1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other Sejarah Dangdut

Discussion in 'History and Culture' started by blacksheep, May 6, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    blacksheep Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,600
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,963 / -0
    Sejarah Dangdut
    Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.
    Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.
    Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut populer yang dibagi dalam tiga kelompok kronologis, sesuai dengan perkembangan musik dangdut:
    Pra-1970-an
    Husein Bawafie
    Munif Bahaswan
    Ellya
    M. Mashabi
    Johana Satar
    Hasnah Tahar
    1970-an
    A. Rafiq
    Rhoma Irama
    Elvy Sukaesih
    Mansyur S.
    Mukhsin Alatas
    Herlina Effendi
    Reynold Panggabean
    Camelia Malik
    Ida Laila
    Setelah 1970-an
    Vetty Vera
    Nur Halimah
    Hamdan ATT
    Meggy Zakaria
    Iis Dahlia
    Itje Tresnawaty
    Evi Tamala
    Ikke Nurjanah
    Kristina
    Cici Paramida
    Dewi Persik
    Inul Daratista
    Dangdut dalam budaya kontemporer Indonesia
    Oleh Rhoma Irama, dangdut dijadikan sebagai alat berdakwah, yang jelas terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya dan dinyatakan sendiri olehnya. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu polemik besar kebudayaan di Indonesia pada tahun 2003 akibat protesnya terhadap gaya panggung penyanyi dangdut dari Jawa Timur, Inul Daratista, dengan goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral".

    Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.

    Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini.

    Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.

    Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.

    Interaksi dengan musik lain

    Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut.

    Musik rock, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin.

    Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.

    Bangunan lagu

    Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli (contoh: Burung Nuri). Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

    Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama.

    Bagian awal tersusun dari delapan birama, dengan atau tanpa pengulangan. Jika terdapat pengulangan, dapat disela dengan suatu baris permainan jeda. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu, situasi yang dihadapi sang penyanyi.

    Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik. Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.

    Setelah bagian kedua, lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away.
    Code:
    http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Music/?kid=5492
    http://metyudi.blogspot.com/2008/12/sejarah-musik-dangdut.html
    http://atasanfm.multiply.com/journal/item/6/Sejarah_Dangdut
    http://mas-wahyu.blogspot.com/2008/06/sejarah-dangdut.html
    http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TD5CFTVBHJGN2M81L
     
    Last edited: Jan 2, 2011
    • Thanks Thanks x 3
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    green88 Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 24, 2009
    Messages:
    80
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    terus ,
    bener gak si istilah dangdut is the music of my country
    yang didendangkan salah satu grup musik di indonesia ?
     
  4. Offline

    bHell Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 19, 2008
    Messages:
    5,246
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +42,978 / -0
    dangdut juga udah jadi Standart Lagu2 di kawinan..[​IMG]
    cm dangdut skrang dah parah, dandanan+jogetNy entu loh.. :muntah:
     
  5. Offline

    meneng Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 22, 2009
    Messages:
    435
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +19 / -0
    hmm.. nice info!! dengan begini kan bisa mengapresiasi dangdut dengan lebih dalam lagi!!
     
  6. Offline

    ryan_kotzen Silent Reader Members

    Joined:
    May 9, 2009
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    dangdut is the music of my country.. my country...
    gue demen ama dangdut euy... lagu wajib :)

    informatif banget neh...
     
  7. Offline

    godlob Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 2, 2009
    Messages:
    590
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +8,222 / -0
    ehm, maaf sebelumnya... reply ini sekedar pembelaan bagi orkes dangdut koplo yang aku rasa banyak di-anak tiri-kan oleh pecinta lagu dangdut lama... sekali lagi mohon maaf...

    sekarang banyak video dangdut yg di-youtube-kan sekedar untuk memperlihatkan goyangan di atas panggung yang semakin erotis, tanpa memperhatikan suara si penyanyi sendiri... hal ini merupakan satu fenomena yang, disadari atau tidak, sudah ada dari jaman inul masih nyanyi dari satu hajatan ke hajatan yang lain...

    apa sebabnya? mereka tau modal mereka pas2an dan harus dapat menarik perhatian audiens-nya, makanya lebih menonjolkan segi2 yang lebih mudah menarik perhatian. dalam hal ini, ya goyangan erotis mereka itu.

    bahkan jika kita mau mencari video uut permatasari pada awal karirnya, dia juga manggung dengan dandanan yang sangat 'ga banget'lah, khas penyanyi dangdut. mungkin karena keberaniannya menembus ibu kota, plus nasib baik, membuat dia jadi setenar sekarang ini..

    para uploader pun juga banyak yang hanya meng-upload dengan tujuan memperlihatkan sisi visual-nya daripada audio-nya.

    pertanyaan saya: pernahkah anda memperhatikan video orkes-orkes melayu yang berbasis di jawa timur seperti sera, monata, mutiara, atau pallapa? jujur saja, saya tertarik untuk menikmati musik dangdut karena bersenggolan dengan karya2 mereka..

