1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Sejarah Sejarah dan Pelopor Gorontalo

Discussion in 'Sulawesi' started by Oning, Mar 21, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    Semua Tentang Gorontalo

    Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.

    Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara).
    Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango. Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B.

    Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow.

    Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut huukm adat etatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut "Pohala'a".Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala'a :
    • Pohala'a Gorontalo
    • Pohala'a Limboto
    • Pohala'a Suwawa
    • Pohala'a Boalemo
    • Pohala'a Atinggola

    Dengan hukum adat itu maka Gorontalo termasuk 19 wilayah adat di Indonesia Pohalaa Gorontalo merupakan pohalaa yang paling menonjol diantara kelima pohalaa tersebut. Itulah sebabnya Gorontalo lebih banyak dikenal.
    Asal usul nama Gorontalo terdapat berbagai pendapat dan penjelasan antara lain :
    • "Hulontalangio", nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo.
    • Berasal dari " Hua Lolontalango" yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang.
    • Berasal dari " Hulontalangi" yang artinya lebih mulia.
    • Berasal dari "Hulua Lo Tola" yang artinya tempat berkembangnya ikan Gabus.
    • Berasal dari " Pongolatalo" atau "Puhulatalo" yang artinya tempat menunggu.
    • Berasal dari Gunung Telu yang artinya tiga buah gunung.
    • Berasal dari " Hunto" suatu tempat yang senantiasa digenangi air

    Jadi asal usul nama Gorontalo (arti katanya) tidak diketahui lagi, namun jelas kata "hulondalo" hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo.
    Pada tahun 1824 daerah Limo Lo Pohalaa telah berada di bawah kekusaan seorang asisten Residen disamping Pemerintahan tradisonal. Pada tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah " Rechtatreeks Bestur ". Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan Daerah Limo lo pohalaa dibagi atas tiga Onder Afdeling yaitu :
    • Onder Afdeling Kwandang
    • Onder Afdeling Boalemo
    • Onder Afdeling Gorontalo

    Selanjutnya pada tahun 1920 berubah lagi menjadi lima distrik yaitu :
    • Distrik Kwandang
    • Distrik Limboto
    • Distrik Bone
    • Distrik Gorontalo
    • Distrik Boalemo

    Pada tahun 1922 Gorontalo ditetapkan menjadi tiga Afdeling yaitu :
    • Afdeling Gorontalo
    • Afdeling Boalemo
    • Afdeling Buol

    Sebelum kemerdekaan Republik , rakyat Gorontalo dipelopori oleh Bpk. H. Nani Wartabone berjuang dan merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun yaitu sampai tahun 1944 wilayah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah sekitar bahkan secara nasional. Oleh karena itu Bpk H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

    Hari Kemerdekaan Gorontalo " yaitu 23 Januari 1942 dikibarkan bendera merah putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Padahal saat itu Negara Indonesia sendiri masih merupakan mimpi kaum nasionalis tetapi rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia

    Selain itu pada saat pergolakan PRRI Permesta di Sulawesi Utara masyarakat wilayah Gorontalo dan sekitarnya berjuang untuk tetap menyatu dengan Negara Republik Indonesia dengan semboyan "Sekali ke Djogdja tetap ke Djogdja" sebagaimana pernah didengungkan pertama kali oleh Ayuba Wartabone di Parlemen Indonesia Timur ketika Gorontalo menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur.

    Nani Wartabone Lahir 30 Januari 1907 meninggal 3 Januari 1986 yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2003

    adalah putra Gorontalo dan tokoh perjuangan dari provinsi yang terletak di Sulawesi Utara itu. Perjuangannya dimulai ketika ia mendirikan dan menjadi sekretaris Jong Gorontalo di Surabaya pada 1923. Lima tahun kemudian, ia menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo. Tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 ia bersama masyarakat setempat terlebih dulu memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo, yaitu pada tanggal 23 Januari 1942.

