1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Historical Places Seputar Majalengka

Discussion in 'Indonesian History' started by kibalota, Jul 29, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    kibalota Members

    Joined:
    Jul 4, 2010
    Messages:
    6
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +44 / -0
    KELUARGA besar Raja Prabu Darma Suci II alias Raja Talaga Manggung di
    Ds./Kec. Talaga Kab. Majalengka tengah berupaya mencari patung Talaga Manggung yang
    menurut kabar berada di Rijk Museum Amsterdam Belanda. Patung kuno terbuat dari
    perunggu dengan tinggi 40 cm, buatan abad XVII yang disimpan Ny. Masriah, sekira tahun
    1935 dan pernah dipinjam Residen VOC Cirebon.

    "Setelah Belanda pulang ke negerinya tahun 1942, patung yang dipinjam dari
    nenek saya itu, ternyata tak dikembalikan lagi sampai sekarang. Karena patung itu
    merupakan benda yang tak ternilai harganya, dengan sekuat tenaga kami mencarinya
    sampai mendapatkan patung itu lagi," tegas Raden Abung Sihabudin, Ketua Yayasan Museum
    Talaga Manggung Kec. Talaga.

    Upaya pencarian patung Darma Suci II dilakukan dengan berbagai cara. Kata
    Raden Abung, ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1945, Raden Natadipura (kakek
    Raden Abung) pernah menagihnya. Seorang Tentara Belanda bernama De Varjik di Surabaya
    berjanji akan mengembalikan patung tersebut dari negerinya. Karena pada saat itu
    situasi politik tidak menunjang, akhirnya pencarian patung Talaga Manggung terhenti.

    Pencarian terus diupayakan generasi pelanjutnya. Ketika H. Unang Sunarjo
    menjabat Residen Cirebon, dia pernah menjanjikan akan mencarikan patung itu bersama
    pejabat Dirjen Museum dan Benda Purbakala (Muskala) Departemen Pendidikan dan
    Kebudayaan. Namun sampai sekarang pencarian itu tak membuahkan hasil.

    Setelah Karesidenan Cirebon ditiadakan sejalan dengan diberlakukannya
    otonomi daerah, keluarga Prabu Talaga Manggung nyaris kehilangan arah. Para bupati dan
    wali kota se-eks Wilayah III Cirebon tak ada yang peduli lagi tentang barang pusaka
    yang amat berharga sebagai pembuktian sejarah Cirebon di masa lalu itu.

    "Mudah-mudahan seandainya rempugan keluarga sepakat untuk menyediakan dana
    banyak, apa pun risikonya kami nekat untuk mengambil patung leluhur ke negeri
    Belanda," kata Raden Abung Sihabudin.

    Bila diadakan acara ritual "Nyiramkeun Patung" yang dilakukan setahun
    sekali pada Senin akhir bulan Safar, semua keluarga keturunan Prabu Darma Suci II yang
    tersebar di mana-mana berkumpul di Talaga. Semua keluarga diwajibkan untuk menghitung
    semua barang pusaka yang di-siramkeun itu. Bila ada yang hilang maka Raden Abung
    selaku ketua yayasan yang bertangung jawab.

    Ketika memerintah sebagai raja di Talaga Manggung tahun 1580 M, Prabu
    Darma Suci II pernah mewasiatkan semua barang milik keraton kepada anak cucunya untuk
    diamankan hingga akhir zaman. Kerajaan Talaga Manggung sirna menghilang setelah
    terjadi dikudeta menantunya Raden Palembang Gunung.

    Sejak menghilangnya keraton kebesaran di akhir abad XVI itu, semua benda
    bersejarah seperti patung Darma Suci, dua patung putra putrinya bernama patung Eyang
    Simarkancana dan Raden Pangluruh diamankan oleh generasi penerusnya yang mendapat
    amanah dari leluhurnya itu. Bekas keraton itu menjelma menjadi sebuah situ yang
    sekarang bernama Situ Sangiang,

    Bukan hanya ketiga patung yang terbuat dari perunggu, sejumlah benda
    bersejarah lainnya diamankan juga. Seperti baju kerajaan, peralatan perang, alat
    kesenian, buku sejarah, benda-benda sisa-sisa keraton Talaga Manggung yang sampai
    sekarang masih terawat, meski sebagian sudah ada yang hilang dan rusak termakan usia.

    Sejak 1820 semua barang pusaka warisan Kerajaan Talaga Manggung diamankan
    oleh Pangeran Sumanagara di Talaga yang merupakan keturunan Talaga Manggung ke-9. Pada
    waktu itu sejumlah barang pusaka sangat dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Namun
    setelah ganti tangan, para pemegang amanat itu teledor sehinga tak sedikit
    barang-barang pusaka yang hilang, termasuk patung Raden Darma Suci yang sangat
    dilestarikan sekarang berada di negeri Belanda.

