1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Historical Places Sejarah tentang MONAS

Discussion in 'Indonesian History' started by boku, Jun 2, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    boku Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 10, 2009
    Messages:
    3,087
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +53,870 / -0
    Treub dan Gagasan Silang Monas
    (dikutip dari Kompas, Selasa, 2 Juni 2009 | 17:44 WIB)

    [​IMG]
    [​IMG]

    BERAWAL dari Voorschoten, sebuah kampung di Randstad, di barat Belanda yang masuk dalam Provinsi Holland Selatan. Di kampung inilah Melchior Treub lahir pada 1851. Boleh jadi banyak pembaca yang belum pernah mendengar nama ahli botani Belanda ini. Kelar kuliah di Universitas Leiden, menjadi ahli botani di sini kemudian pada 1880-1909 ia pindah ke Hindia Belanda.

    Ia dikenang atas hasil kerja terkait flora tropis di Jawa. Bogor Botanical Gardens atau Kebun Raya Bogor adalah tempat Treub mengabdi sebagai direktur selama 30 tahun. Tempat ini mendapat pengakuan internasional sebagai lembaga ilmiah di bidang botani. Sebagai ahli tetumbuhan, ia berencana membuat jalan silang yang memotong Koningsplein.

    Sebelum menjadi Koningsplein atau Lapangan Raja dan kemudian menjadi Medan Merdeka atau Lapangan Monumen Nasional (Monas), lapangan terbesar di dunia ini - meliputi hampir 1 km2 - pernah dijadikan lapangan latihan militer oleh Daendels pada 1809 dan diberi nama Champs de Mars. Sebelum itu, demikian seperti ditulis Adolf Heuken dalam Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, lapangan ini bernama Buffelsveld (lapangan kerbau).

    Usai masa kuasa Inggris, lapangan itu kemudian diberi nama Koningsplein atau Lapangan Raja. Gubernur jenderal mulai tinggal di istana negara, maka beberapa instansi pemerintah dan kantor perusahaan besar mulai dibangun di pinggir lapangan ini sejak awal abad 19.

    Kembali ke gagasan Treub untuk mengatur lapangan Koningsplein, rencana itu sebagai upaya membuat lapangan itu menjadi lebih bermanfaat dari hanya sekadar lapangan rumput nan luas. Rencana ini terlontar di tahun 1892 dalam sebuat tulisan ilmiah di majalah Teysmannia.

    Jalan-jalan yang disarankan Treub mirip dengan Jalan Silang Monas kini. Jalan silang ini bertemu di satu titik berupa bundaran tepat di mana Monumen Nasional kini berdiri. dalam tulisan itu ia juga menyarankan agar di tengah bundaran dibikin kolam atau monumen kecil, sekeliling bundaran dihias petak-petak bunga. Di antara kelompok pohon, yang disarankan Treub, yang mengelilingi bundaran itu dapat dibangun kios atau rumah bola untuk pertunjukan musik di udara terbuka.

    Dalam tulisan itu Treub tak lupa mengurai keunikan lapangan seluas sekitar 90 ha itu. Dibandingkan dengan lapangan di kota-kota besar lain di dunia pada masa itu, lapangan Koningsplein tak tertandingi. Saint James Park dan Green Park di London hanya sekitar sepertiga Koningsplein, tulis Treub.

    Namun sayang rencana ini ternyata tak ditanggapi penguasa masa itu. Tapi 25 tahun kemudian kotapraja mengajukan rencana baru tentang lapangan itu yaitu balai kota yang diusulkan berada di sisi utara berhadapan dengan istana. Demikian ditulis Siswadhi dalam "Silang Monas Ide Tahun 1892". Rencana ini juga dilengkapi dengan rencana jalan, taman, lapangan olahraga. Lagi-lagi rencana ini kandas.

    Tahun 1934 dan 1937 rencana ini muncul kembali dan juga berakhir tenggelam. Dalam rencana tahun 1934 balai kota ditempatkan di Monumen Nasional kini kemudian dari sini dibangun jalur ganda ke Merdeka Utara. Di kiri kanan dibanguna gedung pemerintahan plus Stadion Ikada. Tahun 1937 revisi rencana mencantumkan, bangunan di sepanjang jalan ke balai kota dihapuskan dan Stasiun Gambir digeser ke utara.

    Kemudian datanglah masa itu, masa 1960-an di mana Presiden pertama RI Soekarno kemudian membangun Monumen Nasional (Monas) sekaligus jalan silangnya. Setelah 70 tahun gagasan Treub terlunta-lunta akhirnya Soekarno yang menuntaskan semua rencana. Ia memerintahkan racangan menyeluruh untuk lapangan dan daerah sekitarnya hingga ke Jalan Thamrin. Bangunan lama seperti istana dan Willemskerk, gereja di seberang Stasiun Gambir, dipertahankan.

    Kini, lebih dari seabad sejak Treub melontarkan rancangan dan gagasan atas lapangan Koningsplein, lapangan Monas dibiarkan terbuka dengan berbagai jenis pepohonan, air mancur, bahkan ditambah atraksi rusa - yang tak terdengar lagi kabarnya.


    WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
     
    Last edited: Jun 3, 2009
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Kiddo Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 15, 2009
    Messages:
    1,150
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +669 / -1
    nice info :top:

    btw dulu pernah baca d majalah lib***y pembangunan monas nih malah ada sangkut pautnya ama mistik2 gitu..g tau deh bener ga nya :D
     
  4. Offline

    setya5785 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 28, 2008
    Messages:
    1,646
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +33,309 / -0
    jadi tau sejarahnya monas ^_^

    tengkyu infonya, jarang baca kompas sih.
    @kiddo... keknya majalah satu itu isinya kalo ga mstis ya s** keknay bisa diabaikan ^_^
     
  5. Offline

    lateron Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 29, 2009
    Messages:
    107
    Trophy Points:
    151
    Ratings:
    +39,254 / -0
    Gw kira silang monas itu orang indonesia yang rancang....
    berarti makin banyak saja peninggalan Orang Belanda di Indonesia terutama Jakarta
     
  6. Offline

    Kiddo Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 15, 2009
    Messages:
    1,150
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +669 / -1

    kyknya sih begitu :lol:
     
  7. Offline

    Marco86 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 14, 2009
    Messages:
    1,817
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +28,162 / -0
    sejarahnya begitu panjang, tapi ga dihargai oleh bangsa sendiri... Gw pernah naek n liat ada orang lg kencing di pojokan... :(
    Belum lapangannya jadi sarang orang mojok n hal2 ga jelas laennya...

    Itu salah 1 tanda bangsa kita, harusnya lebih dihargai dan dirawat...
     
  8. Offline

    cracker69 Silent Reader Members

    Joined:
    May 31, 2009
    Messages:
    70
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +1 / -0
    hah?? misteriusnya dimana?? -__-
     
  9. Offline

    KamiNomiZoShiruSekai Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 4, 2009
    Messages:
    113
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +3 / -0
    weee jadi pingin liad monas

    belom pernah ke monas ni<<
     
  10. Offline

    KyLa Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 17, 2009
    Messages:
    419
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +4,692 / -0
    walaaa jadi tau sejarahnya Monass ^^
     
  11. Offline

    bulebulukan Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    388
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +6,983 / -0
    bro dari yang gw baca di buku sejarah indonesia, monas itu dibangun tahun 1961 oleh soekarno dan tidak selesai akhirnya selesai tahun 1975 oleh suharto...
    puncaknya adalah 14.5 ton perunggu dicampur 35 kilogram emas..
    tingginya 137 meter...
     
  12. Offline

    boku Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 10, 2009
    Messages:
    3,087
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +53,870 / -0
    wah soal kepastian info mana yang paling benar sih gw juga krg tau.
    Tp 1 hal yang gw percaya, bahwa dalam soal arsitektur negara kita masih dipengaruhi oleh sisa-sisa peninggalan Company:em0100:
     
  13. Offline

    bulebulukan Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    388
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +6,983 / -0
    sebenernya sih, yang lo tulis gak ada yang gw bilang salah.. mungkin bisa dibilang, yang gw tulis itu info "tambahan" :stress:

    buat tambahan juga.. ini ada link nya.. :em0100:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional
     
  14. Offline

    Luciell Beginner Members

    Joined:
    Jan 19, 2009
    Messages:
    350
    Trophy Points:
    171
    Ratings:
    +4,589 / -0
    35 kg emas,,,ga takut di gondol maling tuh gan??

    BTW yang di pasang skrang katanya imitasi tuh,,yang aslinya di simpan di museum...CMIIW!!
     
  15. Offline

    bulebulukan Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    388
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +6,983 / -0
    maling gila itu gan, mau naek setinggi 137 meter, trus ngangkut seberat 14.5ton lebih (kan udah dicampur emasnya) :onion-97:
     
  16. Offline

    basayevz Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 20, 2011
    Messages:
    29
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +23 / -0
    sejarah singkat tentang monas

    Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.

    Sejarah

    Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.

    Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

    Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

    Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.

    Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga pada hari-hari libur

    Konstruksi dan Pameran
    Monas pada Hari Kermedekaan 2007

    Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

    Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

    Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

    Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

    Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

    Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

    Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".

    Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

    Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.

    Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

    Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

    Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

    Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

    Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

    Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

    Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".

    Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

    Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.
    sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Monas
     
  17. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,176 / -0
  18. Offline

    ary165 Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 21, 2010
    Messages:
    51
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
  19. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,467
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,409 / -0
    avara kdavra, open sesame...
    auto lock open.



    Regards,
     
  20. Offline

    channoopy_ Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 22, 2013
    Messages:
    790
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +2,528 / -0
    nice info..
    jadi ane tau gmana sejarah monas
     
  21. Offline

    antisipatic Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 25, 2014
    Messages:
    862
    Trophy Points:
    152
    Ratings:
    +51,989 / -0
    Setau ane dulu pernah baca artikel,
    emasnya disumbang oleh bangsawan asal aceh.
    tau bener tau engga.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.