1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Renungan lembah permen lolipop

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by dimazbaik, Nov 29, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    dimazbaik Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 31, 2008
    Messages:
    330
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +1,965 / -0
    Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal.

    Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa.

    Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

    Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lollipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya

    Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat."

    Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

    Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.
    "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.."
    "Kenapa kamu memanggil saya?" Tanya Bob.
    "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, Indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.
    "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama."
    Bib menambahkan. Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yg sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan

    permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itum ke dalam tas karungnya.

    Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal
    dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa
    banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia."
    Ia pun berkata dalam hati,

    "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

    Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.
    Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi
    Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk
    menikmatinya dan menjadi bahagia.

    Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia?
    Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab,

    "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nanti
    pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "

    Pemikiran ¡tu nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat sekarang'.
    Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa
    ¡nanti' bahagia.
    Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini. untuk masa nanti' bahagia.
    Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa yang nanti' bahagia itu.
    Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.
    Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

    Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa Indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari
    begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri.
    Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang.
    Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Black_alloy Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 26, 2008
    Messages:
    123
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +7 / -0
    Setuju bro. Kalau kita tidak bisa menikmati hidup apalah gunanya hidup.
    sebab kita nggak bisa mengulangnya lagi. Nikmati hidup mu selagi bisa:onion-76:
     
  4. Offline

    yazi Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 4, 2008
    Messages:
    248
    Trophy Points:
    57
    Ratings:
    +25 / -0
    Bener jg tuh
    Hidup jangan dibikin ribet. Hidup itu harus seimbang
    Boleh serius tapi jangan lupa untuk santai/istirahat.....
     
  5. Offline

    underbon Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 1, 2008
    Messages:
    1,011
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,302 / -0
    menambah semangat menghadapi masa depan yang semakin sulit
     
  6. Offline

    ddesta Post Hunter Veteran

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    3,111
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +8,976 / -0
    nice post bro tp:top:
    kayak na lebih cocok kalo di taro di All About Story dah:onion-105: (menurut w:P)
     
  7. Offline

    Caligula Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 15, 2009
    Messages:
    178
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +1,793 / -0
    jangan terlalu serakah lah...
     
  8. Offline

    Sunoe Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2008
    Messages:
    1,947
    Trophy Points:
    226
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +15,950 / -0
    hm.. hm..
    Easygoing...
    Asyik noh...
    nice post
     
  9. Offline

    de_unlimited Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 1, 2007
    Messages:
    619
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +8,537 / -0
    bau-baunya kaya email outlook yang gw terima dari bos yah.... hehehe btw thx for sharing
     
  10. Offline

    Feischmaker Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 28, 2008
    Messages:
    1,489
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,021 / -0
    ...nice post... let's live an enjoyable life!!!
     
  11. Offline

    Arthuria Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 5, 2009
    Messages:
    1,234
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +259 / -0
    huhuhu analogi yang bagus. lebih tepat dimasukin di all about story deh menurutku. memang banyak orang yang terlalu sibuk demi hari nanti, cerita ini cocok untuk dibaca para orang tua yang terlalu keras mendidik anaknya untuk belajar belajar dan belajar. Emang belajar itu penting, tapi menyuruh mereka menikmati masa muda mereka juga tak kalah pentingnya. Pendapat yang mengatakan "belajar aja kamu sekarang nanti kalo uda dapat kuliah yg bagus, kerjaan yang bagus baru kamu main2" menurut gue ga tepat. semua harus diseimbangkan ya ga see
     
  12. Offline

    BlankShade Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 14, 2009
    Messages:
    1,073
    Trophy Points:
    162
    Ratings:
    +3,443 / -0
    Yup pokoknya nikmatin aja hidup ini kayak gw:haha: (sombong mode on)
     
  13. Offline

    plasa Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 16, 2009
    Messages:
    311
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +14 / -0
    Benar tuh.. terutama orang terlalu bekerja keras untuk mencari duit, tapi gk pernah punya waktu untuk keluarga. Waktu terus berlalu, ketika sudah tua dan gk bekerja lagi, kita mengharapkan anak2 kita untuk menghibur.. tapi yang ada malah anak" kita udah dewasa dan mungkin sudah berumah tangga sehingga kitanya bisa dibilang terabaikan..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.