    coba cari di youtube video2 dari sodiq, dwi ratna, vivi rosalita, lilin herlina, atau nena fernanda... dandanan mereka memang seperti itu, tapi saya rasa goyangan mereka biasa saja...

    bahkan ada teman saya yang mengganggap dangdut itu musik yg 'njijiki', agak kaget waktu mendengar sebuah lagu pop yang di-rearrange dengan musik dangdut.. dia bilang kalo yg nyanyi itu kualitas suaranya lebih bagus dari versi aslinya... (fyi, dia dengerin 'sampai menutup mata'nya acha septriasa yg dinyanyiin nena fernanda n om monata)

    untuk dilarangnya panggung dangdut di perayaan sekaten, itu memang karena, saya akui, di jogja level pedangdutnya memang baru segitu itu...

    sekali lagi mohon maaf, saya hanya menyampaikan opini saya saja... n buat TS, thx lagi dah dibikinin thread ini...
     
  8. Offline

    dejivrur Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,103 / -2
    gw suka lagu lagu dangdut lawas kayak punya meggy z, jaja miharja

    daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini~~~
    sepiring berdua~~~
    kau anak haji, aku anak penjudiiii~~~

    setuju sama bro godlob
    dangdut sekarang cenderung ke goyang cabul, dari pada setengah setengah apa nggak sekalian aja itu penyanyi suruh nari striptis, toh orang datang juga buat liat bodi, bukan denger lagu

    tapi sekarang ada beberapa sih dangdut asik kayak sms, dan kucing garong pastinya~~~
     
    • Like Like x 1
  9. Offline

    The_Next Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 23, 2009
    Messages:
    1,123
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +673 / -0
    :hero: Henshin!!!
    Emang bener kata bro.. Sekarang Dangdut mempuyai tamnbahan yang merusak estetika wal dangdut... Yaitu gerakan ******

    :hot: Ini ang membuat saya kurang suka dangdut pasaran...
    Kecuali
    bang Ridho Roma
    :haha:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  10. Offline

    AngelOfAvalon Beginner Members

    Joined:
    Aug 29, 2010
    Messages:
    352
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +67 / -0
    walaupun ane gak terlalu suka dangdut, tapi kalo dinyanyikan sama bang haji rhoma sebagai media dakwah, ane sih suka2 aja...! ternyata bang haji Rhoma itu ngefans sama Ritchie Blackmore loh gan, ane liat di Sat* Ja* Leb*h Dek*t di salah satu stasiun tv indonesia.
     
  11. Offline

    beta1990 Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 22, 2010
    Messages:
    18
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    sekarang dangdut udah tertinggal ya popularitasnya dibanding genre lain
     
  12. Offline

    mikawidhi Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 24, 2010
    Messages:
    193
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +35 / -0
    ane suka dangdut tapi gak suka penyanyi dangdut yang cuman mamerin pantat ama toge doang.
     
  13. Offline

    zetsudousougi Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 23, 2010
    Messages:
    413
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +78 / -0
    dangdut paling enak jaman 90an
    sekarang dengerin dangdut bikin ilfil
    suara jelek, lirik nakal, goyangan mengundang
    dan yg paling parah : JUSTRU YANG KAYA GITU YANG TERKENAL!!:hot:
     
  14. Offline

    garink150 Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 24, 2010
    Messages:
    88
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    GW paling suka lagu lagu ciptaan Bang Haji Rhoma Irama, meskipun orangnya penuh kontroversial. Kawin cerai mulu tapi lagu lagunya enak entah dia bikin sendiri atau milik orang di beli
     
  15. Offline

    speedyrj Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 3, 2008
    Messages:
    510
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +86 / -0
    jaman bang rhoma kayanya masuk jaman keemasan
     
  16. Offline

    shinobi32 Forza Inter! Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 31, 2008
    Messages:
    18,348
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +70,950 / -10
    ttp aja gw gak suka dangdut.
    tapi klo zaman dulu pasti lagunya lagu dangdut. tapi bagus
    gak kyk sekarang, norak.
     
  17. Offline

    shini234 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 22, 2010
    Messages:
    1,348
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,721 / -0
    lagu dangdut itu lagunya laki2. coba aja laki2 di dengerin dangdut pasti bakalan goyang. yang gak goyang berarti munafik.

    tapi lagu dangdut sekarang ancur bro.
     
  18. Offline

    cq510 Beginner Members

    Joined:
    Apr 6, 2010
    Messages:
    205
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +8 / -0
    sebenernya lagu dangdut bagus2 aja, dan harus bangga sebagai lagu sendiri.
    tapi yang sekarang sekarang ituloh lagu2 dangdut malah kebanyakan cm ganti versi dari lagu aslinya dibuat jadi versi dangdut. apalagi penyanyi2 nya, dandanan sma tampilannya di atas panggung. uda beda banget dangdut yang sekarang sama yang dulu
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.