dan berdiskusi dengan 2 mentri favoritnya; Fei Zhong dan You Hun mengenai situasi saat ini. Fei Zhong dan You Hun memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas perlakuan Su Hu terhadap mereka. Maka Fei Zhong mengatakan kepada raja Zhou bahwa Su Hu mempunyai seorang anak gadis yang cantik luar biasa; yang pantas mendampingi raja Zhou.

    Keesokannya, Su Hu dipanggil menghadap ke singgasana kebijaksanaan naga di mana raja Zhou menyampaikan keinginannya untuk mengambil anak gadis Su Hu. Apabila Su Hu menyerahkan putrinya, ia akan diberikan kekayaan, gelar, dan ketenaran di seluruh negeri Shang. Tetapi Su Hu menolak tawaran ini, dan berbicara kata-kata yang ofensif terhadap raja Zhou. Raja Zhou menjadi murka dan memerintahkan agar Su Hu segera ditahan. Namun Fei Zhong menyarankan raja Zhou agar Su Hu tidak ditahan dengan alasan, apabila Su Hu dibebaskan dan dibiarkan kembali ke Jizhou, rakyat Shang akan melihat raja Zhou sebagai raja yang menghormati dan menghargai rakyatnya. Dengan begitu, untuk mendapatkan anak gadis Su Hu pun akan menjadi lebih mudah. Setelah mendengarkan nasehat dari mentrinya, akhirnya raja Zhou memutuskan untuk mengusir Su Hu dari istana.

    Dalam perjalanannya ke Jizhou, Su Hu memikirkan tindakan apa yang akan diambil selanjutnya: jika ia menyerahkan putrinya kepada raja Zhou, para pejabat istana pasti akan mengecapnya sebagai penjilat dan orang yang tidak berperikemanusiaan. Namun jika ia menolak untuk menyerahkan putrinya, kemungkinan daerahnya akan diserang pasukan Shang dengan alasan pemberontakan. Setelah berpikir matang-matang, akhirnya Su Hu memutuskan bahwa yang terbaik adalah mengumpulkan pasukannya dan membentuk kekuatan untuk memerangi pasukan Shang. Ia juga menuliskan puisi-puisi tentang kebenciannya terhadap dinasti Shang pada tembok-tembok gerbang ibukota.

    Setelah raja Zhou mengetahui hal ini dan melihat puisi-puisi pemberontakan pada tembok gerbang ibukota, segera ia memerintahkan agar dipersiapkan 6 batalion pasukan untuk menyerang Jizhou. atas usul jendral Lu Xiong, maka diputuskan bahwa yang akan memimpin penyerangan adalah gabungan kekuatan raja muda utara, Chong Houhu, dan raja muda barat, Ji Chang.

    Di gedung pertemuan ibukota, di mana seluruh bangsawan agung dan para pejabat tinggi istana sedang berkumpul, Ji Chang memerintahkan sebuah penyelidikan tentang mengapa raja Zhou mengeluarkan titah penyerangan terhadap seorang bangsawan yang setia seperti Su Hu. Di lain pihak, Chong Houhu, tidak seperti Ji Chang, tanpa banyak tanya segera memperisapkan pasukannya dan berangkat ke Jizhou.

    Bersambung ke bagian ke-2...

    ............
    catatan kaki:

    Sebenarnya ada 5 tingkatan bangsawan. Tapi kalo diterjemahin ke bahasa Indonesia, ya cuma bangsawan.
    Strata bangsawan dari yang paling tinggi ke paling rendah:

    1. Gong (公): di barat setara dengan Duke (raja muda atau pangeran).

    2. Hou (侯): di barat setara dengan Marquis.

    3. Bo (伯): di barat setara dengan Count / Earl

    4. Zi (子): di barat setara dengan viscount

    5. Nan (男): di barat setara dengan baron

    Bangsawan yang gw kasih tanda * adalah Hou (Marquis)
     
    Last edited: Apr 5, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  18. Offline

    VinBaik Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 27, 2008
    Messages:
    234
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +260 / -0
    Perasaan tadi dah ngepost deh....
    koq ilang yah ?


    KEREN nih threadnya, secara gw suka ma legenda dewa-dewi China :)
    Tuh yg di avatar TS Na Cha kan ? Dari film yang mana ?
    Boleh dunk dipost legendanya Na Cha sekalian...
     
  19. Offline

    Kurenai86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 26, 2010
    Messages:
    548
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,109 / -0
    Hayooo... yang mana? ada yang bisa jawab?
    hint: filmnya paling baru saat ini (dibuat tahun 2009)
    Cerita Ne Zha bagian dari Feng Shen Bang, jadi tunggu aja, ya ringkasan ceritanya nanti juga nyampe sendiri.
    (sekarang baru bab 2, he3...)

    nah, tambah lagi, deh ceritanya

    Bab 2: Pemberontakan Su Hu
    ---------------------------

    Bagian kedua.

