1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Tips Membaca Ilusi Valuasi Harga Saham oleh Emiten

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by gusrus, Feb 16, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    gusrus Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    219
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,429 / -0
    Tahun 2008 ditandai oleh jatuhnya bursa di seluruh dunia akibat krisis global, dan juga tertipunya para investor oleh investasi bodong derivatif yang harganya meroket tajam tanpa ada landasan yang jelas. Hal ini tidak hanya terjadi di Amerika yang berakibat kepada kebangkrutan sejumlah Investment Bank besar namun juga berimbas ke bursa efek Indonesia dan membuat goyang para manajer investasi asing yang seharusnya lebih pintar membaca keadaan.

    Berikut ada sejumlah tips membaca harga saham yang sudah kemahalan agar tidak tertipu seperti banyak orang yang sudah terjerumus sebelumnya:

    1. Gunakan selalu benchmark terhadap industri sejenis terutama average industrinya ketika membaca laporan keuangan emitten. Banyak kejadian, emitten menggunakan trik profit yang tidak masuk akal.
    2. Hindari emitten yang terlalu banyak melakukan mark up laporan keuangan dengan sejumlah langkah strategis merger dan ataupun akuisisi. Pertanyakanlah pada diri anda sendiri kemanakah biaya merger dan akuisisi itu disembunyikan, sebagai gambaran, biaya merger dan akuisisi biasanya perlu jangka waktu yang sangat lama untuk pengembaliannya. Jadi jika ada emitten yang terlalu sering berbuat demikian dan selalu membukukan laba dan juga harga saham yang fantastis, patut dikhawatirkan laporan keuangannya. (Hal ini juga dibahas dalam buku Inteligent Investor karangan Benjamin Graham)
    3. Perhatikan emitten yang nilai sahamnya terkait harga komoditas, seringkali emitten itu ataupun sekuritas terkait, menggunakan benchmark penilaian harga futures dari komoditas yang tidak masuk akal. Saat suatu emitten harga sahamnya menyentuh level 8000 sementara harga sahamnya jika menggunakan harga komoditas terkait di saat ini hanya 600, artinya patokan harga yang dipakai tidak reliable.
    4. Perhatikan laporan keuangan yang berbasis kepada keuntungan inventory. Inventory memang penting, namun jika terlalu tinggi sementara industrinya justru membutuhkan turn over inventory yang sangat tinggi, artinya laporan keuangannya cenderung misleading. Karena bagaimana bisa untung jika barang mengendap dalam bentuk inventory? Bukan dalam bentuk penjualan yang telah dibayarkan?
    5. Perhatikan faktor penerbitan obligasi. Ada beberapa emitten, yang sebenarnya sudah harus default alias bangkrut karena tidak profit dan harus membayar kewajiban hutangnya yang besar, namun selalu mengulur-ngulur dengan penerbitan surat hutang baru. Metode gali lobang tutup lobang seperti ini sangat berbahaya, dan bisa kejeblos suatu waktu.

    Sebenarnya masih banyak lagi praktek-praktek ilusi harga saham, namun umumnya ini langkah yang paling sering dilakukan oleh para emitten dan bandar nya untuk menggoreng harga saham selain juga trik titip-menitip saham seperti yang pernah terkuak beberapa waktu yang lalu.


    :idws:
    :idws:
    :idws:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    puspus Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 16, 2010
    Messages:
    87
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +420 / -0
    sayang ane gak suka ekonomi makro bro, but thanks for share
     
  4. Offline

    Feischmaker Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 28, 2008
    Messages:
    1,489
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,021 / -0
    kalo aq sih lebih memilih untuk memperhatikan faktor fundamental perusahaan aja...
     
  5. Offline

    mulia24 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    Nice info, but saya hobi di bidang IT. :hehe:
     
  6. Offline

    ippayajus Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 5, 2009
    Messages:
    221
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +4,192 / -0
    mungkin sebelum belajar lebih lanjut mungkin ada trit khusus yg bahas istilah2 ekonomi ya [maaf OOT]

    tp gw keep tips nya sapa tau ntar gw berminat terjun di dunia saham.. :D
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.