1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Physics and Chemistry Teori Daun Pintu dan Ban Dalam Sepeda [Jawaban atas gempa yang sering terjadi......]

Discussion in 'Science and Technology' started by ireh, Oct 3, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    ireh Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 22, 2009
    Messages:
    2,121
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +6,310 / -0
    Teori Daun Pintu dan Ban Dalam Sepeda
    [Jawaban atas gempa yang sering terjadi di daerah lampung]

    Analogi terbaik yang mudah dipahami masyarakat umum tentang adanya letusan gunung berapi dan rentetan gempa bumi adalah laksana Ban Dalam Sepeda. Inti bumi yang disebut sebagai magma berisi cairan panas sebagai hasil reaksi fisika dan kimia yang terbentuk jutaan lalu, bahkan beberapa ilmuwan menggolongkan kerja dapur magma (inti bumi) sebagai reaktor atom. Hasil dari reaksi kimia dan fisika adalah berupa
    gas dan cairan lava yang sangat panas tersimpan dalam lapisan bumi terdalam.

    Laksana ban dalam sepeda yang dipompa, maka hasil reaksi magma berupa gas dan
    cairan lava memiliki tekanan tertentu yang pada suatu saat tekanan itu tidak dapat ditahan maka timbulah letusan gunung. Gunung berapi ibarat ‘pentil’ ban dalam sepeda, suatu saat akan terbuka klep ketika tekanan didalam ban sepeda sudah tidak mampu lagi di terima.

    Tekanan diakibatkan oleh hasil gas dan cairan dari reaksi kimia dan fisika, selain itu juga akibat tekanan lapisan bumi itu sendiri yang bergerak. Ahli goelogi menyadari adanya pergerakan lempeng bumi yang diukur dari pergerakan pertahun antara lapisan dengan membandingkan jarak yang telah diukur pada tahun sebelumnya dengan tahun saat ini. Para ahli sependapat rata-rata pergerakan lempeng adalah rata-rata 10cm/tahun. Pergerakan lempeng itu sendiri diakibatkan perbedaan berat jenis lempeng sehingga membentuk zona subduksi/tunjaman dan inilah yang melahirkan gempa bumi.

    Gerakan lempeng yang menghujam (subduksi) berpengaruh tidak langsung terhadap aktifitas gunung berapi. Laksana ban dalam sepeda yang berputar, kadang melindas batu kerikil (ilustrasi pergerakan lempeng), maka tekanan pada ban dalam sepeda itu sendiri akan meningkat.

    Dari sini kita dapat melihat bahwa peran ban dalam sepeda adalah menahan goncangan dan meredam goncangan sehingga dapat dipakai sebagai stabilisator pergerakan sepeda sedangkan pentil adalah sebuah pintu kecil (katup) yang membuka dan menutup jika tekanan di dalam ban dalam sepeda sudah melebihi batas. Kesimpulan yang paing mudah diterima orang awam adalah semakin banyak gunung semakin stabil sepeda itu, karena memungkinkan membuang tekanan lebih cepat daripada hanya satu gunung saja, sebaliknya semakin banyaknya tumbukan/ subduksi maka semakin banyak pula gunung berapi. Teori terbentuknya gunung mengatakan bahwa gunung dalam jutaan tahun yang lalu adalah daerah yang labil pada satu sisi dan pada sisi yang lain adalah daerah padat.

    Tekanan akibat pergerakan pada satu sisi tertahan pada sisi yang lain menyebabkan tanah menjadi menjulang ke atas dan setelah itu melahirkan rongga-rongga udara. Teori lain menyatakan adanya tekanan dari dalam bumi yang amat kuat dan akan dikeluarkan tekanan itu dengan memilih daerah yang labil, sehingga pergerekan tekanan ini mengakibatkan tanah menjadi menjulang. Setelah gunung muda terbentuk, maka letusan demi letusan keluart dari gunung tersebut dan lava pijar yang dikeluarkan
    beberapa waktu kemudian akan dingin dalam jutaan tahun menjadi tanah yang padat dan cenderung menjadi batu gunung.