    Su Hu akhirnya mengetahui bahwa wilayahnya akan diserang. Maka Su Hu menyiapkan barisan pasukannya di depan tembok kota untuk menahan pasukan kerajaan. Seorang pengintai memberitahu Su Hu bahwa Chong Houhu memimpin 50.000 tentara istana menuju Jizhou. Berita ini membuat Su Hu gelisah. Maka ketika pasukan kerajaan telah sampai di gerbang kota, Su Hu hadir di atas tembok kota dan mencoba menjelaskan kepada Chong Houhu tentang alasan pemberontakannya. Choung Houhu yang sudah tidak sabar menjadi marah dan segera memerintahkan jendralnya, Mei Wu, untuk segera maju dan membunuh Su Hu. Dari pihak Su Hu, Su Quanzhong, yang adalah putra sulung Su Hu, maju menjawab tantangan duel Mei Wu. Mereka bertarung lebih dari 20 jurus hingga akhirnya kapak Su Quanzhong membelah Mei Wu, dan Su Quanzhong keluar sebagai pemenang.

    Melihat pemimpinnya menang, pasukan Su Hu menjadi bersemangat dan segera kedua kubu pasukan maju berperang. Namun karena moral pasukan Su Hu lebih bagus, peperangan ini akhirnya dimenangkan pihak Su Hu; yang memaksa pasukan kerajaan untuk mundur.

    Setelah perang usai hari itu, di kubu Su Hu telah diputuskan untuk melakukan serangan kejutan pada malam harinya; dengan alasan serangan tiba-tiba ini akan menjatuhkan moral pasukan kerajaan, sekaligus, kemenangan pasukan Jizhou akan mengundang dukungan dari bangsawan-bangsawan di sekitar Jizhou.

    Di kemahnya, Chong Houhu sangat terpukul dengan kekalahan ini dan berharap akan bantuan pasukan dari Ji Chang. Lalu pada tengah malam ketika seluruh pasukannya sedang tertidur pulas karena kelelahan, tiba-tiba muncul pasukan Su Hu menyerang kemah pasukan kerajaan dengan membabi buta dan membantai banyak sekali pasukan kerajaan. Chong Houhu yang sekarang sudah sangat ketakutan ikut bertarung demi menyelamatkan dirinya; sampai salah satu jendralnya datang untuk menyelamatkannya. Pasukan kerajaan banyak yang lari menyelamatkan diri mereka. Pasukan Su Hu mengejar sejauh 20 li sampai akhirnya diperintahkan untuk mundur.

    Dalam pelariannya bersama jendral-jendralnya, Chong Houhu memutuskan untuk mengirim utusan kepada Ji Chang untuk meminta bantuannya. Dan selama menunggu bala bantuan, pertahanan kemah akan diperketat. Tiba-tiba di depan rombongan pasukan kerajaan muncul Sun Quanzhong dengan pasukan penyergapnya. Dengan semangat membara untuk membunuh Chong Houhu, Su Quanzhong menerjang ke pasukan kerajaan; dan dengan kapak naganya membunuh 3 jendral Chong Houhu yang menghalanginya. Chong Houhu yang sudah merasa nyawanya meninggalkan tubuhnya segera lari dari pertarungan demi menyelamatkan dirinya. Chong Yingbiao, putra Chong Houhu yang sempat menghalangi pengejaran Sun Quanzhong terhadap ayahnya, ikut terluka akibat sabetan kapak naga Sun Quanzhong; sebelum akhirnya Chong Yingbiao juga lari menyelamatkan diri bersama ayahnya.

    Malam itu, sekali lagi kemenangan diraih pasukan Jizhou. Chong Houhu dan putranya berhasil lolos; namun pasukannya banyak yang tewas termasuk jendral-jendralnya. Di balai kota Jizhou, Su Hu merayakan kemenangan ini dengan mengadakan perjamuan; dan kali ini Sun Quanzhong lah yang menjadi pahlawan. Sambil selanjutnya mereka membuat persiapan untuk langkah selanjutnya.

    Bersambung...

    Dah mulai bingung???
     
    Last edited: Apr 7, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  20. Offline

    ich4n Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 25, 2009
    Messages:
    1,707
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +814 / -0
    permusuhan tao dan budha di pelem ini :???:
    baru tau nih isunya ad yg beginian :aghh:
    itu sih sepertinya isu" subjektif yg disebarkan oknum" tertentu saja :sigh:
    tapi baru tau nih ternyata dua film itu "kembar" yah :sigh:
    tapi yang melegenda sepertinya yg kedua daripada yg pertama :kecewa:
    sampe berkali-kali dibuat versinya di tipi cuman beda pemain doang sepertinya :watta:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  21. Offline

    MonstaHoi Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 14, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    wow, ts niat sekali :niceinfo: :niceinfo:
    eh ngomong2 itu kitab suci akhirnya dapetkan ya??
    soalnya terakhir ntn di tv rombongan biksu tong dkk dijadiin budha gitu sama budha . .
    kuper nih gw :piss:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.