    "Yang memprihatinkan lagi sebagian barang pusaka pun ada yang hilang.
    Karena itu saya selaku keluarga Darma Suci II meminta Raden Abung agar bertanggung
    jawab merawat semua benda-benda warisan leluhur kami. Bila teledor jangan tanya," kata
    Ny. Eep (82 ) kakak tertua Raden Abung Sihabudin.

    Setahun sekali tepatnya pada Senin akhir Safar, dilakukan upacara sakral
    Ngamandikeun Patung. Semua keluarga besar berkumpul di Talaga sambil ikut mendata
    semua barang pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung yang sekarang disimpan di
    Museum Talaga Manggung Kec. Talaga.

    Berbagai jenis benda pusaka yang disimpan di Museum Talaga Manggung di
    antaranya sebuah meriam perunggu, puluhan keris, gong renteng, baju kerajaan Talaga
    Manggung, meja kuno, alat perkakas kerajaan, dan lain-lain. Sambil bersilaturahmi
    anggota keluarga yang tersebar di mana-mana meminta Raden Abung agar dengan segera
    mendapatkan patung Darma Suci II. "Upacara ngamandikeun patung merupakan reuni bagi
    keluarga kami. Namun karena patung pusaka Darma Suci II itu hilang, kami sering
    menangis. Sieun laleungitan deui. Khawatir kami dan anak cucu nantinya kualat, karena
    tak mampu mendapatkan patung wasiat itu," keluh Ny. Eep sambil meneteskan air matanya.

    Selain sibuk mengurus administrasi kepergian ke negeri Belanda, Raden
    Abung tengah meminta Pemkab Majalengka untuk mengucurkan dana perawatan Museum Talaga
    Maggung. Bangunan museum bantuan Pemkab Majalengka tahun 1995 itu cukup
    memprihatinkan. Pagar pengaman rusak, halaman kotor penuh rumput alang-alang, sebagian
    bangunan rusak berat. Bila hal itu dibiarkan, khawatir benda-benda sejarah yang ada di
    dalam museum dicuri orang.

    Abung mengaku, agar benda-benda sejarah warisan leluhur aman hingga akhir
    zaman, kedua patung putra Prabu Darma Suci yaitu patung Raden Pangluruh dan
    Simarkancana disimpan di sebuah koper dan diamankan di sebuah lemari. Sementara
    sejumlah barang pusaka peninggalan keraton tempo dulu diamankan di bangunan Museum
    Talaga Mangung tak jauh dari rumahnya. Keamanan museum telah dipercayakan kepada Mang
    Udin sebagai juru kunci.

    Menyinggung kapan Abung akan pergi ke negeri Kincir Angin, ia belum
    menentukan tanggal dan harinya. Dia mengaku bersama keluarga, sibuk membereskan
    persyaratan ke berbagai instansi berwenang. Seperti ke Departemen Diknas RI, Kedutaan
    Besar Belanda di Jakarta dan instansi berwenang lainnya.(H.Undang Sunaryo/MD)***:panik:

    http://www.mail-archive.com/urangsunda@yahoogroups.com/msg03708.html
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    blackyway22 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 24, 2009
    Messages:
    2,003
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +10,386 / -0
    Iya ini tempat kampanyenya gubernur dan wagubnya yang sekarang.. Tempatnya sakral :top:
     
  4. Offline

    kibalota Members

    Joined:
    Jul 4, 2010
    Messages:
    6
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +44 / -0
    miris banget gan......banyak barang yang hilang,,,,..dan tempatnya kurang strategis di dekat pasarr lagi
     
  5. Offline

    gentongprabu Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 10, 2010
    Messages:
    65
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +6 / -0
    Ga masalah sih deket pasar juga, memang dari dulu museumnya disana, asal dirawat saja..
     
  6. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    avara kdavra, open sesame...
    auto lock open.



    Regards,
     
  7. Offline

    crewpoek Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 1, 2010
    Messages:
    1,170
    Trophy Points:
    132
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +966 / -0
    ya ini lah kekurangan kita...
    kurang peduli pada sejarah, apalagi bukti masa lampau
     
  8. Offline

    dipoezqu Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 30, 2012
    Messages:
    196
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +3 / -0
    tipikal indonesia, gak pernah menghargai kejayaan masa lalu bangsa indonesia
     
  9. Offline

    channoopy_ Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 22, 2013
    Messages:
    790
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +2,526 / -0
    kita seharusnya lebih menjaga peninggalan sejarah kita di indonesia ini..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.