    Setelah tentara Sekutu dikalahkan Jepang pada Perang Asia-Pasifik Belanda merencanakan pembumihangusan Gorontalo yang dimulai pada 28 Desember 1941. Dengan mulai membakar gudang-gudang kopra dan minyak di Pabean dan Talumolo

    Memimpin perlawanan rakyat
    Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo mencoba menghalanginya dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo. Pada 23 Januari, dimulai dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo bergerak mengepung kota. Pukul lima subuh Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah.

    Proklamasi kemerdekaan
    Selesai penangkapan, Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya di halaman Kantor Pos Gorontalo. Peristiwa itu berlangsung pada pukul 10, dan Nani Wartabone sebagai inspektur upacaranya.Di hadapan massa rakyat, ia berpidato Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

    Sore harinya, Nani Wartabone memimpin rapat pembentukan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG) yang berfungsi sebagai Badan Perwakilan Rakyat (BPR) dan Nani dipilih sebagai ketuanya. Empat hari kemudian, Nani Wartabone memobilisasi rakyat dalam sebuah rapat raksasa di Tanah Lapang Besar Gorontalo. Tujuannya adalah mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan itu dengan risiko apapun.

    Jepang menguasai Gorontalo
    Sebulan sesudah Proklamasi Kemerdekaan Nasional di Gorontalo, tentara Jepang mulai mendarat. Pada 26 Februari sebuah kapal perang Jepang yang bertolak dari Manado berlabuh di pelabuhan Gorontalo. Nani Wartabone menyambut baik bala tentara Jepang ini dengan harapan kehadiran mereka akan menolong PPPG. Ternyata sebaliknya, Jepang justru melarang pengibaran bendera Merah Putih dan menuntut warga Gorontalo bersedia tunduk pada Jepang.

    Nani Wartabone menolak permintaan ini. Namun karena tidak kuasa melawan Jepang, ia kemudian memutuskan meninggalkan kota Gorontalo dan kembali ke kampung kelahirannya Suwawa, tanpa ada penyerahan kedaulatan. Di Suwawa Nani Wartabone mulai hidup sederhana dengan bertani. Rakyat yang berpihak kepada Nani Wartabone akhirnya melakukan mogok massal sehingga Gorontalo bagaikan kota mati. Melihat situasi ini, Jepang melalui kaki tangannya melancarkan fitnah, bahwa Nani Wartabone sedang menghasut rakyat berontak kepada Jepang. Akibat fitnah itu, Nani Wartabone akhirnya ditangkap pada 30 Desember 1943 dan dibawa ke Manado. Di sini, Nani Wartabone mengalami berbagai siksaan. Salah satu siksaan Jepang yang masih melekat dalam ingatan masyarakat Gorontalo hingga saat ini adalah, ketika Nani Wartabone selama sehari semalam ditanam seluruh tubuhnya kecuali bagian kepala di pantai di belakang Kantor Gubernur Sulawesi Utara sekarang.

    Hampir sehari kepala Nani Wartabone dimainkan ombak dan butir-butir pasir. Nani Wartabone baru dilepaskan Jepang pada 6 Juni 1945, saat tanda-tanda kekalahan Jepang dari Sekutu mulai tampak.

    Jepang kalah

    Setelah menyerah kepada Sekutu, Jepang masih tetap menghormati Nani Wartabone sebagai pemimpin rakyat Gorontalo. Ini terbukti dengan penyerahan pemerintahan Gorontalo dari Jepang kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sejak hari itu Sang Saka Merah Putih kembali berkibar di bumi Gorontalo setelah diturunkan Jepang sejak 6 Juni 1942. Anehnya, setelah penyerahan kekuasaan itu, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo tidak mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta keesokan harinya.

    Mereka baru mengetahuinya pada 28 Agustus 1945. Untuk memperkuat pemerintahan nasional di Gorontalo yang baru saja diambil alih dari tangan Jepang itu, Nani Wartabone merekrut 500 pemuda untuk dijadikan pasukan keamanan dan pertahanan. Mereka dibekali dengan senjata hasil rampasan dari Jepang dan Belanda. Pasukan ini dilatih sendiri oleh Nani Wartabone, sedangkan lokasi latihannya dipusatkan di Tabuliti, Suwawa. Wilayah ini sangat strategis, berada di atas sebuah bukit yang dilingkari oleh beberapa bukit kecil, dan bisa memantau seluruh kota Gorontalo. Di tempat ini pula, raja-raja Gorontalo zaman dahulu membangun benteng-benteng pertahanan mereka.