    Dengan membandingkan dua terori itu, maka tidak mengherankan jika daerah subduksi memiliki gunung yang cukup banyak seperti semenanjung sumatra, jawa. Sedangkan daerah yang tidak mengalami subduksi seperti kalimantan memiliki gunung namun tidak aktif. Dari sini keterkaitan pergerakan lempeng yang melahirkan subduksi dengan gunung berapi, sehingga gunung berapi sebetulnya tidak berbahaya, justru bermanfaat ebagai pasak, penyeimbang dan pengatur tekanan yang ada di dalam bumi secara tidak langsung. Dengan kata lain subduksi-pun (baca: gempa) juga tidak berbahaya dan gejala alam biasa dengan catatan selama gunung berapi masih berfungsi dengan baik atau adanya gunung / perbukitan yang menahan getaran energi dari arah mendatar (horizontal) menjadi arah vertikal. Pernyataan ini dapat dianalogikan adanya ‘pecut’ atau cemeti yang di ayunkan seseorang, energi arah rambatannya pada sisi antara ujung dan pemegang tidak terlalu banyak, justru di ujungnya yang merupakan energi terbesar. Gunung membuat rambatan energi yang dilepas sebagai hasil gempa bumi di redam dengan arah vertikal, sehingga ketika gempa terjadi dan gunung masih dalam keadaan berfungsi, maka rambatan energi dapat diredam.
    Kasus gempa yogya (27-mei-2006) adalah kasus yang paling baik dijadikan
    contoh,
    bagaimana subduksi terjadi, namun gunung sebagai peredam sudah
    bocor (letusan-letusan kecil pada
    bulan mei), ibarat mesin hidrolik
    ketika oli bocor yang menahan jatuhnya lift, maka lift itu
    akan
    menghantam tanah dengan keras , lama dan berulang-ulang. Kira-kira
    hampir 1 menit gempa pukul
    05.53 pagi dan kemudia di ikuti gempa
    susulan sebanyak 3 kali, bandingkan dengan gempa di tahun
    sebelumnya 19
    Juli 2005, pusat gempa terjadi di 9,77 Lintang Selatan dan 110,71 Bujur
    Timur. Pusat
    gempa, terjadi di 220 kilometer sebelah selatan Yogyakarta
    dengan kedalaman 33 kilometer di dalam
    tanah,"katanya.Gempa tektonik
    itu, terjadi pada pukul 19.21 WIB dengan kekuatan 5,5 skala
    Richter.
    Gempa tahun lalu di posisi yang sama tidak berdurasi lama seperti
    tahun 2006 karena
    gunung merapi masih berfungsi dengan baik (tidak
    bocor) dan tidak ada gempa susulan

    Gempa adalah
    fenomena Alam

    Gempa adalah fenomena alam dan berpotensi terjadi di zona subduksi,
    selama gunung
    berapi masih berfungsi sebagai halnya mesin hidrolik untuk
    menahan tekanan, maka gempa masih dalam
    kategori aman. Kasus yang menarik
    adalah adanya gempa di Padang, yang mampu di tahan oleh G.
    Talakmau,
    G.Marapi, G. Talang dan G. Kerinci, sedangkan di daerah Bengkulu, gempa
    di tahan oleh G.
    Kaba, G. Dempo. Terakhir adalah di lampung khususnya
    daerah Kalianda yang berkali-kali gempa namun
    dalam skala tidak merusak
    dengan durasi yang kecil. Daerah Lampung, gempa di tahan oleh
    G.
    Rajabasa, dan terluar di tahan oleh G. Krakatu, G. Rakata.



    Tsunami Aceh dan gempa
    bumi

    Tanggal 26 Desember 2004 lalu Aceh diguncang gempa bumi berskala
    8,9 skala Richter yang
    diikuti oleh gelombang besar tsunami. Gempa
    bumi tersebut yang merupakan gempa tektonik besar
    akibat adanya
    patahan pada posisi 3.30 o N, 95.78 o E yang berada di Samudera
    Indonesia. Penahan
    gempa tersebut sebenarnya adalah G. Peuetsagu,
    G. Bandahara. Justru korban jiwa terbanyak adalah
    pada saat adanya
    Tsunami, sekali lagi Aceh sudah sering dilanda gempa dan korban
    jiwa tidak
    terlalu mencolok, namun karena dibarengi Tsunami gempa
    yang dulunya biasa menjadi luar
    biasa.


