1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

this is love....

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by princess, Nov 7, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    princess Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 30, 2008
    Messages:
    437
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +160 / -0
    Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin
    > hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena
    > hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang
    > kantor.
    > Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya
    > denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.
    >
    > Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini
    > karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan
    > selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di
    > hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah
    > 3
    > kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam
    > bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.
    >
    > Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak
    > pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah
    > kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.
    > Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal!
    > Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan
    > kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di
    > rumah.
    >
    > Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di
    > hadapannya dan memandang wajahnya. “Ia sungguh cantik” kataku dalam hati,
    > “Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di
    > bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik”.
    > Aku
    > menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal
    > sekali dengannya.
    >
    > Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku
    > coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis
    > cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia
    > ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih
    > buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
    >
    > 14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku,
    > Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.
    >
    > Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi
    > suaminya.
    >
    > 6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita
    > lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke
    > lain hati.
    >
    > Jantungku serasa mau berhenti...
    >
    > 23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent,
    > atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama
    > Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki
    > agar aku ketahui…
    >
    > Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat
    > denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.
    > Melly,
    > yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen
    > karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly
    > lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap
    > setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui
    > hubunganku dengan Melly.
    >
    > 4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan
    > mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan
    > yang
    > berasal daripadaMu.
    >
    > Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau
    > menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku
    > tahu
    > Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata
    > tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa
    > yang Ellen rasakan saat itu.
    >
    > 14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa
    > yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus
    > kuambil.
    >
    > 14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya
    > Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!
    >
    > 18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku
    > tak
    > kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih
    > berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.
    >
    > 7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang
    > kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada
    > mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari
    > ulang
    > tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent
    > agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi
    > kalau
    > Vincent belum pulang walaupun aku lelah.
    >
    > Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah
    > memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam
    > kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya
    > dengan susah payah.
    >
    > 15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga,
    > dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar
    > aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.
    >
    > Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja
    > itu
    > adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan
    > menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
    >
    > Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh
    > diberi
    > kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar
    > kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… “Maafkan aku Ellen, Aku
    > mencintaimu, Selamat ulang tahun…”
     
  2. Offline

    rampeg Senpai Moderator

    Joined:
    Jun 17, 2009
    Messages:
    6,034
    Trophy Points:
    221
    Ratings:
    +9,361 / -1
    Close :bye:

    repost ma INI
     
    • Like Like x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.