    Setelah menerima berita proklamasi di Jakarta, pada tanggal 1 September 1945 Nani Wartabone membentuk Dewan Nasional di Gorontalo sebagai badan legislatif untuk mendampingi kepala pemerintahan. Dewan yang beranggotakan 17 orang ini terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat dan ketua parpol. G. Maengkom yang pernah menjadi Menteri Kehakiman Rl dan Muhammad Ali yang pernah menjadi Kepala Bea Cukai di Tanjung Priok adalah dua dari 17 orang anggota dewan tersebut.

    Ditangkap Belanda
    Sayangnya, keadaan ini tidak berlangsung lama karena Sekutu masuk. Bagi Belanda yang memboncengi Sekutu ketika itu, Nani Wartabone adalah ancaman serius bagi niat mereka untuk kembali menjajah Indonesia, khususnya Gorontalo. Mereka berpura-pura mengundang Nani Wartabone berunding pada 30 November 1945 di sebuah kapal perang Sekutu yang berlabuh di pelabuhan Gorontalo, lalu Belanda menawannya.

    Nani Wartabone langsung dibawa ke Manado. Di hadapan Pengadilan Militer Belanda di Manado, Nani Wartabone dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun dengan tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942. Dari penjara di Manado, Nani Wartabone dibawa ke Morotai yang kemudian dipindahkah ke penjara Cipinang di Jakarta pada bulan Desember 1946. Hanya sebelas hari di Cipinang, Nani kembali dibawa ke penjara di Morotai.

    Di sini ia kembali mengalami siksaan fisik yang sangat kejam dari tentara pendudukan Belanda. Dari Morotai, ia dikembalikan lagi ke Cipinang, sampai dibebaskan pada tanggal 23 Januari 1949, setelah pengakuan kedaulatan Indonesia.

    Kembali ke Gorontalo
    Tanggal 2 Februari 1950, Nani Wartabone kembali menginjakkan kakinya di Gorontalo, negeri yang diperjuangkan kemerdekaannya. Rakyat dan Dewan Nasional yang berjuang bersamanya menyambut kehadirannya dengan perasaan gembira bercampur haru dan tangis. Kapal Bateku yang membawa Nani Wartabone disambut di tengah laut oleh rakyat Gorontalo. Nani Wartabone kemudian ditandu dari pelabuhan dibawa keliling kota dengan semangat patriotisme.

    Rakyat kemudian membaiatnya untuk menjadi kepala pemerintahan kembali. Namun Nani Wartabone menentang bentuk pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang ada pada saat itu. Gorontalo sendiri berada dalam Negara Indonesia Timur. Menurutnya, RIS hanyalah pemerintahan boneka yang diinginkan Belanda agar Indonesia tetap terpecah dan mudah dikuasai lagi.Nani Wartabone kembali menggerakkan rakyat Gorontalo dalam sebuah rapat raksasa pada tanggal 6 April 1950. Tujuan rapat raksasa ini adalah menolak RIS dan bergabung dengan NKRI. Peristiwa ini menandakan, bahwa Gorontalo adalah wilayah Indonesia pertama yang menyatakan menolak RIS.

    Pada periode ini hingga tahun 1953, Nani Wartabone dipercaya mengemban beberapa jabatan penting, di antaranya kepala pemerintahan di Gorontalo, Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selepas itu, Nani Wartabone memilih tinggal di desanya, Suwawa. Di sini ia kembali turun ke sawah dan ladang dan memelihara ternak layaknya petani biasa di daerah terpencil.

    Melawan PERMESTA
    Ketenangan hidup Nani Wartabone sebagai petani kembali terusik, ketika PRRI/PERMESTA mengambil alih kekuasaan di Gorontalo setelah Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Jiwa patriotisme Nani Wartabone kembali bergejolak. la kembali memimpin massa rakyat dan pemuda untuk merebut kembali kekuasaan PRRI/PERMESTA di Gorontalo dan mengembalikannya ke pemerintahan pusat di Jakarta.