    Teori Daun Pintu

    Rentetan gempa bumi yang melanda sumatra terus menerus
    selama
    me-juni 2006 adalah satu rangkaian patahan mulai aceh sampai
    lampung. Ketika aceh gempa,
    diikuti padang, bengkulu dan terakhir
    lampung. Ibarat orang menutup pintu adalah adanya dorongan
    ujung
    pintu di aceh kemudia bertemu pasak gunung G. Peuetsagu, G.
    Bandahara, kemudian batang pintu
    adalah daerah padang yang di pasak
    oleh G. Talakmau, G.Marapi, G. Talang dan G. Kerinci dan ujung
    dalam
    pintu adalah bengkulu yang dipasak oleh G. G. Kaba, G. Dempo,
    terakhir adalah ujung pintu
    atau engselnya daerah lampung yang di
    pasak G. Rajabasa dan terluar di tahan oleh G. Krakatu, G.
    Rakata.
    Selama gunung itu berfungsi dengan baik maka gempa yang bersusulan
    sebagai akibat rambatan
    dari ujung terluar pintu, bagian tengah
    pintu dan ujung dalam pintu sedangkan lampung adalah engsel
    pintu,
    semua masih berfungsi baik, maka gempa tidak menjadi hal yang luar
    biasa, namun memang
    masyarakat memang harus waspada tetapi tidak
    berlebihan menjadi paranoid.

    Mengapa gempa di
    lampung paling sering dibanding dengan gempa daerah lain ?

    Karena berfungsi sebagai ensel pintu,
    maka daerah lampung adalah
    daerah yang paling sering di landa gempa seiring dengan tekanan
    pada
    ujung, batang dan bagian dalam pintu


    Gempa daerah lain

    Dilihat dari topografinya jika
    gempa terjadi biasanya juga di ikuti gempa
    di daerah lain pada tahun itu, sebagai misal daerah kiri
    P. Jawa dalah
    sumatra sering gempa, biasanya juga di ikuti daerah lain yakni di kanan
    P. Jawa,
    seperti P Bali, P Lombok dan daerah manado. Perkecualian adalah
    daerah irian jaya karena gempa
    banyak terjadi di pegunungan.
    Rentetan ini tentunya akan memberikan kemungkinan terbesar adalah
    daerah
    malang selatan atau blitar selatan karena pada beberapa tahun waktu lalu
    pernah terjadi
    gempa. Subduksi ini masih kelanjutan arah keatas dari
    lempeng australia, namun karena di daerah
    jawa timur terdapat banyak
    gunung, maka intensitas gempa akan sama dengan daerah bali.
    Gunung
    penahan gempa itu adalah ada G. Lawu, G.Pandan, G.Wilis, G. Kelud,
    G.Kawi, G. Welirang, G.
    Arjuno, G.Bromo, G. Semeru, G. Lamongan, G.
    Argopuro, G.Raung, G.Ijen (pegunungan), G. Merapi
    (Banyuwangi). Selama
    gunung itu masih berfungsi dengan baik, maka gempa yang terjadi
    adalah
    sesuatu yang biasa bukan sesuatu yang luar biasa, namun masyarakat tetap
    harus waspada
    karena laju lempeng australia adalah serah keatas dan yang
    belum terkena subduksi adalah
    malang/blitar selatan. Namun karena ada
    gunung itu masyarakat tidak perlu cemas dan
    paranoid

    Pintu Menutup Sebabkan Merapi Gunung Paling Aktif

    Sejak kekeliruan BPPTK dalam
    menurunkan status merapi ke Siaga pada
    14/06/06 yang kemudian dinaikkan lagi menjadi Awas 15/06/06,
    maka
    kekeliruan itu harus menjadi kajian yang dalam bagi ilmu pengetahuan. Hal
    ini seiring juga
    dengan sulitnya memprediksi meletusnya merapi, bahkan
    BMGpun juga mengatakan sampai saat ini tidak
    ada alat atau ilmu yang
    dapat memprediksi terjadinya bencana gempa bumi. Acuan ilmu
    pengetahuan
    biasanya adalah perhitungan kalender atau yang di sebut siklus,
    analoginya cukup mudah
    yakni siklus mati seseorang adalah rata-rata umur
    60 tahun, demikian pula aktifitas gempa dan
    letusan gunung.