    Sayangnya, pasukan Nani Wartabone masih kalah kuat persenjataanya dengan pasukan pemberontak. Oleh karena itu, ia bersama keluarga dan pasukannya terpaksa masuk keluar hutan sekedar menghindar dari sergapan tentara pemberontak. Saat bergerilya inilah, pasukan Nani Wartabone digelari Pasukan Rimba. Berbagai cara dilakukan Nani Wartabone agar bisa mendapat bantuan senjata dan pasukan dari Pusat.

    Baru pada bulan Ramadhan 1958 datang bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Berkat bantuan kedua pasukan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan inilah, Nani Wartabone berhasil merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.

    Setelah PRRI/PERMESTA dikalahkan di Gorontalo itu, Nani Wartabone kembali dipercaya memangku jabatan-jabatan penting. Misalnya, sebagai Residen Sulawesi Utara di Gorontalo, lalu anggota DPRGR sebagai utusan golongan tani. Setelah peristiwa G30S tahun 1965, Nani Wartabone kembali berdiri di barisan depan rakyat Gorontalo guna mengikis habis akar-akar komunisme di wilayah itu. Nani Wartabone yang pernah menjadi anggota MPRS Rl, anggota Dewan Perancang Nasional dan anggota DPA itu, akhirnya menutup mata bersamaan dengan berkumandangnya azan shalat Jumat pada tanggal 3 Januari 1986, sebagai seorang petani di desa terpencil, Suwawa, Gorontalo.

    Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional

    Pada peringatan Hari Pahlawan 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Nani Wartabone melalui ahli warisnya yang diwakili oleh salah seorang anak laki-lakinya, Hi Fauzi Wartabone, di Istana Negara, pada tanggal 7 November 2003. Wartabone ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003.

    Untuk mengenang perjuangannya di kota Gorontalo dibangun Tugu Nani Wartabone untuk mengingatkan masyarakat Gorontalo akan peristiwa bersejarah 23 Januari 1942 itu.

    Buku karangan Oma "Hj.Irtja Tangahu Hadjoe MEd" dengan judul "Melestarikan Budaya Sapaan/ Toli" ini sangat membantu kita dalam mengetahui kebudayaan Masyarakat Gorontalo. Sapaan / Toli atau nama panggilan bagi seseorang adalah salah satu kebudayaan masyarakat Goronatalo. Tatakrama ini sudah ada berabad-abad lamanya. Menurut ‘Wulito’ atau cerita leluhur kebudayaan ini berkembang menjadi ‘pulanga’ atau gelar kepada raja jogugu, marsaoleh dan para pejabat kerajaan / negeri yang dinobatkan atau dinilai berilomato atau berkarya dalam negeri. Bahkan apabila wafatpun raja dan pejabat-pejabat masih dianugerahi gelar yang disebut ‘gara’i’ yang juga diberikan sesuai dengan karyanya semasa hidupnya.

    Sapaan bermakna sebagai suatu penghormatan bagi seseoran. Selain dari pada itu sapaan /toli bisa mempererat tali persaudaraan atau tali kekeluargaan. Dengan sapaan yang manis seseorang merasa dihargai sehingga timbul ‘sense of belonging’, merasa bagian dari keluarga atau lingkungannya. Nabi Muhammad SAW menyapa isteri-isteri beliau dengan nama panggilan, yang manis dan halus. >Beliau menyapa Aisyah ra: ‘Humairah’ artinya Si Pipi yang merah, yaitu sapaan kesayangan bagi isteri yang cantik.Pada zaman dahulu dalam lingkungan kerajaan, sapaan-sapaan terjaga sangat baik. Dalam lingkungan ini hamper tidak terdengar panggilan nama asli / kecil seseorang. Menyapa raja dan pejabat-pejabat Ti Olongia, Ti Jogugu, Ti Wulea, atau sapaan Ti Eeyanggu Sapaan untuk ratu, permaisuri dan isteri-isteri pejabat Ti Mbui, Ti Boki, Putera Puteri dan cucu Bantha, Te tapulu Ti Putiri Te Uti, Ti Pii dan sebagainya. Sebaliknya keluarga dan para putera puteri menyapa pegawai kerajaan dengan nama jabatan masing-masing sampai pangkat yang paling rendah sekalipun tanpa menyebut nama kecilnya.