    Selain indikasi siklus, biasanya indikator peningkatan aktifitas gunung
    api yang
    menjadi perubahan status sebuah gunung. Hal ini yang paling
    mendekati kebenaran, tetapi apa yang
    terjadi pada bulan juni ini harus
    menjadi bahan kajian ilmiah yang sangat mendalam, jangan lalu
    menjadi
    konklusi alam tidak dapat diprediksi. Teori-teori yang dipakai harus di
    kaji ulang menjadi
    lahan baru untuk memunculkan teori baru yang salah
    satunya adalah terori “Daun Pintu dan Ban Dalam
    Sepeda”. Beberapa ilmuwan
    yang bersikukuh tentang tidak adanya hubungan antara gunung dengan
    gempa
    bumi harus membuka diri untuk mengkaji hubungan ini. Inti dari terori ini
    adalah pemetaan
    global lokasi gempa dan adanya gunung berapi
    Kita bisa petakan daerah gempa secara global menjadi
    bentuk _o_/ -:
    dimana kiri adalah sumatra, / adalah sulawesi yang kalau diteruskan
    keatas menuju
    filipina selatan, sedangkan _ kiri adalah jawa barat,
    banten, DKI, sedangkan . adalah yogya dan
    jawa tengah, _ kanan adalah jawa
    timur, Bali, lombok, sumbawa, - adalah maluku, Ambon dan : adalah
    irian
    jaya. Ilustrasi gambar diatas merupakan rangkaian secara global menyusun
    gerakan ke arah
    atas kanan, _o_ kearah atas vertikal dan / kearah atas
    kiri. Gerakan – menuju kearah kiri yang di
    dorong dari : yakni irian jaya

    Teori daun pintu di dorong dari fakta rangkaian gempa yang
    terjadi
    adalah seperti dorongan gerakan menutup pintu dari arah yang
    tertahan dengan pasak
    gunung, sehingga gempa yang dekat gunung berapi
    tidak memiliki intensitas besar, selama gunung
    berapi itu berhasil
    menahan rambatan energi yang di keluarkan oleh gempa, ketika gempa
    terjadi dan
    gunung dengan cairannya merambatkan energi untuk
    menghambat tekanan lapisan bumi maka pertandanya
    adalah aktifnya
    gunung tsb, tidak semua energi rambatan itu tertahan oleh gunung yang
    terdekat,
    sebagian merambat dalam bentuk gelombang magma di perut bumi
    mengalir ke gunung yang lain, hal
    inilah yang menyebabkan hubungan
    tidak langsung gempa di lampung berakibat gunung di jawa
    terutama
    merapi. Efek tidak langsung tidak besar karena berupa tekanan cairan
    seperti halnya ban
    dalam sepeda yang ditekan atau tidak ekuivalen
    dengan energi gempanya, namun sebagian
    kecil.

    Mengapa energi rambatan gunung ini terjadi ?

    Hal ini dikarenakan gunung memiliki
    rangkaian yang disebut oleh sabuk
    gunung berapi. Sebab inilah mengapa merapi menjadi gunung yang
    paling
    aktif di dunia, karena gempa bumi di indonesia juga yang paling sering
    didunia, sebagian
    kecil energi di buang ke merapi dan sebagian besar
    ke gunung lokal terdekat dan sebagian di
    daratan

    Dari pemetaan _o_/ -: bisa di anggap sebagai gerakan pintu menutup dari
    kiri (sumatra)
    dengan engsel adalah lampung (G. Rajabasa, G. Krakatau),
    sebagian kecil energinya menekan ke P.
    Jawa dan arah / adalah gerakan
    menutup ke kiri, sebagian menjadi gempa di manado yang semakin
    sering
    dan merabat ke gunung di filipina, sebagian sangat kecil ke P. Jawa di
    G.Merapi. Gerakan
    pintu menutup dan juga gerakan dorongan dari bawah ke
    atas tepat di yogya menimbulkan energi
    simultan ke merapi.

    Mengapa merapi ?

    Merapi adalah gunung berusia muda dengan struktur dan
    rongga yang
    relatif belum tertutup oleh dinginnya lava, maka ruang bebas merapi
    menawarkan energi
    luncuran awan panas dan lava pijar yang paling mudah
    di keluarkan. Aktifitas merapi yang semakin
    meningkat mei-juni
    merupakan gambaran dari banyaknya gempa bumi yang ada zona dan zona
    /,
    terakhir adalah zona tengah o yakni kota yogya. Jika teori menutup
    pintu dipakai jelas akan sangat
    mudah mengatakan bahwa pada gilirannya
    zona o akan terkena gempa, dan karena merapi saat itu
    mengeluarkan
    cairan dan awan panas, maka gempa tidak mampu ditahan secara sempurna
    oleh G. merapi
    sebagaimana halnya tahun 2005. Akibatnya gempa dengan
    durasi lama dan berulang-ulang itulah yang
    menyebabkan kerusakan dan
    korban jiwa. Sebaliknya jika merapi berfungsi dengan baik, maka
    gempa
    dengan skala menengah masih mampu di redam sehingga tidak membuat skala
    durasi waktu yang
    lama