    Download Artikel Lngkap klik Disini

    Dalam adat-istiadat Gorontalo, setiap warna memiliki makna atau lambang tertentu. Karena itu, dalam upacara pernikahan masyarakat Gorontalo hanya menggunakan empat warna utama, yaitu merah, hijau, kuning emas, dan ungu. Warna merah dalam masyarakat adat Gorontalo bermakna ‘ keberanian dan tanggung jawab; hijau bermakna ‘kesuburan, kesejahteraan, kedamaian, dan kerukunan’; kuning emas bermakna ‘kemuliaan, kesetian, kebesaran, dan kejujuran’; sedangkan warna ungu bermakna ‘keanggunanan dan kewibawaan’.
    Pada umumnya masyarakat adat Gorontalo enggan mengenakan pakaian warna coklat karena coklat melambangkan ‘tanah’. Karena itu, bila mereka ingin mengenakan pakaian warna gelap, maka mereka akan memilih warna hitam yang bermakna ‘keteguhan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa’. Warna putih bermakna ‘kesucian atau kedukaan’.Karena itu, mayarakat Gorontalo lebih suka mengenakan warna putih bila pergi ke tempat perkabungan atau kedukaan atau ke tempat ibadah (masjid).
    Biru muda sering dikenakan pada saat peringatan 40 hari duka, sedangkan biru tua dikenakan pada peringatan 100 hari duka.

    Dalam adat perkawinan Gorontalo sebelum hari H dilaksanakan acara “Dutu“, di mana kerabat pengantin pria akan mengantarkan harta dengan membawakan buah–buahan, seperti buah jeruk, nangka, nenas, dan tebu. Setiap buah yang dibawa juga punya makna tersendiri, misalnya buah jeruk bermakna bahwa ‘pengantin harus merendahkan diri’, duri jeruk bermakna bahwa ‘pengantin harus menjaga diri’, dan rasanya yang manis bermakna bahwa ‘pengantin harus menjaga tata kerama atau bersifat manis supaya disukai orang. Nenas, durinya juga bermakna bahwa pengantin harus menjaga diri, dan begitu pula rasanya yang manis. Nangka dalam bahasa Gorontalo Langge lo olooto, yang berbau harum dan berwarna kuning emas mempunyai arti bahwa pengantin tersebut harus memiliki sifat penyayang dan penebar keharuman. Tebu warna kuning bermakna bahwa pengantin harus menjadi orang yang disukai dan teguh dalam pendirian.

    Gorontalo memiliki pakaian khas daerah sendiri baik untuk upacara perkawinan, khitanan, baiat (pembeatan wanita), penyambutan tamu, maupun yang lainnya. Untuk upacara perkawinan, pakaian daerah khas Gorontalo disebut Bili’u atau Paluawala. Pakaian adat ini umumnya dikenal terdiri atas tiga warna, yaitu ungu, kuning keemasan, dan hijau.

    [​IMG] [​IMG] [​IMG] [​IMG]

    Sebuah tradisi yang secara turun temurun dilaksanakan oleh komunitas masyarakat Gorontalo yang penyelenggaraannya diatur secara adat Gorontalo, oleh para pemangku-pemangku adat. Perhelatan tahunan yang bernuansa religius dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Warga Gorontalo menyalakan lebih dari enam juta lampu minyak dalam tradisi Tumbilotohe, baru-baru ini. Tradisi menyalakan lampu minyak ini untuk menerangi jalan menuju masjid yang dilakukan pada akhir Ramadan. Acara tersebut masuk catatan Museum Rekor Indonesia sebagai rekor penyalaan lampu minyak terbanyak.

    Berdasarkan pemantauan SCTV, aliran listrik selama berlangsungnya tradisi tumbilotohe penerangan dimatikan. Tak heran, sepanjang malam seluruh wilayah Gorontalo diterangi oleh nyala lentera. Kemeriahan warga juga tampak di alun-alun kota yang menjadi pusat dari perayaan tumbilotohe. Tumbilotohe tahun ini diperkirakan menghabiskan lebih dari satu juta liter minyak tanah. Hasil ini berdasarkan perhitungan lima botol memerlukan satu liter minyak tanah untuk dinyalakan selama tiga hari.

    [​IMG]

    [​IMG] [​IMG]

    [​IMG] [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]
    Ukuran, nuansa dan arti lambang daerah Provinsi Gorontalo

    1. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo pada bagian luar berbentuk perisai atau jantung yang memberi makna kesetiaan sebagai pelindung kehidupan rakyat Gorontalo.
    2. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo pada bagian dalam berbentuk bulat lonjong atau bulat telur yang memberi makna adanya gagasan, ide atau cita-cita yang indah, yang kelak menetas menjadi sesuatu kesejahteraan hidup rakyat Gorontalo.
    3. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo dengan bentuk dalam yang menampakkan keserasian formasi gambar yang terdiri dari warna putih di tengah dan diikuti oleh posisi padi - bintang, kapas - rantai memberi makna adanya keteraturan adat, agama, hukum dalam semua pola kehidupan masyarakat.
    4. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo dapat dibuat dalam berbagai ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dimana lambang tersebut ditempatkan
    5. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo memiliki nuansa global

    * Warna biru keunguan adalah warna yang memberi makna tenang, setia dan selalu ingin mempertahankan kebenaran dan harapan masa depan yang cerah
    * model pohon kelapa yang melengkung memberi makna gerak dinamis dan tidak diam tetapi selalu berbuat untuk masa depan
    * Sayap maleo yang mengembang memberi makna dinamika siap untuk tinggal landas dan siap bersaing
    * Buku yang terbuka melambangkan keinginan masyarakat untuk untuk siap meraih prestasi dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Iman dan Taqwa secara terus menerus
    * Bintang mengandung makna global jika dikaitkan dengan cita-cita yang tinggi yaitu "Gantungkan cita-cita setinggi bintang di langit"
    * Pita mempunyai makna keinginan masyrakat Gorontalo untuk menyerap, merekam dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi

    1. Lambang Daerah Gorontalo memiliki nuansa Nasional

    * Padi dan Kapas yang mengandung makna kemakmuran dan kesejahteraan seperti pada Pancasila
    * Rantai mempunyai makna adanya pengakuan persatuan dan kesatuan dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika

    1. Lambang daerah Gorontalo memiliki nuansa lokal

    * Bintang adalah lambang keagamaan, sehingga selaras dengan filosofi "Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah"
    * Benteng
    * Rantai mempunyai makna adanya pengakuan persatuan dan kesatuan dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika.
    1. Pemaknaan warna dan simbol-simbol lainnya dalam lambang

    * Simbol rantai yang memberi makna pada peristiwa patriotik
    - Rantai yang berjumlah 23 butir melambangkan tanggal 23 Januari
    - Kapas yang berjumlah 19 buah dan padi berjumlah 42 butir melambangkan tahun 1942

    * Sayap maleo yang berjumlah 16 helai melambangkan lahirnya Provinsi Gorontalo pada tanggal 16 Februari 2000

    * Warna :
    1. Hijau mempunyai makna kesuburan
    2. Kuning Mempunyai makna keagungan dan Kemuliaan
    3. Putih bermakna Kesucian dan Keluhuran
    4. Merah mempunyai makna keberanian dan perjuangan

    [​IMG]


    PLEASE VISIT HERE IDWS Hulondalo Community


    ======================================

    [​IMG]
    ======================================
     
    Last edited by a moderator: Jun 18, 2012
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Maleo Silent Reader Members

    Joined:
    May 1, 2009
    Messages:
    139
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +366 / -0
    wew.....hulondalo....ju....

    hehehe, ana olo dari gorontalo sup....
     