    Antisipasi ke Depan

    Melihat tren pergerakan lempeng bumi yang semakin sering
    dengan
    ditandainya gempa bumi pada zona dan sesekali pada zona o, dan
    tinggal menanti pada zona _
    kiri (malang/blitar selatan). Pada zona
    kanan yakni manado, bali, NTT dan Irian jaya, lebih khusus
    adalah zona
    /, teori menutup pintu juga terjadi namun rambatannya kecil sekali.
    Rangkaian menutup
    pintu inilah membuat akititas merapi ke depan akan
    semakin meningkat dan tiada berhenti. Tergantung
    dari pergerakan
    lempeng, jika menurun, maka merapi-pun dalam keadaan normal kembali
    seperti
    sebelum gempa atau sebelum merapi ‘meletus’

    Pada beberapa bulan 2006 ke depan khususnya minggu –
    minggu kedepan
    setelah 17/06/06, masyarakat harus ekstra waspada, karena tren
    meningkatnya gempa
    bumi di zona semakin meningkat dan sesekali pada
    zona o. Lebih baik lagi jika warga di lereng
    gunung merapi tidak
    dibiarkan dalam ‘perjudian’ status merapi baik oleh BPPTK maupun juru
    kunci
    merapi sehingga mulai saat ini pula PemProv Yogytakarta
    memikirkan langkah relokasi warga lereng
    merapi, sehingga mereka lebih
    tenang dalam hidup dan tidak lagi hidup dalam ‘perjudian’ nasib.
    Akibat
    perjudian nasib inilah yang menimbulkan tokoh sakti, mitos dan legenda
    yang kesemuanya itu
    kalau bertentangan dengan ajaran agama, malah akan
    memberikan wacana yang tidak mendidik dan
    menimbulkan masalah lain
    http://forum.amikom.ac.id/
    Penulis adalah Dosen ITS, yang telah memprediksi gempa yogya
    sebelum
    gempa itu terjadi, bahkan pergi ke yogya tgl 25-mei-2006 (dua hari sebelum
    gempa) untuk
    memberi peringatan pada warga yogya
     
    Last edited: Oct 3, 2009
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Arnez Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2009
    Messages:
    329
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +86 / -0
    fuuhhh topik yang berat nih :hot::hot::hot::hot:
    tapi bener bener berguna untuk kedepannya untuk memprediksi gempa :niceinfo:
     
  4. Offline

    moonlightwolfz Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 11, 2009
    Messages:
    193
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +19 / -0
    Sosialisasi Gempa harus dilaksanakan sejak awal ke sekolah sekolah...
    jangan baru kejadian baru disosialisasikan..
    tapi yah...
    meskipun Qta taw kalo "mencegah lebih baik daripada mengobati"..
    itu cuma bakal jadi hafalan yang gak pernah dilaksanakan..

    btw, thx Ts.. :niceinfo: keep posting..

    turut berduka buad korban korban Gempa.. :maaf:
     
  5. Offline

    TheMightyDork Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 8, 2009
    Messages:
    755
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +99 / -0
    gk ngerti gan..

    nah buat yang mengerti boleh lah disosialisasikan dengan bahasa yang mudah..eheheh

    NB: sayang hal seperti ini masih kalah dengan tren "mitos / perjudian nasib oleh BPPTK"
    semoga kedepannya khususnya setelah gempa di sumatra..untuk korban nya dapat diminimalisirkan..amin
     
  6. Offline

    purwanto1988 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    340
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +4 / -0
    agak susah jadi jangan malas,.. mantap gan tapi istilah" nya tolong di jelaskan seperti subduksi,.. agak susah di cerna klo gak mengerti istilahnya,..
     
  7. Offline

    Nik_Dut Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 16, 2009
    Messages:
    328
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +1,429 / -0
    ternyata semua science, gan.....


    cape liat tipi, semua ngomong azab, ngutip2 kitab suci.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.