  4. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    Salam Kenal Aja YAch...

    bdw Udah Gabung Group IDWS HUlondalo COmmunity Ngak ??

    KLu belum ntar Aku invite Dech...

    watiya olo tau lo hulondalo,, :)
     
    Last edited: Mar 22, 2010
  5. Offline

    rayto Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 5, 2010
    Messages:
    793
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +120,229 / -0
    aaa.. ini...
    Gorontalo bisa olo :hero::piss:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    terima kasih telah gabung yach..

    ayo kita ramaikan thread ini...:tkp1::tkp3::top::hi:
     
  7. Offline

    rayto Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 5, 2010
    Messages:
    793
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +120,229 / -0
    :fd_5: biar rame :cheers:

    mana tau lo hulondalo ini :hi:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  8. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    kayaknya hanya qt aja user yg berasal dari gtlo...

    kita rame in aja yuk.. :hahai:
     
  9. Offline

    Maleo Silent Reader Members

    Joined:
    May 1, 2009
    Messages:
    139
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +366 / -0
    klu udah banyak, kayaknya bagus bikin gathering member idws hulondalo
     
  10. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    @All : Kita buat game aja yuk.. yang berhubungan dgn Gorontalo,,, gimana ???
     
  11. Offline

    rayto Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 5, 2010
    Messages:
    793
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +120,229 / -0
    ampun master saya tidak tau bken game..

    saya cuma tau main game [​IMG]
    :hehe:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  12. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    @rayto : Gimana dengan desain Kaosnya Bro ??
     
  13. Offline

    rayto Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 5, 2010
    Messages:
    793
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +120,229 / -0
    rencana design kaos HULONDALO IDWS COMMUNITY


    [​IMG]

    sorry depe tulisan HULONDALO IDWS COMMUNITY blum ada cz lagi cari font yang gaga.. :piss:

    kalo kea ini design hapus jow.. :maaf:


    -=== UPDATE ===-

    [​IMG]

    [​IMG]
     
    Last edited: Apr 18, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  14. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    @Rayto :design udah bagus,,

    yg ingin aku tanyakan apakah pilihan warnanya hanya satu ??
     
  15. Offline

    rayto Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 5, 2010
    Messages:
    793
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +120,229 / -0
    @bro Oning : sudah bro... kalo kaos itam tdk cocok dengan design yg kaos putih pertama,, jadi ada edit sadiki depe warna..

    btw bro Oning ada referensi font² yang bagus buat tulisan "HULONDALO IDWS COMMUNITY" :???:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  16. Offline

    rikyu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 12, 2009
    Messages:
    1,250
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +9,644 / -0
    kasih saran sih jgn terlalu besar hurufnya om

    @oning
    sekalian daerah wisatanya
    ane belum nemu nih daerah wisatanya maksudnya foto2nya

    :semangat:
     
  17. Offline

    RachmadhJ Members

    Joined:
    Aug 18, 2009
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    absen sore...
    So lama punya id idws bo jarang buka...
    lebih condong ke thread sebelah :D
    Salam kenal :D
    Btw t shirt nya bagus...
    Itam jow gmana?
     
  18. Offline

    Oning Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    887
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +15,338 / -0
    ane jga pilih itam,, tapi mo tunggu dulu pendapat dari taman² yang lain.. :D
     
  19. Offline

    Lhanink Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 19, 2010
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +3,907 / -0
    :hy: lam kenal yach buat kk yg ada di trit ini :piss:

    bdw harga kaosnya brapa ??
     
    • Like Like x 1
  20. Offline

    RachmadhJ Members

    Joined:
    Aug 18, 2009
    Messages:
    2
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    ada yg tau versi wap ni forum? m.indowebster.web.id tetap mo ta direct ka indowebster.web.id
     
  21. Offline

    Lhanink Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 19, 2010
    Messages:
    58
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +3,907 / -0
    Menurut Pengalmanku untuk M.indowebster.web.id tetap akan di direct ke indowebster.web.id,,

    udah 1minggu ini aku coba bgtu trus,, :piss:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.